Tabrakan Sesama Sepeda Motor,Satu Orang Meninggal Dunia.Laka Lantas Olah TKP


Policewatch-Lombok Tengah

Polres Lombok Tengah melalui Polsek Kawasan Mandalika melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) antara kendaraan roda dua di Jalan Bypass Rangkap I Desa Kuta Kecamatan Pujut, Selasa (14/5), yang mengakibatkan salah satu pengendara meninggal dunia. 

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK melalui Kasat Lantas IPTU Abdul Rachman, STrK., SIK saat dikonfirmasi, Selasa (14/5) membenarkan peristiwa laka lantas tersebut. Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan roda dua antara Honda Beat Nopol. DR 6695 CK yang dikendarai suadara Angga Pratama Putra (23) warga Kelurahan Rembiga Kecamatan Selaparang Kota mataram dengan Honda Vario (tanpa nopol) yang dikendarai suadara Jantan (22) warga Desa Sengkol Kecamatan Pujut. 

"Benar tadi malam sekitar pukul 01.30 wita terjadi laka lantas di Jalan Bypass Rangkap I Desa Kuta Kecamatan Pujut mengakibatkan salah satu pengendara roda dua atas nama saudara Jantan (22) meninggal dunia," kata Rachman. 

IPTU Abdul Rachman, STrK., SIK menerangkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, kejadian berawal dari kendaraan SPM Honda Beat yang di kendarai oleh saudara Angga Pramana Putra dan kendaraan SPM Honda Vario yang dikendarai saudara Jantan datang dari barat menuju timur (SPBU Mandalika Kuta) dari arah bersamaan. 

"Saudara Jantan memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi dan tidak memperhatikan kendaraan lain didepannya sehingga menabrak kendaran yang ada di depannya yang di kendarai saudara Angga sehingga saudara Jantan langsung jatuh terpental ketengah jalan dan kepalanya terbentur aspal menyebabkan pendarahan dikepala," terangnya. 

Selanjutnya kata Rachman, kedua korban langsung dibawa menggunakan ambulance ke rumah sakit Mandalika untuk dilakukan pertolongan. "Saat sampai di rumah sakit saudara Jantan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak dokter karena mengalami pendarahan di kepala sedangkan suadara Angga mengalami luka ringan," terang Rachman. 

IPTU Rachman kembali mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara dalam upaya mencegah kecelakaan dan mengurangi fatalitas. Selain itu, ia juga mengingatkan tentang pentingnya mematuhi batas kecepatan, serta berkonsentrasi dan berhati-hati saat berkendara.

"Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya aturan lalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan," tutup Rachman.

Mn

Cegah Peredaran Miras, Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota Gelar Razia Miras


Policewatch-Kota Bima

 Polsek Rasanae Barat kembali melaksanakan razia minuman keras (miras) melalui kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KRYD). Razia ini dipimpin oleh Kapolsek Rasanae Barat, AKP Sirajudin, pada Senin, 13 Mei 2024, dengan tujuan mencegah gangguan keamanan dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Rasanae Barat.

Kapolres Bima Kota melalui P.s Kasubseksi Pidm Sie Humas, Aipda Nasrun, menjelaskan bahwa razia miras ini dilakukan secara intensif guna mencegah gangguan keamanan dan mendukung terciptanya kondisi yang kondusif. "Dari hasil razia, berhasil diamankan barang bukti miras sebanyak 162 botol yang terdiri dari 60 botol sofi/moke, 100 botol arak Bali, dan 2 botol brem dari 3 lokasi berbeda di wilayah hukum Polsek Rasanae Barat. Petugas melakukan penyitaan miras tersebut dan mengamankannya ke Mapolsek," jelas Aipda Nasrun.

Lebih lanjut, Aipda Nasrun menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi atau berpesta minuman keras, apalagi menjualnya. "Banyak dampak buruk dari miras ini, salah satunya dapat menimbulkan gangguan kamtibmas dan memicu tindak kriminal," tambahnya.

Dengan razia ini, Polsek Rasanae Barat berharap dapat mengurangi peredaran dan konsumsi minuman keras di wilayahnya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya miras. Tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya Polsek Rasanae Barat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Mn

Jelang WWF ke-10 di Bali Polres Lombok Utara Gelar Latpraops Secara Virtual


Policewatch-Lombok Utara

Jelang di adakannya  kegiatan  bertarap internasional di Bali serta  menjaga situasi Kamtibmas yaitu kegiatan  Konferensi Internasional WWF ke-10 tahun 2024 yang akan di selenggarakannya  di ITDC Nusa Dua Bali, Polres Lombok Utara  menggelar Latpraops secara Virtual di Rupatama  SAR, Polres Lombok Utara, Selasa, 14/5/2024.

Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro S.I.K. M.Si. dalam hal ini diwakili oleh Wakapolres Lombok Utara Kompol I Nyoman Adi Kurniawan SH  yang langsung memimpin jalan kegiatan Latpraops secara Virtual di Rupatama SAR yang di ikuti oleh Kabag Ops Polres Lombok Utara Kompol Burhanudin  serta ikut oleh anggota yang terseprin.

Dengan dilaksanakan  kegiatan Latpraops yang dilakukan oleh Polda NTB  dan kami dari Polres Jajaran  yang terkena Oprasi Puri Agung 2024 mengikuti secara Virtual dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan personel yang terlibat serta tugas  dan tanggung jawabnya seperti apa  dan bertanggung jawab kepada siapa, sehingga disaat akan melakukan kegiatan oprasi nantinya sudah mengetahui tugas dan tanggung jawabnya serta sasarannya apa sehingga kegiatan pengamanan imbangan atas kegiatan WWF ke 10 di Bali dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Dalam oprasi Puri Agung 2024 merupakan kegiatan pengaman imbangan dan dari Polres  Lombok Utara menerjunkan 30 personel untuk melaksanakan pengamanan yang di pusatkan di Pelabuhan Bangsal Pemenang.

Wakapolres berharap kepada personel yang terseprin dalam Operasi Puri Agung 2024 , agar dapat melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan ikhlas,  mengingat wilayah kami terdampak pengamanan imbangan atas kegiatan  bertarap Internasional yang akan  di adakan di Bali yaitu Worl Water Forum (WWF) ke 10 di Nusa Dua  Bali

Dan  Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke-10. Dan kegiatan ini akan di gelar di Bali pada tanggal  18-25 Mei 2024.

World Water Forum (WWF) merupakan  ajang bagi para pemangku kepentingan untuk memecahkan tantangan global  pada sumber daya air. 

Kegiatan WWF tahun ini bertajuk tema Water for Shared Prosperity.

WWF merupakan momen penting sekaligus bergengsi bagi Indonesia. Sebab, Pemerintah Indonesia dikabarkan telah mengundang puluhan  Kepala Negara dan  partisipan atas kegiatan bergengsi ini.

Dengan adanya kegiatan tersebut  ada 3 wilayah yang terlibat dan pengamanan WWF ke 10 di Bali , yang pertama wilayah Bali itu sendiri, Jawa Timur dan NTB.

Mengingat NTB juga termasuk daerah yang terlibat pengamanan khususnya di Lombok Utara yang berdekatan dengan Bali  yaitu adanya transportasi laut yaitu Past Boat yang  tidak menutup kemungkinan akan mengunjungi daerah wisatawan di Lombok Utara, maka perlunya kondusifitas wilayah agar tetap terjaga dengan  baik.

Wakapolres menyampaikan bahwa Lombok Utara merupakan daerah penunjang kegiatan event internasional  yaitu WWF ke -10 di Bali , perlunya di lakukan pengamanan imbangan guna mengantisipasi adanya potensi gangguan dan perlunya menciptakan  situasi aman dan nyaman. Tutup Wakapolres

Mn

Polsek Empang Bantu Evakuasi Korban Tenggelam Di Kecamatan Tarano


Policewatch-Sumbawa Besar

Polsek Empang jajaran Polres Sumbawa Polda NTB membantu proses evakuasi terhadap korban tenggelam atas nama Sarhadi Semaun Alias Rifal, 45 tahun warga Desa Pamanto Kecamatan Empang, Selasa (14/05/24) pukul 08.30 wita.

Kapolsek Empang IPTU Nakmin mengatakan bahwa korban tenggelam telah berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia yang sebelumnya hilang pada saat sedang memasang jaring ikan (melandrak) di perairan laut Koma Pidang Desa Labuhan Pidang Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa pada hari Senin 13 Mei 2024 malam.

IPTU Nakmin menerangkan bahwa pada pagi harinya proses pencarian korban oleh Personel Polsek Empang bersama Tim Basarnas dibantu oleh masyarakat kembali melakukan pencarian diperairan laut Koma Pidang sekitar lokasi terakhir hilangnya korban.

"Setelah menyisir sekitar lokasi Korban berhasil ditemukan oleh salah satu warga sekitar 200 meter dari lokasi tenggelamnya korban dengan posisi telungkup, korban kemudian di evakuasi kedaratan dan dibawa ke rumahnya" terang Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek, bahwa Tim Medis dari Puskesmas Empang yang dipimpin oleh Dokter puskesmas Empang Dr. Ulil Amri tiba dirumah Korban untuk dilakukan Visum luar memastikan penyebab awal kematian korban yang didampingi Penyidik dari Polsek Empang.

Dimana, hasil pemeriksaan luar oleh tim medis ditemukan luka lecet pada bibir bawah, terdapat luka gores pada pelipis mata sebelah kiri.

"Berdasarkan pemeriksaan medis, diduga korban meninggal akibat tenggelam atau kekurangan oksigen dengan adanya cairan sperma yang keluar pada alat kelamin korban" ungkap Kapolsek.

Korban pun langsung diserahkan kepada pihak keluarga dan disemayamkan di rumah duka.

Mn

Polres Loteng Tingkatkan Patroli Guna Cegah Kejahatan Jalanan Di KEK Mandalika.


Policewatch-Lombok Tengah

Polres Lombok Tengah meningkatkan patroli malam hari untuk mencegah kejahatan jalanan dan kejahatan lainnya pada sejumlah obyek wisata dan pusat keramaian di Kawasan Ekonomi Khusus Kuta Mandalika.

"Kita tingkatkan patroli di malam hari khususnya di kawasan kuta mandalika untuk mencegah aksi kejahatan jalanan seperti tawuran, begal dan aktivitas kriminal lainnya," kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK saat dikonfirmasi di Praya, Selasa (14/5).

Iwan pun mencontohkan giat patroli malam di dilakukan personel Polres Lombok Tengah di Kawasan Ekonomi Khusus wilayah Kuta Mandalika, Minggu (12/5), hal tersebut guna memastikan wilayah kawasan mandalika aman dan kondusif jelang dilaksanakan event - event nasional maupun internasional di wilayah tersebut.

Saat itu, lanjut dia, kegiatan patroli malam pihaknya mendapati para pemuda yang sedang nongkrong di wilayah tersebut dan menghimbau untuk tidak melakukan kegiatan negatif yang mengarah ke aksi kriminalitas.

"Kita himbau para pemuda untuk segera pulang. Kita himbau juga agar tidak melakukan kegiatan negatif yang mengarah ke aksi kriminalitas seperti konsumsi miras, narkoba bahkan menjadi pelaku kejahatan jalanan (begal)," ujar dia.

Iwan memastikan pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan patroli diwilayah kuta mandalika guna memberikan rasa aman dan nyaman mengingat banyak wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri yang berlibur di wilayah tersebut.

"Sampai saat ini hasil pantauan personel dilapangan situasi diwilayah selatan khususnya kawasan kuta mandalika masih terpantau aman, ini berkat kerjasama berbagai pihak," tuturnya. 

Namun demikian, dia berharap agar situasi seperti ini terus berlanjut, peran serta semua pihak mulai dari pihak kepolisian, TNI, pemerintah daerah dan masyarakat bersinergi mejaga keamanan yang selama ini terjaga dengan baik guna menyambut berbagai event skala nasional maupun internasional khususnya di kawasan kuta mandalika.

Mn

Marini: Desa Manggari Buat Gebrakan Baru, Kios Desa Dibuka Untuk Pengusaha Luar

 


Kuningan policewatch.news,-Marini, Kepala Desa Manggari  Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, saat ini tengah berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui Bumdes "Bangkit Mandiri". Salah satu strateginya adalah dengan mencari peluang baru di luar desa.

Di Mana menurut marini B umdes "Bangkit Mandiri" saat ini mengelola berbagai bidang usaha, seperti Penyewaan Kios desa, Lapak Ikan tawar di Oleced, Cafe, Permainan Play Station (PS) dan Penjualan pakan hewan, Pupuk tanaman dan Pertanian.

Namun, minat masyarakat Desa Manggari untuk menyewa kios dan menjalankan usaha di kios tersebut terbilang kurang.

"Penyewaan kios kita fokus dari awal kepada masyarakat Desa Manggari, kita utamakan untuk masyarakat desa Manggari agar bisa berusaha di tempat yang disediakan," ujar Marini.

"Namun sampai saat ini prospeknya kurang memuaskan. Minat masyarakat kurang untuk usaha di kios yang disediakan oleh Desa Manggari," lanjutnya.

Permasalahan ini menyebabkan PADes dari Bumdes "Bangkit Mandiri" tidak mencapai target yang diharapkan. Oleh karena itu, Marini berencana untuk mencari peluang baru di luar desa.


"Tahun depan kita mulai berani buat gebrakan keluar. Kita ingin desa Manggari punya pemasukan sesuai yang di harapkan dari awal melalui Bumdes," tegas Marini.

Salah satu langkah yang akan diambil adalah menawarkan kios desa kepada pengusaha atau pedagang di luar desa Manggari.

"Kios desa dengan bangunan dua lantai, di bangun sekitar tahun 2018. Ada sekitar 24 kios yang disediakan oleh Desa Manggari," terang Marini.

Marini berharap dengan membuka peluang bagi pengusaha atau pelaku usaha dari luar desa, Pendapatan Desa Manggari dapat meningkat dan Desa Manggari di harapkan bisa memiliki icon tersendiri.

"Desa Manggari tidak seperti Desa-desa lainnya. Tidak seperti Desa Cibulan dan Desa Sangkanurip ada yang bisa diandalkan sebagai pemasukan buat desa. Sementara Desa Manggari sendiri, hanya mengandalkan kios Desa " Pujasera Oleced'," papar Marini.

"Ada 24 kios di Pujasera Oleced dan Pasar ikan yang bisa diandalkan oleh Desa Manggari. Mau tidak mau Desa Manggari tahun depan mulai berani buat gebrakan keluar," tambahnya.

Marini menegaskan bahwa langkah ini sudah dipertimbangkan matang dan dilakukan secara terbuka.

"Sebelumnya kita sudah welcome terbuka kepada Masyarakat Manggari, kita mengajak masyarakat desa manggari untuk menggunakan Kios-kios yang disediakan oleh desa manggari  untuk tempat usaha mereka." jelasnya.

"Namun, masyarakat Desa Manggari kurang minat untuk menggunakan kios desa untuk usaha, mereka" akunya.

Marini optimis bahwa dengan membuka peluang baru di luar desa.Desa Manggari dapat mencapai target PADes dan memiliki icon tersendiri. (Guntur)

Dugaan Pungli di MTsN 1 Kuningan: Bantahan Kepala Sekolah Berbelit dan Penuh Kejanggalan

 


KUNINGAN, POLICEWATCH NEWS,+ Dugaan pungli di MTsN 1 Kuningan kembali memanas. Hal ini menyusul bantahan yang janggal dan berbelit-belit dari Kepala Sekolah, Iman Soiman Santoso M.Pd, saat diwawancarai oleh awak media Policewatch pada Rabu, (8/5/24}

Dimana dari awal pertemuan, Kepala Sekolah Iman Soiman M.Pd, bukanya memberikan penjelasan yang benar malah menunjukkan sikap yang janggal dan memberikan bantahan yang berbelit-belit.

Kejanggalan Pertama terlihat saat awak Media Policewatch  bertemu Soiman, yang mana kedatangannya  tidak sesuai waktu yang di janjikan untuk bertemu di sekolahnya.

Dan saat bertemu dengan Kepala Sekolah Soiman, awak Media Policewatch, melihat dirinya begitu

sibuk dengan telepon selulernya, sedang menelpon kesana kemari.

Bahkan ketika soiman akan memasuki pintu ruang kerjanya, dirinya  lupa membawa kunci pintunya, namun dirinya terus sibuk menelepon kesana kemari, sambil menunggu kunci cadangan ruang kantornya yang di antarkan oleh penjaga sekolah.

Hal ini seolah menunjukkan ketidak Profesionalan dan kurangnya persiapan Soiman dalam menghadapi awak Media.

Kejanggalan Kedua, terjadi pada saat Soiman, meminta awak Media Policewatch untuk mengisi buku tamu, dengan suara Keras di ikuti gerakan tangan menunjuk nunjuk kepada awak Media Policewarch untuk mengisi buku tamu.

Sikap ini menunjukkan ketidak pedulian dan arogansi Soiman terhadap Awak Media.

Kejanggalan Ketiga adalah bantahan Soiman yang tidak konsisten, di mana Soiman mengatakan bahwa dari Media Policewatch sudah pernah ada yang datang sebelumnya, meskipun awak Media Policewatch menegaskan sebaliknya. 

Namun Soiman tetap bersikeras bahwa sudah ada wartawan lain dari Media Policewatch juga yang datang ke sekolahnya, akan  tetapi soiman  tidak dapat menunjukkan bukti kedatangannya ketika di minta oleh awak Media Policewatch, hanya menyebutkan nama dari Media Policewatch, namanya "Iyan, orangnya beda bukan yang ini, orang nya agak kurus."  ucap Soiman.

Kejanggalan Keempat adalah alasan Soiman yang tidak masuk akal. Ketika Awak Media Policewatch meminta bukti buku tamu kepada Soiman, siapa sebenarnya orang yang datang mengaku dari Media Policewatch.

Soiman beralasan lupa mengisi buku tamu dan tidak dapat menunjukkan bukti kedatangan wartawan yang mengaku dari Media Policewatch, yang di akuinya  bernama " Iyan."

Alasan ini bisa di patahkan dan menimbulkan kecurigaan bahwa Soiman sengaja berbohong.


Kejanggalan Kelima adalah perilaku Soiman yang aneh, yang mendatangkan beberapa orang, namun anehnya soiman malah menanyakan salah satu orang yang datang ke sekolah nya. 

Siapa yang datang  apa itu temanya ? tanya soiman Kepada awak Media Policewatch.

Padahal sebelumnya  dari awal bertemu, sudah di sampaikan kalau kedatangan awak  Media Policewatch itu hanya sendiri.

Namun anehnya siapa  orang yang di tanyakan Soiman kepada awak Media Policewatch, Soiman sendiri justru mengenalinya dan memintanya ikut serta masuk ke ruang kantornya, bersama orang orang yang sudah ada lebih awal di ruangan kerjanya.

Bukannya mendapat penjelasan dan perlakuan  yang baik dari soiman justru beberapa orang di dalam ruangnya, di minta untuk memfoto awak Media Policewatch dan anehnya  juga ketika awak Media  Policewatch berpamitan, soiman malah meminta awak Media Policewatch untuk di foto dulu oleh soiman sambil  mengatakan ," saya tidak pernah ingin memperkaya diri sendiri kaya begini, apalagi cari kekayaan dari cara seperti ini."

Bahkan perlakuan Soiman kepada awak Media Policewatch tidak hanya sampai di situ ketika awak Media Policewatch berpamitan,  soiman pun meminta orang orang yang ada di ruang kantornya,  di perintahkannya untuk megambil foto awak Media Policewatch bahkan hingga memasuki mobil.

" , Foto foto, itu ..itu orang nya...Foto mana ada ga foto nya ." 

Ucap soiman kepada beberapa orang  yang datang dari awal di ruang kerjanya. 

Permintaan ini tidak relevan dengan konteks Wawancara dan menimbulkan pertanyaan tentang tujuan Soiman.

Kejanggalan-kejanggalan ini sangat memprihatinkan dan menimbulkan keraguan terhadap bantahan Soiman.

Selain kejanggalan-kejanggalan tersebut, ada beberapa poin penting yang perlu di garis bawahi:

Soiman tidak mengakui adanya Pungutan Rp.500.000 dan Rp 15.000, 

pungutan uang tersebut di lakukan oleh Komite sekolah dalam rapat dengan orang tua murid, itu urusan komite." Semua itu urusan komite." Ucap nya.

Soiman mengaku tidak mengetahuinya, karena dirinya juga tidak hadir di rapat tersebut dan Pungutan Rp.500.000 bukan permintaan atas dirinya.

' Saya tidak hadir dalam rapat itu dan bukan permintaan saya itu, tapi kalau harus dihadirkan orang tua siswa, saya bisa hadirin, saya teleponin semuanya." ucap Soiman.

Dan acara tersebut (Perpisahan kelas IX) yang memakan dana besar bukan atas pemintaan dan keinginan saya, melainkan orang tua murid sendiri yang memaksa saya, untuk acara perpisahan harus wah , seperti tahun tahun sebelumnya. 

" Saya menolak dari  awal kalau acara perpisahan harus wah, tapi ini kan karena saya di paksa orang tua siswa untuk acara perpisahan jadi wah."

Dan mengenai  uang yang Rp.15.000, menurut soiman masih dalam penggodokan, kenapa malah media sudah pada kesini. 

." Kemarin iyan, dari Media Policewatch, nanti wartawan dari media yang lain juga pasti pada banyak datang ke sini, Kebiasaan semua wartawan ."  sebut soiman.

Sampai di sini bisa terlihat bagaimana Kepala Sekolah Mtsn 1 Kuningan, Soiman tidak bisa menjelaskan atau memberikan jawaban secara detail tentang apakah benar uang Rp. 500.000, murni permintaan orang tua murid tanpa ada tekanan dari pihak sekolah terhadap orang tua murid. (RED)

Cukup Sehari Saja, Tim Puma 2 Polres Bima Kota Ringkus Pelaku Pembobol Rumah


Policewatch-Kota Bima

 Kerja cepat dan terukur ditunjukkan oleh Tim Puma 2 Sat Reskrim Polres Bima Kota dalam mengungkap dan menangkap pelaku tindak pidana pembobolan rumah di wilayah hukum Polres Bima Kota. Dalam waktu kurang dari sehari, Tim Puma 2 yang dipimpin oleh Katim Aiptu Hero Suharjo berhasil meringkus pelaku pembobolan rumah yang telah menguras barang berharga milik korbannya.

Kabar penangkapan ini disampaikan oleh Kapolres Bima Kota AKBP Yudha Pranata melalui P.s Kasubseksi Pidm Sie Humas Aipda Nasrun pada Selasa pagi, 14 Mei 2024.

Aipda Nasrun menjelaskan bahwa laporan pengaduan dari korban diterima pada Minggu kemarin. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Puma 2 bergerak cepat dan berhasil meringkus pelaku pada Senin sekitar pukul 13.00 WITA. Pelaku, RJ (21 tahun), warga Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, tak berkutik saat ditangkap oleh Tim Puma 2 setelah ketahuan menguras sejumlah barang berharga milik korban yang merupakan warga kecamatan yang sama dengan pelaku.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh Tim Puma 2 antara lain uang sejumlah 22 juta, tas berwarna hitam, dan celengan. Kronologi kejadian yang diungkap oleh Kasat Reskrim menjelaskan bahwa korban sedang tidur di kamarnya dan saat bangun mendapati pintu rumahnya sudah terbuka. Setelah mengecek, korban menyadari bahwa celengannya yang disimpan di dalam tas berwarna hitam yang digantung di tembok kamarnya telah hilang.

"Pelaku mengakui telah membobol rumah korban dan mengambil celengan milik korban," jelas Aipda Nasrun. Kini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mako Polres Bima Kota untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Dengan penangkapan ini, Polres Bima Kota menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan respon cepat terhadap laporan tindak kriminal.

Mn

Kades Tadewa Didampingi Bhabinsa Serahkan Senpi Rakitan pada Tim Puma 1 Polres Bima Kota

 


Policewatch-Kota Bima.

 Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta membantu aparat penegak hukum, Edyson, Kepala Desa Tadewa, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, melakukan tindakan terpuji dengan menyerahkan sepucuk senjata api (Senpi) rakitan laras pendek kepada Tim Puma 1 Sat Reskrim Polres Bima Kota. Penyerahan tersebut berlangsung pada Senin, 13 Mei 2024, sekitar pukul 14.00 WITA di Mako Polres Bima Kota.

Didampingi oleh Bhabinsa setempat, Kades Tadewa menyerahkan senjata api rakitan tersebut kepada Tim Puma 1 yang dipimpin oleh Katim Aiptu Abdul Hafid beserta anggotanya. Kabar penyerahan ini disampaikan oleh Kapolres Bima Kota AKBP Yudha Pranata S.I.K., S.H melalui P.s Kasubseksi Pidm Sie Humas Aipda Nasrun pada Selasa pagi.

Aipda Nasrun menjelaskan bahwa senjata api rakitan yang diserahkan oleh Kades Tadewa merupakan milik salah satu warga yang secara sadar dan taat hukum tidak ingin memiliki senjata api yang melanggar aturan hukum yang berlaku. Penyerahan senjata api tersebut juga disaksikan oleh Bhabinsa dan tokoh masyarakat setempat.

"Mewakili Kapolres Bima Kota AKBP Yudha Pranata S.I.K., S.H, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kesadaran dan ketaatan hukum yang ditunjukkan oleh warga Desa Tadewa yang telah menyerahkan senpi tersebut," ujar Aipda Nasrun.

Tindakan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi warga lainnya untuk ikut serta dalam menjaga kamtibmas dan mendukung upaya penegakan hukum di wilayah Bima. Penyerahan senjata api secara sukarela menunjukkan tingginya kesadaran hukum di masyarakat dan kerjasama yang baik antara aparat desa, Bhabinsa, dan kepolisian.

Mn

Sat Polair Gelar KRYD Jelang WWF ke 10 du Bali


Policewatch-Lombok Utara

Sat Polair  Polres Lombok Utara  Polda NTB, Polda gelar patroli laut jelang kegiatan patroli untuk memaksimalkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

KRYD ini dilaksanakan untuk mengimbangi Operasi Puri Agung 2024 oleh jajaran Polda Bali dalam memberikan pengamanan World Water Forum (WWF)  ke 10 yang akan digelar tinggal beberapa hari kedepan yaitu tanggal, 18 Mei 2024 di Nusa Dua Bali.

Hal ini disampaikan oleh Kasat Polair Polres Lombok Utara  Iptu Henni Adriani  saat mewakili Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro S.I.K. M.Si. usai melaksanakan kegiatan patroli di wilayah  perairan di Kecamatan Pemenang KLU, 13/5/2024.

Dalam kegiatan KRYD ini Sat Polair rutin lakukan patroli air  yang di lakukan oleh anggotanya  dengan menggunakan kapal yang di miliki oleh Sat Polair. guna kelancaran pengamanan kegiatan WWF di Bali.

Kasat Polair menyampaikan bahwa wilayah Kabupaten Lombok Utara yang merupakan sebagian besar perairan serta daerah Destinasi wisata , khususnya Kecamatan Pemenang yang memiliki 3 Gili , termasuk jalur transportasi past boat yang di gunakan oleh wisatawan lokal maupun mancanegara untuk wisata ke Lombok Utara. Ulasnya 

Henni menyampaikan kegiatan KRYD  ini sebagai bentuk imbangan guna  mendukung kegiatan WWF ke -10 di Nusa Dua Bali. yang menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah yang akan  digelar di Pulau Bali.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut  dipandang perlu  Sat Polair Polres Lombok Utara untuk pengamanan  patroli imbangan dalam rangka mengamankan suksesnya WWF tersebut.

Dalam kegiatan ini Indonesia menjadi tuan rumah yang akan di hadiri oleh beberapa Kepala Negara serta partisipan , matahari itu 

Polri wajib untuk menjamin keamanan dan kenyamanan  kegiatan tersebut.Beber Kasat Polair 

Salah satu keguatan yang kita laksanakan yaitu patroli laut guna mengantisipasi potensi gangguan yang dapat menggagalkan kegiatan di Bali. dengan menyasar ke Pelabuhan dan perairan yang ada di Kabupaten Lombok Utara.

Kasat Polair berharap dengan adanya event internasional ini kami mengajak peran serta masyarakat agar kegiatan WWF dapat berjalan dengan aman dan nyaman  untuk bisa tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menjaga harkamtibmas atas kegiatan tersebut. Pungkasnya

Mn