Akibat penggusuran di duga oleh PT.Cipu Limbah Yang Mengalir di Anak Sungai Lematang timbulkan bau tak sedap..

/ Rabu, 22 April 2020 / 17.29
DOK :MPW


Muara Enim.Police Watch,- Salah satu Prusahaan Sawit Pt.Cipta furura,(Cipu)yang masuk Diwilayah Desa Ujanmas Lama,kec Ujanmas kab.Muara Enim,diduga telah melakukan penggusuran secara membabi buta sehingga masyarakat yang mempunyai lahan persawahan dan perkebunan disekitarnya merasa dirugikan karna Pt.Cipu telah menutup aliran sugai yang menjadi sumber kehidupan mereka...21/4/2020

Kepala Desa Ujanmas Lama Iwan Tarmizi,Mengataka kepada awak media Untuk penggusuran itu sudah ada 2 (dua) pengaduan Masyarakat terhadap kegiatan tersebut,masyarakat mengeluh karena sudah tidak bisa menggunakan lagi air anak  sungai yang mengalir dari Ulutulung ke areal Persawakhan maupun perkebunan warga karena airnya sudah busuk dan bau,kata masyarakat yang mengadu

Iwan menambahkan,saya selaku kepala Desa Ujanmas Lama,Sekali lagi akan memanggil pihak perusahaan utuk mengklarifikas keluhan masyarakat tersebut,dan saya sudah memerintahkan perangkat desa untuk mengecek lansung ke lapangan,dan hasilnya memang benar seperti apa yang di sampaikan masyarakat bahwa air sudah berbau busuk dan sudah tidak layak di Kosumsi lagi,ucap kades

Sementara keterangan lain yang di dapat Dari Angota LSM BP3RI,Ruslan Membenarkan bahwa penimbunan anak sungai yang diduga dilakukan Oleh pt.Cipu sudah melanggar aturan dan merusak kelestarian lingkungan,,dan di dalam UU tentang perlindungan dan pengelolaan  Lingkungan Hidup,dalam Pasal 1,ayat 2,:perlindungan  dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan,pemanfaatan,pengendalian,pemeliharaan,pengawasan, dan penegakan hukum,

Ruslan menambahkan,penutupan aliran anak sungai yang diduga telah di lakukan oleh pihak perusahaan itu jelas" salah,ucap Ruslan.

Sementara penjelasan yang di dapat dari  warga yang tinggal di areal persawahan" Suherman mengatakan saya sendiri sangat merasa di rugikan dengan adanya penggusuran yang di lakukan oleh pihak perusahaan, sungai inilah yang menghidupi kami di kebun,dulu sebelum perusahaan menggusur lahan tersebut air ini adalah sumber kehidupan kami disini,cuci,mandi,dan utuk air minum,dll. setelah ada penggusuran air berubah menjadi Bau dan tidak bisa di gunakan lagi,bisa lihat sendiri pak ucap Suherman dengan nada sedih karena merasa kesulitan untuk mendapatkan air bersih,(alami)
Hr/Tim
Komentar Anda

Berita Terkini