Policewatch-Bunit Baok.
15 Maret 2026 – Acara peringatan Nuzulul Qur'an yang bertepatan dengan tanggal 25 Ramadhan 1447 M dilaksanakan dengan khidmat pada Minggu malam Senin (15/3/2026) di Masjid Baiturrahman Baco Paok Tawah, Dusun Paok Tawah, Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Acara ini dihadiri oleh Almuqarrom serta ratusan jamaah yang berasal dari berbagai dusun di seluruh Desa Bunut Baok.
Acara yang berlangsung sejak sore hingga malam hari ini menghadirkan TGH H. Lalu Supardan Kasiran S.Ag sebagai penceramah utama. Dalam ceramahnya, TGH H. Lalu Supardan menyoroti momen bersejarah diturunkannya Al-Qur'an di bulan suci Ramadhan, serta mengupas makna mendalam dari ibadah puasa yang dijalankan umat Muslim.
Penceramah menjelaskan tentang konsep Sidqul Qauli (kejujuran dalam perkataan) dan Ibadah Sirriyah (ibadah yang dilakukan secara rahasia). Menurut beliau, Ibadah Sirriyah adalah ibadah yang hanya diketahui oleh pelakunya sendiri dan Allah SWT. Meskipun dilakukan secara tersembunyi dan tidak diketahui orang lain, umat Muslim harus yakin bahwa Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk niat dan amal yang dilakukan dalam kesunyian.
Selain itu, TGH H. Lalu Supardan juga menyinggung makna puasa yang sering dikaitkan dengan istilah "Jinnah". Dalam konteks ini, "Jinnah" bukan merujuk pada makhluk gaib jin, melainkan berasal dari kata janna yang berarti "menutup" atau "menyembunyikan". Makna ini sejalan dengan esensi puasa di mana seseorang menahan diri dari hawa nafsu, makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa menjadi bentuk penutupan diri dari hal-hal yang dilarang, serta penyucian diri secara lahir dan batin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Acara berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban, memberikan wawasan spiritual yang berharga bagi seluruh jamaah yang hadir. Peringatan Nuzulul Qur'an ini tidak hanya menjadi momen mengenang turunnya Al-Qur'an, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang makna ibadah puasa yang sesungguhnya.
Mamen
