PERAMPOK SADIS OKU TIMUR DI TEMBAK MATI SAAT MENCOBA MELAWAN SAAT PENANGKAPAN

/ Selasa, 12 Juni 2018 / 15.49
AKBP Erlin Tangjaya
OKU TIMUR  Media Police Watch,-,Empat kawanan perampok besenjata api yang kerap membuat resah warga di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan berhasil ditembak polisi. Dari keempat pelaku, dua di antaranya tewas.Sumatra selatan10/06/2018,

Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya mengatakan penangkapan empat pelaku dilakukan pukul 03.30 WIB dini hari tadi. Mereka dikenal sadis karena tidak segan melukai korban saat beraksi.

"Mereka ini perampok bersenjata api dan saat beraksi tak segan untuk menembak korbannya. Bahkan perbuatan mereka ini sudah menghantui warga sejak dari awal bulan puasa," kata kapolres AKBP Erlin, Minggu (10/6/2018).


Dikatakan, empat pelaku itu adalah warga di OKU Timur bernama Aladin (40), Romlan (42), Jumali (37) dan Yono (33). Mereka ditembak karena melawan saat ditangkap di daerah Belitang I, Oku Timur.

"Pelaku melawan saat ditangkap, bahkan sempat adu tembak dengan memakai senpi rakitan melawan anggota,Dari total 4 pelaku, 2 diantaranya kami tembak mati karena membayakan," kata kapolres AKBP Erlin.

"Sejak awal Sudah saya ingatkan, jangan sakiti warga saya. Ini bukan hanya untuk ancaman, tapi telah dibuktikan kalau ada yang melawan saya sikat/tembak mati sesuai intruksi kapolri,kata mantan Kasubdit III jatanras Polda Sumsel itu.

Selain empat pelaku itu, kapolres menyebut masih ada 4 pelaku lagi yang menjadi buronan.Dengan berinisial AR (35), TA (35), AI (31) dan K (30).

Adapun barang bukti yang diamankan yakni sepucuk senjata api jenis revolver, 26 butir peluru aktif, 4 selongsong peluru yang ditembakkan ke polisi.

Untuk diketahui, pelaku tercatat sudah beberapa kali beraksi di wilayah OKU Timur. Terakhir mereka merampok toke rumah potong sapi pada 5 Mei lalu. Saat itu mereka datang menggunkan sepeda motor dan menggasak uang Rp 24 juta, serta emas 2 suku milik korban.

Tidak hanya itu, mereka bahkan sempat menganiaya korban dan menodongkan senpi rakitan. Setelah menguras semua harta korban, para komplotan itu kabur dengan kondisi korban diikat,MWP Yusdi
Komentar Anda

Berita Terkini