Gelar Pisah Sambut PJU Polda NTB, Kapolda NTB Minta Pejabat Baru Segera Adaptasi dan Bangun Sinergi


Policewatch-Mataram.

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menyelenggarakan acara Pisah sambut 3 pejabat utama Polda NTB serta  1 Kapolres Jajaran di Gedung Sasana Darma Polda NTB, Senin (08/01/2024).

Ketiga Pejabat Utama (PJU) tersebut yaitu dari Pejabat Lama Dir Polairud Polda NTB Kombes Pol Kobul S. Ritonga SIK., dengan jabatan baru Analis Kebijakan Madya Bidang Polair Baharkam Polri kepada pejabat baru Dir Polairud Polda NTB Kombes Pol Andre Ghama Putra SH.,S.IK. yang sebelumnya menjabat Dir Polair Polda Banten Kemudian dari Pejabat lama Dir Intelkam Polda NTB Kombes Pol Hendro Kusumayadi SH ,SIK., dengan jabatan baru Analis Kebijakan Madya  Bidang Sosbud BaIntelkam Polri kepada Pejabat yang baru Kombes Pol Dwi Indra Laksamana SIK., MS.i. jabatan lama Agen Intelejen Kepolisian Madya TK III Baintelkam Polri.

Selanjutnya pejabat lama Dir Samapta Polda NTB dari Kombes Pol Frido Situmorang SH.,SIK., dengan jabatan baru Analis Kebijakan Madya Bidang Sabhara Baharkam Polri kepada Pejabat baru Kombes Pol Millewa SH.,SIK.,MIK., yang sebelumnya menjabat Kapolresta Banyuwangi Polda Jatim dan yang terakhir pejabat Kapolres Bima Kota dari yang lama AKBP Rohadi SIK., dengan jabatan baru Kabag Binops Roops Polda NTB kepada AKBP Yuda Pranata SIK., SH yang sebelumnya menjabat Kapolres Nagekeo Polda NTT.

Pasa kesempatan tersebut Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Umar Faruq SH.,M.Hum., dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada para pejabat Utama (Para Dir) dan Kapolres jajaran yang selama bertugas di NTB telah mendedikasikan diri serta pengabdiannya untuk kemajuan Polda NTB dan daerah Nusa Tenggara Barat.

“Saya atas nama Kapolda NTB sampaikan apresiasi kepada para Direktur yang akan meninggalkan Polda NTB untuk kembali berkarya di Polda lainnya atau dalam rangka sekolah, karena selama ini telah banyak membantu untuk kemajuan Polda NTB. Selamat dan sukses selalu di tempat tugas yang baru,”ucap Kapolda.

Sementara itu Kepada Pejabat Utama dan Kapolres Bima Kota yang baru bergabung di Polda NTB, Umar Faruq sapaan akrab nya mengucapkan selamat datang di Polda NTB semoga kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya akan membantu kemajuan Polda NTB Kedepannya.

Ia berharap kepada pejabat baru untuk segera melakukan adaptasi karena tugas berat kedepan di Polda telah menanti dalam rangka mewujudkan kesuksesan dan kelancaran pemilu mendatang.

“Perkuat sinergitas dengan berbagai elemen karena kita sadar bahwa tugas mengamankan daerah ini tentu tidak bisa kita lakukan sendiri, butuh semua unsur untuk dapat mewujudkannya. Oleh karena itu segera bangun komunikasi, koordinasi untuk selanjutnya dapat bersinergi,”tutup Kapolda NTB.

Acara tersebut dihadiri Seluruh PJU Polda NTB, Kapolres Jajaran Polda NTB, Bhayangkari Polda NTB. Diakhir acara  pisah sambut sebelum sesi foto bersama dirangkaikan dengan penyerahan Cindera mata oleh para pejabat lama dan baru serta dari masing-masing Direktorat. 

Mn

Lidik krimsus RI Angkat Bicara Terkait Pelantikan Tim Percepatan Pembangunan 2024 Oleh PJ Bupati Lahat

 

Ketua Harian DPN LIDIK KRIMSUS RI

POLICEWATCH.NEWS - LAHAT - Ketua Harian LIDIKKRIMSUS RI RI Rhodi Irfanto SH, angkat bicara rencana PJ Bupati Lahat yang akan melakukan pelantikan besok Selasa (9/1)

Bupati Lahat terkesan tergesa gesa melakukan pelantikan Tim Percepatan Pembangunan kabupaten lahat 2024,

Ini hanya membuang energi dan harus dievaluasi bila perlu yang lama diganti untuk penyegaran , adanya pelantikan hanya membuat pemborosan anggaran dana APBD Lahat,

Ini menjadi presiden buruk apabila besok bupati lahat melakukan pelantikan terhadap Tim Percepatan Pembangunan untuk membantu kinerja bupati lahat yang baru menjabat ujar " Rodhi kepada policewatch.news Selasa (8/1)

Saya harapkan kepada bupati lahat Alangkah baiknya jika beliau melakukan penyegaran yang mana punya potensi dan kemampuan untuk membatu kinerja Bupati Lahat yang lama sudah satu tahun tidak ada kemajuan tutup " Rodhi 

Pelantikan Percepatan Pembangunan Periode 2024 yang akan dilantik Penjabat (Pj) bupati Kabupaten Lahat Muhammad Farid menimbulkan polemik. 

Hal ini juga mendapat kritikan pedas pegiat demokrasi Kabupaten Lahat, Imam Hanafi, mempertanyakan manfaat dari tim tersebut selain menghamburkan uang APBD Lahat. Dan tidak efektif sehingga menimbulkan polemik di mata masyarakat dan perlu dikaji ulang tutur " Imam

“Sebenarnya tidak ada manfaatnya hanya menghamburkan uang rakyat yang diambil sumber dana APBD, apalagi orang orang lama patut diganti dan di evaluasi ulang.

Menurut Imam, selama ini kabupaten Lahat tidak ada kemajuan sama sekali dalam bidang apapun. Ia menyebut Lahat pernah masuk kabupaten termiskin ke dua se Sumatera Selatan apalagi soal infrastruktur masih tertinggal jauh dengan daerah lain.

“Kabupaten Lahat itu sangat miskin bahkan masuk nomor dua se Sumsel sedangkan pembangunan infrastruktur tidak ada yang menonjol bahkan tertinggal dengan yang lain,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Imam menuding bahwa Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan tidak ada fungsinya sama sekali. 

“Tidak ada gunanya dan tidak usah lagi ada tim-tim seperti itu yang hanya menghabiskan anggaran,” jelasnya.

Ferli menuturkan, semestinya Pj bupati Lahat mengevaluasi terkait dengan capaian tim tersebut yang selama ini tidak ada hasilnya. 

“Dari pada hanya menghabiskan anggaran untuk hal-hal yang tidak mendesak bahkan tidak ada gunanya, maka Pj bupati tidak usah melantik lagi tim-tim seperti itu,” tegasnya.

Namun, lanjut Imam, sekalipun harus melantik tim percepatan pembangunan harus yang punya kompetensi yang mumpuni dalam bidangnya.

“Kalau memang perlu ada tim bupati, harus selektif dengan diuji sesuai kemampuannya bukan melantik lagi yang sebelumnya dengan kinerja yang patut dipertanyakan,” imbuhnya. 

Terakhir, Imam menyampaikan bahwa kepala daerah dalam menjalankan tugasnya sudah dibantu dengan staf ahli dan OPD. 

“Sudah ada staf ahli dan kadis-kadis sebagai pembantu kepala daerah jadi tidak usah lagi menambah tim percepatan pembangunan segala macam,” tandasnya.

Penulis: Bambang

Polres Lahat Polsek Merapi Siap Amankan Pemilu Legislatif Dan Pilpres 2024

 



POLICEWATCH.NEWS - LAHAT - Kapolsek Merapi AKP Husen Ahmad,SH komitmen kami berdasarkan perintah dari Kapolri, Kapolda,dan Kapolres Lahat dalam pesta Demokrasi Pemilu Legislatif Dan Pilpres yang bakal digelar pada 14 February 2024, sesuai arahan dari Kapolri siap untuk mengawal dan mengamankan pemilu di Merapi Area agar aman dan kondusif ujar " AKP Husen Ahmad.SH ditemui di ruang kerjanya Senin (8/1)

Kapolsek menerangkan sesuai dengan arahan pimpinan dalam tahun pemilu legislatif untuk diwilayah hukum ada 43 Desa dan Satu Kelurahan Lebuay Bandung, sementara personil kita turunkan semuanya akan di backup dari KBO Polres Lahat untuk pengamanan pemilu legislatif dan presiden agar aman dan terkendali serta kondusif.

Jumlah TPS  di Merapi area ada 175 dan untuk pengamanan kotak suara ini kita sudah siapkan personil dari kepolisian dibantu TNI, kita kawal hingga ke KPU, demi keamanan sampai perhitungan suara 

Kapolsek juga menghimbau agar masyarakat dapat datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya di TPS yang sudah disiapkan oleh penyelenggara pemilu.

Saya selaku Kapolsek terus akan berkordinasi dengan Camat, Danramil.  Panwascam, PPK, PPS, kades agar pemilu ini berjalan lancar dan aman,

Bagi caleg yang mencalonkan diri di dapil 2 Merapi Area ( barat, Timur dan Selatan) hanya lima kursi yang diperebutkan tetap menjadi kondusif baik yang menang dan yang kalah Tetap " legowo" jaga kebersamaan dalam pilpres dan pileg ini. Khususnya di Merapi area.

Kapolsek menegaskan saat di TPS nanti dilarang membawa Sajam, maupun yang lainnya dan personil kami akan disiapkan di TPS untuk menjaga kotak suara, hingga mengawal sampai ke PPK di kecamatan, hingga ke KPU kabupaten Lahat, 

Dalam waktu dekat kami akan menggelar rapat di Polsek Merapi mengundang Tripika, PPK, Panwascam, Kades untuk membahas pemilu legislatif dan Pilpres yang akan digelar pada 14 February 2024. Tetap aman dan kondusif ujar " Alex

Penulis :  Bambang MD

Diduga Ngaku Tak Punya Istri Oknum Polisi Polres Pasuruan Ajak wanita Untuk Tinggal Bersama Hingga Hamil, Lalu Dicampakkan

 

Dok: policewatch.news

Red,policewatch.news,- Sudah terjatuh tertimpa tangga, yah itulah istilah nasib yang dialami AGS seorang wanita cantik berusia 24 Tahun warga Sidomukti, kec Pandaan pasuruan, Berawal dari perkenalannya dengan Oknum AIPDA SP 43 Tahun Yang berdinas di Polres Pasuruan  pada Juli 2022 di Taman Dayu Pandaan, dan saling bertukar Nomor Handpone, kemudian  AIPDA SP, Sering Menghubungi dan mengajak AGS (korban)  Bernyanyi (Karaokean) divilla Tretes, Karena seringnya Pertemuan dan kebersamaan, Oknum AIPDA SP, pada bulan Oktober 2022 Menyuruh AGS Untuk berhenti dari pekerjaannya yang mana saat itu AGS bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) Sebuah perusahaan Rokok yang ada di Jawa Timur, AGS  pun meneruti permintaan Oknum AIPDA SP, ujar AGS 

Dengan  Jurus Buaya darat ala Garangan, yang mengaku tidak mempunyai istri ( Berkeluarga) dan rayuan mautnya juga  iming iming akan bertanggung jawab dengan segala kebutuhannya, Oknum AIPDA SP, Mengajak AGS untuk tinggal bersama dan mengontrakkan sebuah tempat kost yang berada di desa kelagen Duren Sewu Pandaan, saat tinggal bersama hampir setiap hari Oknum AIPDA SP, selalu pulang ke Kost an tempat AGS dengan Oknum AIPDA SP tinggal, dan melakukan Hubungan intim layaknya suami istri papar AGS kepada awak media minggu 08/01/2024

Pada akhirnya pada bulan Agustus 2023 AGS positif Hamil,Hal itupun di ketahui oleh  Oknum AIPDA SP,  dan sempat sekali mendampingi AGS  bersama sama untuk memeriksakan kandungan AGS di Rumah Sakit/Klinik, karena mereka masih tinggal bersama di kost tersebut, 

Disaat kandungan AGS berusia 7-8 minggu pada bulan September 2023, secara perlahan Oknum AIPDA SP, secara perlahan menghindar dan meninggalkan AGS seakan lari dari tanggung jawab


Dengan Kebingungannya AGS mencari dan menghubungi rekan-kannya dan teman2 untuk mencari keberadaan Oknum Aipda SP, Bak di sambar petir di siang bolong AGS mendapatkan Fakta Bahwasannya Oknum AIPDA SP telah Beristri dan mempunyai 4 orang anak papar AGS.

Hingga pada suatu hari saat usia kehamilan AGS menginjak usia 3 bulan Oknum AIPDA SP, menemui AGS Meminta kepada AGS untuk meminum Obat agar Kandungan AGS bisa Tergugurkan, namun hal itu  tidak dilakukan karena AGS takut terjadi apa-apa pada dirinya,  obat tersebut tidak diminum dan sampai saat ini obat tersebut masih disimpan oleh AGS,ujarnya.

Pada 19 November 2023 Muncullah Pemberitaan di salah satu media Online  perihal Diduga oknum Polisi Yang Berdinas di Polres Pasuruan hamili Seorang Gadis dan kini ia di campakkan,dengan Viralnya Pemberitaan tersebut Kasipropam pasuruan mengundang AGS untuk Menghadap AKP Wiksan dengan Nomor Surat : B/1486/XI/WAS 2/2023, tertanggal 27 November 2023 guna didengar keterangannya dalam ranggka klarifikasi pada 29 November 2023, dengan di dampingi EW budhenya AGS hadir di ruang Sipropam polres Pasuruan, dan menjelaskan semuanya, terkait apa yang di lakukan Oknum AIPDA SP pada dirinya dan keadaan yang saat ini di alaminya hingga Viralnya pemberitaan tersebut


Berhubung tidak adanya itikad baik dari Oknum AIPDA SP, untuk Bertanggung jawab atas perbuatannya maka AGS mengadukan Kebejatan dan prilaku Oknum AIPDA SP ke Propam Polda Jawa Timur Pada 15 Desember 2023, hingga pada 4 januari AGS di didengar keterangannya dan klarifikasi terkait Aduannya Oleh Tim Propam Polda Jawa Timur.

Pada akhirnya saya meminta bantuan hukum di Biro Hukum Policewatch dan Lidik Krimsus RI Pungkas AGS

Sementara itu  M Rodhi Irfanto SH Ketua Harian DPN Lidik Krimsus RI sekaligus pimpinan Redaksi Media polcewatch.news saat di hubungi awak media membenarkan bahwa AGS (Korban) telah meminta Bantuan Hukum kepada Biro Hukum Policewatch dan Lidik Krimsus RI,  Rodhi menegaskan  bahwa Biro Hukum kami Berdasarkan Surat Kuasa Nomor:154/XI/BH/POLICEWATC/DPN/LIDIK-KRIMSUS RI/XII/2O23 pada tanggal 23 Desember 2023, yang di tandatangani  Tim Biro Hukum, Dwi Siswanto, S.H M.H, Slamet Riyadi S.H M.H, Nandang Suwinda,  S.H,  M Rodhi Irfanto,  S.H, dan Partner, paparnya

Tim Tim Biro Hukum Policewatch dan Lidik Krimsus RI Sudah melayangkan Surat Somasi pada 29 Desember 2023 kepada Sdr. SP yang mana Somasi tersebut kami tembuskan ke Kapolres Pasuruan, Kabit Propam Polda Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, Komisi Perlindungan anak dan Perempuan (KPAI) Kompolnas dan Juga Indonesia Policewatch

Kami menduga adanya Pelanggaran Berat yang  Saudara SP lakukan mengingat saudara SP adalah seorang anggota Polri Aktif, terkait Pelanggaran Kode Etik Polri, sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 Ayat (1) huruf B, pasal 11 huruf C Peraturan Kapolri nomor : 14 tahun 2011, Pelanganggaran Pasal 418 ayat 1 RKUHP,  Kategori IV  peraturan perundang-undangan di bidang perkawinan, dan pelanggaran Pasal 75 jo. Pasal 194 Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ("UU Kesehatan") jo. Pasal 53 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) atau Pasal 346 jo. Pasal 53 ayat (1) KUHP

Kami berharap terduga Saudara SP mau bertanggung jawab Baik secara Moril dan Materil atas anak yang  dikandung klaienkami , jangan Habis Manis Sepah dibuang, bagaimana nasibnya jika kelak ia sudah lahir kedunia, susunya, pendidikanya sedangkan Klien Kami selama ini sudah tidak bekerja, Seperti “Disaat  masih bersama seluruh biaya hidup Kliean kami ia yang menanggung, namun setelah tau Klien Kami mengandung ia langsung lari dari tanggung jawab dan selama Klaien kami ditinggalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk mengontrol kesehatan kandungannya harus jual perhiasan,papar Rodhi 


Kami akan mendanpingi Korban  untuk memperjuangkan Hak ataupun Keadilan Untuk Korban  demi tegaknya hukum, jangan sampai ada oknum yang semena mena apa lagi terduga ini adalah oknum polisi jika Terbukti Dugaan Tersebut dilakukan oleh Oknum AIPDA SP maka perbuatan itu sangat mencoreng nama baik institusi Polri dan patut untuk di Berhentikan secara Tidak Hormat (PTDH) dan kami pun secepatnya akan melakukan Laporan Terkait dugaan Pidana Umum ya juga Gugatan dugaan Perbuatan Melanggar Hukum,(PMH)   Untuk Menuntut HAK dan KEADILAN  Bagi Klaien Kami pungkasnya( Red/Bam MD) 

Polsek Pujut Dan Tim Jihandak Satbrimobda NTB Musnahkan Penemuan Granat Di Pujut


Policewatch-Lombok Tengah.

Polsek Pujut dan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Sat Brimobda NTB memusnahkan granat hasil temuan warga dengan cara diledakkan di lapangan terbuka Mapolsek Pujut, Minggu (7/1) pukul 12.00 wita. 

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK melalui Kapolsek Pujut IPTU Samsul Bahri mengatakan granat yang ditemukan di Dusun Gilik Desa Kawo Kecamatan Pujut, Sabtu (6/1), sengaja dimusnahkan/diledakkan oleh tim Jihandak, agar tidak membahayakan jiwa orang lain.

"Kami lakukan pen-'disposal'-an (pemusnahan) terhadap granat jenis nanas sebanyak satu buah," kata Samsul saat meninjau langsung pemusnahan itu.

Ia menuturkan, granat tersebut tidak sengaja ditemukan oleh salah seorang warga atas nama H. Hajar bersama temannya yang hendak pulang mancing.

Menurut dia, ini merupakan kali pertama di Desa Kawo ditemukan granat jenis nanas, ia juga meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dan segera lapor jika menemukan barang berbahaya itu. 

Granat yang berhasil ditemukan warga itu setelah diidentifikasi tim jihandak tergolong masih aktif, dengan kondisi sudah berkarat akibat tertimbun tanah sejak puluhan tahun lalu.

“Temuan granat nanas ini sempat membuat geger warga desa kawo hingga akhirnya kami melakukan pengamanan di tkp kemudian melakukan kordinasi dengan tim jihandak sat brimobda ntb untuk diidentifikasi dan dievakuasi benda berbahaya tersebut ke tempat aman hingga akhirnya kita musnahkan,” 

⁠Setelah melakukan disposal atau pemusnahan  tersebut dilanjutkan dengan kegiatan penyisiran yang dilakukan di lokasi penemuan yang menggunakan alat detektor oleh tim Gegana Brimob Polda NTB dan tidak ditemukan benda atau bahan berbahaya lainya.

Setelah dilakukan penyisiran dan pelacakan oleh tim gegana brimob dan situasi sudah diyakini dandipastikan aman anggota bersama unit gegana kembali kepolsek pujut dalam situasi aman terkendali "tutup Samsul.

Mn

Setubuhi Gadis Belia Berkali-kali, Seorang Kuli Bangunan di Lombok Utara Diringkus Polisi


POLICEWATCH-LOMBOK UTARA.

Seorang pria yang bekerja sebagai kuli bangunan berinisial OA (36) asal Desa pemenang kecamatan pemenang, diringkus Polisi di lokasi kerjanya di Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (6/1/2024).

Terduga Pelaku  OA diringkus karena diduga menyetubuhi seorang gadis belia berinisial Bunga (15). 

Pelaku menyetubuhi korban berkali-kali di dalam kamar korban sejak 21 Desember 2023 di dalam kamarnya pada pukul 05.00 WITA. 

Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si melalui Kasat Reskrim IPTU Ghufron Subeki, SH mengungkapkan, pelaku menyetubuhi korban sebanyak kurang lebih 5 kali sejak Desember 2023. Pelaku mengancam akan membunuh korban jika menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain. 

"Pelaku ini masuk ke kamar korban sekitar pukul 05.00 WITA dan berpura-pura membangunkan korban untuk sholat, pada saat korban bangun justru pelaku menyuruh korban buka baju dan menyetubuhinya sambil menyekap mulut korban," ujar IPTU Ghufron. 

Usai kejadian tersebut,  terduga pelaku malah melakukannya berulang-ulang pada tempat yang sama. Pelaku juga pernah melakukan perbuatan yang sama pada siang harinya pada saat kondisi rumah korban sepi. 

Tidak sampai di situ, Korban juga pernah disetubuhi di kamar mandi oleh pelaku sebanyak dua kali yaitu pada pukul 05.00 WITA dan pukul 06.30 WITA sebelum korban berangkat ke sekolah. 

Perihal kejadian tersebut diketahui warga dan di laporkan ke Polres Lombok Utara. Pada saat penangkapan warga sudah ramai mencari pelaku, untung saja Tim Puma bersama Polsek Pemenang sigap dan langsung mengamankan pelaku di tempat kerjanya. 

Saat diinterogasi, pelaku mengakui  melakukan perbuatan tersebut karena terobsesi dengan video porno yang sering ditonton melalui handphone nya. 

Atas perbuatannya, Polisi kemudian membawa pelaku dan sejumlah barang bukti ke Mako Polres Lombok Utara untuk penyidikan lebih lanjut, Tutup IPTU Ghufron.

Mn

Kabag SDM pimpin Satgas OMB Rinjani 2024 Dalam Pengamanan Kampanye


POLICEWATCH-LOMBOK UTARA.

Personel Polres Lombok Utara yang terlibat dalam Satgas Operasi Mantap Brata Rinjani  2023-2024 melaksanakan pengamanan kampanye salah satu partai politik di Dusun Sanggar Sari, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Minggu ( 7/1 ) pukul 16.00 Wita

Di komfirmasi di lokasi pengamanan, Kabag SDM Polres Lombok Utara AKP I Dewa Made Oka Supartha, SH saat mewakili Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K, M.Si. menyampaikan, Bahwa tujuan dilaksanakannya pengamanan untuk memastikan keamanan dan ketertiban umum. Kepolisian bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama jalannya kampanye agar proses politik berlangsung dengan damai dan tidak terganggu oleh tindakan kekerasan atau ancaman.

Kegiatan Pengamanan ini juga untuk mencegah terjadinya kriminalitas seperti gangguan terhadap peserta kampanye.

Polisi berperan dalam melindungi hak setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam proses demokratis tanpa adanya ancaman atau tekanan yang tidak sah.

AKP Dewa Supartha menambahkan tujuan pengamanan juga untuk menanggulangi potensi Konflik. Polres Lombok Utara berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga keamanan di Kabupaten Lombok Utara selama tahapan kampanye. Dengan kehadiran Polri, potensi konflik antar pendukung Partai Politik atau kelompok dapat diminimalisir, serta mencegah eskalasi kekerasan.

"Pentingnya pengamanan dalam kampanye politik adalah untuk memastikan bahwa proses demokratis dapat berjalan dengan aman, lancar, adil dan damai," pungkasnya.

Mn

Umat Hindu Kota Mataram Bulatkan Tekad dan Satukan Suara Menangkan PDI Perjuangan di Pemilu



POLICEWATCH-MATARAM.

Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat, menghadiri Simakrama Umat Hindu di Lingkungan Karang Bang Bang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Ahad (7/1/2024) sore. Ketua DPD PDI Perjuangan NTB yang kembali mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI tersebut disambut hangat dan meriah oleh warga dari 20 Banjar.

Simakrama PDI Perjuangan yang juga menjadi ajang kampanye bertajuk ”Bersama Masyarakat Menuju Indonesia Unggul” tersebut dihadiri Pinandita Jero Mangku, para tokoh agama dari Umat Hindu, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan anak-anak muda yang tergabung dalam relawan calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Simakrama berlangsung lebih dari dua jam bertempat di Balai Banjar Lingkungan Karang Bang Bang, salah satu pemukiman utama Umat Hindu di Kota Mataram yang berada di pusat ekonomi dan bisnis Cakranegara.

Dalam kesempatan ini, turut hadir mendampingi Rachmat, Ketua DPC PDI Kota Mataram I Made Slamet, dan tujuh calon Anggota Legislatif PDI Perjuangan untuk DPRD Kota Mataram dari Daerah Pemilihan 5, Cakranegara. Selain itu, hadir pula Calon Anggota DPD RI dari NTB Nomor Urut 10, Hj Maureen Grace Wenas.

Simakrama ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PDI Perjuangan. Terlihat Anggota Tim Pengawas Pemilu dari Kecamatan Cakranegara berada di lokasi selama Simakrama berlangsung.

Made Krisna Yudha, Inisiator Simakrama PDI Perjuangan Bersama Masyarakat ini mengemukakan, kegiatan tersebut bermula dari komunikasi intens dirinya dengan masyarakat yang ingin bertemu langsung dengan calon-calon yang diusung PDI Perjuangan dalam Pemilu legislatif 14 Februari mendatang.

”Masyarakat menyampaikan ke kami, balihonya memang ada d mana mana. Stiker juga ada di mana mana. Begitu juga famplet ada d mana mana. Tapi masyarakat menyampaikan kalau mereka ingin melihat wajah calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan dan berdialog langsung dengan mereka. Terutama yang dari Dapil Lima Cakranegara,” ungkap Yudha.

Tokoh Pemuda Karang Bang Bang yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan ini menjelaskan, hal itu pula yang mendasari masyarakat begitu antusias hadir dalam Simakrama ini. Mereka datang secara langsung untuk mengetahui ide, gagasan, dan juga keberpihakan calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan untuk masyarakat.

”Setelah Simakrama ini, masyarakat yang keluar dari Balai Banjar ini, akan semakin menguatkan hati, membulatkan tekad, dan menyatukan suara untuk memenangkan PDI Perjuangan. Inilah semangat yang terus kami gelorakan,” kata Yudha seraya mengingatkan seluruh hadirin, kalau hari pencoblosan sudah tinggal menghitung hari.

Didaulat untuk menyampaikan orasi dalam Simakrama tersebut, H Rachmat Hidayat menyampaikan kalau dirinya akan berkampanye sedikit saja. Selebihnya, dirinya hanya ingin menjelaskan bagaimana sejarah dan pertautan antara PDI Perjuangan dengan masyarakat dari Umat Hindu yang sudah terjalin dalam kurun waktu lebih dari lima dekade semenjak tahun 1973.

Rachmat pun menuturkan bagaimana Umat Hindu di NTB begitu mencintai PDI Perjuangan. Rachmat tahu persis hal tersebut, bahkan semenjak hari pertama dirinya bergabung dengan PDI Perjuangan tahun 1977. Politisi senior NTB ini menceritakan bagaimana ketika Orde Baru berkuasa dengan otoriter dan tidak bersahabat dengan partai di luar pemerintahan, masyarakat dari Umat Hindu tetap berada di belakang PDI Perjuangan dan memberikan dukungan yang tiada tara.

Karena itu, menghadiri Simakrama di tengah-tengah Umat Hindu dari 20 Banjar di Cakranegara, hati Rachmat begitu membuncah. Dia mengaku sangat berbahagia berada di tengah-tengah saudara-saudaranya dari kalangan Umat Hindu.

”Saya tahu, besarnya partai ini adalah sumbangsih yang luar biasa dari saudara-saudara kami dari kalangan Umat Hindu,” ucap Rachmat.

Tokoh kharismatik Bumi Gora yang sudah delapan periode menjadi Anggota Legislatif ini pun menuturkan catatan-catatan sejarah dengan begitu fasih tentang bagaimana tokoh-tokoh dari kalangan Umat Hindu bahu membahu untuk turut membesarkan PDI Perjuangan di NTB dalam empat dekade terakhir. Terutama di Kota Mataram.

Karena itu, tatkala dirinya mendapat amanah untuk memimpin partai, baik ketika masih di tingkat kabupaten di Lombok Timur, hingga memimpin partai di tingkat provinsi, Rachmat menabalkan komitmen untuk memberi perhatian kepada Umat Hindu. Pun begitu, calon Anggota legislatif dari  Umat Hindu pun diberi porsi yang seimbang.

Rachmat menuturkan, dalam Pemilu 1999, saat PDI Perjuangan menjadi pemenang Pemilu di Kota Mataram, saat itu, PDI Perjuangan menempatkan 10 kadernya di lembaga wakil rakyat. Lima orang Anggota DPRD dari PDI Perjuangan kala itu berasal dari Umat Hindu. Sebanyak lima orang lainnya dari Umat Muslim. Dan saat ini, dari lima Anggota DPRD Kota Mataram dari PDI Perjuangan, empat di antaranya adalah dari Umat Hindu.

Karena itu, Rachmat Hidayat pun mengingatkan kepada seluruh calon Anggota Legislatif dari Dapil 5 Cakranegara, manakala mereka mendapat kepercayaan dari masyarakat dari Umat Hindu untuk duduk di lembaga wakil rakyat, tak sekalipun mereka boleh lupa kepada masyarakat pemilihnya.

”Ini menjadi komitmen saya kepada Bapak dan Ibu-Ibu. Jika mereka terpilih, lalu lupa kepada bapak-bapak dan Ibu-Ibu, maka tanpa pikir panjang, saya akan memecat mereka. Ini komitmen PDI Perjuangan,” tandas Anggota Komisi VIII DPR RI ini yang disambut tepuk tangan riuh hadirin.

Rachmat pun menyampaikan, bahwa lima Anggota DPDR Kota Mataram dari PDI Perjuangan yang kini sedang menjabat, ibarat sudah menjadi modal awal yang besar untuk masyarakat. Dirinya pun yakin, jumlah kursi keterwakilan masyarakat dari PDI Perjuangan bisa bertambah dalam Pemilu 2024 ini di DPRD Kota Mataram.

”Semakin banyak wakilnya Bapak Ibu dari PDI Perjuangan, semakin makmur Bapak Ibu,” katanya.

Menjadi komitmen para Calon Anggota Legislatif dari PDI Perjuangan di Kota Mataram untuk berkontribusi dalam menyiapkan Tanah Pelaba untuk pura. Menyiapkan diri untuk membantu Banjar dan juga aktivitas masyarakat dari kalangan Umat Hindu.

”Kalau hanya sekadar freezer untuk pengawetan jenazah, itu hanya soal kecil,” ucap Rachmat yang kali ini disambut aplaus dalam waktu lama oleh masyarakat yang hadir.

Dalam kesemaptan tersebut, Rachmat pun mengingatkan agar Umat Hindu tidak memosisikan diri sebagai minoritas. Politisi lintas zaman ini pun mengingatkan, bagi PDI Perjuangan, tidak ada masyarakat minoritas. Semua memiliki hak yang sama. Dan berhak pula ada perhatian yang sama.

Rachmat juga menuturkan bagaimana dirinya dulu memperjuangkan agar Institut Agama Islam Negeri Mataram naik status menjadi Universitas Islam Negeri Mataram. Pada saat yang sama, dirinya juga menginisiasi naik status Sekolah Tinggi Negeri Agama Hindu (STAHN) menjadi Institut Agama Hindu Negeri.

”Itulah enaknya, jika Bapak Ibu memiliki wakil di DPR RI, maupun di DPRD kabupaten/kota,” ucap Rachmat.

Pada kesempatan tersebut, ditegaskan Rachmat bahwa PDI Perjuangan tetap ajeg untuk melayani masyarakat Umat Hindu. Dirinya kata Rachmat menjadi jaminan atas hal tersebut. Menurut Rachmat, saat ini bukanlah saatnya bagi masyarakat untuk coba-coba partai. Sebab, partai tidak bisa dicoba-coba.

”Mengapa harus partai yang krecek-krecek. Karuan saja bersama PDI Perjuangan yang sudah besar,” ucapnya yang disambut tawa geeer hadirin.

Di sela-sela orasi tersebut, Rachmat pun memanggil satu persatu calon Anggota legislatif dari PDI Perjuangan untuk naik ke atas panggung. Diperkenalkan mereka seluruhnya kepada hadirin. Turut naik ke panggung pula, Maureen Grace Wenas, calon Anggota DPD RI yang memiliki pertautan dengan PDI Perjuangan.

Dalam kesempatan tersebut, satu persatu calon Anggota Legislatif dari Dapil Lima Cakranegara memperkenalkan diri. Menjelaskan visi dan misi mereka kepada masyarakat. Pada prinsipnya, jika mendapat amanah, mereka siap melayani masyarakat 24 jam dalam sehari.

Rachmat mengingatkan mereka untuk tetap ikhlas. Tegus dan sapa masyarakat. Itu menjadi modal utama. Sementara memberi dan lainnya, itu adalah persoalan yang kesekian. Bukanlah soal yang utama.

”Ikhlas yang paling penting. Sebab, Tuhan akan mencatat itu,” tandas Rachmat.

Terkait calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusung PDI Perjuangan Ganjar-Mahfud, Rachmat menegaskan, pasangan ini akan ditakdirkan memimpin Indonesia. Karena itu, bagaimanapun kini pasangan ini dipojokkan, rakyat yang menentukan.

”Kalau mengenai Ganjar-Mahfud. Saya nggak usah ngomong. Pasti jadi. Biar dipojokkan mau pakai apa saja. Rakyat sudah pamah. Ganjar-Mahfud jadi karena didukung rakyat,” tandasnya.

Simakrama ini pun ditutup oleh closing statement Made Kresna Yudha dengan mengutip penggalan pidato Bung Karno.

”Suara rakyat adalah suara Tuhan,” kata Yudha.

Rachmat pun pamit. Berebut seluruh hadirin menyalami salah satu tokoh kharismatik Bumi Gora ini.

Mn

Polsek Praya Gelar Pisah Sambut Kanit Samapta dan Kanit Binmas


POLICEWATCH-LOMBOK TENGAH.

Polsek Praya gelar acara pisah sambut Kanit Samapta dan Kanit Binmas Polsek Praya pada Sabtu 06/01/2024.

Kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh  Kapolsek Praya IPTU Susan V sualang dan dihadiri oleh seluruh personel Polsek Praya dan Bhayangkari Ranting Praya. 

IPTU Susan V Sualang menyampaikan kegiatan pisah sambut Kanit Samapta Polsek Praya yang lama dari AKP Lalu Syapoan kepada IPDA Made Selamat Riyadi sedangkan Ps Kanit Binmas Polsek Praya yang sebelumnya dijabat oleh AIPTU Lalu Marsaan kepada Kanit Binmas yang baru IPDA M. Bulia.

Dalam sambutannya IPTU Susan V Sualang menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa karena nikmat kesehatan yang diberikan.

"Hari ini Kapolsek Praya sengaja menggelar acara ini bertujuan utk pelepasan tugas Kanit yang di pindahkan ke Polsek lain dan penyambutan untuk Kanit yang baru" Katanya.

"Kepada pejabat baru dalam hal ini Kanit Samapta ( IPDA Made Selamat) dan Kanit Binmas ( IPDA M. Bulia ) saya selaku Kapolsek Praya mengucapkan selamat bergabung dan segera menyesuaikan diri dengan pelaksanaan tugas yang ada di Polsek Praya dan Kepada AKP Lalu Sapoan beserta Ibu, saya ucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas dedikasi  dan kinerja yang selama ini sudah diberikan kepada Polsek Praya, semoga dedikasi yang bapak berikan kepada kesatuan kita ini bisa dijadikan contoh untuk seluruh Anggota polsek Praya" tambah IPTU Susan V Sualang.

Masih kata IPTU Susan V Sualang "Pada kesempatan ini saya sampaikan permohonan maaf secara pribadi maupun dinas, apabila selama kebersamaan dalam pelaksanaan tugas ada tutur kata dan perbuatan yang kurang berkenan di hati saya dengan kerendahan hati memohon maaf yang sebesar-besarnya" Katanya.

" Begitu juga kepada AIPTU Lalu Marsaan diucapkan  terima kasih sebanyak banyaknya karena sebagai Kanit Binmas sudah melaksanakan tugas tugasnya dengan baik dan sangat membantu saya sebagai Kapolsek" Ungkap IPTU Susan.

Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan cindera mata dan sesi Foto bersama.

Mn

Mantan Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto Dipromosikan Wadansat Brimob Polda Metro Jaya

 


AKBP Eko Sumaryanto, SIK.MSI 


JAKARTA - POLICEWATCH.NEWS - mantan Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto, SIK.MSI ini pernah menjabat sebagai wadansat Brimob Polda Sumsel dan sekarang ditugaskan selaku wadansat Brimob Polda Metro Jaya,

Sementara ini Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda Sumsel AKBP Eko Sumaryanto, SIK.M.Si  menjalani serangkaian apel pelepasan Pedang Pora di Mako Brimob Polda Sumsel karena dirinya berpindah tugas sebagai Wadansat Brimob Polda Metro Jaya, Jum’at, (05/01/23).

Kegiatan tersebut dilaksanakan usai penyambutan Dansat Brimob Polda Sumsel yang baru, serta diikuti pula oleh seluruh PJU, Perwira dan personel Brimob Polda sumsel.

Hal tersebut dibenarkan oleh AKBP Eko Sumaryanto, SIK.M.Si saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WashApp nya sore ini.

” Menjabat Wadansat Brimob Polda Metro Jaya,” ucapnya singkat.

Diketahui, AKBP Eko Sumaryanto sebelum menjabat Wadansat Brimob Polda Sumsel tahun 2023, dirinya pernah menjabat sebagai Kapolres Muratara tahun 2020, selepas itu, dirinya menjabat Kapolres Lahat pada tahun 2021.

Selama menjabat di Polres Lahat, AKBP Eko begitu akrab dengan para ajudannya, hampir tak ada jarak diantara mereka bak keluarga sendiri, bahkan salah satu guyonan yang paling diingat oleh mantan ajudan AKBP Eko adalah “Genjer”.

Sampai sekarang sebutan Genjer masih begitu melekat diingatan mereka.

Berpindahnya AKBP Eko ke Brimob Polda Metro jaya, mendapat ucapan dari berbagai para ajudannya terdahulu.

“Mohon izin, selamat bertugas ditempat yang baru bapak dan ibu,” kata Bripda Kompas mantan ajudan AKBP Eko saat di Polres Lahat.

Tak hanya Bripda Kompas, Bripda Agus juga menyampaikan ucapan selamat kepada AKBP Eko.

“Selamat bertugas ditempat yang baru Komandan, semoga Komandan sukses dan sehat selalu, “tulis Bripda Agus Hartono di Snap WashApp nya.(Red/MRI)