Anggota Komisi V DPRD Jabar, Desak Gubernur agar RSU Pameungpeuk Dijadikan RS Rujukan Covid-19

/ Rabu, 25 Maret 2020 / 00.05


 
DOK :MPW
GARUT, -POLICEWATCH.NEWS-Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ade Kaca, terus melakukan monitoring kasus virus Corona atau Covid-19 di beberapa Kecamatan  di Kabupaten Garut. Kali ini, dia  melakukan monitoring di Kecamatan Cibalong dan Kecamatan Pameungpeuk di wilayah Garut Selatan.
Dari hasil monitoring, Ade Kaca menemukan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang tidak memiliki ruang isolasi bagi warga yang terkena suspect corona, baik ODP dan PDP.

“Ada dua orang yang statusnya ODP, yakni di Kecamatan Cibalong 1 orang dan di Kecamatan Pameungpeuk 1 orang. Namun belum ada pasilitas yang memadai untuk menangani ODP dan PDP,” ujarnya, Senin (23/03/2020).
Dikatakan Ade, selain belum ada pasilitas yang memadai serta tidak adanya ruang isolasi, sarana Alat Pelindung Diri (APD) masih sangat minim baik di RSUD Pameungpeuk milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun di Puskesmas  Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

“Saya selaku wakil rakyat, dengan kondisi  serangan wabah Covid-19 seperti ini, mendesak Pemprov Jawa Barat agar RSUD Pameungpeuk menjadi RSU rujukan dalam penanganan covid-19,” katanya.
RSUD Pameungpeuk, lanjut Ade, layak dijadikan RSU rujukan penanganan covid-19 karena jarak tempuh dari Garut Selatan ke Gurut Kota, RSUD dr. Slamet, sangat jauh. 
“Kalau ada pasien yang ODP dan PDP dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut sangat jauh. Sebaiknya RSUD Pameungpeuk dijadikan RSU rujukan,” tegasnya.
Selain mendorong Pemprov untuk menjadikan RSUD Pameungpeuk menjadi RS rujukan, Ade meminta, Bupati Garut, Rudy Gunawan, yang memiliki wilayah Garut untuk melakukan koordinasi dengan seluruh Kecamatan, dalam upaya pencegahan 

“Tadi juga ada informasi, ada dua orang lagi yang diduga terpapar virus corona. Kedua orang tersebut berasa di Kecamatan Caringin.yang baru kembali dari luar negeri,” pungkasnya. (Dera taopik)



Komentar Anda

Berita Terkini