BEM Poliwangi Jadi Instruktur Program Edukasi Desa Tanggap Covid-19 Yang Digagas Ikatan Alumni ITS Surabaya

/ Senin, 18 Mei 2020 / 18.12



GRESIK, POLICEWATCH.NEWS,- Guna menghadapi pandemi Covid-19 yang mewabah hingga pelosok negeri, telah dilaksanakan kegiatan Program Edukasi Dan Pendampingan Desa Tanggap Covid-19 yang berlokasi di Balai Desa Jrebeng, Kecamatan Dukun, Kab. Gresik, Sabtu' 16/5/2020.

Kegiatan digagas oleh Ikatan Alumni Institut Tekhnologi 10 November (ITS) Surabaya bekerjasama dengan Task Force Kemanusiaan Komunitas Kantin ITS dan Pemerintah Desa Jrebeng, Kec. Dukun, Kab. Gresik.

Hadir dalam giat tersebut, pembina Badan Exekutif Mahasiswa (BEM)  Poliwangi Hery Inprasetyobudi, S. T., M.T yang sekaligus sebagai Koordinator Kompartemen Bencana Ikatan Keluarga Alumni Institut Tekhnologi 10 November Surabaya ( IKA ITS), Ketua BEM Poliwangi Rino Bakhtiar dan Wakil Ketua Bagus Alfian P.S yang sekaligus menjadi salah satu instruktur pelatihan serta sejumlah warga desa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kepada awak media, Pembina BEM Poliwangi Hery Insfrasetyobudi, S. T., M. T menyampaikan bahwa dalam pelatihan berlangsung, Ketua BEM Rino Bakhtiar bersama Wakil Ketua Bagus Alfiyan P.S memberikan materi tentang cara memakai dan melepas baju APD, evakuasi dan pembuatan tandu, pembuatan face shield atau penutup wajah, pembuatan Hand Sanitizer, hingga pemulasaran jenazah yang terpapar virus corona atau Covid-19.

"Warga juga diberikan sosialisasi tentang perlakuan terhadap kedatangan pemudik serta sikap yang harus diambil saat menghadapi masa pandemi corona, karena kegiatan ini digagas untuk memberikan pengetahuan tentang pencegahan penularan virus corona", terang Hery.

Sementara, Kepala Desa Jrebeng Suja'i mengaku senang adanya giat tersebut,  warga di desanya diberi pemahaman terkait pencegahan corona terlebih cara pemulasaran jenazah orang yang diduga terpapar corona.

Apalagi di masa pandemi ini, penyebaran corona sangat cepat. Maka dari itu, pemdes berkewajiban selalu tanggap serta mencarikan solusi atas sikap yang harus diambil masyarakat menghadapi pandemi.

"Jadi kita tak hanya butuh sembako dalam menangani dampak corona. Tapi, di sini kita dapat ilmu yang bagus dan sangat bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Masih menurut Suja'i, kami sangat serius dalam penanganan wabah corona. Bahkan pemdes sudah membentuk relawan desa serta mengajak warga agar tetap mengikuti protokol kesehatan ketat.

"Adanya kegiatan ini merupakan inisiatif saya mencari informasi, dan kebetulan ada program edukasi, pemberdayaan masyarakat," imbuhnya usai kegiatan sosialisasi ke warga Desa Jrebeng.

(Gus)
Komentar Anda

Berita Terkini