BANTUAN UNTUK PKL YANG TIDAK MERATA BERIMBAS KECEMBURUAN

/ Senin, 18 Mei 2020 / 02.33


 
DOK ; MPW

Majalengka, Police Watch news,-  Bambang Erdaya ( 54 ) Seorang warga kabupaten Majalengka yang telah perduli kepada PKL (pedagang kaki lima) terkait dibatasinya waktu berdagang bagi para PKL oleh pemda Majalengka yang awalnya hanya sampai jam 18 : 00 wib saja ,  kini diperbolehkan sampai pukul 20:00 wib , setelah hasil audensi dengan Sat Pol PP kabupaten Majalengka.

Namun imbas dari pergerakan sosial yang dilakukan oleh Bambang malah dirinya mendapatkan banyak pertanyaan dari para PKL ( pedagang kaki lima ) yang tidak mendapatkan kompensasi 

" awalnya kami hanya memperjuangkan keterbatasan waktu berdagang para PKL saja , tapi kok malah banyak yang bertanya kepada saya masalah bantuan yang 750.000 itu ", ujar Bambang .

Berangkat dari banyaknya pertanyaan tersebutlah akhirnya Bambang dan rekan kembali terusik untuk memperjuangkan nasib para PKL dan akan melakukan aksi dialogis ke kantor BAZNAS (Badan zakat nasional) pada hari Rabu depan, (20/05/2020) .

Menurut nya, Kompensasi yang di bagikan kepada pedagang kaki lima yang terdampak wabah covid 19 tidak merata karena hanya diberikan kepada 600 orang PKL  dengan nilai bantuan Rp 750.000,- (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) per orang , sedangkan jumlah PKL di kabupaten Majalengka ribuan banyaknya .

Hal tersebut menurut Bambang malah memicu kecemburuan bagi para PKL yang tidak mendapatkan kompensasi tersebut .

Di wawancara pada hari minggu,(17/05/2020), di sebuah rest area di wilayah jatipamor, Bambang Erdaya menjelaskan kepada policewatch.news bahwa banyak para PKL yang tidak kebagian menjadi kecemburuan sosial

" banyak orang orang (PKL) Yang tidak kebagian itu menjadi kecemburuan sosial, dan mengadu kepada kami, maka kami tidak bisa tinggal diam, PKL dan temen temen aktivis lain nya akan mengadakan dialog dengan BAZNAS " Tutur Bambang Erdaya

Bambang menambahkan bahwa gerakan yang akan di lakukan adalah gerakan dialogis bukan gerakan anarkis,  dan hasil  pertemuan akan di sampaikan kepada publik .

" atas nama teman-teman PKL semua,.kami akan mengadakan dialog, dan ini adalah gerakan dialogis bukan gerakan anarkis, kepada semua rekan-rekan aktivis mohon bersabar, hasil dari dialog kami akan di sampaikan kepada publik,

Mudah-mudahan hasil dari pertemuan nanti menguntungkan bagi para PKL " tambah nya.

Kami merasa prihatin kepada masyarakat yang dagangnya terhambat dan terganggu dengan adanya Covid-19, Sehingga, kami berikan kompensasi bagi mereka," kata Bupati Majalengka Karna Sobahi 

Sebelum nya,  sebanyak 600 pedagang kaki lima di Kabupaten Majalengka mendapatkan suntikan dana dari Pemkab Majalengka bekerja sama dengan Baznas setempat senilai Rp750.000 per orangnya. Bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian kepada para pedagang yang terkena dampak Covid-19.
  
Namun rupanya hal tersebut memicu kecemburuan bagi para PKL lain nya yang tidak menerima bantuan kompensasi .
Para PKL yang tidak mendapatkan kompensasi tersebut merasa tidak di akui sebagai masyarakat Majalengka , " mereka dapat bantuan , mengapm kami tidak ? , kan kami juga warga Majalengka " , ujar salah seorang PKL yang tidak mau disebutkan namanya  .Pernyataan serupa juga banyak ditemui di komentar medsos  group Suara masyarakat Majalengka .

~DR ,RS 


Komentar Anda

Berita Terkini