Tampilkan postingan dengan label Religi islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi islami. Tampilkan semua postingan

Istighfar Kunci Meraih Rezeki Berlimpah Yang Penuh keberkahan

Khutbah Jumat Singkat: Rezeki Mengalir Berkah dari Amalan yang Sering Dilupakan

Jum'at, 23 Mei  2025 | 07:59 WIB

Khutbah Jumat Singkat: Rezeki Mengalir Berkah dari Amalan yang Sering Dilupakan

(Perbanyaklah istighfar, Subhanallah, walhamdulillah,Allohu Akbar)

Khutbah I


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ


Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah


Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah Swt atas nikmat dan karunia yang dicurahkan  kepada kita semua ,

sehingga kita bisa hadir untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat berjamaah siang kali ini.

 Shalawat serta salam, mari kita sampaikan kepada Nabi Muhammad Saw yang senantiasa menjadi teladan kita dalam bersyukur kepada Allah. Semoga kita senantiasa menjadi umat Nabi Muhammad yang terus mendapatkan tambahan nikmat dan rezeki dari Allah dan selalu dalam lindungan-Nya. 


Ijinkanlah Pada Hari Jum'at yang penuh Berkah dan Merupakan Hari terbaik atau  Sayyidul Ayyam ini, khatib berwasiat khususnya  Untuk Diri Sendiri dan Para Jama'ah Sholat Jum'at pada Umumnya ;

 "Mari kita senantiasa meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Sang Khaliq Allah SWT yang merupakan Dzat pemberi nikmat dan berhak atas apa yang terjadi di muka bumi dan kehidupan kita sebagai Makhluk nya. 

 Dengan cara Menjalankan Perintah perintahnya dan Menjauhi atau Meninggalkan Larangan larangannya dengan Sungguh sungguh Penuh ke ikhlasan Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW.


Ketakwaan menjadi modal penting agar kita senantiasa mendapatkan Karunia dan  rezeki  sekaligus  mendapatkan solusi dari setiap permasalahan yang kita hadapi.



Sebagaimana Allah Swt berfirman:


وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا


Artinya, “ BarangSiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS At-Thalaq: 2-3).
 

jamaah shalat Jumat rahimakumullah 

Setiap kita tentu menginginkan rezeki yang lancar dan penuh keberkahan..

Rezeki memiliki berbagai macam  jenisnya , baik yang bersifat materi maupun non-materi. 

Beberapa jenis rezeki yang sering disebutkan dalam ajaran Islam di antaranya

1. Rezeki yang sudah dijamin oleh Allah,.

2. Rezeki karena usaha,

3. rezeki karena bersyukur.

4. Rezeki tak terduga, rezeki karena sedekah.

5.Rezeki karena anak.

 6. rezeki karena menikah.

 Selain itu, Rezeki juga bisa berupa kesehatan, ketenangan, ilmu, dan lain-lainnya.

Jamaah Sholat Jum'at Rahimakumullah 

 Perlu kita Fahami, Tidak semua orang menyadari bahwa  Rezeki Didatangkan Oleh Alloh Dengan Beberapa Kunci / Cara,Baik  dengan Do'a ,Usaha maupun Ikhtiar Oleh Manusia.

Salah satu Cara / kunci utama untuk membuka pintu rezeki terletak pada lisan dan hati yang senantiasa dipenuhi dengan istighfar, yaitu Permohonan Ampun kepada Allah swt. 

Istighfar bukan sekadar ucapan ritual, melainkan bentuk kesadaran dan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah swt. Dalam Al-Qur’an surat Nuh ayat 10-12 disebutkan:


فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ


Artinya, “Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun.(Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”
 

Syekh Ahmad bin Muhammad As-Shawi Al-Maliki dalam Kitab Hasyiyatus Shawi 'ala Tafsiril Jalalain  juz IV, halaman 326, menyebutkan bahwa istighfar menjadi kunci dari berbagai permasalahan seperti sempitnya rezeki dan berbagai permasalahan yang komplek


Diriwayatkan dari Al-Hasan, suatu ketika datang kepadanya orang-orang dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya,

 Orang pertama mengadu tentang kondisi ekonominya yang begitu terpuruk. Kebutuhan keluarga yang ia tanggung tak dapat ia cukupi. 

Orang kedua mengadu tentang kondisi di mana ia belum dikarunia keturunan oleh Allah swt. Ia menginginkan buah hati sebagai penerusnya. 

Orang ketiga adalah seorang petani yang tidak pernah mendapatkan hasil maksimal dari tanamannya,Selama bercocok tanam, ia selalu menghadapi permasalahan seperti hama dan kekeringan yang melanda.


Mendengar keluhan dari orang-orang tersebut, Al-Hasan hanya menjawab dengan satu kalimat:


اِسْتَغْفِرِ اللهَ


Artinya, "Bacalah istighfar, mintalah ampunan kepada Allah."


Mendengar jawaban yang singkat ini, Rabi' bin Shahib pun memberanikan diri untuk bertanya:


“Wahai Al-Hasan, banyak orang yang mendatangimu dengan mengadukan berbagai hal dan meminta (pertolongan) bermacam-macam kepadamu. Tapi mengapa hanya istighfar yang kau jadikan sebagai solusi jalan keluar?".

 Al-Hasan pun terdiam, kemudian ia hanya membacakan Surat Nuh ayat 10-12 ini.


Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah 


Kisah ini menunjukkan kepada kita bahwa memohon ampun dengan senantiasa membaca istighfar mampu menjadi solusi dari berbagai permasalahan. 

Rasulullah pun telah mengajarkan kita berbagai redaksi bacaan istighfar di antaranya adalah Sayyidul istighfar yakni:
 


اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ


Artinya, “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.” 


Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dianjurkan untuk memasukkan Sayyidul Istighfar ke dalam doa harian. 

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Syaddad bin Aus:


وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ


Artinya, “Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.”


Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah


Demikianlah upaya-upaya batin yang perlu kita lakukan agar kita senantiasa mendapatkan rezeki berkah dan lancar dari Allah SWT melalui bacaan istighfar. 

Semoga kita bisa mengamalkan istighfar dalam setiap langkah kehidupan kita di dunia. Amin.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمُ


Khutbah II
 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَاِئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً. اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ ﷲ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ
 

إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِىِّ، يٰۤـاَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيمًا
 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأْهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
 

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْب



Team redaksi 

 H. Abd.Wahid Irvanto

Isra' Mi'raj Dimensi Sosial & Politik , memaknai Imam & Makmum Dalam Sholat menuju Islam Kaffah


Tangerang 28 Januari 2025
SRA’ MI’RAJ : DIMENSI SPIRITUAL DAN POLITIK Meraih Islam kaffah
Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi



Isra’ Mi’raj merupakan mu’jizat Nabi SAW yang sangat dahsyat. Peristiwa ini dapat ditinjau dari dua dimensi. Pertama, dalam dimensi spiritual, Isra’ Mi’raj menunjukkan istimewanya sholat. Kedua, dalam dimensi politik, Isra’ Mi’raj menunjukkan isyarat kepemimpinan Islam memimpin dunia.

Dimensi Spiritual Isra’ Mi’raj
Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan salah peristiwa yang menjadi mu’jizat Rasulullah SAW. Salah satu pelajaran (‘ibrah) yang diambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah istimewanya shalat lima waktu. 

Sholat lima waktu ini dikatakan ibadah yang istimewa, karena beberapa alasan, di antaranya ada 6 (enam) keistimewaan ibadah sholat sebagai berikut :

Pertama, karena sholat lima waktu merupakan satu-satunya ibadah yang diwajibkan Allah SWT dengan cara yang khusus, yaitu Rasulullah SAW mendapat langsung perintah sholat lima waktu di Sidratul Muntaha secara langsung dari Allah SWT. (Lihat Bab _Kayfa Furidhat al-Shalāt fī al-Isrā`, Ibnu Hajar al-’Asqalani, Fatḥul Bārī Syaraḥ Shahīh al-Bukhāri,_ Juz I, hlm. 545). 

Kedua, karena sholat lima waktu ini merupakan ibadah yang secara khusus disebut bersama sabar, sebagai cara kita meminta pertolongan kepada Allah SWT. Firman Allah SWT :

واسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah [2] : 45).

Ketiga, karena sholat lima waktu ini merupakan perkara yang pertama kali akan dihisab kelak di Hari Kiamat, sesuai sabda Nabi SAW :

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ : انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ. رواه والترمذي (413) 

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada Hari Kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Al-Tirmidzi, no. 413).

Keempat, karena sholat lima waktu ini merupakan pembeda antara mukmin dan kafir. Sabda Nabi SAW :

إنَّ بيْنَ الرَّجُلِ وبيْنَ الشِّرْكِ والْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلاةِ

“Antara seorang muslim dan seorang musyrik dan kafir adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim, no. 82).

Dan sebaik baiknya Sholat Fardhu atau wajib adalah dengan  Berjamaah di Masjid...
Dari sisi politik menunjukan bahwa dalam Islam ada Iman /Pemimpin dan juga Makmum/ Umat...
Inilah Perintah untuk melaksanakan ajaran Islam secara kaffah keseluruhan

 Sholat berjamaah menjadi amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Sebab, ada sejumlah keutamaan sholat berjamaah yang bisa didapatkan.

Dikutip dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VII karya H. Ahmad Ahyar & Ahmad Najibullah, kata 'berjamaah' berarti berkumpul. Sementara, sholat berjamaah adalah sholat yang dikerjakan secara bersama-sama paling sedikit dua orang, seorang menjadi imam dan seorang menjadi makmum.

Hukum melaksanakan sholat berjamaah yaitu sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Namun ada sebagian ulama yang menyatakan sholat berjamaah hukumnya fardhu kifayah. Dalam surat An-Nisa ayat 102, Allah SWT berfirman:

...وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوٓا۟ أَسْلِحَتَهُمْ

Artinya: "Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata mereka..."

Melaksanakan sholat berjamaah tentunya akan mendapatkan pahala yang lebih banyak. Namun, masih ada banyak keutamaan sholat berjamaah lain yang bisa diperoleh umat muslim yang mengamalkannya.


Berikut 7 ke Utama'an Sholat Berjama'ah 

Menurut Imam Abu Wafa dalam buku Panduan Sholat Rosulullah 2, berikut ini di antara keutamaan sholat berjamaah:

1. Pahala Dilipatgandakan

Melaksanakan sholat berjamaah akan memperoleh balasan pahala yang dilipatgandakan sebanyak 25 kali lipat berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا

Artinya: "Sholat seorang laki-laki secara berjamaah dilipatgandakan pahala sebanyak dua puluh lima kali lipat daripada sholat di rumah atau di pasarnya." (HR Bukhari)

2. Didoakan Malaikat

Muslim yang melaksanakan sholat berjamaah akan didoakan malaikat dengan syarat ia tidak menyakiti atau tidak berhadats. Hal ini bersandar pada sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:

فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ: اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

Artinya: "Apabila ia masih sholat, maka para malaikat mendoakannya selama berada di tempat sholat: Ya Allah ampunilah ia, ya Allah sayangilah ia." (HR Bukhari)

3. Diampuni Dosa

Orang yang selalu bersemangat pergi untuk sholat berjamaah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya. Sebagaimana diterangkan dalam hadits Rasulullah SAW:

مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ، فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ، فَصَلَّاهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَعَ الْجَمَاعَةِ أَوْ فِي الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَهُ

Artinya: "Barang siapa yang menyempurnakan wudhu, lalu pergi untuk sholat wajib bersama orang-orang atau secara berjamaah atau ia sholat di masjid maka Allah ampuni dosa-dosanya." (HR Muslim)

4. Ditinggikan Derajatnya

Setiap langkah seseorang untuk sholat berjamaah bernilai kebaikan baginya sehingga ia akan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. Hal ini turut disampaikan dalam sabda Rasulullah SAW:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ، كَانَتْ خَطْوَنَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحْطُ خَطِيئَةً، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Artinya: "Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, lalu ia pergi ke rumah Allah (tempat sholat) untuk melaksanakan sholat wajibnya, maka tiap langkahnya salah satunya menghapus dosa dan satunya lagi mengangkat derajat." (HR Muslim)

5. Setara Pahala Sholat Malam

Pahala sholat berjamaah akan mendapatkan pahala yang sangat besar seperti qiyamul lail (sholat malam) sebagaimana diterangkan dalam sabda Rasulullah SAW:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ، فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ، فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

Artinya: "Barangsiapa yang sholat Isya dengan berjamaah maka pahalanya seperti sholat setengah malam dan barangsiapa yang sholat Subuh dengan berjamaah maka pahalanya seperti sholat semalam penuh." (HR Muslim)

6. Dapat Jamuan di Surga

Umat muslim yang gemar sholat berjamaah akan diberikan jamuan yang istimewa di surga kelak. Janji ini telah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ وَرَاحَ ، أَعَدَّ اللهُ لَهُ نُزُلَهُ مِنَ الْجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

Artinya: "Barangsiapa yang beranjak ke masjid dan pergi setelah matahari condong ke barat, maka Allah SWT akan siapkan baginya jamuan dari surga tiap kali pergi." (HR Bukhari)


7. Dibebaskan dari Neraka

Keutamaan lain bagi muslim yang mengerjakan sholat berjamaah ialah dibebaskan dari neraka dan sifat munafik. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ، يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النَّفَاقِ

Artinya: "Barangsiapa yang sholat berjamaah selama empat puluh hari dengan mendapat takbiratul pertama, maka dituliskan baginya: Dibebaskan dari neraka dan dibebaskan dari sifat munafik." (HR Tirmidzi)

Demikianlah di antara banyaknya keutamaan sholat berjamaah dibandingkan dengan sholat sendirian. Jadi, jangan lupa amalkan sholat berjamaah.


Team Redaksi religi policewatch.news

H.Irvanto A Wahid




Memaknai Peringatan Isra' Mi'raj 1446 Hijriyah Dengan Komitmen Menjalankan Sholat Lima Waktu& Tepat Waktu.

PENTING NYA SHOLAT 5 WAKTU Dan Tepat waktu.

   

Umat Islam Seluruh Dunia Hari ini sedang Memperingati Isra' Mi'raj yaitu Peristiwa Perjalanan Rasulullah Muhammad Saw Dari Masjidil Haram kota Makah  sampai Masjidil Aqsha di Yerusalem Palestina ..sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat 17 Al isra ' ayat ke 1..

Surat Al-Isra Ayat 1

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidilharam ke Masjidil aqsa yang telah kami berkati sekelilingnya agar kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1)

Kemudian Turun Perintah Sholat Lima Waktu kepada Nabi Muhammad untuk dapat dilaksanakan oleh Ummatnya..

Begitu Pentingnya Sholat Untuk Umat Islam maka sejak dini kita Ajak. dan Jelaskan  kepada anak anak  kita tentang Pentingnya Sholat,


Berikut  Lima Hal  yang dapat kita Petik sebagai Motivasi kita dalam menjalankan perintah sholat 5 Waktu,sebagaimana Perintah Allah SWT kepada Umat Islam melalui Nabi kita Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam dalam Peristiwa Isra' Mi'raj.

 1. Karena ... Sholat adalah SYARAT UTAMA kita bisa MASUK ke SURGA-Nya.

Al-Qur'an surat 74:42-43.

مَا سَلَـكَكُمۡ فِىۡ سَقَرَ‏ ٤٢ قَالُوۡا لَمۡ نَكُ مِنَ الۡمُصَلِّيۡنَۙ‏ ٤٣

Apakah yang MEMASUKKAN kamu ke dalam saqar (Neraka)

 mereka menjawab "Kami dahulu TIDAK termasuk Orang-orang yang MENGERJAKAN shalat".

 (Disini jelas ...  Akan  MASUK Neraka.... Karena... TIDAK melaksanakan SHOLAT..)


2.Karena ... Sholat adalah ibadah yanh  PALING UTAMA daripada IBADAH LAINNYA

Alqur,an Qs 29:45

"Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar". 

....  dan sesungguhnya mengingat Allah (SHALAT) adalah LEBIH BESAR  KEUTAMAANNYA, dari ibadah-ibadah yang lain dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(dia puasa, sedekah .. dll..  tpi tidak sholat... berarti PERCUMA dia berbuat baik / sia2 ... dia tetap masuk neraka)


 3. Karena.. SHOLAT adalah DASAR UTAMA MENDIDIK ANAK SEJAK DINI


Alqur,an surat Luqman  31:17

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar'". 


DIRIKANLAH SHALAT SURUHLAH manusia MENGERJAKAN yang BAIK dan CEGAHLAH mereka dari PERBUATAN yang MUNGKAR.


Sebaiknya MENDIDIK Anak Sejak KECIL / sejak DINI.. agar bisa Terbentuk KARAKTER yang KUAT hingga AKHIR hayatnya_ terutama SHOLAT-NYA


 4. Karena... kita DIPERINTAHKAN SHOLAT Sampai AJAL MENJEMPUT KITA.

Surat   19:32

 ...dia MEMERINTAH ku (Nabi Isa) *MENDIRIKAN SHOLAT dan menunaikan zakat SELAMA aku MASIH HIDUP.


Surat Qs 15:99 وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ .

99. Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.

 dan SEMBAHLAH

Tuhanmu  (ALLAH)SAMPAI DATANG  kepadamu yang diyakini (AJAL KEMATIAN).

 5.Dalam KONDISI APAPUN... Kita  TETAP HARUS Sholat... !!

Surat  Qs 2 ayat 239



 Jika kamu dalam keadaan TAKUT (BAHAYA) maka shalatlah SAMBIL BERJALAN atau berkendaraan maka apabila kamu telah aman maka sebutlah Allah (shalat) sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui

 DALAM KONDISI APAPUN kita HARUS SHOLAT KARENA SEBAIK BAIK AMAL ADALAH SHOLAT

.  Kunci dari segala ibadah adalah sholat.

Amal yang pertama kali ditanyai Allah SWT pada seorang hamba di hari kiamat nanti adalah sholat.


"Bila sholatnya dapat diterima, maka akan diterima seluruh amalnya, dan bila sholatnya ditolak, akan tertolah seluruh amalnya".


 ( yang belum mengerti boleh bertanya kenapa kalau sholat kita tidak di terima , amalan kita lainnya pun tidak akan di terima ).

Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam .

“Akan datang satu masa atas manusia, mereka melakukan sholat namun pada hakikatnya mereka tidak sholat.

  kunci dari semua amal ibadah kita adalah sholat.


Jadi, kita bisa memasang strategi dalam hidup dengan memperbaiki sholat kita terlebih dahulu sehingga amalan yang lain akan mengikuti. Dan hal ini butuh suatu kesungguhan untuk mencapainya. Tahap awal untuk mencapai kekhusu'an sholat adalah mengetahui kegunaan bagi diri kita apabila kita dapat melakukan sholat dengan khusu'.

Mendapatkan keberuntungan yang besar .

Yaitu : Masuk dalam surga firdaus.

Hal ini tersebut dalam QS. Al Mukminun 2 dan 11 :

_Solusi terhadap permasalahan kita .

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu".

( QS. Al Baqarah 45 ).

Bila ada problema hidup maka sholatlah .

Sholat dapat mencegah dari  perbuatan keji dan mungkar.

( QS. Al Ankabut 45 ).

Karena sholat khusuk hanya bisa dilaksanakan dengan menghadirkan perasaan dekatnya Allah Subhana wa ta'ala maka bila akan berbuat maksiyat akan ingat akan Allah Subhana wa ta'ala Melembutkan hati.Terkadang hati kita menjadi keras karena kesibukan dalam bekerja atau menghadapi masalah kehidupan.


Dan sebaik baiknya sholat wajib/5 waktu bagi para lelaki/bapak bapak  adalah berjamaah di Masjid bersama Imam ataupun kita menjadi Ma'mumnya_

Mari kita ma'murkan masjid dilingkungan kita dengan tepat waktu menunaikan sholat di masjid...Sungguh sangat besar Pahala /balasan dari ALLAH Baginya yaitu 27 X derajat ,di bandingkan sholat sendirian yang hanya 1 X derajat..

 para nitizen  pembaca media policewatch.news yang berbahagia..

 mari kita berdo'a 

Yaa Allah yaa Kariiim  berilah kami taufik hidayah dan ampunilah semua Dosa²kami,

maafkanlah semua kesalahan kami , kuatkanlah Iman Islam kami,Istiqomah kan kami dalam melaksanakan Shalat lima waktu berjama'ah..

Ya Alloh Yarobb..Terimalah semua amal ibadah kami dan jadikanlah anak Cucu kami sebagai generasi-generasi yg sholeh sholihah serta masukkanlah kami semua kelak ke Surga--MU tanpa HISAB dengan RAHMAT--MU Aamiin Yaa Allah Ya robbal Aalaamiin 


                 Team redaksi 

                H.A.Wahid Irvanto

Selamat Merayakan Peringatan Isra' Mi'raj 27 Sya,ban 1446Hijriyah bertepatan 27 Januari 2025 Miladiyah..