AWAS....! Jebakan Bunga "Pinjaman Dana Online" dari Dunia Maya

/ Sabtu, 18 Agustus 2018 / 06.35

.Reporter ; irfan
 
Hati-Hati 
Red,POLICEWATCH,- Hati-Hati  Pernah tergiur dengan pinjaman online? Dengan berkembangnya teknologi, saat ini mendapatkan dana pinjaman cukup mudah dan cepat. Kamu, hanya perlu mengunjungi website atau mengunduh aplikasi lalu memasukkan nomor handphone, nomor rekening, foto KTP/KK, dan foto diri. 

Setelah itu, pinjaman akan diproses dan tadaaaaa! Dalam waktu tidak lama, dana akan masuk ke rekening kamu. Jumlah dana yang ditawarkan juga beragam dengan pengembalian yang dapat disesuaikan. Dan katanya, dana ini akan bisa membantu permasalahan yang kamu punya.
Tapi, hati-hati! 

Dengan semua kemudahan yang ditawarkan, ada ancaman yang mengintai kamu semua. Setidaknya, ada dua hal yang bisa menjadi ancaman bagi kamu yang berselancar di dunia maya demi mendapatkan pinjaman dana. 

Pertama, ancaman itu berupa bunga. Pinjaman online adalah pinjaman yang cepat cair dengan persyaratan yang sangat mudah. 

Dalam pinjam-meminjam dengan siapapun, selalu ingat sebuah prinsip: semakin mudah pinjaman yang didapatkan, maka semakin tinggi bunga yang dibebankan.
Oleh karenanya, selalu waspada dengan pinjaman yang ditawarkan. Kamu, jangan karena butuh dana, tergiur dengan kemudahan dan kecepatan cairnya terus makin “sikat” saja. Tapi perhatikan juga bunga serta dendanya bila nantinya ada keterlambatan pengembalian dana.

Tidak sedikit, lembaga pemberi pinjaman yang memberikan bunga berbeda dari bunga yang ada di perbankan untuk pinjaman yang sama. Dan yang jarang diperhatikan, denda harian karena adanya keterlambatan yang dibebankan cukup besar juga. 

Maka, Denda menjadi ancaman yang kedua karena denda bisa memberatkan kamu sebagai peminjam dana. Besarannya variatif bisa dibebankan per hari dari jumlah pinjaman pokok atau juga dibebankan fix sesuai dengan pinjamannya, atau bahkan dijumlahkan keduanya. Bisa jadi bahaya nih nantinya.
Kedua, ancaman yang juga bisa mengintai kamu adalah habisnya dana untuk hal yang sia-sia. Hal yang konsumtif biasa disebutnya. Karena mudah tinggal pinjam, ya kamu habiskan saja untuk belanja. Nah, ini berbahaya. Karena menggunakan utang juga ada SOP nya.

Apa itu hal yang konsumtif alias sia-sia?. 
Hal ini adalah hal yang kamu beli tetapi nilai barangnya turun dan menjadi sebuah hal yang tidak terlalu berguna. Paling gampang contohnya adalah membeli gadget baru tapi yang lama masih ada.
Ini menjadi berbahaya karena secara hitung-hitungan, bila kamu membelanjakan uang yang kamu dapatkan dari utang untuk hal yang sia-sia, kamu tidak memiliki kemampuan untuk membayarnya lagi kecuali nanti setelah kamu gajian periode berikutnya.

Ya, kalau tanggal pembayaran utangnya pas sama tanggal gajian kamu, kalo nggak? Ya terpaksa pinjaman kamu dikenai bunga dan juga denda. 
Kecuali, kamu berutang untuk sesuatu yang produktif, modal untuk usaha misalnya. Secara "hitung-hitungan", kamu akan mendapatkan keuntungan dari hasil usaha kamu dan keuntungan itulah yang akan membayar utang kamu ke si pemberi dana.

Nah, agar kamu tidak terjebak dengan pinjaman yang sia-sia apalagi ditambah dengan bunga serta denda. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, di antaranya adalah:

Gunakan utang dengan bijak
Sederhana sebenarnya: ketahui dan selalu sadari alasan kamu berutang. Selalu gunakan utang sesuai dengan alasan yang mendasari pilihan kamu untuk berutang. Bila ternyata kamu berutang untuk “menyambung hidup”, maka gunakan uang yang kamu dapatkan dari utang untuk membeli hal-hal yang kamu butuhkan. Jangan gunakan untuk pacaran.

Pilih pemberi utang dengan baik
Dalam hal ini, bukan hanya baik dari segi prosedur atau kredibilitas si pemberi pinjaman, tapi kamu juga harus memilih mana lembaga yang akan memberikan dampak paling baik dari sisi denda dan bunga. Mana lembaga yang nantinya tidak akan terlalu memberatkan kamu sebagai peminjam dana kalau ada keterlambatan nantinya.

Hal ini penting untuk kamu ketahui dan kamu pertimbangkan. Jangan sampai, kamu abai dan terkena jebakan bunga. Yang kamu pinjam seribu, eh harus bayar bunga dan denda utang sebanyak lima ribu. Yang ada, kamu nanti menangis sendu.
Maka, ketika kamu mau meminjam sejumlah dana, selalu ingat prinsip pinjaman yang dibilang di awal tadi: semakin tinggi risiko yang ditanggung oleh si pemberi pinjaman, maka semakin besar bunga yang akan dibebankan kepada si peminjam. Mudah, kan?

Kalau tidak perlu, jangan gunakan utang
Terakhir, ya kalo enggak perlu, jangan ngutang. Kalo kata orang, utang itu gampang kawan, yang berat itu nyicilnya. Maka, kalo hanya untuk memenuhi hasrat belanja sedangkan uang kamu tidak punya, tahan dulu saja. Kalau kamu mau gadget baru, nabung aja dulu. Kalau mau liburan, nabung aja dulu. Kalau kamu mau nonton konser, nabung aja dulu. Daripada abis jingkrak-jingkrak konser lanjut dikejar-kejar penagih utang, kan males ya.

Nah, kamu punya cerita pengalaman ngutang atau permasalahan dengan pemberi pinjaman dana? Boleh dong komen atau cerita-cerita-..

Komentar Anda

Berita Terkini