Hutan Dibabat Masyarakat Sejumlah Aktivis Demo Minta Gajah Dikembalikan ke Asalnya

/ Selasa, 02 April 2019 / 07.55
Reporter : Bambang MD
Aksi Demo di halaman Pemkab Lahat yang dilakukan oleh puluhan aktivis sayang binatang seperti Habitat gajah dulunya hidup di cagar alam hutan lindung

LAHAT - (POLICEWATCH.NEWS) - Aksi Demo di halaman Pemkab Lahat yang dilakukan oleh puluhan aktivis sayang binatang seperti Habitat gajah dulunya hidup di cagar alam hutan lindung di bukit Gajahan Desa Padang, Kecamatan Perangai, Kabupaten Lahat namun masih gajah binatang yang terancam punah dari habitatnya.

 Sehingga puluhan aktivis peduli lingkungan melakukan aksi demo di halaman Pemkab Lahat senin (1/4/2019)
Salah satu pendemo meneriakkan agar gajah yang kabarnya diusir oleh warga desa Padang dan dikabarkan beberapa gajah dipindahkan ketempat lain, sehingga nasib gajah terancam punah akibat hutan tempat gajah sekolah diduga digusur oleh warga sehingga gajah yang didatangkan dari way kambas yang dulunya puluhan ekor gajah hidup bersama pawangnya sebagai obyek wisata yang terkenal " Gajahan" di bukit Desa Padang kini habis riwayat mu.

Pantauan wartawan aksi demo ini dipicu adanya warga yang menebas hutan tempat gajah kabar beredar ada mutiara Hitam alias batubara sehingga gajah yang hidupnya puluhan tahun tidak ada yang mengusik kini gajah tersebut sebagian sudah dipindahkan namun ada beberapa ekor masih berada ditempat bukit Desa Padang.
Kordinator Aksi mendesak agar sejumlah gajah yang sudah dipindahkan agar dikembalikan ketempat habitatnya yaitu " Sekolah Gajah " di desa Padang didekat hutan lindung Teriak pendemo.

Masa demo menggelar orasi agar pemerintah daerah segera mengembalikan gajah yang sudah dipindahkan segera kembali kepada Asalnya pinta pendemo sambil membawa spanduk bertuliskan "  PULANGKAN GAJAH SELAMATKAN KAWASAN HUTAN SUAKA ALAM "

Aksi demo yang digelar di Pemkab Lahat dijaga dari  satuan Pol PP. Dan dibantu  dari Polres Lahat, nampak sejumlah awak media melakukan peliputannya apalagi ini tahun politik pilpres dan legislatif.
Komentar Anda

Berita Terkini