AIPTU Heru Purwoko SH Sang Polisi Dermawan dan Penyantun

/ Rabu, 13 Februari 2019 / 12.00

Reporter : Nyaman - Nardi

Kendal   Policewath.news  - Rumor negatif yang meruyak di masyarakat kita terhadap institusi kepolisian, seringkali menjadi makanan empuk sebagai bahan hujatan dan cibiran.

Namun terlepas dari itu semua, apa yang sudah diperbuat oleh seorang Heru Purwoko SH, sangatlah pantas untuk menjadi teladan bagi siapa saja di mana pun berada.

Heru Purwoko SH bapak dari 3 orang anak Ika, Ike dan Astri serta beristrikan Astri Rima Awaliati, dalam kesehariannya merupakan seorang anggota polisi berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU) yang bertugas di Polsek Brangsong Polres Kendal Polda Jawa Tengah.

Di luar profesinya sebagai seorang anggota polisi, ternyata AIPTU Heru Purwoko SH juga memiliki kegiatan lain di bidang sosial kemanusiaan. Dia bersama beberapa orang rekannya mendirikan dan mengurus sebuah Yayasan panti asuhan bernama "Noor Hidayah 2 ", untuk menampung anak-anak yatim dan terlantar, dimana rumah panti tersebut berada Jalan Puri Jatisari Permai Desa Plantaran Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Dalam kesempatan berbincang-bincang dengan dengan beberapa jurnalis yang tergabung dalam Perkumpulan Wartawan Online Independen (PWOI) Kabupaten Kendal, Rabu (13/2/2019), di panti asuhannya, AIPTU Heru Purwoko mengisahkan awal mulanya mendirikan dan mengurus Yayasan panti asuhan "Noor Hidayah 2 ".

" Hari itu saya sedang bertugas di Mapolsek Brangsong, tiba-tiba saja ada seorang gadis kecil yang meminta makan dan saya memberikannya makanan untuk anak tersebut. Seusai makan, anak itu mengatakan bahwa masih ada 14 orang temannya yang bernasib sama dengannya ", kata Heru sambil mengelus dada dengan mata berkaca-kaca.

Heru lantas menanyakan kepada anak tersebut, kenapa bisa terlantar?. Si anak menjawab bahwa yayasannya bubar dan semua anak yang ada tidak terurus sehingga terlantar.

Diketahui, panti asuhan yang bubar tersebut bernama panti asuhan " Noor Hidayah " yang berlokasi di Desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu.

Heru melanjutkan, dalam perjalanan pulang menuju rumah seusai dinas, peristiwa yang dialaminya sewaktu di kantor, membuatnya terus berfikir, bagaimana caranya agar bisa menolong dan menyelamatkan anak-anak yang terlantar itu. Padahal saat itu dia tidak punya tabungan dan gajipun sudah digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari serta keperluan lainnya.

" Sesampainya di rumah, saya memberanikan diri untuk berbicara dengan istri saya terkait dengan hal tersebut diatas dan Alhamdulillah istri saya sangat mendukung dan menyetujuinya. Satu-satunya asset yang kami miliki hanya sertipikat rumah, akhirnya kami jadikan agunan ke bank dan Alhamdulillah dapat pinjaman sebesar Rp.75 juta " , kenangnya.

Heru juga menyampaikan bahwa dari dana pinjaman tersebut selanjutnya digunakan untuk membayar sekolah anak-anak sebesar Rp. 30 juta, untuk kontrak rumah panti Rp.8 juta dan sisanya untuk keperluan makan serta uang saku anak-anak panti setiap harinya.

Kini 4 bulan sudah berlalu, Yayasan Noor Hidayah masih menampung 14 orang anak asuh, dimana sebagian besar dari mereka adalah penghafal Al Quran.

Dalam pengelolaannya AIPTU Heru Purwoko SH bertindak selaku penanggung jawab Panti, dibantu oleh 2 orang pengasuh dan Ahmad Mafazudin seorang Ustadz yang sekaligus sebagai pembimbing yayasan tersebut.

Komentar Anda

Berita Terkini