Melihat Berapa Harta Kekayaan Para Pejabat Polri yang Baru Dimutasi..?

/ Senin, 04 Mei 2020 / 03.29
ILUSTRASI GAMBAR


Jakarta, POLICEWATCH,- Kapolri Jenderal Idham Azis merombak para pejabat Polri. Tak kurang dari 9 kapolda mengalami pergantian jabatan dalam surat telegram yang tertuang dalam nomor ST/1377/KEP/2020 dan ST/1378/KEP/2020 itu.

Selain kapolda, ada jabatan penting lain, seperti Irwasum Polri, Kabaintelkam, Kepala BNPT, dan Kadensus 88 Antiteror yang juga mengalami pergeseran dalam TR yang diteken Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono hari Jumat (1/5).

Lalu, berapa harta kekayaan para jenderal tersebut? 

Berikut kumparan merangkum LHKPN beberapa saja jenderal hasil mutasi itu berdasarkan data KPK, Minggu (3/5):

- Komjen Pol Agung Budi Maryoto, Irwasum Polri. Sebelumnya Kabainterlkam
Agung Budi tercatat melaporkan harta kekayaan ke KPK pada 15 November 2007 saat menjabat Kepala Kepolisian Kota Besar Yogyakarta, saat itu hartanya Rp 1.952.346.000.

- Irjen Pol Ryco Amelza Dahniel, Kabaintelkam Polri. Sebelumnya Kapolda Jawa Tengah.
Belum  ada catatan di KPK. policewatch.news masih mengonfirmasi soal ini.

- Brigjen Pol Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah. Sebelumnya Wakapolda Jawa Tengah
Luthfi melaporkan hartanya ke KPK terakhir pada 2 Maret 2017 saat menjabat sebagai Kapolresta Surakarta. Hartanya tercatat 1.256.133.600.

- Irjen Mohammad Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur. Sebelumnya Sahlisosbud Kapolri.
Belum ada catatan di KPK. policewatch.news masih mengonfirmasi soal ini.

Irjen Eko Indra Heri, Kapolda Sumatera Selatan. Sebelumnya AsSDM Kapolri.
Eko Indra termasuk pejabat Polri yang transparan soal harta kekayaan. 
Dia tercatat 4 kali melaporkan harta kekayaannya kepada KPK sejak menjabat Kapolres Demak tahun 2007.
Secara rinci, 15 November 2007 sebagai Kapolres Demak mencatatkan kekayaan Rp 1.193.749.728, kemudian 1 Mei 2014 sebagai Kepala Bagian Penilaian Kompetensi Biro Pembinaana Karier Staf SDM berharta Rp 2.107.279.270.
Lalu melapor lagi pada 31 Desember 2018 sebagai Asisten Kapolri Bidang SDM dengan harta naik dua kali lipat senilai Rp 4.503.630.258), dan terakhir pada jabatan yang sama 31 Desember 2019 dengan harta Rp 4.878.846.153.

- Irjen Fiandar, Kapolda Banten. Sebelumnya Gubernur Akpol Lemdiklat Polri.
Fiandar melaporkan harta kekayaannya 3 kali ke KPK, namun yang diketahui angkanya hanya dua kali. Yaitu saat menjabat Wakapolda Riau melapor pada 18 Juni 2015 dengan harta Rp 2.041.000.000, dan sebagai Kepala Biro Operasi Polda Sumsel dengan jumlah harta yang sama.

- Brigjen Pol Teguh Sarwono, Kapolda Bengkulu. Sebelumnya Wakapolda Maluku
Belum ada catatan di KPK.policewatch.news masih mengonfirmasi soal ini.

- Brigjen Dedi Prasetyo, Kapolda Kalimantan Tengah. Sebelumnya Karobinkar SSDM Polri
Dedi tercatat sekali melaporkan hartanya ke KPK pada 27 September 2007 saat menjabat sebagai Kasatreskrim Polwiltabes Surabaya, dengan harta Rp 761.189.045.

- Irjen Aris Budiman, Kapolda Kepulauan Riau. Sebelumnya Ketua STIK Lemdiklat Polri.
Data LHKPN KPK menampilkan 5 data laporan harta kekayaan anggota Polri dengan nama Aris Budiman. Namun, dari data itu, yang relevan dengan pejabat yang baru dimutasi adalah data Aris Budiman yang tahun 2015 melapor sebagai Wadirtipidkor Bareskrim dengan 3.080.000.166.

- Irjen Pol Nico Afinta, Kapolda Kalimantan Selatan. Sebelumnya Sahlisospol Kapolri.
Tidak ada catatan di KPK. policewatch.news  masih mengonfirmasi soal ini.

- Irjen Muhammad Iqbal, Kapolda NTB. Sebelumnya Kadiv Humas Polri.
LHKPN KPK menampilkan beberapa nama Muhammad Iqbal, namun tidak ada yang sesuai dengan profil Muhammad Iqbal yang pernah jadi Kabid Humas Polda Metro Jaya (2015) dan Wakapolda Jawa Timur (2018) tersebut.

Pewarta : Bambang MD


Komentar Anda

Berita Terkini