Lampung Barat, – policewatch.news, Pelaksanaan proyek revitalisasi di SD Negeri 1 Liwa yang berlokasi di Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, menjadi sorotan sejumlah pihak.
Proyek rehabilitasi Sembilan ruang kelas tersebut, Sorotan muncul setelah ditemukan sejumlah kondisi di lapangan yang dinilai perlu mendapat perhatian dan klarifikasi dari pihak terkait.
Beberapa temuan tersebut antara lain menyangkut dugaan penggunaan material tertentu, metode pelaksanaan pekerjaan, serta aspek keselamatan dan ketenagakerjaan.
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, terdapat dugaan ketidaksesuaian pada beberapa bagian bangunan, seperti jumlah jendela yang terpasang pada sejumlah ruang kelas, penggunaan material baja yang diduga merupakan material bekas, serta penggunaan ukuran besi yang disebut berbeda dari yang diharapkan oleh sejumlah pihak.
Selain itu, ditemukan pula dugaan bahwa beberapa bagian jendela tidak dilengkapi struktur penguat tertentu sebagaimana yang dipersepsikan oleh warga sekitar.
Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait.
Meski demikian, berbagai temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran atau ketidaksesuaian pekerjaan.
Penilaian mengenai kualitas konstruksi, kesesuaian material, ukuran struktur, maupun metode pelaksanaan harus dilakukan melalui pemeriksaan teknis oleh tenaga ahli yang berwenang dengan mengacu pada dokumen perencanaan, gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta spesifikasi teknis proyek.
Besarnya nilai anggaran proyek menjadikan aspek kualitas pekerjaan dan kesesuaian penggunaan material sebagai hal yang penting untuk diawasi secara terbuka dan profesional.
Selain menyangkut penggunaan anggaran negara, proyek revitalisasi sekolah juga berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik sebagai pengguna bangunan.
Saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan proyek tersebut, (Didi Pahrul) yang disebut sebagai konsultan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari pihak konsultan maupun tenaga ahli yang dapat memastikan apakah seluruh material dan metode pekerjaan yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam proyek.
Ketua P2SP hingga saat ini belum bisa untuk dikonfirmasi untuk bahan material dan belanja dimana.
”Untuk sesuai spesifikasi dan tidaknya material"
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 liwa, Iskandar, juga belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan revitalisasi maupun sejumlah kondisi yang ditemukan di lokasi proyek.
Masyarakat kini menantikan penjelasan dari pihak pelaksana, konsultan pengawas, serta instansi terkait guna memastikan bahwa seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Klarifikasi tersebut diperlukan agar berbagai dugaan yang berkembang dapat diuji secara objektif berdasarkan data teknis dan dokumen proyek, sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.**RE**

