Akibat Pembangunan TOL lintas Jawa ,SDN 2 Protomulyo Belum Bisa Menempati Gedung Sekolah Yang Baru

/ Rabu, 27 Februari 2019 / 05.00
Reporter : (Nardi cak werr)


SDN 2 Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Belajar tanpa ada Kursi Duduk

Kendal,(Policewatch.news),- Pembangunan jalan tol Semarang Batang telah mengakibatkan tergusurnya gedung SDN 2 Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal Jawa Tengah dan harus direlokasi ke tempat lain.
Sementara itu, menunggu selesainya pembangunan gedung sekolah baru yang berlokasi di sebelah timur SMAN 1 Kaliwungu oleh PT Waskita Karya atau PT Jasa Marga Semarang Batang (PT JSB) Cabang Semarang, maka Sejak tahun 2017 seluruh proses belajar mengajar dipindahkan di gedung milik Madrasah Diniyah yang ada di komplek masjid Desa Protomulyo.
Diketahui, gedung baru pengganti SDN 2 Protomulyo, pembangunannya sudah rampung seluruhnya dan siap untuk ditempati namun hingga saat ini gedung tersebut belum juga diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal atau kepada pihak yang berwenang.

Policewatch.news bersama jurnalis dari beberapa media lain yang ada di Kabupaten Kendal, menemui Kepala Sekolah SDN 2 Protomulyo Temu Rahayu S.Pd. Selasa (26/2/2019)
Pada kesempatan tersebut Temu Rahayu mengatakan bahwa sejak gedung sekolahnya digusur, seluruh aktifitas belajar mengajar dan administrasi sekolah terpaksa harus dilakukan di gedung Madrasah Diniyah Desa Protomulyo.
Gedung sekolahan baru tp belom bisa di tempati dengan alasan yang belom jelas

Dari pengamatan Policewatch.news ruang kelas Madrasah Diniyah Desa Protomulyo tersebut tidak memiliki fasiltas meja dan kursi belajar sehingga anak-anak yang belajar terpaksa harus " LESEHAN ".
" Walaupun dengan fasilitas yang sangat terbatas dan apa adanya, kami selalu berusaha sebaik mungkin agar anak-anak tetap bisa belajar ", kata Yayuk, demikian Temu Rahayu biasa disapa.
Yayuk melanjutkan, walaupun gedung sekolah yang baru sudah jadi dan berdiri dengan megahnya, namun belum bisa untuk di tempati.
Ketika ditanya apa sebabnya, Yayuk menjawab bahwa dia tidak tahu persis apa penyebabnya.
" Ketika kami berusaha untuk mencari tahu ke pihak-pihak terkait tentang apa yang menjadi penyebab mengapa kami belum bisa menempati gedung sekolah yang baru, jawaban yang kami peroleh malah membuat kami semakin bingung dan resah. ", papar Yayuk.
Untuk memastikan kapan gedung sekolah yang baru tersebut bisa segera ditempati, pada tanggal 20 Pebruari 2019, pihak sekolah sudah melayangkan surat kepada Manajemen PT Jasa Marga Semarang Batang Cabang Semarang, akan tetapi sampai dengan Senin 26 Pebruari 2019, belum mendapatkan balasan.
Menurut Yayuk, pihak sekolah juga akan segera mengirimkan surat kepada Bupati Kendal untuk bisa membantu mempercepat penyerahan gedung sekolah yang baru, agar proses belajar mengajar bisa kembali normal seperti sediakala.
" Sesuai dengan kalender pendidikan, pada bulan Maret-Mei 2019 akan ada kegiatan ujian akhir semester untuk murid kelas I-V dan ujian nasional untuk murid kelas VI. Bulan Maret 2019 adalah batas akhir kita bisa menempati gedung Madrasah Diniyah ini ", pungkas Yayuk.

Komentar Anda

Berita Terkini