Policewatch-Mataram.
Kabar mengejutkan datang dari kawasan wisata premium Gili Trawangan, Lombok Utara. Sengketa tanah panas seluas 70 Are yang menjadi lokasi berdiri bangunan ikonik Rubbit Jump dan Hula Sunset kini telah memasuki babak penentuan di Mahkamah Agung (MA) Jakarta. Kasus ini diprediksi akan mengubah wajah bisnis pariwisata di pulau eksotis tersebut.
Setelah melalui liku-liku proses hukum yang panjang, kedua belah pihak dikabarkan telah menuntaskan pengajuan memori, novum, hingga kontra memori dalam proses Peninjauan Kembali (PK). Kini, mata tertuju pada MA yang akan segera menjatuhkan vonis akhir yang bersifat mutlak.
Junaedi SH., selaku Kuasa Hukum Zainudin (ahli waris Daeng Demong), menyuarakan optimisme sekaligus kekhawatiran atas jalannya persidangan. Ia menegaskan bahwa kliennya adalah pemegang hak sah atas tanah tersebut.
"Kami memiliki dokumen pakta yang kuat. Terlihat jelas bahwa sertifikat hak milik atas nama klien kami justru 'membelah' bangunan megah yang kini menjadi objek sengketa tersebut," ungkap Junaedi saat dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Junaedi, ironisnya, fakta hukum yang kuat tersebut justru diabaikan dalam sidang-sidang sebelumnya. Hal ini membuat pihaknya merasa dizalimi oleh putusan-putusan terdahulu. "Kami merasa dizalimi. Fakta di lapangan dan dokumen yang kami pegang seolah dikesampingkan," tegasnya.
Pihak penggugat kini menaruh harapan besar kepada Mahkamah Agung untuk menegakkan kebenaran yang sesungguhnya dan mengembalikan hak waris yang telah terabaikan.
"Harapan kami sederhana: tegakkan kebenaran. Semoga di babak akhir ini, perkara ini benar-benar bersih dan jauh dari segala muslihat," pungkas Junaedi.
Junaedi juga menekankan bahwa masyarakat berhak mengawasi transparansi putusan kali ini. "Masyarakat berhak memantau agar putusan ini benar-benar adil dan tidak lagi memihak kepada kekuasaan semu," tambahnya.
Keputusan Mahkamah Agung nanti diprediksi akan menjadi penentu nasib ribuan hektare tanah sengketa di Gili Trawangan dan keberlangsungan operasional bisnis pariwisata besar di lokasi tersebut.
Mamen
