Penembakan di pegunungan Kabo Distrik Yigi Kabupaten Ndugama Propinsi Papua

/ Jumat, 07 Desember 2018 / 01.28

Reporter : Marten Mambua


 
Pres rilis Polda Papua
Timika, policewatch.news, – Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si, beberkan kronologi pembantaian karyawan PT Istaka Karya dan penyerangan Pos Satgaspamrahwan 755/ Yalet di Mbua Kabupaten Nduga, Papua oleh Kelompok Separatis Bersenjata (KSB).

Kata Kapolda, insiden berdarah yang terjadi di Kabupaten Nduga terjadi dua peristiwa berdarah yakni pada 2 Desember 2018 di Puncak Kabo dan pada 3 Desember 2018 tengah malam di Pos Satgaspamrahwan 755/Yalet.

Menurut Kapolda, pada Minggu 2 Desember 2018 pihaknya mendapat informasi yang masih simpang siur adanya penembakan dan penyanderaan. Kemudian Senin 3 Desember, dengan ijin Panglima Kodam, personil TNI/Polri yang ada di Wamena dikirim ke TKP dari Kodim Jayawijaya dan Polres Jayawijaya dengan jumlah 25 orang berangkat dengan menggunakan mobil.

Di tengah jalan masyarakat menghentikan personil, sehingga personil kembali. Dimana informasi masyarakat bahwa kekuatan anggota saat itu tidak seimbang dengan kekuatan kelompok separatis bersenjata (KSB).

Berdasarkan laporan itu, Polda Papua meminta bantuan dari Kodam XVII Cenderawasih untuk mengerahkan anggota TNI/Polri yang ada di wilayah Jayawijaya untuk bergabung dengan anggota TNI/Polri yang telah standy di Wamena. Kemudian Selasa pagi, para berangkat menuju ke TKP yang diperkirakan berada di Distrik Mbua, dengan mengunakan 25 unit kendaraan dengan jumlah personil 149.

Dari laporan awal, anggota telah mengamankan 4 karyawan PT. Istaka Karya dan 6 orang masyarakat lainnya. Dengan bantuan helikopter MI milik TNI para warga tersebut dievakuasi dari Mbua ke Wamena.

Dari ketarangan saksi, bahwa pada 1 Desember 2018 karyawan PT yang berada di camp berjumlah 28 orang, saat bersamaan ada kegiatan masyarakat bakar batu, beberapa karyawan PT. Istaka Karya turut ikut bakar batu. Acara bakar batu dimulai dari pukul 09.00 Wit s/d 15.00 Wit.

Selesai acara bakar batu, KSB pimpinan Egianus Kogoya mendatangi camp dan seluruh karyawan yang ada di camp dikeluarkan dan diperintahkan untuk diikat. Para karyawan digiring sampai ke Kampung Karunggame dan bermalam di kampung tersebut dengan kondisi tangan terikat.

Pada Minggu 2 Desember 2018 sekitar pukul 8 pagi, seluruh karyawan yang disandera diperintah untuk berjalan ke Puncak Kabo.

“2 jam perjalanan dilereng bukit kabo mereka diperintahkan untuk berbaris dan jongkok, , KSB melakukan tarian perang dan mengeksekusi satu persatu karyawan PT Istaka Karya,” tutur Kapolda menirukan kesaksian korban selamat.

Lanjut Kapolda “Korban yang masih hidup saat itu terlalu cepat melarikan diri sebanyak 3 orang, karena KSB belum jauh dilakukan pengejaran sehingga yang 3 orang tertangkap dan dieksekusi di tempat dengan menggunakan parang. Kemudian sisanya yang masih hidup setelah peristiwa ini ada yang berhasil melarikan diri, 2 orang lagi tertangkap dan juga dieksekusi, 6 orang lagi berhasil melarikan diri berbeda arah, 4 orang berhasil untuk selamat atas nama, Jimmy Aritonang, Martinus sampe, Ayub, dan Jefriyanto, 3 luka tembak, untuk Jimmy dalam keadaan sehat, 2 orang lagi atas nama Simanjuntak dan Hutagaol di perkiarakan masih hidup dan sampai saat ini masih belum ditemukan,” kata Kapolda dalam Jumpa pers Jumat (7/12) di posko evakuasi gabungan TNI Polri di hanggar Bandara Mozes Kilangin, Timika.

Kapolda menuturkan, para korban yang selamat tersebut berlindung jalan kaki kerah pos TNI di Mbua, malamnya sekitar pukul 05.00 Wit, Pos diserang,

“Mendapat serangan dari KKB dengan tameng masyarakat, yang mana masyarakat juga ikut melempar dengan batu dari semua arah pos, kemudian terjadi penembakan. Korban pertama adalah serda handoko, yang kedua pratu sugeng tertembak. Kontak tembak terjadi pada pukul 05.00 sampai 21.00 Wit, kontak tembak berhenti karena hujan deras,” ujar Kapolda.

Rabu (5/12) dilakukan penyisiran dan terjadi kontak tembak yang mengakibatkan anggota Brimob Bharatu Hidayat terkena yang aat ini sudah mendapatkan perawatan medis di RS Timika. Kemudian pada saat melakukan penyelamatan 1 unit helicopter juga tertembak

Untuk saat ini, 16 jenazah karyawan PT Istaka Karya telah di terbangkan ke kampung halamannya untuk di kebumikan. Sementara 3 jenazah lainnya belum ditemukan dan 2 diperkirakan masih hidup dan belum ditemukan atas nama Simanjuntak dan Hotagaol.

“Kami mohon dukungan dari masyarakat indonesia untuk 3 jenazah yang sedang dalam proses pencarian dan 2 dua karyawan diperkirakan masih hidup agar segera ditemukan,” ujar Kapolda.(Red)

Komentar Anda

Berita Terkini