Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polres Sumbawa Barat Beri Pengamanan Hiburan Rona-rona

 


Policewatch-Sumbawa barat.

Sebagai Wujud dukungan terhadap program Kapolri tentang penguatan Harkamtibmas termasuk dalam membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap Kamtibmas, Kepolisian Resort Sumbawa Barat melakukan pengamanan serta patroli dialogis terhadap kegiatan hiburan masyarakat yang berlangsung di Dermaga Labuhan Lalar, (06/05/2023).

Kegiatan ini melibatkan 4 personel regu piket Polsek Taliwang Bhabinsa dipimpin langsung Kapolsek  Taliwang Akp Mulyadi S.sos  yang terkenal ramah humanis dengan masyaraka untuk memberikan pengamanan serta memantau kelancaran hiburan untuk masyarakat tersebut, dengan tujuan mengantisipasi sekecil apapun masalah yang berpotensi mengganggu kelancaran dari hiburan masyarakat.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap SIK melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat Ipda Eddy Soebandi S.Sos mengatakan jenis kegiatan hiburan masyarakat tersebut berupa Hiburan Rona-rona. Hiburan seperti ini memang diminati sebagian masyarakat, sehingga untuk memberikan Ketentraman dan keamanan tentu perlu pengawalan dan pengamanan aparat kepolisian.

"Kami telah memerintahkan personel piket Polsek Taliwang untuk mengantisipasi gangguan terhadap pelaksanaan hiburan Rona-rona tersebut dengan menempatkan personel di lokasi,"jelasnya.

Personel yang berjaga, lanjut Eddy, disamping melakukan pengamanan secara patroli dengan berkeliling di lokasi hiburan, juga melakukan dialog dengan penonton untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan.

"Personel juga melakukan patroli dialogis kepada masyarakat untuk mengajak menjaga dan memelihara Kamtibmas, bukan hanya di tempat hiburan Rona-rona ini tetapi juga di lingkungan nya masing-masing,"beber Eddy.

Kegiatan pengamanan dan patroli serupa ini tetap dilakukan secara rutin di seluruh wilayah hukum polres Sumbawa barat terlebih pada kegiatan masyarakat seperti hiburan yang diselenggarakan tersebut, bertujuan agar Kamtibmas di Sumbawa Barat tetap terpelihara dengan baik,"tutupnya.

MN 

Rutin Cegah Balap Liar, Kapolsek Selaparang Bersama Unit Patroli Pantau Jalan Udayana

 

POLICEWATCH-Mataram.

Kapolsek Selaparang Iptu I Putu Sastrawan SH bersama Unit Patroli Polsek Selaparang Polresta Mataram rutin melakukan pemantauan cegah aksi balap liar di Jalan Udayana, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Minggu, (07/05/2023) dini hari 

Unit Patroli tersebut terdiri dari gabungan Piket Fungsi yang dipimpin langsung Kapolsek Selaparang di dampingi Pawas Aipda Heri Sutomo dengan 7 personel Polsek Selaparang.

Kapolresta Mataram melalui Kapolsek Selaparang Iptu I Putu Sastrawan SH mengatakan bahwa mulai dari pukul 02.00 Wita, secara rutin melaksanakan Kegiatan Rutin yang ditingkatkan ( KRYD ) sebagai antisipasi gangguan kamtibmas dan balap liar di  jalan Udayana.

Setibanya di lokasi hasil pemantauan benar saja ditemukan banyak anak-anak muda yang berkumpul dan langsung membubarkan diri, kata Kapolsek

Menurutnya harus terus dilakukan upaya pemantauan karena aksi balap liar tersebut seperti melihat kelengahan petugas.

Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang selalu memberikan informasi adanya percobaan untuk melakukan aksi balap liar, ungkapnya 

Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor secara selektif baik berupa bentuk fisik dan kelengkapan surat diseputaran lokasi yang mencurigakan apabila ditemukan kita amankan ke Mako.

Kapolsek juga melakukan dialogis dan menghimbau kepada warga seputaran agar meningkatkan kewaspadaan terhadap  kasus 3C, (Curat, Curat dan Curanmor) serta terhadap kendaraan roda 2 agar diparkir ditempat aman terpantau serta ditambahkan kunci ganda.

Kemudian selama dilakukan pemantauan tidak ada ditemukan hal-hal yang mencurigakan dan kegiatan berakhir pada pukul 05.00 wita situasi aman lancar, tertib dan kondusif, pungkasnya.

MN 

Polsek Sandubaya Lakukan Mediasi Atas Perkelahian Yang terjadi di Wilayah Hukumnya

 


POLICEWATCH-Mataram.

Atas kesalahfahaman warga masyarakat di wilayah hukum nya, Piket Pawas dan Kepala SPKT Polsek Sandubaya melakukan kegiatan mediasi permasalahan perkelahian yang terjadi antar warga.

Mediasi yang  berlangsung di Mapolsek Sandubaya ini menghadirkan kedua belah pihak yang bertikai antara Rania, (23) Perempuan, alamat Labuapi, Lombok Barat dengan Rezalia, perempuan (22) alamat Cakranegara, Kota Mataram, (06/05/2023).

Kapolsek Sandubaya Kompol Moh Nasrullah SIK saat dikonfirmasi media ini membenarkan adanya warga masyarakat yang melakukan upaya mediasi atas permasalahan yang terjadi antar keduanya.

Diceritakan Kapolsek, awal mula peristiwa perkelahian antara kedua perempuan tersebut lantaran kesalahfahaman sehingga menimbulkan perkelahian. Agar ini tidak berlanjut kedua perempuan diajak ke Mapolsek Sandubaya untuk berdiskusi dan berdialog secara kekeluargaan atas sebab-sebab perkelahian tersebut.

Dengan disaksikan petugas SPKT kedua belah pihak akhirnya menyadari tindakan-tindakan yang dilakukannya. Keduanya sepakat untuk berdamai serta berjanji untuk tidak melakukan hal yang sama.

"Dengan menandatangani surat perjanjian damai kedua belah pihak akhirnya saling memaafkan. Masalahnya Alhamdulillah sudah selesai secara kekeluargaan," jelas Kapolsek.

Kapolsek berharap kepada masyarakat agar setiap ada permasalahan sedapat mungkin dapat diselesaikan secara kekeluargaan seperti ini. Cara ini menurut Kapolsek dapat mempengaruhi Kondusifitas Kamtibmas tetap terjaga.

Kepada seluruh anggota Polsek Sandubaya agar selalu peka terhadap semua peristiwa yang terjadi di masyarakat, karena dengan respon cepat semua permasalahan tentu dapat diantisipasi, dengan demikian tidak mempengaruhi Kamtibmas yang telah tercipta Kondusif.

MN 

Tiga Pesan Penting untuk Politisi NTB Usai Pertemuan PDIP & Gelora

 


Policewatch-Mataram.

Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat mendatangi Kantor DPW Partai Gelora NTB pada Sabtu (6/5/2023) siang di Mataram. Kunjungan Rachmat Hidayat tersebut wujud silaturrahim sekaligus mengonfirmasi beredarnya isu aktual politik di NTB.

Rachmat Hidayat bersama rombongan diterima langsung Ketua DPW Partai Gelora NTB Lalu Pahrurrozi. Pertemuan sekitar satu jam tersebut berlangsung hangat. 

"Ini silaturrahim, sekaligus juga saya menggali informasi kalau kegaduhan yang terjadi di NTB ini dipolitisir oleh partai merah dan biru. Setelah saya konfirmasi ke sini, ternyata benar. Tudingan tersebut beredar luas," kata Rachmat Hidayat usai pertemuan. 


Rachmat yang juga anggota DPR RI itu menuturkan tudingan yang ada tersebut akan ia jadikan rujukan dalam menentukan arah dan sikap politiknya di NTB ke depan. Ia tak ingin terburu-buru bersikap. Ia akan meneropong seperti apa perkembangan dan dinamika politik NTB yang akan datang. 

"Tapi saya tidak tanggapi itu (tudingan) terlalu jauh, kita lihat perkembangan. Itu saja yang mau saya sampaikan," pungkas Rachmat. 

Senada dengan Rachmat, Ketua DPW Partai Gelora NTB Lalu Pahrurrozi tak menampik adanya pembicaraan intens dirinya dengan Rachmat ihwah isu politik terkini di NTB. Hal itu terutama usai gaduh yang ditimbulkan terkait dibukanya utang pemprov NTB kepada kontraktor.

"Alhamdulillah kami ini sangat berterima kasih kepada Om Rachmat yang telah datang memberikan masukan dan wejangan kepada kita sebagai politis yang lebih muda," kata pria yang akrap disapa Oji itu.


Oji memaparkan, pelajaran pertama yang ia peroleh dari sosok Rachmat adalah bagaimana mengelola pikiran dan sikap di tengah riuh rendahnya suhu politik. Cerita yang membuatnya banyak terkesan adalah bagaimana Rachmat merawat hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sejak puluhan tahun yang lalu.

"Yang kita tangkap dari Om Rachmat adalah kemampuan beliau menjaga hubungan dengan Ibu Mega. Kita dikasi resep rahasia yang bisa ditindaklanjuti dan menjadi pegangan kita sebagai politisi yang lebih muda," terang Oji. 

Kata kunci yang ia serap dari Rachmat adalah politisi tidak boleh mudah baperan. Apalagi untuk sekelas pemimpin di daerah. Pemimpin, kata Oji mesti memiliki keluasan hati untuk menerima kritik. 

"Yang mungkin juga perlu diteladani politisi di NTB supaya tidak baperan. Dengan memiliki resep rahasia dari Om Rachmat, saya sih berharap yang baperan ini belajar ke beliau. Supaya bisa lebih wise. Tidak tinggi hati, merendahkan orang lain," tukasnya. 

Topik selanjutnya yang mereka bahas adalah perihal kepemimpinan. Bagaimana kepemimpinan yang baik khususnya dalam skala daerah NTB ke depan.

"Beliau banyak memberikan kisi-kisi

tentang kepemimpinan yang ideal, yang semestinya dibawa bagi siapapun yang memimpin di NTB," paparnya.

Rachmat, kata Oji adalah senior sekaligus guru politik bagi semua politisi di NTB. Dengan sepak terjangnya selama ini, sejak zaman PDI di bawah tekanan orde baru, Rachmat mampu tetap eksis hingga hari ini. 

Oji berujar, dalam beberapa momen pidato Ketua Umum PDIP Megawati sering menyebut khusus nama Rachmat bersamaan dengan dua nama lain Komaruddin dan mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo pejuang setia PDIP. Hal itu, kata Oji menandakan Ketua DPD PDIP itu merupakan salah satu kader senior kesayangan Megawati.

"Om Rachmat ini guru politik, yang dalam lakunya sebagai politisi kita banyak belajar. Kita bisa katakan Om Rachmat ini seperti pemegang kunci. Tapi beliau tadi masih agak bersabar menanggapi riak-riak yang ada. Dari sana kita belajar soal timing, soal momentum," ucap Oji.

Diakhir acara Ketua DPW Partai Gelora NTB memberikan cinderamata buku karangan Anis Matta berjudul Pesan Islam Menghadapi Krisis dan buku karangan Fahri Hamzah berjudul Negara , BUMN dan Kesejahraan Rakyat kepada Rachmat Hidayat sebagai bentuk ikatan persahabatan antara PDIP NTB dan Gelora NTB.

"MN"

Tim Resmob Polres Lombok Tengah Buru Pelaku Perampokan Indomart di Baypas


Policewatch Lombok Tengah.

Tim Resmob Polres Lombok Tengah bersama Unit Reskrim Polsek Pujut buru pelaku perampokan karyawan toko Indomart di jalan Baypas Tanak Awu Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah pada Sabtu 06/05/2023 sekitar pukul 06.30 wita.

Adapun kronologis kejadian berdasarkan keterangan korban, sekitar pukul 06.25 wita, korban datang bersama dengan temannya di toko, kemudian membuka toko untuk melaksanakan jaga toko.

Sekitar pukul 06.30 wita datang seorang laki-laki yang tidak dikenal masuk ke dalam Indomart dan langsung menodongkan parang berukuran sekitar ± 65 cm kearah korban dan temannya sambil memaksa korban untuk menyerahkan Handphone dan konci berangkas toko.

Karena takut, kedua korban langsung menyerahkan Handphonenya dan pelaku menyuruh korban untuk membuka berangkas toko. Setelah itu korban dipaksa untuk mengambil uang di dalam berangkas tersebut kemudian menyerahkannya kepada pelaku, setelah itu pelaku langsung keluar toko dan mengonci korban dari luar. 

Isi pada berangkas toko tersebut berupa uang sejumlah ± Rp. 17.000.000 dengan total kerugian diperkirakan sebanyak Rp 21.400.000.

Korban Langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pujut untuk ditindaklanjuti.

Korban atas nama Ayu Safitri, perempuan, 25 tahun alamat Dusun Gerunung, Desa Ranggegate, Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Irfan Nurmansyah, SIK, MM melalui Kapolsek Pujut IPTU Samsul Bahri yang dihubungi membenarkan adanya laporan tentang peristiwa tersebut dan mengatakan.

"Anggota Unit Reskrim Polsek Pujut sudah  turun ke TKP melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi. Saat ini pelaku masih lidik" tutup IPTU Samsul Bahri.

Mn

          

Kerap Beraksi Di Jalan Bypass BIL Pelaku Begal Diringkus Resmob Loteng

 


Policewatch-Lombok Tengah.

 Resmob Satuan Reskrim Polres Lombok Tengah berhasil meringkus terduga pelaku begal yang kerap beraksi di Jalan Bypass BIL. 

"Pelaku adalah seorang pria berinisial K, ditangkap pada Minggu 30 Maret kemarin di depan rumahnya di Desa Kuta Kecamatan Pujut" kata Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah IPTU Hizkia Siagian, STK, SIK, Jumat, di Praya. 

Hizkia Siagian mengatakan bahwa penangkapan terduga pelaku itu merupakan buah hasil dari pengembangan seorang pelaku berinisial J yang berhasil ditangkap sebelumnya. 

Sebelum diciduk, komplotan itu beraksi di Jalan Bypass BIL Labulia dengan mencoba merampas handpone milik korban pada tanggal 17 Maret bulan lalu. 

"Selain itu, terduga pelaku juga mengaku telah mencuri sepeda motor milik WNA di Kawasan Mandalika Kuta," terang Hizkia. 

Hizkia mengatakan, kini kedua orang pelaku yang diringkus itu akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya penjara paling lama sembilan tahun.

Mn

Hadiri HUT YKB ke 43, Djoko Poerwanto Apresiasi Partisipasi YKB Memajukan Pendidikan di NTB


Policewatch-Matarram.

Kapolda NTB menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari yang ke-43 tahun 2023 yang diselenggarakan di Gedung Sasana Dharma Polda NTB (05/05/2023).

HUT Tahun ini mengambil tema "Yayasan Kemala Bhayangkari Mendukung Terlaksananya Nilai Kebhayangkaraan Dengan Semangat Merdeka Belajar di Seluruh Satuan Pendidikan Kemala Bhayangkari". 

Kegiatan dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah NTB beserta pengurus, Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari NTB, segenap PJU Polda NTB serta para undangan lainnya yang berkesempatan hadir pada acara ini.

Pada kesempatan itu, Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto mengatakan bahwa Bhayangkari Polda NTB telah berpartisipasi aktif di dalam dunia pendidikan yang ada di Provinsi NTB. Salah satunya dengan adanya Anjungan Cerdas Bhayangkari Cendikia dan pembangunan Sekolah Satu Atap di Teluk Gok, Lombok Barat tentu akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya dunia pendidikan.


Dirinya menyampaikan apresiasi serta ucapan terimakasih atas peran dan kontribusi seluruh anggota dan pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) bagi kelancaran pelaksanaan tugas Polri di Polda NTB.

Djoko, sapaan akrab Jenderal bintang dua ini  berharap agar kedepan kegiatan Bhayangkari lebih ditingkatkan untuk kemajuan Yayasan Kemala Bhayangkari dan dapat bermanfaat bagi masyarakat di Provinsi NTB.

"Semoga Keberadaan Bhayangkari di darah NTB mampu memberikan manfaat untuk masa yang akan datang,"tutupnya.

Mn


Polsek Kawasan Mandalika Tingkatkan Patroli Blue Light di Jalan By Pass Mandalika


Policewatch-Lombok Tengah.

Polres Lombok Tengah melalui Polsek Kawasan Mandalika menurunkan sejumlah personel untuk meningkatkan patroli rutin di Jalan Bypass Mandalika untuk menciptakan keamanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan bentuk respon cepat atas laporan dari masyarakat percobaan pembegalan di Jalan By Pass Mandalika," Jelas Kapolsek Kawasan Mandalika IPTU Kadek Suhendra. 

Dalam hal ini, terang Kapolsek, Polsek Kawasan Mandalika sendiri akan terus meningkatkan kegiatan preventif berupa Patroli Blue Light di sepanjang By Pass Mandalika guna mencegah terjadinya aksi kejahatan terutama 3 C (Curat, Curas dan Curanmor). 

Kegiatan preventif berupa Patroli Blue Light ini dilakukan senantiasa untuk menciptakan rasa aman dan nyaman baik masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke wilayah Mandalika. 

"Patroli pada jam-jam rawan seperti ini akan terus kita lakukan dan tingkatkan, demi mencegah terjadinya niat dari pelaku kejahatan hingga terjadi aksi kriminalitas,” tambah Kapolsek. 

Ia juga mengatakan, kegiatan patroli tersebut tidak hanya dilakukan pada malam hari saja, akan tetapi pada siang hari juga akan terus ditingkatkan.

Dirinya juga berharap dengan dilaksanakannya patroli rutin, situasi di Kabupaten Lombok Tengah khususnya di Kawasan Mandalika tetap kondusif dan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Mn

Sempat Buron, "ND" Berhasil Disergap Unit Reskrim Polsek Kawasan Mandalika

 


POLICEWATCH-LOMBOK TENGAH.

 Sempat buron selama beberapa hari, terduga pelaku maling motor "ND", laki laki, asal  Dusun Peras, Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah berhasil disergap Unit Reskrim Polsek Kawasan Mandalika bersama tim Resmob Satreskrim Polres Lombok Tengah pada Kamis 04/05/2023.

Saat dilakukan penyergapan dari tangan terduga pelaku  "ND" berhasil diamankan barang bukti berupa baju kaos warna kuning yang digunakan saat beraksi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Lombok Tengah AKBP Irfan Nurmansyah, SIK, MM melalui Kapolsek Kawasan Mandalika IPTU Kadek Suhendra.

"Terduga pelaku "ND" sempat bersembunyi, namun anggota tidak mau kalah akal, setelah diketahui tempat persembunyiannya langsung kita sergap" Kata IPTU Kadek Suhendra. Jumat 05/05/2023.

"Terduga pelaku "ND" disergap di sekitar jalan raya  Bypass Mandalika tanpa perlawanan" Terang Kadek Suhendra.

Setelah di lakukan introgasi awal terhadap terduga pelaku "ND" mengakui semua perbuatannya bersama dengan terduga pelaku " A" yang sebelumnya sudah di tangkap terlebih dahulu.

Saat ini terduga pelaku dan barang bukti telah di bawa ke Polres Lombok Tengah untuk kepentingan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

TKP pencurian di parkiran Mewali Villa, Dusun Merendeng  Desa  Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah berupa sepeda motor honda jenis beat dengan Nopol DR 3484 UO

Mn

           

Pengguna Jalan Keluhkan Truk Penganggkut Limbah Plastik Diduga Dari PT. Mega Buana Paper Mills Yang Keluarkan Air Berceceran

 




POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN- Pengguna jalan keluhkan Truk penggangkut limbah plastik yang keluarkan air yang sering berceceran di jalan Raya Beji Kabupaten Pasuruan.

Hal ini diungkapkan salah satu pengguna jalan Raya Beji-Surabaya ke awak media dan ia sempat mengabadikan lewat ponsel pribadinya, jika ada truk penggangkut limbah plastik yang keluar dari salah satu perusahaan pengelolahan kardus bekas di Daerah Kecamatan Beji sering mengeluarkan air dan berceceran di jalan.

"Ya, saya sering melalui jalan Raya Beji-Surabaya, berkali-kali saya menjumpai truk penggangkut limbah plastik tersebut dan saya sangat menyayangkan sang supir tidak mengemasnya secara rapi supaya air tidak berceceran dan menggenai muka atau kendaraan orang lain yang di belakangnya,"ungkapnya. Jumat ( 05/05/2023)

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau seperti ini terus atau sengaja di biarkan, saya akan viralkan vidio saya ke media Sosial biar ada tindakan dari pihak-pihak yang terkait.

"Saya tidak segan-segan untuk memviralkan vidio yang saya dapat supaya pengguna jalan tidak dirugikan,"terangnya.


Disisi lain warga setempat yang tak jauh dari perusahaan PT. Mega Buana Peper Mills saat di wawancarai awak media ia membenarkan jika truk penggangkut limbah Plastik tersebut sering keluar masuk dari Perusahaan tersebut.

"Yang saya tau memang truk tersebut sering keluar masuk dari perusahaan dan mengangkut limbah plastik, kalau mengeluarkan air ya...sering kali kami melihatnya,"ungkapnya.

Sementara itu Handoko Humas PT. Mega Buana Paper Mills saat di Konfirmasi melalui pesan singkat Whatshapp, ia menepisnya dan meminta Nopol Truk tersebut untuk di telusuri.

"Yang model begini bukan, karena pasti tidak bisa lewat Viaduk Gempol,"balasnya dalam pesan singkat.(Dr)

Sebagai Mitra Kerja, LIPAN RI Audensi dan Silaturahmi Bersama Menteri ATR/Kepala BPN

 




Red,policewatch.news,- Jakarta - Kebutuhan masyarakat akan tanah akan terus meningkat dari tahun ke tahun, Kondisi ini menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah pertanahan seperti tumpang tindih ataupun sengketa kepemilikan hak atas tanah. Perlu ada kesadaran dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan sengketa pertanahan yang timbul akibat dari kebutuhan persediaan tanah yang semakin meningkat. Permasalahan pertanahan seperti ini perlu segera diselesaikan. Pemerintah khususnya Kementerian ATR/BPN perlu memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam bentuk sertipikat sebagai jaminan kepastian hukum agar terhindar dari konflik dan sengketa pertanahan.

Menindaklanjuti banyaknya pengaduan masyarakat dan maraknya Oknum Mafia Tanah, Lembaga Investigasi Dan Pengawasan Aset Negara Republik Indonesia (Lipan RI) melakukan silaturahmi dan audensi serta sinergitas sebagai Mitra Kerja Utama dengan Kementerian ATR/BPN, dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kementerian ATR/BPN di Jalan Sisingamangaraja No. 2 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 03 Mei 2023.

Pada kesempatan tersebut Ketua LIPAN RI  Harun Prayitno, SE., SH didampingi Sekjen M. Nur Ridwan, SH ,  Ketua Divisi Investigasi Yudo Haryanto dan Ketua Divisi Infokom Yandi Nurarifiandi, S.Sos beserta rombongan diterima langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto  Bersama Direktur Jenderal dan jajaran Kementerian ATR/BPN.

Menurut Ketua Lipan RI, Pada pertemuan tersebut masih dalam suasana halal bihalal hari raya Idul Fitri, Silaturahmi yang dilakukan juga dalam rangka menjalin sinergitas  sebagai Mitra Kerja dalam menyalurkan aspirasi masyarakat serta tindak lanjut berbagai pengaduan Masyarakat terkait masalah pertanahan. Terdapat beberapa poin penting yang menjadi bahasan dalam pertemuan tersebut, terutama maraknya Oknum Mafia Tanah dan solusi mengatasi permasalahan sengketa pertanahan di Indonesia yang timbul akibat dari kebutuhan persediaan tanah yang semakin meningkat serta dalam rangka  memberikan Kepastian Hukum dan Hak Ekonomi kepada Masyarakat.


Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN, Marsekal TNI (Purn) Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P  secara langsung menyampaikan ucapan Terima Kasih atas kunjungan Lipan RI beserta rombongan. Pada kesempatan tersebut Hadi Tjahjanto mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Lipan RI khususnya dalam rangka memediasi dan membantu Masyarakat mengurai berbagai permasalahan pertanahan serta telah membantu mensosialisasikan berbagai program yang sedang dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN kepada masyarakat. 

Menteri ATR/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto menjelaskan saat ini Kementerian ATR/BPN sedang mempercepat penyusunan 2.000 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk mendukung peningkatan investasi di Indonesia. Hal ini juga membutuhkan dukungan dari 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. "Karena dengan adanya investasi maka akan menarik tenaga kerja, meningkatkan nilai ekonomi. Di samping itu, nilai tanah juga akan naik. Ini yang sedang kita kerjakan," tambah Menteri ATR/Kepala BPN.

Lebih lanjut, Hadi Tjahjanto yang juga Mantan Panglima TNI  ke- 20 tersebut menginformasikan terkait progres pendaftaran tanah di Indonesia. Ia mengatakan, saat ini pemerintah terus mempercepat legalisasi aset dengan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). "Targetnya sampai 2025 kita daftarkan 126 juta bidang tanah, yang sudah terealisasi 101 juta bidang," tutur Menteri ATR/Kepala BPN. 

Kementerian ATR/Kepala BPN, saat ini juga telah meluncurkan Gerakan Nasional Sertipikasi Tanah Wakaf, Rumah Ibadah, dan Pesantren. “Hal ini bertujuan agar tanah-tanah wakaf yang diniatkan para wakif (orang yang mewakafkan harta bendanya, red) ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan ibadah dan umat,” terangnya. 

Hadi Tjahjanto  mengungkapkan, program sertipikasi yang menyasar tanah wakaf ini juga sebagai bentuk tanggung jawab Kementerian ATR/BPN untuk menjaga niat baik para wakif. “Karena para wakif ini kan mewakafkan hartanya, sebagai salah satu upaya sebagai amal jariah yang terus mengalir pahalanya. Sehingga, adanya sertipikasi ini membuat tanah wakaf tetap terjaga dan tidak diselewengkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab,” jelasnya

Lebih lanjut Menteri ATR/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto menyampaikan, dengan kunjungan dan audensi ini  Semoga kedepan terjalin silaturahmi dan sinergitas sebagai Mitra Kerja yang baik di masa yang akan datang antara Kementerian ATR/BPN dengan Lembaga Investigasi Dan Pengawasan Aset Negara Republik Indonesia (Lipan RI). Untuk meningkatkan sinergitas Sebagai Mitra Kerja, Hadi Tjahjanto  menyampaikan siap bersinergi Bersama dimana hal tersebut sangat membantu sekali dalam proses penyaluran aspirasi dan penyelesaiaan berbagai pengaduan masyarakat tentang permasalahan pertanahan di Indonesia.(Jamal) 

Ratusan Personel Polresta Mataram Mendapat Surat Perintah Menjadi Polisi Lingkungan

 


POLICEWATCH-Mataram.

Kapolresta Mataram mengeluarkan Surat Perintah kepada 668 personel Polresta Mataram untuk menjadi Polisi Lingkungan yang akan ditempatkan pada masing-masing lingkungan di seluruh wilayah hukum Polresta Mataram.

Ke 668 personel Polresta Mataram tersebut tertuang dalam Surat Perintah (SP) Kapolresta Mataram nomor : Sprin / 716 / IV / KEP../2023 tertangga 12 April 2023 tentang Penanggung jawab Program Prioritas Kapolri Quick Wins TW 2 tahun 2023 Polres Kota Mataram.

Dalam Surat Perintah tersebut Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH memerintahkan kepada 668 personel Polresta untuk ditunjuk sebagai Polisi Lingkungan di wilayah penugasan masing-masing mulai tanggal 6 April hingga 6 Juli 2023.

Berdasarkan hasil konfirmasi media ini dengan Kapolresta Mataram, bahwa keberadaan Polisi Lingkungan tersebut berdasarkan surat Perintah Kapolri dan kemudian di tindak lanjuti oleh Polresta Mataram.

Menurutnya, yang menjadi Penanggung jawab Program Polisi Lingkungan tersebut adalah Kapolresta Mataram, kemudian didampingi Wakapolresta Mataram sebagai wakil Penanggung jawab, dan Kasat Binmas selaku Koordinator.

Dalam pelaksanaan tugasnya, lanjut Kapolresta, Personel disamping menjalankan tugas pokok dan tanggung jawab sehari-hari sebagai Polisi, juga menjalankan tugas sebagai Polisi Lingkungan dengan membangun komunikasi dengan masyarakat sehingga seluruh permasalahan yang terjadi dilingkungan masyarakat diketahui lebih cepat serta segala yang diketahui didalam lingkungan masing-masing harus dilaporkan kepada penanggung jawab Polisi Lingkungan.

"Polisi lingkungan ini diharapkan dapat mempercepat memperoleh segala informasi yang terjadi di lingkungan masyarakat, disamping itu dapat menambah kedekatan antara polisi dengan masyarakat,"pungkasnya.

MN 

Di Dua Tempat Tim Opsenal Resnarkoba Polresta Mataram Temukan Barang Bukti Total 60,27 Gram Sabu

 


POLICEWATCH-Mataram.

Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polresta Mataram melakukan penggeledahan di dua rumah di wilayah Cakranegara Kota Mataram pada pukul 00:15 dini hari tadi (05/05/2023).

Dari dua lokasi rumah milik para tersangka tersebut berhasil mengamankan barang bukti berupa Narkotika jenis Sabu seberat 60,27 gram Brutto.

Kasat Narkoba Polresta Mataram AKP I Made Dimas Widyantara SIK.,MH.,saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa timnya pukul 00 dini hari tadi mengungkap kasus Narkotika di wilayah Cakranegara Kota Mataram.


Dimana lokasinya pertama di rumah salah satu tersangka yang kini sudah diaman, kemudian atas pengembangan diketahui satu rumah milik tersangka lainnya. Kedua rumah tersebut berada di Cakranegara Kota Mataram.

"Dari pengungkapan tersebut sebanyak 7 terduga pelaku diamankan, dan saat ini sudah berada di Polresta Mataram bersama lebih dari dua alat bukti, diantaranya Sabu, beberapa alat komunikasi, beberapa alat konsumsi, serta puluhan juta uang tunai yang diduga hasil dari peredaran Narkotika,"jelas Dimas.

Para tersangka yang diamankan dan sedang dalam proses pemeriksaan penyidik Sat Resnarkoba Polresta Mataram yakni NS (36), IKS (31), IGAP (18), M (26), IWWA (17), HI (19), dan AI (19). 

"Para terduga semuanya beralamat di kota Mataram sesuai kartu identitas yang mereka miliki,"jelasnya.

Pengungkapan ini jelasnya, bersumber dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim Opsnal dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya berhasil mengungkap kasus tersebut dan mengamankan para tersangka beserta barang bukti.

"Atas kasus ini para tersangka dikenakan pasal 114 dan atau 112 dan atau 127 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 7 tahun penjara dan atau rehabilitasi,"jelasnya.

"Masing-masing tersangka dikenakan ancaman sesuai hasil penyidikan yang dilakukan penyidik kami, apakah terancam pasal 114, atau 112 ataupun 127, itu tergantung hasil dari penyidik,"tutupnya.

MN 

Waduh, Kontraktor di NTB Bakal Kemah di Kantor Gubernur Gegara Utang


Policewatch-Mataram.

Kelompok kontraktor di Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana akan melakukan kemah (camping) di Kantor Gubernur NTB dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan sebagai aksi simbolik untuk membuka mata pemprov NTB yang tak kunjung membayar utang proyek yang telah mereka rampungkan pada 2022 silam.

Sebelumnya, perwakilan kontraktor NTB juga telah melakukan aksi berani dengan berusaha menggembok dan menyegel mobil dinas Gubernur NTB di Pendoponya di Mataram pada Rabu (3/5/2023).

Ahyar mengeklaim, aksi kemah itu akan diikuti ratusan orang. 

Pada Kamis (4/5/2023) kumpulan kontraktor melakukan pertemuan di salah satu cafe di Mataram. Mereka makin serius menghimpun solidaritas untuk sesama kontraktor yang proyeknya belum jua dibayar oleh pemprov NTB.


Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan kontraktor dari beberapa kabupaten/kota di NTB. Seperti Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, hingga Kota Mataram. Mereka berhimpun menyusun sejumlah strategi lanjutan agar pemprov NTB segera membayar utang kepada mereka. 

Salah satu poin yang mereka sepakati adalah akan melakukan kemah (camping) di halaman Kantor Gubernur NTB. 

"Para kontraktor yang terzalimi ini menuntut agar segara hak mereka dari pekerjaan yang belum terbayar di tahun 2022. Jika tuntutan kami tidak segera ditindaklanjuti, para kontraktor dan buruh bangunan akan berkemah di Kantor Gubernur NTB," kata Ahyar, perwakilan kontraktor asal Kota Mataram. 

Ahyar mengaku, aksi pihaknya telah berada pada titik nadir penantian. Selama ini pemprov NTB, kata Ahyar tak pernah memberikan kepastian ihwal kapan akan membayar kewajiban kepada kontraktor.

Ahyar berujar, hal yang terjadi malah sebaliknya. Pemprov NTB diakuinya terkesan memandang sebelah mata para kontraktor.

Senada dengan Ahyar, kontraktor asal Lombok Timur Fathurrahman mengaku pihaknya akan terus menunjukkan sikap-sikap protes. Hal itu semata-mata mereka lakukan sebagai sikap tegas terhadap sikap pemprov NTB. 

Selain kemah di Kantor Gubernur NTB, Fathurrahman menerangkan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan langkah lain. Jika tuntutan tetap tak digubris, mereka akan menyegel kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

"Langkah berikutnya kami para kontraktor akan menyegel kantor BPKAD," ucap Fathurrahamb dengan tegas. 

Di tempat yang sama, Ahmad Amrullah kontraktor asal Lombok Barat mengkritisi alibi yang selama ini sering disampaikan pihak pemprov NTB. Terutama berkaitan dengan musabab belum terbayarnya proyek tersebut. 

Alasan adanya wabah covid-19 dan bencana alam dinilainya sudah tidak berterima. Jika covid-19 jadi alasan, mengapa event internasional seperti Motor Cross Grand Prix (MXGP) tetap ngotot dilaksanakan. 

"Kami menyayangkan pernyataan gubernur yang menyebut covid sebagai kambing hitam. Kalau alasannya covid, kok event-event internaisonal di NTB seperti MXGP tetap jalan? Coba uang itu dipakai bayar utang," bebernya. 

Kemudian pernyataan gubernur NTB yang menyebut ada muatan politis di balik protes para kontraktor juga dibantah mentah-mentah oleh Amrullah. 

Ia memastikan, tidam ada tendensi politis sedikitpun dari sikap yang ditunjukkan para kontraktor. Hal tersebut murni sikap naluriah yang keluar sebagai bentu kekecewaan. 

"Tidak ada unsur politis seperti apa yang dituduhkan gubernur NTB. Ini murni jeritan kontraktor menuntut hak untuk dibayar. Jangan juga melempar bola panas ke OPD, karena kebijakan ada pada gubernur," ujar Amrullah. 

Kemudian, pernyatan lain yang membuat pihaknya merasa teriris adalah pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota DPRD NTB Sambirang Ahmadi di beberapa media online. Menurutnya, pernyataan 

Amrullah menyebutkan komentar Sambirang yang menyebut utang bukan lah aib melainkan tanda pemerintah bekerja sangat tidak logis.

Kemudian pernyataan Sambirang yang menyebutkan bahwa keterlambatan bayar pihak yang berbisnis dengan pemerintah bagian dari risiko pekerjaan.

"Coba kita lebih objektif, pernyataan itu berpriksmanusiaan ndak? Kami ini sudah satu tahun lo menunggu. Coba Pak Sambirang cek satu-satu kondisi kami. Dikejar rentenir hingga harus jual aset," ucap Amrullah.

Terkahir, kontraktor asal Lombok Tengah yakni Willy menegaskan pihaknya bersepakat untuk tidak mengerjakan proyek tahun 2023 sebelum ada kejelasan pembayaran proyek 2022. Jikapun nanti utang 2022 telah terbayar, pihaknya meminta kepastian pembayaran proyek yang dikerjakan tahun 2023. Jangan sampai menjadi utang lagi.

"Kami para kontraktor bersepakat tidak akan meengerjakan pekerjaan atau proyek tahun 2023 sebelum ada kejelasan dan kepastian pembayaran pekerjaan tahun 2022," ucapnya.

Kemudian terkait mekanisme pembayaran proyek tahun 2022, pihaknya tidak ingin jika dibayar dengan cara dicicil.

"Tidak mau dicicil, karena kami bukan bank. Justru kami berutang ke bank. Silakan pemprov NTB yang berutang selayaknya di bank, bukan di kontraktor," paparnya. 

Willy menggarisbawahi bahwa para kontraktor telah bekerja sebagaimana juklak-juknis yang ada. Terkahir, pihaknya meminta adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara kontraktor dengan pihak pemprov NTB soal kepastian waktu pembayaran.

Sebab mereka tidak ingin hanya ada pernyataan lisan yang tentu sangat mudah untuk tidak dilakukan. 

"MoU ini harus ditanda-tangani, hitam putih. Itu menjadi kesepatan bersama waktu pembayaran. Jika dilanggar, nanti publik yang menilai," beber Willy..

Mn

Kapolres Lombok Tengah Menghadiri Peresmian Posramil Selong Belanak


POLICEWATCH-LOMBOK TENGAH.

 Kapolres Lombok Tengah AKBP Irfan Nurmansyah, SIK, MM bersama Kapolsek Praya Barat AKP Lalu Punia Asmara dan Kapolsek Praya Barat Daya IPTU Jalaludin,  menghadiri peresmian Posramil Selong Belanak oleh Danrem 162/WB pada Kamis 04/05/20023

Selain dihadiri oleh Danrem 162/WB dan Kapolres Lombok Tengah juga nampak hadir para Kasi Kasrem 162/WB, Kakanwil Kemenhan RI, Bupati Lombok Tengah, Dandim 1620/Loteng, Kadis Pariwisata Kabupaten Loteng, Perwakilan Kejaksaan Negeri Praya, Kapenrem 162/WB, Plh. Kasdim 1606/ Mataram, Wadan Timintel Korem 162/WB, Anggota DPRD Loteng Fraksi PPP, Perwira Staf Kodim 1630/Loteng, Danramil jajaran Kodim 1620/Loteng, Camat Praya Barat, Kades Selong Belanak, Para GM Hotel wilayah Kecamatan Praya Barat, Perwakilan PT Sadana Tani, Perwakilan Angkasa Pura  dan tamu undangan lainnya. 

Pembentukan Pos Ramil Selong Belanak diharapkan dapat memberikan solusi terhadap masyarakat di Desa Selong Belanak dan membantu Koramil 1620-04/Praya Barat dalam rangka pembinaan satuan dan memonitor wilayah secara serius dan berkesinambungan.

Danramil dan Babinsa agar terus berkordinasi dan bersinergi dengan tiga pilar (TNI, Polri dan Pemerintah) untuk menciptakan Lombok Tengah yang maju, sejahtera serta aman dan kondusif.

Selain dapat mendampingi Pemerintah tingkat Kecamatan dalam melaksanakan pembangunan juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kinerja Kodim 1620/Lombok Tengah sebagai satuan kewilayahan guna membantu tercapainya tugas pokok satuan TNI AD dalam mewujudkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh guna kepentingan pemberdayaan wilayah pertahanan di Kecamatan Praya Barat.

Lombok Tengah merupakan sentral bagi Provinsi NTB, karena banyak objek vital yang bertaraf Internasional dan Nasional sehingga bisa dikatakan Lombok Tengah adalah tanah emas.

Pada akhir kegiatan dilaksanakan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Danrem 162/WB yang didampingi oleh Bupati Lombok Tengah dan Forkopimda sebagai tanda peresmian Posramil Selong Belanak.

MN