Pemprov Jateng Dukung Penuh Terhadap Usaha Mikro Kecil

/ Selasa, 12 Maret 2019 / 11.30



Reporter : M. Taufiq.Sapta



Dari kiri: Pimwil Jamkrindo kanwil 5 Jateng,Wahyu Hidayatullah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Bima kartika,SH.MH, Dekan FEB Undip, DR, Suharnomo dan Anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Makruf serta Moderator Prasetyobudi. Foto : M. Taufik
Semarang, (Policewatch.news).Sektor usaha ekonomi kecil dan mikro terbukti telah mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional, untuk itu harus senantiasa dijaga ,dipelihara saat krisis ekonomi global melanda. Sektor kecil dan mikro di Indonesia masih berdiri tegak,menunjukkan eksistensinya,
sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk senantiasa mengembangkan usaha kecil dan mikro. Apalagi disaat ini jawa tengah sudah mendapatkan berkah bonus demografi dimana penduduk
usaia produktif menjadi dominan.
Antusiasme anak muda saat ini untuk berwirausaha harus dikelola agar berkah ini tidak berubah jadi malapetaka .Pemerintah Provinsi Jawa Tengahpun telah memberikan dukungan penuh terhadap usaha kecil mikro sebagian masih membutuhkan pendampingan seperti pelatihan dan promosi untuk ini di buktikan dorongan dan motifasi yang lebih dari pemerintah ,dari pusat sampai daerah dan pihak terkait.
Pemerintah Provinsi juga meminta kabupaten kota untuk berani tampil memasarkan produk usaha kecil unggulannya pada setiap kesempatan. Tujuannya agar UMKM nya maju hingga mampu menembus pasar Internasional. Selain itu akses permodalan menjadi faktor penting usaha kecil mikro agar bisa bertahan dan berkembang, untuk itu perlu campur tangan pemerintah melalui lembaga penjamin kredit agar mereka bisa mengakses kredit usaha rakyat.
Anggota komisi B DPRJateng, Achsin Makruf menyatakan,jumlah pengusaha Indonesia jumlahnya masih dibawah rata rata Negara di Asia, jumlah pengusaha Indonesia baru 3 persen dari jumlah penduduk Indonsia. Kita masih kalah dengan Negara Thailand udah mencapai 4 persen, Malaysia 5 persen, Singapura mencapai 7 persen bahkan untuk Negara Negara maju sudah mencapai angka 12 persen seperti China, Amerika Serikat.
Menurutnya kesejahteraan masyarakat bisa dilihat dari sector usaha, sector jumlah pengusahanya. Manakala jumla pengusaha tinggi maka bisa dipastikan bahwa kesejahteraan masyarakat pada tingkat sejahtera, ini dilihat dari perbandingan rasio dengan jumlah penduduk Negara Negara yang secara ekonomi maju,” ujarnya, saat menjadi salah satu nara sumber Dialog bersama Parlemen Jawa Tengah dalam prime topic, dengan tema Tumbuh kembangkan Usaha Mikro Kecil yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di Gedung C,lantai 4 FEB Undip Tembalang Semarang, Senin, 11/3/2019.
Sementara itu Dekan FEB Undip Semarang,Suharnomo mengungkapkan, di kampus FEB Undip Tembalang Semarang ada Klinik Bisnis, starup profile book. Banyak juga yang mengarah pada star up digital basic diantaranya tangan bionic, box office, sirobo semua berbicara untuk ekonomi ke depan basic kreatifitas education termasuk di bidang UMKM. Menurut nya selama ini sebgian orang turun temurun melakukan sesuatu menjadi besar didasarkan dari yang dia bisa.
Apa yang kita buat di klinik bisnis di FEB Undip ini adalah bagian dari down streaming dari produk produk riset pengembangan UMKM pun harus didasarkan pada riset,” tuturnya.
 

Para nara sumber menerima cindera mata dari Dekan FEB Undip Semarang ,DR, Suharnomo,
Pada kesempatan yang sama Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Bima kartika SH.MH mengungkapkan , Pemprov Jateng melalui Dinas Koperasi dan UMKM telah melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM yang jumlahnya mencapai 137 ribu supaya perekonomian masyarakat meningkat, diharapkan kedepannya pelaku UMKM terus meningkat kualitasnya melalui program UMKM naik kelas.
Menurut Bima Kartika, dalam pembinaan UMKM dilakukan mulai dari pembuatan produk Legalitas hingga pemasaran. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas UMKM di Jateng khususnya di tahun 2019 ini disiapkan anggaran sebesar Rp.69 milliar, ini lebih besar dibandingkan pada anggaran tahun 2018 lalu sebesar Rp.59 milliar jadi ada tambahan Rp.10 milliar.
Selain itu pihaknya saat ini mengaku bekerja sama dengan bandara Ahmad Yani Semarang dengan membuka gallery UMKM yang memasarkan 760 produk UMKM dari Jateng. Pemprov jateng melalui Dinas Koperasi dan UMKM meningkatkan anggarannya setiap tahunnya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas UMKM. Pelaku UMKM di jateng mencapai angka 13,7 persen atau sekitar 4,8 juta dari jumlah penduduknya 35 juta,” pungkasnya.

Komentar Anda

Berita Terkini