APDESI dan FKDK Majalengka Minta Pemda Turun Tangan Terkait Peristiwa di Desa Girimukti

/ September 1, 2020 / 9/01/2020 07:59:00 PM

                                                             

Ketua APDESI bersama rombongan kades
      

Majalengka, policewatch.news

Viral nya kejadian di desa girimukti, terkait demo warga yang meminta kepala desa nya mundur, menjadi perhatian khusus sejumlah kepala desa di kabupaten majalengka yang tergabung dalam organisasi APDESI (asosiasi pemerintah desa seluruh indonesia) dan juga FKDK ( forum kepala desa kawasan).

Pada selasa, (1/9/2020) para kepala desa tersebut mendatangi kantor PEMDA kabupaten majalengka tepatnya di ruang rapat SETDA (sekretariat daerah), dalam kesempatan tersebut kepala desa menyampaikan rasa solidaritas atas kejadian yang menimpa kepala desa girimukti kecamatan kasokandel, nono yang di demo warga nya untuk mundur.

" negara kita negara hukum, tidak bisa begitu saja meminta kepala desa mundur, ada mekanisme yang harus di tempuh karena kepala desa SK bupati " ujar salah seorang kepala desa 

Ketua APDESI ( asosiasi pemerintah desa seluruh indonesia) DPC kabupaten majalengka, Duki SH, SE menuturkan kepada policewatch.news bahwa mereka datang ke SEKDA (sekretaris daerah) sebagai bentuk solidaritas atas yang terjadi pada kades girimukti.

" tentang permasalahan rekan kita (kades) girimukti kecamatan kasokandel,

Jadi menyampaikan kepada pak SEKDA sebagai salah satu pucuk pimpinan di majalengka, bagaimana langkah langkah menyikapi kejadian di girimukti " ungkap Duki

Masih Menurut Duki, bahwa tanggapan SEKDA, eman suherman sangat bagus dan sudah mengutus ASDA dn KABAG hukum ke kasokandel.

"Respon pak SEKDA sangat bagus, bahkan secepatnya tadi pagi pak SEKDA sudah mengutus pak ASDA I dan pak KABAG hukum ke kasokandel (kecamatan) " tambah nya

Sebelum nya, viral di media online terkait demo warga girimukti menuntut kepala desa nya, nono untuk mengundurkan diri, di duga salah satu nya karena tidak transparan nya pemerintah desa terkait bansos (bantuan sosial) yang turun, terutama tidak merata nya bantuan akibat data penerima bansos menurut warga penerima nya itu-itu saja, sedangkan masih banyak warga girimukti yang kurang mampu tapi tidak  mendapatkan bantuan, sehingga menimbulkan gejolak kecemburuan sosial

Sementara itu SEKDA kabupaten majalengka, Eman Suherman  di hubungi via whatsapp belum memberikan komentar nya terkait kedatangan rombongan kepala desa ke kantor nya sampai berita ini naik online

Laporan : 

Biro majalengka

Komentar Anda

Berita Terkini