Policewatch-Lombok Tengah.
Langkah tegas datang dari Polda Nusa Tenggara Barat terkait kasus kekerasan yang menimpa santri di salah satu Pondok Pesantren di Lombok Tengah. Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., turun langsung memantau kondisi korban dan memerintahkan seluruh proses hukum diselesaikan secepat mungkin—tak terkecuali pemenuhan hak ganti kerugian bagi mereka yang menderita.
Kunjungan Kapolda dilakukan ke kediaman para korban pada Selasa, disambut dengan rasa haru sekaligus harapan baru. Irjen Kalingga menyampaikan keprihatinan mendalam atas perlakuan tidak manusiawi yang dialami anak-anak tersebut, sekaligus memberikan dukungan moril agar semangat mereka tak padam.
"Kami hadir di sini sebagai wujud perhatian nyata negara untuk anak-anak kita. Saya ingin memastikan mereka tetap kuat, berani bangkit, dan tidak kehilangan semangat menjalani hari ke depan," tegas Kapolda di hadapan awak media.
Bukan sekadar kunjungan simpati, Kapolda juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan sekolah, dan alat tulis. "Kondisi sulit ini tak boleh menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Pendidikan mereka harus tetap jalan," tambahnya.
Sisi penegakan hukum pun dikebut. Proses yang semula di Polres Lombok Tengah kini sudah naik ke tahap penyidikan penuh. "Kami targetkan penetapan tersangka segera dilakukan dalam waktu dekat, begitu seluruh alat bukti dan keterangan saksi sudah lengkap dan sah," janji Irjen Kalingga.
Poin paling krusial lainnya: Polda NTB akan mengawal langsung hak restitusi korban. Artinya, keluarga berhak memperoleh ganti kerugian untuk menutup seluruh biaya pengobatan, pemulihan fisik hingga psikologis, sesuai aturan hukum yang berlaku. Pendampingan psikologis pun dijamin berlanjut sampai kondisi korban pulih sepenuhnya.
Terakhir, Kapolda mengingatkan seluruh pengelola pondok pesantren dan lembaga pendidikan di NTB untuk segera memperketat pengawasan. "Lingkungan sekolah dan pesantren harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak. Semua pihak punya tanggung jawab agar tragedi seperti ini tidak pernah terulang lagi," pungkasnya.
Jurnalis
Mamen
