Aneh.... ! Kepala desa sangkanhurip mengaku sudah di verifikasi UPTD PUTR, namun kepala UPTD membantah

/ July 17, 2020 / 7/17/2020 01:19:00 PM
Papan proyek

Majalengka, POLICEWATCH,-  Pembangunan Gedung olahraga di desa sangkanhurip Di sinyalir tidak memperhitungkan faktor keamanan jangka panjang.

Hal ini berdasarkan pengamatan policewatch.news ketika investigasi pekerjaan ke kantor pemerintah desa sangkanhurip kecamatan sindang, selasa, (14/7/2020).

pemakaian tiang pancang bangunan dengan besi jenis WF 150 dengan ketinggian 7 meter patut di pertanyakan segi keamanan nya, karena Umum nya untuk GOR dengan tinggi 7 meter  kebanyakan memakai besi jenis WF 200.


Terkait hal tersebut, policewatch.news menghubungi kepala desa sangkanhurip , Dedi via whatsapp, selasa (/7/2020)

Menurut Dedi penggunaan WF 150 tersebut sudah di konsultasikan Dengan UPTD PUTR (pekerjaan umum dan tata ruang) dan sudah di tandatangani.


"Kata pelaksana sudah sesuai RAB,RAB sudah dikonsultasikan dengan uptd dan ditanda tangani" jelas Dedi 
DOK : MPW

Namun aneh nya, ketika hal ini di tanyakan ke kepala UPTD wilayah Maja, momon suryana,ST  pada rabu,(15/7/2020) apakah memang memverifikasi pekerjaan tersebut , kepala UPTD terkesan membantah dengan gelengan kepala.

untuk kelengkapan pemberitaan, policewatch.news mencoba mengkonfirmasi KABID teknik bangunan  PUTR (pekerjaan umum dan tata ruang)kabupaten majalengka , mamat surachmat, ST melalui telepon seluler pada jumat.(17/7/2020) 

Mamat menjelaskan bahwa untuk verifikasi bangunan sudah di delegasikan ke UPTD mengenai besi WF yang ideal untuk gedung olahraga dengan ketinggian 6 meter adalah WF 200, meski menurut nya untuk WF 150 juga bisa di gunakan tergantung kerapatan  jarak tanam.

" untuk verifikasi bangunan sudah di delegasikan ke UPTD wilayah " jawab Mamat  "besi WF yang ideal untuk bangunan GOR, umum nya memakai WF 200 dengan ketinggian 6 meter, " tambah nya lagi.

Sumir nya pernyataan yang bertolak belakang antara kepala desa dengan kepala UPTD menjadi pertanyaan publik ada apa dengan pembangunan gedung olahraga tersebut, bagaimana perencanaannya sehingga kedua belah pihak ketika di konfirmasi seolah olah saling lempar tanggung jawab. (Y2)
Komentar Anda

Berita Terkini