Libatkan Keluarga sebagai Benteng, 11.164 Personel Polda NTB Teken Pakta Integritas Bebas Narkoba

 


 

Policewatch-Mataram. 

Langkah luar biasa dan penuh makna diambil Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) dalam menjaga kehormatan institusi sekaligus membersihkan barisan dari ancaman bahaya narkoba. Sebanyak 11.164 personel, mulai dari pejabat tinggi hingga anggota di tingkat dasar, secara serentak menandatangani pakta integritas anti korupsi dan anti narkoba, Jumat (29/5/2026). Yang menjadikan momen ini istimewa, prosesi penandatanganan tidak berlangsung sendirian, melainkan wajib disaksikan langsung oleh keluarga terdekat.

 

Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan bentuk komitmen nyata dan janji setia seluruh jajaran untuk menjauhi segala bentuk keterlibatan dengan narkotika. Angka 11.164 personel yang terlibat menunjukkan betapa luas dan seriusnya upaya pencegahan yang digalakkan di wilayah NTB.

 

“Ini adalah langkah pencegahan utama kami. Kami ingin memastikan seluruh jajaran Polda NTB bersih, murni, dan jauh dari pelanggaran penyalahgunaan narkoba. Pakta integritas ini menjadi landasan dan batasan tegas bagi setiap anggota,” ujar Irjen Pol. Kalingga usai memimpin langsung kegiatan tersebut.

 

Salah satu poin paling menarik dan strategis dalam kebijakan kali ini adalah kewajiban melibatkan unsur keluarga. Kapolda NTB menginstruksikan bahwa bagi anggota yang sudah berkeluarga, penandatanganan wajib disaksikan oleh istri. Sementara bagi anggota yang masih lajang, saksi wajibnya adalah orang tua.

 

Menurut Irjen Pol. Kalingga, keluarga adalah benteng pertahanan paling kokoh dan efektif untuk menjaga anggota dari jeratan bahaya narkoba. Kehadiran istri atau orang tua diharapkan menjadi pengingat sekaligus pengawas terdekat dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Kenapa harus ada istri atau orang tua? Karena kami sadar, pencegahan paling kuat itu dimulai dari rumah. Istri harus bisa mengawasi, mengingatkan, dan memastikan suaminya tidak terlibat hal-hal buruk. Begitu juga orang tua bagi anak-anaknya yang masih lajang. Keluarga adalah pusat kendali utama karakter seorang anggota,” jelas jenderal bintang dua tersebut.

 

Janji yang tertuang dalam pakta integritas ini bukanlah sekadar tulisan tanpa makna. Kapolda NTB menegaskan, tidak ada toleransi atau kompromi sedikit pun bagi siapa saja yang terbukti melanggar. Konsekuensi berat sudah disiapkan dan tertulis jelas dalam dokumen tersebut.

 

Setiap anggota yang kedapatan terlibat dalam tindak pidana narkoba akan menghadapi tiga tingkatan sanksi tegas, mulai dari sidang disiplin, pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas, hingga proses hukum pidana umum yang berujung penjara.

 

“Langkah ini kami jalankan sejalan dengan instruksi Kapolri serta mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo. Kami ingin Polri, khususnya Polda NTB, menjadi teladan nyata bagi masyarakat dalam memerangi narkoba, bukan justru menjadi bagian dari masalahnya,” tegasnya.

 

Di akhir keterangannya, Kapolda NTB juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan pers dan tokoh masyarakat, untuk terus bersinergi. Kolaborasi dan pertukaran informasi dianggap sangat penting agar peredaran dan penyalahgunaan narkoba bisa ditekan hingga ke akar-akarnya di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Mamen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Terkini