MASYARAKAT ANTI KORUPSI ( MAKI) DESAK POLRI KIRIM TERBAIK CAPIM KPK

/ Senin, 01 Juli 2019 / 19.33


Reporter  : Bambang. MD
HALAMAN KANTOR KPK

JAKARTA - POLICEWATCH.NEWS - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Mabes Polri menambah calon pimpinan KPK dengan mengirimkan personel hebat dan menjadi the dream team. Pasalnya,  daftar calon pimpinan KPK dari kepolisian saat ini belum menggambarkan sebuah tim yang hebat dalam mendukung KPK memberantas korupsi.
Seperti dikutip kontan.co.id 

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, dari sembilan calon yang akan dikirim Mabes Polri, semuanya tidak mempunyai latar belakang reserse korupsi. Menurutnya, sebagian besar dari tindak pidana umum dan fungsi administrasi. Padahal, KPK lebih membutuhkan personil yang telah lama dan telah berprestasi dalam pemberantasan korupsi.

Selain itu, MAKI juga berpendapat kalau sembilan nama yang dikirim kebanyakan level bintang satu. Padahal menurut Boyamin, harusnya minimal bintang 2 dan lebih baik ada bintang tiga karena pimpinan komisi KPK adalah level bintang empat.

"Dari sembilan calon, Kami mempunyai catatan terkait penerbitan SP3 kasus pemalsuan oleh kepala daerah dan kemudian SP3 tersebut dibatalkan pengadilan, artinya yang bersangkutan tidak cocok naik level penanganan korupsi yang lebih rumit dikarenakan untuk pidana umum pemalsuan saja nampak tidak kompeten," ujarnya dalam siaran pers, Senin, (1/7).

Lebih lanjut, MAKI tidak ingin masuk polemik perlu tidaknya pimpinan KPK diisi oleh Polri karena kenyataannya KPK tetap membutuhkan personil dari Kepolisian. "Kami tidak bisa membayangkan jika KPK akan menangkap orang pelaku korupsi tanpa pengawalan Kepolisian, pasti akan dilawan oleh pelaku korupsi. Jadi untuk sekarang KPK tetap membutuhkan personil Polri baik pimpinan atau penyidik," ujar dia.

MAKI meminta Kapolri untuk menambah calon pimpinan KPK dengan kualifikasi The Dream Team. "Jika yang dikirim levelnya tidak tinggi justru yang rugi adalah Polri karena berpotensi dari sembilan nama yang telah dikirim tidak akan ada yang lolos alias Gagal Total," tutur Boyamin.


Komentar Anda

Berita Terkini