Jalur Di Jateng Di Pastikan Siap Digunakan Arus Mudik Dan Arus Balik Lebaran 2019

/ Sabtu, 18 Mei 2019 / 07.55
Reporter : M. Taufiq.Sapta
Dari kiri : Kadishub Prov Jateng, Satrio Hidayat,Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Agus
Triatmadja dan , Anggota Komisi D DPRD Jateng,Ngainir Richard. Foto : M. Taufiq.Sapta

Semarang ( Police Watch.News )-Tahun 2019 ini menjadi pembuktian pemerintah dalam mengelola transportasi guna melayani arus mudik dan arus balik lebaran. Beroperasinya tol trans jawa dan kesiapan jalan nasional yang menghubungkan banten, jawa barat hingga jawa timur , hingga kini mampu mendekatkan angka kemacetan lalu lintas sebagaimana yang terjadi saat mudik lebaran tahun tahun sebelumnya.

Semua jalur di jawa tengah dipastikan siap digunakan arus mudik dan balik lebaran 2019 termasuk jalur pantura hingga jalur lintas selatan beserta tol yang telah menghubungkan jawa tengah hingga jawa timur sehingga keberadaan infrastruktur jalan penghubung jawa barat, jawa tengah dan jawa timur diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan kelancaran arus mudik lebaran tahun ini. Selain itu pemerintah juga harus mampu memberikan jaminan atas ketersediaan BBM yang memadai keamanan, ketertiban lingkungan dan masyarakat termasuk tempat ibadah,pasar,mall mungkin juga peran serta symbol transportasi seperti terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan, diharapkan dengan langkah langkah taktis tersebut akan menjamin mudik lebaran tahun ini semakin lancar,aman dan nyaman.

Kabid humas Polda Jateng, Kombes Agus Triatmadja mengatakan bahwa mudik merupakan kegiatan rutin setiap tahun, tahun 2018 jalan tol sudah operasional dan fungsional, setelah dievaluasi sudah berjalan lancar dan tahun 2019 semuanya sudah operasional sampai Surabaya diharapkan memberikan kenyamanan kepada para pemudik namun perlu diantisipasi dengan kenyamanan, jangan kehilangan kewaspadaan,kelengahan bagi para pemudik,” paparnya.

Menurutnya, Polda jateng dalam rangka pengamanan jalur mudik ini sudah menyiapkan rencana pengamanan yang salah satunya menempatkan pos pos pengamanan, mendirikan pos ,baik pos terpadu yang melibatkan beberapa instansi ,ada 6 pos , pos pelayanan akan memberikan fasilitas untuk pemudik supaya bisa istirahat.
“ Ada beberapa titik yang harus diantisipasi karena dasi satu arah menjadi dua arah, missal tikungan brebes barat terlalu tajam ini menyulitkan kendaraan kendaraan untuk berbelok. Untuk jalur tengah purbalingga disitu ada titik kerawanan macet karena pada pasar tumpah, kami dari Polda jateng siap mengamankan untuk mudik nanti,” tutrnya, saat menjadi nara sumber dialog bersama parlemen jawa tengah dengan tema “ Mudik lancar, Aman dan Nyaman “ yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di ruang Bahana Hotel Noormans jalan Teuku Umar no 27 Semarang, Rabu, 15/5 /2019

Sementara itu Kadishub Prov jateng Sario hidayat, mengatakan, Untuk tahun 2019 ini kebutuhan angkutan meningkat, angkutan bus untuk mudik meningkat sekitar 15 persen atau 3,3 juta, sedangkan utnuk Kereta Api naik 15 persen menjadi 471 ribu sedangkan untuk kapal laut nik 10 persen menjadi 26000, angkutan udara prediksi kami naik 13 persen menjadi 169.000. paparnya.

Menurutnya terkait angkutan udara ini kaitannya dengan waktu dan sebagainya. Penumpang di bandara Internasional Ahmad Yani 2 bulan ini turun12 persen. Satrio menuturkan ada hasil penelitian yang di lakukan oleh Home Interview oleh Litbang kementrian Perhubungan, cakupannya hanya Jabodetabek pemudiknya 14,1 juta yang akan mudik 5.6 juta menuju jawa tengah ,1,7 jutanya menuju jawa timur artinya yang melintasi jawa
tengah ada sekitar 8 juta, yang 5,6 juta terdistribusi. Untuk pemalang, tegal dan brebes sekitar, menuju jawa tengah 11 persen. Semarang, kudus rembang sekitar 21 persen sedangkan yang ke Surakarta sekitar 28 persen artinya kemungkinan besar distribusi lalu lintas akan berkurang tegal 10 sampai 12 persen ,di semarang berkurang 21 persen, dan di jawa tengah sisanya akan lari ke Surakarta karena yang ke kebumen dan jogya belum tercover di 23 persen tadi ini hal yang terjadi,” paparnya

Satrio menambahkan, Pemerintah sudah menyediakan bus gratis baik yang di tingkat provonsi,kabupaten kota 270 bus kemudian dibantu Pemda DKI, orang jawa tengah yang punya KTP DKI sama Anies Baswedan diberi bantuan 210 bus kemudian kantor Kemendishub membantu 800 bus , Kereta Api ada 3 rangkaian, jateng adqa 3 rangkaian jadi menjadi 6 rangkaian, satu rangkaian sekitar 600 x 6. Kemudian kapal laut, satu kapal laut kapasitas penumpangnya 2000, ini juga sudah disiapkan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama anggota Komisi D DPRD Jateng, Ngainir Ricard, mengatakan, dalam mudik lebaran nantinya untuk penerangan jalan perlu diperhatikan karena pemudik diperkirakan berangkat kalau nggak pagi hari, sore hari diperkirakan masuk jawa tengah malam hari. 

Untuk infrastruktur jalan jateng 2400 km jalan milik provinsi menurut data dari bina marga 95 persen kondisi baik, perhubungan bisa cek kembali ada beberapa jalan yang kurang penerangan. Ricard berharap ada kebijakan beberapa titik yang perlu diberi penerangan jalan. Soal rambu rambu sudah lengkap tinggal penambahan mata kucing di tikungan tikungan tertentu yang dianggap tikungan tajam. Perlu personil tambahan terutama di sebidang yang belum ada palang pintunya, masih ada sekitar 290 an di jawa tengah Daop IV Semarang belum berpalang pintu . oleh karena itu personil personil bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menempatkan Selama masa mudik dan masa balik ini di titik tertentu. Jangan sampai kecelakaan akibat
perlintasan yang memang tidak ada penjaganya,” pungkasnya.
Komentar Anda

Berita Terkini