Dugaan Pungli di MTsN 1 Kuningan: Bantahan Kepala Sekolah Berbelit dan Penuh Kejanggalan

/ 14 Mei 2024 / 5/14/2024 09:50:00 AM

 


KUNINGAN, POLICEWATCH NEWS,+ Dugaan pungli di MTsN 1 Kuningan kembali memanas. Hal ini menyusul bantahan yang janggal dan berbelit-belit dari Kepala Sekolah, Iman Soiman Santoso M.Pd, saat diwawancarai oleh awak media Policewatch pada Rabu, (8/5/24}

Dimana dari awal pertemuan, Kepala Sekolah Iman Soiman M.Pd, bukanya memberikan penjelasan yang benar malah menunjukkan sikap yang janggal dan memberikan bantahan yang berbelit-belit.

Kejanggalan Pertama terlihat saat awak Media Policewatch  bertemu Soiman, yang mana kedatangannya  tidak sesuai waktu yang di janjikan untuk bertemu di sekolahnya.

Dan saat bertemu dengan Kepala Sekolah Soiman, awak Media Policewatch, melihat dirinya begitu

sibuk dengan telepon selulernya, sedang menelpon kesana kemari.

Bahkan ketika soiman akan memasuki pintu ruang kerjanya, dirinya  lupa membawa kunci pintunya, namun dirinya terus sibuk menelepon kesana kemari, sambil menunggu kunci cadangan ruang kantornya yang di antarkan oleh penjaga sekolah.

Hal ini seolah menunjukkan ketidak Profesionalan dan kurangnya persiapan Soiman dalam menghadapi awak Media.

Kejanggalan Kedua, terjadi pada saat Soiman, meminta awak Media Policewatch untuk mengisi buku tamu, dengan suara Keras di ikuti gerakan tangan menunjuk nunjuk kepada awak Media Policewarch untuk mengisi buku tamu.

Sikap ini menunjukkan ketidak pedulian dan arogansi Soiman terhadap Awak Media.

Kejanggalan Ketiga adalah bantahan Soiman yang tidak konsisten, di mana Soiman mengatakan bahwa dari Media Policewatch sudah pernah ada yang datang sebelumnya, meskipun awak Media Policewatch menegaskan sebaliknya. 

Namun Soiman tetap bersikeras bahwa sudah ada wartawan lain dari Media Policewatch juga yang datang ke sekolahnya, akan  tetapi soiman  tidak dapat menunjukkan bukti kedatangannya ketika di minta oleh awak Media Policewatch, hanya menyebutkan nama dari Media Policewatch, namanya "Iyan, orangnya beda bukan yang ini, orang nya agak kurus."  ucap Soiman.

Kejanggalan Keempat adalah alasan Soiman yang tidak masuk akal. Ketika Awak Media Policewatch meminta bukti buku tamu kepada Soiman, siapa sebenarnya orang yang datang mengaku dari Media Policewatch.

Soiman beralasan lupa mengisi buku tamu dan tidak dapat menunjukkan bukti kedatangan wartawan yang mengaku dari Media Policewatch, yang di akuinya  bernama " Iyan."

Alasan ini bisa di patahkan dan menimbulkan kecurigaan bahwa Soiman sengaja berbohong.


Kejanggalan Kelima adalah perilaku Soiman yang aneh, yang mendatangkan beberapa orang, namun anehnya soiman malah menanyakan salah satu orang yang datang ke sekolah nya. 

Siapa yang datang  apa itu temanya ? tanya soiman Kepada awak Media Policewatch.

Padahal sebelumnya  dari awal bertemu, sudah di sampaikan kalau kedatangan awak  Media Policewatch itu hanya sendiri.

Namun anehnya siapa  orang yang di tanyakan Soiman kepada awak Media Policewatch, Soiman sendiri justru mengenalinya dan memintanya ikut serta masuk ke ruang kantornya, bersama orang orang yang sudah ada lebih awal di ruangan kerjanya.

Bukannya mendapat penjelasan dan perlakuan  yang baik dari soiman justru beberapa orang di dalam ruangnya, di minta untuk memfoto awak Media Policewatch dan anehnya  juga ketika awak Media  Policewatch berpamitan, soiman malah meminta awak Media Policewatch untuk di foto dulu oleh soiman sambil  mengatakan ," saya tidak pernah ingin memperkaya diri sendiri kaya begini, apalagi cari kekayaan dari cara seperti ini."

Bahkan perlakuan Soiman kepada awak Media Policewatch tidak hanya sampai di situ ketika awak Media Policewatch berpamitan,  soiman pun meminta orang orang yang ada di ruang kantornya,  di perintahkannya untuk megambil foto awak Media Policewatch bahkan hingga memasuki mobil.

" , Foto foto, itu ..itu orang nya...Foto mana ada ga foto nya ." 

Ucap soiman kepada beberapa orang  yang datang dari awal di ruang kerjanya. 

Permintaan ini tidak relevan dengan konteks Wawancara dan menimbulkan pertanyaan tentang tujuan Soiman.

Kejanggalan-kejanggalan ini sangat memprihatinkan dan menimbulkan keraguan terhadap bantahan Soiman.

Selain kejanggalan-kejanggalan tersebut, ada beberapa poin penting yang perlu di garis bawahi:

Soiman tidak mengakui adanya Pungutan Rp.500.000 dan Rp 15.000, 

pungutan uang tersebut di lakukan oleh Komite sekolah dalam rapat dengan orang tua murid, itu urusan komite." Semua itu urusan komite." Ucap nya.

Soiman mengaku tidak mengetahuinya, karena dirinya juga tidak hadir di rapat tersebut dan Pungutan Rp.500.000 bukan permintaan atas dirinya.

' Saya tidak hadir dalam rapat itu dan bukan permintaan saya itu, tapi kalau harus dihadirkan orang tua siswa, saya bisa hadirin, saya teleponin semuanya." ucap Soiman.

Dan acara tersebut (Perpisahan kelas IX) yang memakan dana besar bukan atas pemintaan dan keinginan saya, melainkan orang tua murid sendiri yang memaksa saya, untuk acara perpisahan harus wah , seperti tahun tahun sebelumnya. 

" Saya menolak dari  awal kalau acara perpisahan harus wah, tapi ini kan karena saya di paksa orang tua siswa untuk acara perpisahan jadi wah."

Dan mengenai  uang yang Rp.15.000, menurut soiman masih dalam penggodokan, kenapa malah media sudah pada kesini. 

." Kemarin iyan, dari Media Policewatch, nanti wartawan dari media yang lain juga pasti pada banyak datang ke sini, Kebiasaan semua wartawan ."  sebut soiman.

Sampai di sini bisa terlihat bagaimana Kepala Sekolah Mtsn 1 Kuningan, Soiman tidak bisa menjelaskan atau memberikan jawaban secara detail tentang apakah benar uang Rp. 500.000, murni permintaan orang tua murid tanpa ada tekanan dari pihak sekolah terhadap orang tua murid. (RED)

Komentar Anda

Berita Terkini