Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

DPD JamkesWatch Kabupaten Bekasi bersama caleg partai buruh gandeng RS Taman Harapan Baru adakan Bakti Sosial Gratis

 

Bekasi .Policewatch.News:- Relawan JamkesWatch Kabupaten Bekasi bersama Saprudin Caleg DPRD Dapil 5 dari partai buruh gandeng RS Taman Harapan Baru untuk mengadakan bakti sosial gratis di Tarumajaya, Babelan , Muara Gembong rumahnya Saprudin, Bekasi ( 17/11/2023 )


Bakti sosial gratis ini dihadiri oleh Eko, Budi  relawan JamkesWatch Kabupaten Bekasi, Saprudin Caleg dari partai buruh, dan masyarakat setempat yang akan mengikuti pemeriksaan gratis, agendapun di mulai dari jam 08.00 wib sampai selesai.

Budi selaku DPD JamkesWatch Kabupaten Bekasi menegakan terkait gagasan dan tujuannya diadakan bakti sosial bersama RS Taman Harapan Baru.


"Dengan adanya pemeriksaan gratis ini dari RS Taman Harapan Baru, awalnya ada gagasan dari relawan JamkesWatch dengan berkolaborasi bersama Saprudin salah satu nya untuk sonding ke RS Taman Harapan Baru kemudian dilanjut dengan adanya pemeriksaan gratis dirumah Saprudin, demi gagasan tersebut tujuannya untuk mendongkrak partai buruh salah satunya Saprudin Caleg DPRD Kabupaten Bekasi Dapil 5 no1", pungkas Budi DPD JamkesWatch Kabupaten Bekasi saat ditemui awak media policewatch


Masyarakat pun terlihat sangat antusias dengan adanya pemeriksaan gratis ini, terlihat begitu byak yang hadir untuk memeriksa kan kesehatannya. (Amun JG) 

Kedaulatan Kesehatan Nasional


Oleh : Dr. Roy Tanda Anugrah Sihotang, MARS Ketum Konfederasi Serikat Pekerja Tenaga Medis dan Kesehatan. 

Jakarta. Policewatch. News: Penanganan pandemi Covid-19 memberikan pembelajaran berharga dan teramat penting, bahwa Sistem Kesehatan Nasional (SKN) Nasional kita masih lemah, terutama pada kemampuan pencegahan, termasuk testing, tracing, dan tracking serta kemampuan dan respon adaptif terhadap lonjakan kasus pada pelayanan kesehatan di masa pandemi.

 Dr. Roy Tanda Anugrah Sihotang, MARS Ketum Konfederasi Serikat Pekerja Tenaga Medis dan Kesehatan. 

Hal ini dapat dilihat dari sedemikian sulitnya melakukan mobilisasi sumber daya kesehatan seperti alat kesehatan, fasilitas kesehatan, tenaga Kesehatan, kefarmasian dan, laboratorium, serta pembiayaan kesehatan. Terlebih bagaimana dalam banyak hal, terutama dalam hal supply kebutuhan farmasi dan alat Kesehatan termasuk Alat Pelindung Diri, Indonesia masih sangat bergantung pada negara lain (asing).

Kita masih ingat, betapa sulitnya menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga Kesehatan kita di garis depan, dimana pada saat yang sama kebutuhan global akan alat pelindung diri meningkat tajam. Kita juga tidak lupa, bagaimana sulitnya melakukan mobilisasi dan distribusi obat – obatan disaat dimana kebutuhan obat Covid 19 di dunia melonjak tajam. Begitupula, bagaimana fasilitas Kesehatan harus menunggu sampai hitungan minggu, untuk mendapatkan hasil test swab untuk mengkonfirmasi seseorang mengidap Covid 19. Kesemua kelemahan pada Sistem Kesehatan dan Ketahanan Kesehatan Nasional, mengakibatkan banyaknya korban diawal Pandemi Covid 19, baik diantara Tenaga Medis dan Kesehatan dan Rakyat Indonesia secara keseluruhan.

Pengalaman di era pandemi Covid 19 diatas menyadarkan kita, bahwa perlu adanya perbaikan signifikan dalam Sistem Kesehatan Nasional. Perbaikan ini bukan hanya dalam lingkup perbaikan atau memperbaiki apa yang dirasa kurang baik, tetapi lebih kepada cara pandang bangsa Indonesia terhadap Kesehatan dan sistem Kesehatan Nasional. Cara pandang bangsa Indonesia terhadap Kesehatan dan sistem Kesehatan nasional ini juga terkait, bagaimana kita sebagai bangsa melihat dan menatap masa depan Kesehatan bangsa Indonesia di masa depan.

Berdasarkan pengalaman lampau era Pandemi Covid 19 dan tatapan akan masa depan kesehatan nasional, Indonesia membutuhkan Kedaulatan dalam bidang Kesehatan. Indonesia butuh sistem Kesehatan yang berdaulat, suatu sistem kesehatan yang bisa mengatur tatanan kesehatan nasional secara mandiri, suatu sistem kesehatan yang bertumpu pada kemampuan nasional dalam menyelenggarakan pelayanan Kesehatan dan memobilisasi sumberdaya Kesehatan nasional untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Kedaulatan Kesehatan adalah sebuah tujuan, konsep dan cara pandang yang harus dijadikan sebagai fondasi Sistem Kesehatan Nasional di masa yang akan datang.

Kedaulatan Kesehatan adalah konsep dan cara pandang kedepan dimana Sistem Kesehatan Nasional berdaulat, berkuasa, mengatur dan dapat secara mandiri memberikan kontribusi kepada perikehidupan rakyat dan bangsa Indonesia dalam hal kesehatan. Kedaulatan Kesehatan adalah tujuan, konsep dan cara pandang tentang kesehatan secara menyeluruh. Cara pandang dimana kesehatan adalah upaya mencegah, bukan mengobati penyakit. Sebuah upaya mempertahankan masyarakat tetap sehat, dengan mempromosikan perilaku hidup sehat, olahraga dan menyeimbangkan antara aktivitas fisik, istirahat dan pola makan.


Kedaulatan Kesehatan juga merupakan tujuan, konsep, cara pandang dan upaya kita kedepan untuk menjaga dan meperbaiki lingkungan hidup, dengan menjaga kebersihan, memperbaiki serta menjaga kualitas udara dan air di seluruh wilayah Indonesia.

Kedaulatan Kesehatan juga harus membawa misi agar kita sebagai sebuah bangsa berupaya sekuat tenaga untuk mencukupi kebutuhan dan kualitas gizi anak bangsa sehingga generasi masa depan bangsa Indonesia bebas stunting, severe wasting, wasting dan underweight. 


Melalui upaya ini kita bisa berharap generasi masa depan Indonesia, menjadi generasi yang berkualitas, kuat dan cerdas. Kedaulatan Kesehatan juga merupakan upaya negara dan bangsa secara sungguh - sunggug agar pembiayaan kesehatan untuk seluruh rakyat terjamin dan berkeadilan sosial, melalui tercapainya Universal Health Coverage (UHC). Pembiayaan yang berkeadilan sosial adalah pembiayaan kesehatan dimana rakyat sebagai pengguna layanan kesehatan dilayani sesuai dengan kebutuhan kesehatannya, bukan berdasarkan kelas yang tertera di kartu jaminan kesehatannya.


Kedaulatan Kesehatan merupakan upaya untuk mendekatkan dan memeratakan pelayanan kesehatan berkualitas yang sesuai kebutuhan rakyat. Mendekatkan rakyat dengan pelayanan dokter dan dokter spesialis, juga termasuk mendekatkan rakyat dengan teknologi kesehatan yang maju dan terus berkembang. Hal ini juga terkait dengan memperkuat sistem pendidikan kedokteran dan sistem pendidikan Kesehatan, dalam memproduksi tenaga medis, yaitu dokter dan dokter spesialis serta tenaga Kesehatan yang berkualitas, untuk memperkuat pelayanan Kesehatan sampai ke pelosok tanah air.

Kedaulatan Kesehatan juga merupakan konsep dan cara pandang untuk memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan sumber daya manusia kesehatan kita. Upaya memperbaiki dan memenuhi hak – hak normatif dan jaminan kesejahteraan tenaga medis dan Kesehatan terkait posisi mereka sebagai pekerja dalam sistem Kesehatan nasional.


Kedaulatan Kesehatan merupakan upaya agar negara kita bisa memenuhi kebutuhan farmasi terkait, obat, vaksin dan alat kesehatan tanpa bergantung ke negara luar. Sistem Kesehatan Nasional haruslah mandiri dan berdaulat dalam penyediaan kebutuhan farmasi dan alat kesheatan nasional.

Dari pemaparan diatas, kita menyadari, bahwa negara dan bangsa kita membutuhkan kedaulatan kesehatan sebagai tujuan dari Sistem Kesehatan Nasional di masa yang akan datang, yaitu :

1. Kedaulatan Pelayanan Kesehatan

2. Kedaulatan Kesehatan Lingkungan

3. Kedaulatan Nutrisi

4. Kedaulatan Pembiayaan Kesehatan

5. Kedaulatan Farmasi dan Alat Kesehatan

6. Kedaulatan Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan

7. Kedaulatan Sumber Daya Manusia Kesehatan

8. Kedaulatan Teknologi Kesehatan

Mencapai kedaulatan kesehatan adalah tugas mendesak negara Indonesia di masa yang akan datang.

Negara dalam hal ini pemerintah Indonesia, harus bisa mendorong dan memobilisasi segenap sumberdaya kesehatan yang dimiliki untuk menghantarkan bangsa Indonesia kepada Kesehatan yang berdaulat. Konsep kedaulatan kesehatan harus diintegerasikan dan juga menjadi arah tujuan Sistem Kesehatan Nasional. Dengan harapan di masa yang akan datang, dengan Kedaulatan Kesehatan, Indonesia memiliki Sistem Kesehatan Nasional yang tangguh, tahan uji, dan adaptif terhadap segala perubahan.Salam Indonesia Sehat.(Amun JG) 

Sumber Narasi:  Dr. Roy Tanda Anugrah Sihotang, MARS Ketum Konfederasi Serikat Pekerja Tenaga Medis dan Kesehatan. 




DPN Jamkeswatch Lakukan Audiensi Dengan BPJS Kesehatan Pusat

 

Jakarta,Policewatch.News: - Dalam rangka memajukan mutu layanan, dan mensinkronkan persepsi tentang jaminan kesehatan untuk rakyat, jajaran Dewan PimPinan Nasional(DPN) mencoba lakukan Audiensi. Agenda tersebut memang sudah bagian dari Program Kerja(Proker) di DPN Jamkeswatch. Audiensi dengan BPJS Kesehatan pusat yang berada di jalan Letjen Suprapto Kav. 20 No.14 Cempaka Putih, Jakarta Pusat ini pun tiada lain agar mutu layanan untuk peserta bisa ditingkatkan lagi, Rabu(11/10/2023).


Dalam kesempatan ini Deputi Direktur Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Regulasi Siswandi S.E.,M.M memimpin langsung agenda Audiensi antara BPJS Kesehatan pusat dengan Dewan Pimpinan Nasional(DPN) Jamkeswatch.

Sesi perkenalan pun dilakukan oleh pihak BPJS Kesehatan yang hadir dalam agenda tersebut.

"Saya siap menjembatani DPN Jamkeswatch yang hadir sekarang untuk menjalin sebuah komunikasi. Evaluasi tentunya akan terus kami lakukan agar peserta BPJS Kesehatan merasakan kenyamanan dalam menggunakan BPJS Kesehatan. Begitu juga usulan kawan-kawan DPN Jamkeswatch perihal Perpres 82/2018 kami akan lakukan pembahasan diinternal kami," ucap Siswandi, Rabu(11/10/2023).

Selain itu, pria yang menjabat sebagai Deputi Direktur Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Regulasi ini akan terus membuka pintu kepada Jamkeswatch untuk berdiskusi.


"Kita sepakati saja dalam pertemuan sekarang kalau memang dalam rentan waktu 3 bulan sekali melakukan hal seperti ini. Perihal korban PHK yang diatur di Perpres 82/2018 untuk mendapatkan manfaat per 6 bulan jaminan kesehatannya selama berselisih paling tidak persyaratannya bisa diminimalisir. Terima kasih masukannya apapun itu kami dari BPJS Kesehatan akan terus melakukan upaya pembenahan dalam berbagai sisi. Untuk layanan Pandawa alhamdulillah sudah ada perubahan penambahan jam tayangnya, mudah-mudahan kedepan semua layanan BPJS Kesehatan bisa diakses secara 24 jam," tambahnya dengan ramah.



Dalam audiensi ini pun beberapa poin aduan disampaikan diantaranya perihal peserta BPJS Kesehatan Segemen PBI yang di Non aktifkan, korban PHK yang belum menyeluruh mendapatkan manfaat per 6 bulan, berikut dengan sistem layanan yang saat ini berjalan masih menemukan kendala.


"Saya berharap BPJS Kesehatan bisa membuat surat edaran perihal penggunaan mobil ambulan untuk peserta itu sendiri. Karena masih ada ditemukan biaya ambulan dibebankan kepada peserta BPJS Kesehatan. Apapun hasilnya dari Audiensi sekarang akan kami bawa,dan disampaikan ke tingkat DPW, DPD Jamkeswatch disetiap wilayah," kata Daryus.


Masih kata Daryus, upaya DPN Jamkeswatch dalam membangun komunikasi dengan beberapa instansi terus dilakukan guna mensinkronkan persepsinya.


"Permensos 149/HUK/2023  masih jadi pertanyaan kami kenapa kebijakan tersebut turun tanpa ada sosialisasi sebelumnya. Penon aktifan peserta PBI terjadi dibeberapa wilayah bahkan ada salah satu peserta yang mau digunakan untuk berobat ketika dicek sudah tidak aktif," ujar Daryus dalam penyampaiannya.

Diakhir agenda audiensi BPJS Kesehatan pusat akan mengagendakan kembali pertemuan rutin dengan Dewan Pimpinan Nasional(DPN) Jamkeswatch. Begitu juga DPN Jamkeswatch

akan dilibatkannya ketika muncul regulasi baru yang akan disosialisasikan. (Amun JG)

Agenda silaturahmi relawan JamkesWatch Kabupaten Bekasi dihadiri dewan partai buruh

 

Bekasi. Policewatch. News:- DPD JamkesWatch Kabupaten Bekasi mengadakan silaturahmi bersama relawan JamkesWatch sekabupaten Bekasi, yang bertempat di Sang buruh Forum Komunikasi Jababeka ( FKJ) kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, Sabtu ( 7/10/2023 )


Agenda kali ini dihadiri oleh Maha Syatrio Ketua DPD JamkesWatch Kabupaten Bekasi, Darius Dirut JamkesWatch, Sulaeman ketua forum komunikasi Jababeka FKJ sekaligus Caleg DPRD Dapil 7, H. Bais ketua Bapilu Partai Buruh sekaligus Caleg DPR RI, Ali Nurhamzah ketua Exco Partai Buruh Kabupaten Bekasi, Sarino sekretaris Konsulat Cabang ( KC ) sekaligus Caleg DPRD tingkat provinsi Jawa Barat, M. Nurfahroji Caleg DPRD dapil 4.

Selesai dari acara ini ada banyak tugas buat kita semua selaku relawan JamkesWatch karena menjadi ujung tombak buat partai buruh apalagi posisi kita sekarang bukan hanya pilar organisasi tetapi sudah menjadi sayap partai, caleg caleg dari partai buruh kita dorong agar duduk di parlemen dan yang nantinya bisa mempermudah kita untuk advokasi pasien, pungkas Maha Syatrio 

Ditempat yang sama direktur utama JamkesWatch menyampaikan sambutannya terkait BPJS kesehatan PBI APBN yang dinonaktifkan.


Banyak PBI APBN yang dinonaktifkan, bagi Daerah yang sudah UHC mungkin tidak terlalu bermasalah tetapi bagaimana dengan Daerah yang belum UHC maka akan menjadi masalah, oleh karena saya mohon kawan kawan untuk pergerakan harus lebih dari yang biasanya, serta terus sosialisasi kan partai buruh kepada masyarakat luas, pungkas Darius


Sebelum agenda  sesi diskusi dimulai para relawan foto bersama dengan para caleg partai buruh yang hadir pada silaturahmi kali ini, dan diskusi pun terlihat hidup, ( Amun JG )

RS Harapan Keluarga mengadakan pertemuan bersama ketua FKJ dan DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi

  

Bekasi.Policewatch.news:- RS Harapan Keluarga mengadakan pertemuan bersama DPD Jamkeswatch dan ketua FKJ untuk mengadakan silaturahmi bersama anggota serikat pekerja, di Saung Buruh  FKJ kampung Pamahan Desa Jatireja, Cikarang Timur, Senin ( 16/1/2023 ).


Indra perwakilan dari RS Harapan Keluarga menyampaikan bahwa RS Harapan Keluarga akan mengadakan pertemuan bersama perwakilan perusahaan dan perwakilan anggota serikat pekerja minimal 2 orang untuk bersilaturahmi dan rencananya akan diadakan dibulan Pebruari nanti.

Nanti kita akan membuat surat undangan resmi terlebih dahulu untuk lebih jelasnya, waktu dan tanggalnya akan kita sampaikan disurat resmi, imbuhnya.

Kita siap untuk mengakomodir kawan kawan yang diarea Jababeka, yang penting temen temen Jamkeswatch apabila membawa pasien ke RS tidak dipersulit oleh pihak RS biar menjadi nilai positif juga buat RS Harapan Keluarga, pungkas Sulaeman selaku ketua FKJ.


Perbincangan pun begitu hangat banyak masukan terkait waktunya untuk menyesuaikan dengan agenda serikat pekerja agar agenda lebih maksimal dan tidak bertabrakan dengan agenda serikat pekerja, dan pertemuanpun ditutup dengan sesi foto bersama. ( JG)

Dpd Jamkeswatch Kabupaten Bekasi Adakan Ratin Bersama DPN Jamkeswatch Disaung Buruh


Kabupaten Bekasi.Policewatch.News: Rapat Rutin(Ratin)Pengurus DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi tidak seperti biasa dilakukan di Ratin sebelumnya. Kali ini pengurus DPD Jamkeswatch kabupaten Bekasi sengaja mengundang beberapa orang dari  Dewan Pimpinan Nasional(DPN) Jamkeswatch dalam Ratin yang dilakukan di Saung Buruh yang ada dikamoung Pamahan, desa Jatireja, Cikarang Timur, Rabu(11/01/2023).

Kehadiran anggota DPN Jamkeswatch yang diwakili oleh Budi Lahmudi SH selaku Deputi Direktur Hukum dan Advokasi Anggaran, Rismanto selaku Deputi Direktur Advokasi dan Relawan, Ahmad Rifai selaku Deputi Direktur Pelayanan dan Medis, serta Jhole selaku Deputi Direktur Media dan Propaganda.


Dalam pembahasanaanya tiada lain mengungkap beberapa Program Kerja(Proker) pengurus DPD Jamkeswatch kabupaten Bekasi kedepan. 


"Audensi hampir kesetiap Rumah Sakit sudah dilakukan, setidaknya itu bisa jadi jalur komunikasi antar relawan Jamkeswatch dengan RS terkait. Diawal tahun justru kita sudah agendakan akan lakukan audensi dengan komisi IV DPRD kabupaten Bekasi. Apa yang mau dibahas sekakigus disampaikan pengurus DPD akan konsepkan semua itu," tutur Syatrio kepada awak media, Rabu(11/2023).


Lebih lanjut syatrio akan terus lakukan koordinasi dengan beberapa instansi yang ada diPemda setempat, agar layanan kesehatan menjadi skala prioritas.


"Bukan hanya komisi IV saja untuk diminta pejelasan, agar bagaimana layanan kesehatan dikabupaten Bekasi lebih baik lagi. namun beberapa instansi terkait pun harus bisa memberikan penjelasannya. BPJS Kesehatan, Dinkes, Disdukcapil, BPJS Ketenagakerjaan, dan beberapa kawan di Rumah Sakit akan kita mintai penjelasannya," urainya.



Bahkan Syatrio justru akan membantah ketika ada ditemukan Rumah Sakit yang meminta uang deposit kepada pasien ketika mau melakukan pengobatan.


"Masih adanya Rumah Sakit yang meminta uang muka, dengan dalih biar mendapatkan tindakan medis. Jamkeswatch justru akan siapkan beberapa bukti ketika ditemukan kejangalan yang ditemukan dilapangan. Kami selaku pengurus DPD Jamkeswatch kabupaten Bekasi berharap agar semua RS yang ada di Bekasi bisa kerja sama semua dengan BPJS Kesehatan," tambah Syatrio tegas.


Menanggapi hal itu Dewan Pimpinan Nasional(DPN) Jamkeswatch Ahmad Rifai justru memberikan apresiasinya dengan pergerakan relawan Jamkeswatch selama ini.


"Untuk melakukan sosialisasi BPJS Kesehatan ke setiap Pimpinan Unit Kerja(PUK) itu sangat luar biasa. Penting memang diketahui oleh setiap PUK di Bekasi,setidaknya bisa memahami alur penggunaan BPJS Kesehatan ketika mau berobat," kata Rifai dalam sambutannya.

Lebih lanjut Ahmad Rifai menjelaskan bagaimana  perihal tanda legalitas yang dimiliki oleh setiap relawan jamkeswatch.


"Jaga terus nama baik Jankeswatch karena bisa saja ada oknum yang memanfaatkan, dan mengatasnamakan Jamkeswatch. Perihal KTA sudah dikonsepkan oleh DPN, tinggal nungga realisasinya akan seperti apa. Karena akan ada nomor urut sesuai data yang ditentukan oleh DPN Jamkeswatch," imbuh Rifai dalam sesi diskusinya. (JG).




DPD Jamkeswatch Kota Bandung Sambangi BPJS Kesehatan Demi Layanan Kesehatan Lebih Baik

 

Bandung.Policewatch.News: Pergerakan Jamkeswatch Indonesia terus digaungkan pasca Lolosnya Partai Buruh(PB), mengapa demikian? karena Jamkeswatch salah satu pilar sekaligus sayapnya Partai politik yang berlambang padi itu. Hampir disetiap daerah kota/kabupaten di 27 provinsi Jamkeswatch sendiri terus mengembangkan sayapnya. Kali ini Dewan Pimpinan Daerah(DPD) Jamkeswatch kota Bandung kembali melakukan audensi sekaligus membangun hubungan komunikasinya dengan BPJS Kesehatan kota Bandung yang dilakukan diKantor Cabang(Kacab) BPJS Kesehatan kota Bandung, jalan PHH Mustofa No. 81, Jumat(23/12/2022).


Agenda audensi, dan silaturahmi ini dihadiri oleh ketua DPD Jamkeswatch kota Bandung Iwan, Sekretaris DPD Ria,Wakil ketua DPW Jawa Barat Asep. Kepala Cabang(Kacab) BPJS Kesehatan kota Bandung Dokter M. Fahriza, Kepala Bidang(Kabid)Pelayan Cindy yang didampingi asistennya Ria.

Selain menyampaikan beberapa temuan dilapangan ketua DPD Jamkeswatch kota Bandung pun memperkenalkan komposisi kepengurusan yang terbentuk pasca Rapat Kerja Nasional(Rakernas) Jamkeswatch Indonesia yang dilakukan di Pusdiklat FSPMI puncak Bogor.

"Hubungan antar lembaga tentunya mesti dijalin dengan baik, karena tim Jamkeswatch akan terus memantau jaminan kesehatan yang ada di Indonesia. Kami juga menyampaikan dalam sesi diskusi ketika ada beberapa kasus ditemukan dilapangan," urai Iwan kepada Media  Jumat(23/12/2022).

Beliau berharap, adanya hubungan yang terjalin antara BPJS Keswhatan dengan kami dari Jamkeswatch tentunya bisa mempermudah ketika terjadi kendala ketika berobat di Rumah Sakit.


"Kami(Jamkeswatch) akan terus berupaya bantu masyarakat khususnya warga yang ada dikota Bandung. Adanya  Inpres Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Optimalisasi Jaminan Kesehatan Nasional(JKN-KIS) tentunya masyarakat mesti sudah mengetahuinya, bahwa BPJS sudah dijadikan mandatori salah satu persyaratan terlampir," tambah pria berparas lugu itu.


Pihak BPJS Kesehatan pun menyambut baik atas kedatangan tim Jamkeswatch untuk melakukan audensi sekaligus bersilaturahmi itu.


"Kami dari BPJS Kesehatan mengapresiasi atas kedatangan tim Jamkeswatch yang terus komitmen mengawasi jaminan kesehatan yang saat ini berjalan. Jangan segan berkomunikasi dengan kami, dan tim karena kita punya peran yang sama agar layanan kesehatan kedepan lebih baik lagi," kilah Dokter M. Fahriza santun.


Senada disampaikan oleh Direktur Eksekutif Jamkeswatch Indonesia Daryus kalau dirinya akan terus intruksikan anggota Jamkeswatch seluruh Indonesia untuk melakukan Audensi dengan instansi-instansi tetkait.

"Banyak regulasi bermunculan, namun minim sosialisasi akhirnya masyarakat terjebak ketika mau melakukan pengobatan di Rumah Sakit. Jamkeswatch Indonesia akan terus menyuarakan pentingnya jaminan kesehatan dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat. Jangan nunggu sakit dulu baru uras-urus administrasi hingga akhirnya merepotkan diri sendiri, hal seperti ini yang sering ditemukan oleh tim Jamkeswatch," kata Daryus tegas.

Patut diacungi jempol memang peran Jamkeswatch saat ini, karena selain melakukan advokasi kalangan kaum pekerja, namun saat ini dengan mengatasnamakan Jamkeswatch Indonesia beban sosial, dan kemanusian kembali menjadi tanggung jawabnya. Pelayanan kesehatan yang saat ini belum bisa dirasakan secara merata untuk rakyat, hingga akhirnya Jamkeswatch Indonesia mencetuskan komitmennya dengan simbol "SEHAT ADALAH HAK RAKYAT".(JG)

DPN Jamkeswatch Kunjungi Kantor Kedeputian wilayah IV BPJS Kesehatan

 

Jakarta.Policewatch.News: Dewan Pimpinan Nasional(DPN) Jamkeswatch malakukan silaturahmi, dan koordinasi  dengan BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IV yang berada di Jakarta Selatan, Kamis(15/12/2022). Hal ini merupakan kegiatan menjalin harmonisasi antar instansi dengan DPN Jamkeswatch.

DPN Jamkeswatch sendiri akan terus melakukan upaya pertemuan dengan beberapa instansi lainnya mengingat adanya temuan temuan janggal dalam pelayanan kesehatan 

Kegiatan koordinasi, dan silaturahmi dihadiri oleh Asdep SDMUKP Wahyu Krisbudianto, Staf Komlik Fendy Oktavianto, dari Kantor Cabang(Kacab) Jakarta Selatan sendiri diwakili oleh Kabid KPP Jakarta Selatan Chirtine Julyana S, Kabid PMP Niken V, Kabid SDUMKP Rizki, dan Petugas Pemeriksa Kepatuhan Aldi.


Kehadiran DPN Jamkeswatch disambut hangat oleh tim BPJS Kesehatan Kepwil IV Jakarta Selatan. Rapat koordinasi pun pimpinan langsung oleh Direktur Eksekutif Jamkeswatch Daryus, sekaligus memperkenalkan jajaran pengurus DPN yang hadir.

"Terima kasih sebelumnya kepada Kepwil IV BPJS Kesehatan kedatangan kami berserta jajaran di DPN Jamkeswatch memang bersilaturahmi agar huhungan harmonis selalu terjaga. Disisi lain mungkin bakal ada penyampaian temuan dilapangan yang rekan-rekan DPN temukan.

Salah satunya biaya ambulan yang dibebankan kepeserta, masih adanya peserta BPJS yang ditarik iur biaya, bahkan dari sistem yang selama ini dijalankan," urai Daryus.

Beliau menilai, peran BPJS Kesehatan memang mesti perlu pengawasan yang lebih diperhatikan lagi demi layanan kesehatan untuk rakyat.


"Kami sepakat ketika BPJS Kesehatan lebih prioritaskan pelayanan, namun faktanya masih ada ditemukan beberapa "Case" dengan alasan obat, dan alat tidak dicover, atau pun ketersedian ruangan lainnya," tutur pria asal Jakarta itu.

Ditempat yang sama, Asdep SDMUKP Wahyu Krisbudianto mengucapkan terima kasih tim DPN Jamkeswatch sudah datang, sekaligus bersilaturahmi.



"Saya apresiasi kedatang mereka(DPN Jamkeswatch) bisa menyempatkan untuk datang ke kami disini. Berbagai masukan sudah kita terima dan akan dibahas diinternal kami. Jadi kalau memang ditemukan "Case" peserta BPJS Kesehatan entah itu korban PHK, ambulance suruh bayar, silahkan laporkan atau bersurat kekami," tutur Wahyu dengan santun.

Berbagai permasalahan yang ditemukan tidak luput disampaikan oleh DPN Jamkeswatch, termasuk korban-korban PHK yang merasa kehilangan haknya ketika berobat. Regulasi tentunya sudah mengatur akan hal tersebut namun menurut DPN Jamkeswatch aktualnya regulasi tidak seindah dilapangan.

Dalam kesempatan yang sama Deputi Direktur Pelayanan dan Medis Ahmad Rifai justru menyoroti beberapa Rumah Sakit yang terkesan tidak sesuai mekanismenya.

"Pasien jelas masih diruangan ICU, bahkan tangannya masih diiket, kenapa direkomendasikan untuk pulang. Bahkan pihak keluarga pun kebingungan ketika melihat keluarganya yang sakit sudah disuruh pulang. Saya berharap pihak BPJS bisa memonitir kejadian seperti itu," tandasnya.(JG)

Pengurus Dpd Jamkeswatch Sosialisasi Bpjs Kesehatan Bersama Komunitas Ojek Online Kabupaten Bekasi

 


Kabupaten Bekasi.Policewatch.News:

Relawan ambulance Cikarang dari ojek online cikarang Kabupaten bekasi atau Relawan Cikarang Bersatu (RCB) sangat antusias dan semangat dalam mendengarkan sosialisasi advoksasi bpjs kesehatan oleh Pengurus Dpd Jamkeswatch Kabupaten bekasi disaung buruh jababeka.12/11/2022


sosialisasi dibuka oleh novan selaku sekjen Dpd Jamkeswatch juga memperkenalkan para pengurus yang ada di Dpd Jamkeswatch Kabupaten bekasi.

Yayan Karyanto (Kokoy) bidang pendidikan menerangkan bahwa bpjs ada beberapa macam  Bpjs, 1.Bpjs kesehatan pekerja penerima upah(Ppu)

2.Bpjs kesehatan Bukan penerima upah(BPU)

3 Bpjs kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI)

PBI ada dua macam ya itu 1 PBI APBN 2.PBI APBD, dan diterangkan secara detail sampe  teman teman relawan cikarang bersatu benar benar memahaminya.

alhamdulilah saya dan semua Pengurus Dpd Jamkeswatch sangat senang kehadiran kawan kawan Ojol disaung buruh dalam agenda Sosialisasi Bpjs Kesehatan,pesan saya buat kawan kawan jika sudah memahami apa yang di sampaikan kabid pendidikan harus benar benar dipahami dan jangan asal asalan dalam membantu pasien, tanya kronoligisnya,keluhannya agar bisa dipertanggung jawabkan, jangan arogan jangan bar bar, semoga pengetahuan ini bisa digunakan sebaik baiknya pungkas syatrio ketua Dpd Jamkeswatch Kabupaten bekasi


Relawan  Cikarang Bersatu terdiri dari beberapa perwakilan semua komunitas yang ad dicikarang Kabupaten bekasi, Barisan Ojol Ciantra(BOC)Warbong  online Community(WOC) Kebo Ngerem,Baraya Grab Bandung(BGB) dan berbagai komunitas lainnya ujar Deprie perwakilan dari komunitas Boc.


saya banyak mengucapkan terimakasih kepada Pengurus Dpd Jamkeswatch Kabupaten bekasi atas informasi dan Sosialisasinya, menambah wawasan dan pengetahuan buat kami jadi paham bpjs kesehatan, pungkas Edi Saputra perwakilan dari komunitas Woc.


agenda Sosialisasi dan tanya jawab selesai dengan baik, lanjut ramah tamah dan foto bersama.(JG)

Kehadiran Pengurus DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi Disambut Baik Oleh Direktur Rumah SAkit EMC Healt

 

Kabupaten.Bekasi.Policewatch.News: Dengan diadakannya pertemuan-pertemuan dengan beberapa Rumah Sakit yang ada dikabupaten Bekasi, pengurus Dewan Pimpinan Daerah(DPD) Jamkeswatch kali ini menyambangi Rumah Sakit EMC Health Care yang berada di Komplek "The Oasis" Kav No.1, jalan raya Cikarang - Cibarusah, Sukaresmi, Cikarang Selatan kabupaten Bekasi. 

Dalam pertemuannya DPD Jamkeswatch sendiri terus mengedepankan agar masyarakat di Bekasi bisa mendapatkan hak sehatnya.

Audensi dilakukan diruang Meeting lantai 5 Rumah Sakit yang dihadiri langsung oleh Direktur Rumah Sakit EMC Helath Care Dokter Rudi Susanto, Manajer Pelayanan Dokter Maryani, dan "Referral Senior Executive" Guntur Bayu Pansa.

Pengurus DPD beserta jajarannya yang hadir selain memperkenalkan diri sesuai bidang kerjanya, DPD pun mengungkap beberapa kendala yang terjadi dilapangan khususnya jaminan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bekasi, Kamis (10/11/2022).


Dalam penyampaiannya ketua DPD Jamkeswatch kabupaten Bekasi Maha Syatrio menegaskan jika RS EMC bisa melakukan pemasangan ring jantung, dan Operasi Jantung ini sangat luar biasa, dan sangat membantu masyarakat di Bekasi.

"Justru ini kita baru tau kalau di RS EMC Helath Care ada alat khusus untuk Operasi jantung, dan pasang ring jantung namun belum bisa digunakan untuk Peserta BPJS Kesehatan. Ini sebenarnya ada apa?, BPJS Kesehatan jangan menutup diri dengan hal ini.

Kita dari Jamkeswatch akan terus mengawasi agar masyarakat khususnya peserta BPJS Kesehatan bisa mendapatkan sesuai haknya.

jika ada masyarakat masuk RS namun terkendala dengan jaminan kita upayakan bantu," tambahnya.



Menurut Syatrio, jika memang ada orang miskin, dan tidak mampu masuk Rumah Sakit jangan bingung, biarkan Pemda setempat yang bertanggung jawab.



"Lapor ke kami sebagai DPD jamkeswatch jika ada yang ngaku² sebagai relawan Jamkeswatch

tanpa legalitas. Karena kedepan jamkeswatch akan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Perihal adanya alat untuk tindakan CAG (Coronary Angiography atau Kateterisasi Jantung) yang belum bisa dipake untuk peserta BPJS Kesehatan kami akan segera berkoordinasi dengan pimpinan kami. Justru masyarakat di Bekasi akan merasa terbantukan dengan adanya alat tersebut. BPJS Kesehatan Cabang Cikarang pun mesti memberikan kepastian kapan alat tersebut itu bisa dipake untuk peserta BPJS Kesehatan khususnya di Bekasi," tambah Syatrio tegas.



Senada disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit EMC Health Care Rudi Susanto bahwa dirinya merasa bangga bisa kenal, dan berhadapan langsung dengan relawan Jamkeswatch.


"Apa yang bisa kami lakukan ya kami akan lakukan sesuai prosedurnya, karena kami tidak tebang pilih dengan pasien mau apa pun itu jaminannya. Misi RS EMC Health Care salah satunya memberikan pelayanan, hingga pasien merasakan kenyamanan," ucap Dokter Budi.



Lebih lanjut, Dokter Budi Susanto berharap adanya dokter Spesialis di RS EMC Health Care justru bisa lebih memudahkan masyarakat dikabupaten Bekasi untuk melakukan pengobatan. 


"Kapasitas "Bad" disini ada sekitar 200,  masih 100 "Bad" yang beroperasi. Ruangan ICU, NICU pun ada dikami walau masih terbatas.  Bangga saya bisa ketemu relawan Jamkeswatch yang bekerja dengan tulus, sesuai dengan apa yang dibahas dalam perbincangan tadi kami akan segera intruksikan ke tim dibawah agar ketika ada Jamkeswatch yang bawa pasien mohon untuk saling berkontribusi, jangan sampai ada kesan tebang pilih,"  tambah Dokter Rudi ramah.



Peningkatan pelayanan yang dilakukan Rumah Sakit EMC Health Care begitu gencar dilakukan oleh seluruh jajaran pegawai RS. Tampak terlihat signifikan perubahan di Rumah Sakit tersebut, salah satunya  pelayanan ramah yang diberikan oleh setiap Suster, dan pegawai lainnya.(JG)





Jajaran Staf RS Cibitung Medika Menyambut Baik Kehadiran Pengurus Dpd Relawan Jamkeswatch Kabupaten Bekasi

 

Bekasi.Policewatch.News:DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi bersama jajarannya menjalin silaturahmi bersama RS Cibitung Medika, dan di terima oleh Dokter Fauji selaku Direktur bersama Marketing RS Cibitung Medika pak Evran dan Pka Tomi di Ruang Meeting RS Lantai 4, Selasa ( 8/11/2022 )


Agendapun diterima dengan baik oleh Dokter Fauji selaku direktur RS bersama marketing RS pak Evran dan Pak Tomi, pembicaraan yang begitu hangat sebelum agenda dimulai karena para marketing RS sudah banyak mengenal anggota relawan Jamkeswatch.

Walaupun agenda sempat diundur yang tadinya dijadwalkan jam 10.00wib, karena direktur RS terjebak kemacetan akhirnya agendapun dimulai sekitar jam 11.00 wib, dan dibuka langsung oleh pak Evran selaku marketing RS, yang dilanjut kan oleh dokter Fauji untuk memperkenalkan jajarannya yang ikut dalam agenda tersebut.


Dan disambung oleh Novan selaku Sekretaris DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi yang sekaligus memperkenalkan Pengurus dan anggota relawan Jamkeswatch yang hari ini hadir.


Dalam sambutannya dokter Fauji menyampaikan sangat senang bisa dapat kunjungan dari Relawan Jamkeswatch dengan niatan Silaturahmi.


Kami kesini Untuk menjalankan Program kerja mengadakan Audensi bersama semua RS yang ada di Kabupaten Bekasi, ujar Maha Syatrio selaku Ketua DPD Jamkeswatch.

Jika ada pasien yang bermasalah dan belum selesai penjaminannya maka kami siap bantu menyelesaikannya, tuturnya.

RS Cibitung Medika sekarang mempunyai 60 Dokter dan 42 Dokter Spesialis dan juga mempunyai 20 ruang NICU dan PICU, tetapi ruang NICU dan PICU masih hanya bisa untuk diagnosa yang ringan karena masih belum ada tenaga medis yang berkompeten dan itulah salah satu kendal RS, padahal yang masuk IGD sehari minimal bisa sampai 70 Pasien.


Apabila menemukan pasien bermasalah baik BPJS yang non aktif atau tidak punya jaminan maka RS akan mengarahkan untuk mengurusnya, dan agendapun ditutup dengan sesi foto bersama di depan pendaftaran RS Cibitung Medika. ( JG )

Diskusi Kecil Tuk Cari Solusi Dengan Baik Bersama Dpd Jamkeswatch Kabupaten Bekasi

 

     Bekasi.Policewatch.News:

pengurus Dpd relawan jamkeswatch diskusi sambil ngopi gak harus ditempat yang  mewah, cukup ngopi bersama diwarung Ade Kumis Serang cikarang selatan kabupaten bekasi  02/11/2022


diskusi Kecil bahas perihal ambulance yang tidak dicover  oleh bpjs karna  melibatkan pihak ke 3,  diskusi dihadiri oleh Syatrio ketua Dpd Jamkeswatch Kabupaten bekasi, Ali mansyur Bidang advokasi, Adi lebar kabid pendidikan,indra,zakaria,lukman,supriyadi,Jefry gobang,

setiap permasalahan dibawah saat pendampingan harus diketahui pengurus Dpd Jamkeswatch untuk mengantipasi terjadinya misskomunikasi antara sesama relawan,pihak rumah sakit dan bpjs, ujar Syatrio ketua Dpd Jamkeswatch Kabupaten bekasi


sharing membuat kita semakin paham aturan aturan Bpjs dan semakin professional dalam mendampingi/mengawasi kesehatan, pungkas Syatrio(JG)

Untuk Meresmikan Gedung baru RS PKU Aisyiyah,Pk Edy Supriyanta Mendorong Lebih Untuk Meningkatkan Pelayanan Untuk Kesehatan

 




JEPARA policewatch.news - Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta meresmikan gedung Khadijah RS PKU Aisyiyah Jepara, Minggu (30/10/2022). Gedung 4 lantai  itu akan digunakan sebagai gedung rawat inap. Kegiatan peresmian gedung ini juga dibarengi dengan khitan massal yang diikuti oleh 150 anak dari seluruh Kabupaten Jepara. 

Kegiatan ini juga menjadi rangkaian peringatan HUT TNI ke-77. Turut hadir dalam kegiatan ini, Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Inf Mokhamad Khusnur Rofiq, Sekda Jepara Edy Sujatmiko, Ketua PD Muhammadiyah KH. Fakhrur Rozi, perwakilan Djarum Foundation, sejumlah pimpinan perangkat daerah dan paramedis di RS PKU Aisyiyah.


Edy Supriyanta mengapresiasi keberadaan gedung baru di RS PKU Aisyiyah ini. Kehadiran fasilitas baru ini harapannya akan semakin meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Jepara.

"Rumah sakit ini menunjukkan perkembangan yang cukup cepat bermula dari klinik Khadijah dulu, sekarang sudah menjadi rumah sakit," kata Edy.

Edy berharap fasilitas di rumah sakit ini semakin lengkap sehingga segera naik kelas menjadi tipe C. Dengan demikian akan menjadi rumah sakit dambaan masyarakat. "Di sini Tempat Tidur (TT) nya sudah 54 dengan 9 dokter spesialias. Mudah-mudagan segera naik kelas dan pelayanan kesehatan semakin baik," ungkap Edy.


Lebih lanjut orang nomor satu di Jepara itu mendorong RS PKU Aisyiyah meningkatkan dana CSR untuk membantu masyarakat. "Meskipun tergolong rumah sakit baru, saya minta CSR nya ditambah terlebih untuk membantu rehab rumah tidak layah huni (RTLH) di Jepara," tandasnya.

Sementara itu, Direktur RS PKU Aisyiyah dr. Budi Istruawan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya gedung baru ini.


Dirinya menambahkan, program pengembangan rumah sakit PKU Aisyiyah kedepan yakni penambahan Layanan Instalasi Hemodialisa, Layanan Rehabilitasi Medik, Layanan Vaksin Internasional serta Penambahan Layanan Poli Spesialis, Dokter Spesialis KFR, Dokter Spesialis THT, Dokter Spesialis Mata.

"Serta rencana program jangka panjang yakni  pembangunan gedung parkir 5 lantai dan Pembangunan Gedung Utama 5 lantai.

"Kami berharap  dengan perkembangan era industri 4.0, semoga oengembangan RS PKU Aisyiyah Jepara mendapat dukungan dan suport selalu dari Pemerintah Kabupaten Jepara," tandasnya.

(sus)

DPD Jamkeswatch Bogor Raya Adakan Donor Darah Di KC FSPMI Bogor

 

         Bogor Policewatch.News:

Dalam rangka memperingati anniversary Jamkeswatch bogor yg ke 8 DPD Jamkeswatch bogor raya adakan kegiatan donor darah  di Kantor  Konsulat Cabang (KC FSPMI)  bogor, jln Ksr Dadi kusmayadi rt 005/007 kelurahan tengah cibinong bogor, 29/10/2022


Aden selaku ketua Dpd Jamkeswatch bogor raya mengatakan, bahwa kegiatan donor darah hari ini yang diadakan oleh Jamkeswatch bogor memperingati hari jadi Jamkeswatch yang ke 8 dan sekaligus bertepatan dengan hari sumpah pemuda dibulan oktober, tujuan kami melaksanakan agenda ini donor ini menumbuhkan semangat, semangat saling bergotong royong membantu sesama, kita perlu tau bahwa hari ini banyak kasus kekosongan/ kekurangan darah  setiap rumah sakit ataupun di dpw Jamkeswatch sendiri harus menyikapi dengan serius karena sebagai pengawas kesehatan nasional yang emang lahir murni dari serikat pekerja dan kita juga dah menjadi pilarnya konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) semangatnya kita tumbuhkan dari diri kita sendiri,baru kita kelingkup luar masyarakat, jadi dengan diadakannya donor darah ini ni adalah agenda yang kedua tahunan kami ,kami akan rutin terus di setiap tahun, ujar Aden kepada awak media POLICEWATCH.

alhamdulilah para pendonor ini sangat antusias dan semangat, pendonor yang hadir dari para relawan , anggota serikat pekerja dan kalangan masyarakat bahkan ada juga yang dari PNS dan Perwakilan dari Rumah sakit, untuk selanjutnya agenda ini akan diadakan disetiap 6 bulan sekali agenda ini di rencanakan di masing2 Regional agar lebih dekat lagi dengan masyarakat,satu lagi yang penting dana donasi  sembako dari berbagai pihak Alhamdulillah diberikan kepada para pendonor darah agar lebih semangat lagi, pungkas Aden Ketua Dpd Jamkeswatch Bogor Raya.


Alhamdulillah saya bisa donor darah walaupun awalnya was was takut gak bisa, karena ini baru pertama kalinya saya Donor darah,Setelah donor dapat sembako juga dari Jamkeswatch, ujar salah satu pendonor berinisial (Ms)  gak mau disebutkan namanya, 


jurnalis: (JG)

Membahas program kerja DPD Jamkeswatch Kab Bekasi mengadakan audensi bersama RS Kartika Husada Setu

 

Bekasi.Policewatch.News: DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi kembali mengadakan Audensi bersama RS Kartika Husada Setu di ruang Pertemuan RS Kartika Husada Setu Jl. Raya Setu Burangkeng Rt 001/006 kec. Setu, Kab Bekasi. Rabu ( 26/10/2022 )


Audensi dimulai jam 10.00 wib dan disambut baik oleh team manajement Rs Kartika Husada Setu, audensi pun dibuka oleh Bambang selaku Humas RS dan dilanjut oleh hrd Trio Erdiyanto, S Kep.MARS RS Kartika Husada Setu.

Kita siap memberikan informasi tentang pelayanan  RS Kartika Husada Setu untuk kawan kawan pekerja baik anggota FSPMI atau anggota yang beraflisiasi dengan KSPI, Selain dari itu Jamkeswatch dan RS siap bersama sama mengadakan sosialisasi kesehata baik itu pekerja ataupun masyarakat umum pungkas Maha Satriyo ketua DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi.


Kami sangat antusias mendengarkan penyampaian dari DPD Jamkeswatch kabupaten Bekasi terkait program program yang akan dijalankan oleh DPD Jamkeswatch kabupaten bekasi, salah satunya sosialisasi atau pengenalan RS Kartika Husada Setu kepada pekerja dan masyarakat umum pungkas dr Jatu Sarasanti. MARS


Pihak RS pun menyampaikan bahwa ambulance RS Kartika Husada Setu bisa dipakai untuk penjemputan pasien yang tidak ada kendaraan untuk dibawa ke RS Kartika Husada Setu, dan tidak ada ukuran jarak yang penting masih wilayah Setu.


Audensi pun ditutup tepat jam 12.00 wib dan langsung sesi foto bersama dihalaman RS Kartika Husada Setu. ( JG/DDH )

DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi Silaturahmi Ke Rs Sentra Medika Cikarang

 

Bekasi,Policewatch.News: Kunjungan silaturahmi pengurus DPD Jamkeswatch kabupaten Bekasi ke RS Sentra Medika disambut baik oleh pihak menejement rumah sakit sentra medika diruang tulip lantai 3 RS Sentra Medika  Cikarang, ( 25/10/2022 )


Audensi dimulai jam 10.30 wib dibuka oleh Dr Dwi Wahyono, dan dilanjut oleh ketua DPD Jamkeswatch Maha Syatrio yang langsung memperkenalkan jajaran pengurus Dpd jamkeswatch kabupaten bekasi,audensi yang bisa hadir diantaranya Novan sekertaris, Dadan H Bidang Hukum dan Advokasi, Yayan Bidang Organisasi dan Amun/Jefry Bidang Media dan Propaganda.

Audensi ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkenalkan kepengurusan baru DPD Jamkeswatch pasca MUSDA, periode 2022 ~ 2025 dan relawan Jamkeswatch siap bantu pasien yang bermasalah baik yang dibawa relawan Jamkeswatch ataupun pasien yang jalan sendiri yang penting saling keterbukaan pungkas Maha Syatrio.


Maha Syatrio juga menyampaikan kalau Jamkeswatch ini sudah menjadi pilar organisasi KSPI FSPMI ataupun yang beraflisiasi KSPI, dan juga masih dibawah pimpinan Said Iqbal selaku president KSPI dan partai Buruh.

Nur Ali selaku case Manajer UGD menyampaikan setiap relawan Jamkeswatch bawa pasien lebih baik membawa tanda pengenal ( KTA ) dan juga sebelum membawa pasien dikaji terlebih  pasiennya sebelum dibawa ke RS untuk menghindari pengobatan double, disambung juga oleh Puspa selaku Coorporate ketika merujuk pasien diharapkan melalui SPDGT agat lebih jelas proses pengobatannya.


Peserta audensi pun begitu hangat dengan banyak pembicaraan yang tidak ada putusnya, dan Audensipun ditutup dengan sesi foto bersama. ( JG/DHM)

Pengurus DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi Silaturahmi Dan Audensi Ke Rs As Shofwan

 


Bekasi,Policewatch.news.News: relawan DPD Jamkes watch Kabupaten Bekasi kembali mengadakan pertemuan dengan RS As-Shofwan diruang aula RS As-Shofwan Jl. Raya Karawang Bekasi KM. 30 Ds. Bojongsari, Kedungwaringin Kabupaten Bekasi.


Sebelum mengadakan audensi ibu layla yasin selaku marketing RS memperkenalkan ruangan ruangan yang ada di RS As-Shofwan, beliau mengajak keliling RS satu persatu diperlihatkan ruangan yang ada di RS As-Shofwan, ( 24/10/2022 )

Audensi dihadiri oleh direktur RS beserta marketing, hrd dan IT, dimulai jam 10.45 wib dibuka langsung oleh direktur RS As-Shofwan, dr Ahmad Barokah selaku direktur As-Shofwan menyampaikan bahwa rs As-Shofwan ini baru bergabung bersama BPJS Kesehatan pada tanggal 1 Oktober 2022, dan sekarang RS As-Shofwan sudah diakuisisi oleh Djajakusuma Hospital dan yang nantinya akan berganti namanya menjadi rs Djajakusuma Hospital, dan tujuannya RS ini untuk melayani pasien dengan baik dan berkolaborasi dengan relawan Jamkeswatch.


Sementara ini RS As-Shofwan baru mempunyai 52 bed karena masih menjadi RS Type D dan rencananya akan menjadi RS Type C diawal tahun 2023, dan sekarang sudah mencapai 80% dilantai 2 untuk penambahan bed menjadi 116 bed.

Maha Syatrio selaku ketua DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi memperkenalkan jajarannya yang ikut hadir audensi beserta jajarannya pada kepengurusan DPD Jamkeswatch Kabupaten bekasi pasca MUSDA Jamkeswatch, tidak hanya pengurus Jamkeswatch yang hadir tapi anggota relawan Jamkeswatch pun ikut diundang dalam agenda audensi.


Sebelum audensi ditutup peserta audensi diajak keliling ke lantai 2 melihat kondisi ruangan yang nantinya akan dijadikan ruang rawat inap, dan ditutup dengan sesi foto bersama dihalaman RS As-Shofwan. ( JG/dadan HM )

Polres Lahat Himbau Apotik Agar Tidak Mengedarkan 5 obat Jenis Sirup Yang di Larang Oleh BPOM

 

     LAHAT - POLICEWATCH.NEWS -  

Giat polres lahat melalui sat Resnarkoba Polres Lahat melakukan pengecekan terhadap peredaran dan ketersediaan 5 (lima) obat yang dilarang peredarannya oleh BPOM di Apotik yang berada di wilayah kab. Lahat.


Humas polres lahat, pada hari jum,at 21 Oktober 2022, pukul 13.30 wib Kapolres lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK.MSi melalui kasat Resnarkoba  AKP Romi SH.MH melakukan pengecekan ketersediaan lima obat yang dilarang beredar, hal ini berdasarkan :

a.  Undang undang No. 02 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. 

b. Undang undang No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan.

C. Himbauan BP POM terkait obat yang dilarang beredar

Melaksanakan giat secara preemtif ke apotik dg melakukan himbauan agar apotik/toko obat tdk menjual 5 (lima) jenis obat yg dilarang dijual oleh BPOM.

Adapun giat himbauan dilaksanakan di beberaoa apotik di Kabupaten Lahat antara lain :


a. Melakukan monitoring/pengecekan di Apotik GRAHA MANDIRI yang beralamat di  Jln. Kol. H. Burlian Kelurahan  Bandar Angung Kecamatan. Lahat.


b.Melakukan monitoring/pengecekan di Apotik HUSADA yang beralamat di  Jln. Kol. H. Burlian Kel. Bandar Agung Kecamatan kota lahat.


c.Melakukan monitoring/pengecekan di Apotik ADILLA FARMA yang beralamat di  Jln. Kol. H. Bulian Kelurahan Bandar Agung Kecamatan Kota Lahat.


d.Melakukan monitoring/pengecekan di Apotik DAMAI MEDIKA yang beralamat di  Jln. Kol. H. Bulian Kel. Bandar Agung Kecamatan Kota Lahat,


e. Melakukan monitoring/pengecekan di Apotik SAMA SEHAT yang beralamat di  Jln. RE Martadinata Kecamatan Kota Lahat


f.Melakukan monitoring/pengecekan di Apotik INSASI FARMA yang beralamat di  Jln. RE Martadinata Kec. Lahat Kab. Lahat.


g. Melakukan monitoring/pengecekan di Apotik CEMARA yang beralamat di  Jln. Mayor Ruslan 2 Kel. Bandar Agung Kec. Lahat Kab. Lahat.


h. Melakukan monitoring/pengecekan di Apotik BHAKTI HUSADA yang beralamat di  Jln. Mayor Ruslan 2 Kel. Bandar Agung Kec. Lahat Kab. Lahat


i. Melakukan monitoring/pengecekan di Apotik SERASI yang beralamat di  Jln. Serelo Lahat Kel. Pasar Baru Kec. Lahat Kab. Lahat.


- Melakukan himbauan kepada seluruh pelaku usaha apotik untuk tidak menjual/mengedarkan 5 (lima) macam obat yg dilarang peredarannya oleh BPOM RI. 


5 obat sirup yang ditarik peredarannya


Berikut daftar 5 obat sirup yang yang diperintahkan untuk ditarik peredarannya oleh BPOM:


1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.


2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.


3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml.


4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.


5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.


Jurnalis : Bambang.MD

DPD Jamkeswatch Jalin Silaturahmi Adakan Audensi Bersama RS Medirosa 2 Cibarusah

 

Bekasi,Policewatch.News: DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi menjalin tali silaturahmi bersama RS Medirosa 2 Cibarusah dan ditemui oleh direktur RS bersama jajarannya di ruang Auditorium RS Medirosa 2 Cibarusah di Jl. Cikarang - Cibarusah No 5, Sindangmulya, Kabupaten Bekasi. ( 14/10/2022 ).


Pertemuan dibuka oleh direktur RS Medirosa 2 Cibarusah dr Fikli yang langsung memperkenalkan jajarannya yang ikut dalam agenda audensi, dan agendapun dimulai dengan memperkenalkan Company Profil, dan juga menyampaikan bahwa kalau RS Medirosa 2 Cibarusah sudah terakreditasi.

RS Medirosa 2 Cibarusah mempunyai visi menjadi RS terpercaya, bersahabat dan unggul dalam pelayanan dan RS pun punya sistem berjenjang diantaranya sistem diskon dan sistem komitmen, dalam logo RS Medirosa 2 Cibarusah terdapat lambang bunga mawar yang intinya untuk mengendapkan pelayanan. Bahkan sekarang sedikit demi sedikit rumah sakit mengedukasi pasien bahkan pernah sampai masih ada pasien yang masih belum bisa membaca.


Diwaktu bersamaan pihak RS pun meminta memperkenalkan anggota yang ikut audensi dari pihak jamkeswatch kabupaten Bekasi, Novan selaku sekretaris DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi memperkenalkan satu demi satu team dari DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi, diantaranya Maha Syatrio ketua DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi menyampaikan kami selaku relawan Jamkeswatch Kabupaten Bekasi siap membantu RS Medirosa 2 Cibarusah apabila menemui kendala di lapangan karena Relawan Jamkeswatch tidak mau kalau RS harus dirugikan oleh pasien, baik yang dibawa Jamkeswatch ataupun pasien yang lainnya.


Karena waktu yang sudah memasuki waktu shalat Jum'at Ali Mansur selaku Pengurus bidang hukum dan advokasi DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi menghentikan agenda Audensi, dan disampaikan audensi ini akan dijadwalkan kembali dan Dr Fikli meminta agar agenda tersebut diadakan di rumah makan atau yang lainnya, dan agendapun ditutup dengan sesi foto bersama dihalaman RS Medirosa 2 Cibarusah. ( JG/Team )