Edi Syarul Mantan Lurah Di Ancam Penjara 20 Tahun Dan Terancam Di Pecat Dari ASN

/ 26 Mei 2021 / 5/26/2021 08:33:00 AM

 



Breaking News                           Laporan :Bambang MD



LAHAT,POLICEWATCH.NEWS- Nasib sial menimpa Edi Syarul mantan Lurah Pasar Bawah ia terancam dipecat dari ASN, diduga melakukan Korupsi Dana Kelurahan sebesar Rp 185 Juta, dari Rp 370 Juta, pada anggaran Tahun 2O19, saat  menjabat Lurah Pasar Bawah, Kecamatan Kota Lahat, Kabupaten Lahat,

Saat ini ES ditahan di rutan Lapas Suka Ratu, Kota Lahat setelah berkas perkara dilimpahkan di Kejari Lahat beserta tersangka dan barang bukti dari pihak Pidkor Polres Lahat, kemarin ia tersangka diserahkan oleh Tipikor Polres Lahat dengan pengawalan menggunakan baju rompi warna merah jambu, dititipkan tahanan kejaksaan Negeri Lahat, iapun langsung di bawa ke rutan lapas Suka Ratu, menggunakan mobil tahanan, dikawal ketat oleh petugas Kejaksaan Lahat, 

Sebelumnya Kasus ini sebelumnya ditangani Pidkor Polres Lahat, setelah dinyatakan P21 lengkap, ES Ditetapkan tersangka setelah dari hasil audit ditemukan kerugian negara Rp 185 juta, dana kelurahan bantuan APBN Pusat.

" Setelah dinyatakan lengkap

pihak Unit Pidana Korupsi (Pidkor) Satreskrim Polres meyerahkan tersangka ES dan  berkas perkara beserta Barang Bukti (BB), ke pihak Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat. Selasa (25/5/2021)

Dijelaskan oleh penyidik Kanit Tipikor Ipda Hendra Kepada awak media

“Benar, pada hari ini kami telah menyerahkan berkas dan tersangka  ES, dalam hal ini, kami telah menyelesaikan penyidikan dan dinyatakan sudah lengkap P21, terkait Anggaran Dana Kelurahan tersebut sebesar Rp 370 juta dibagi dua tahap, yakni tahap 1(satu) lima puluh persen Rp 185 juta, Diduga ES melakukan tindak pidana uang tersebut setelah melakukan koordinasi dengan APID, agar tahap kedua yang 50% lagi atau Rp 185 juta tidak diproses pencairan untuk menyelamatkan uang negara”, sebut Ipda. Hendra, yang juga mantan Penyidik DiKrimsus Polda Sumsel ini.

“Menurutnya Dana Kelurahan Tahun Anggaran 2019 di tersebut berjumlah lebih dari Rp 300 juta dan dicairkan dalam 2 tahap, maka untuk tahap ke dua kita minta dihentikan dulu sementara selama proses hukum perkara tahap satu belum selesai”,terangnya

Setelah menerima pelimpahan, Kajari Lahat, Fitrah, SH, MH diampingi Kasi Pidsus, Anjasra Karya, SH melalui Kasi Inteligen, Faisyal Basni, SH menyebut, pihaknya akan segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Tipikor Sumsel di Palembang.

“ES disangkakan melakukan tindak pidana korupsi, sehingga dituntut primeir pasal 2 (1) dan subsidier pasal 3 (1) Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diperbahrui dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi”, kata Faisal.

Anjasra Karya juga menambahkan, pihaknya akan melakukan penahanan terhadap ES selama 21 hari ke depan, sembari akan melakukan penyiapan berkas untuk dilanjutkan ke persidangan di PN Tipikor Palembang.

“ES ini diancam pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atas perbuatannya”, terang Anjas.

Komentar Anda

Berita Terkini