Disdik Ajukan Anggaran "Untuk SMP di Talegong" Yang Abruk,

/ Jumat, 11 Januari 2019 / 04.54

Reporter : Dadang K
Bangunan SMP ambruk bagian atapnya akibat diterjang angin puting beliung
di Talegong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Desember 2018. 

Garut,POLICEWATCH.NEWS,-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Jawa Barat, segera mengusulkan dana untuk memperbaiki dua bangunan kelas SMP Al-Falah di Kecamatan Talegong yang ambruk bagian atapnya karena diterjang bencana angin puting beliung pada akhir 2018.

"Ya untuk kejadian bencana yang merusak bangunan sekolah di Talegong akan segera diperbaiki, mudah-mudahan bisa direalisasikan pada 2019," kata Kepala Disdik Kabupaten Garut, Totong, kepada wartawan di Garut, Kamis.10/01/19

Ia menyatakan, Disdik Garut sudah menerima laporan bencana alam yang merobohkan dua lokal bangunan sekolah di Talegong pada Desember 2018.

Pemkab Garut, kata dia, akan berupaya mencari sumber dana pada tahun anggaran 2019 untuk bisa mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki bangunan sekolah itu.

Sementara usulan dana ke pemerintah pusat maupun ke provinsi, kata dia, akan mendapatkan alokasi dananya pada tahun anggaran 2020, karena untuk perbaikan pada 2019 sudah diputuskan pada 2018.

"Kejadian bencananya kan Desember 2018, sehingga pengusulan ke pusat dan ke provinsi untuk dianggarkan pada 2019 sudah selesai, paling bisa 2020," katanya.

Pemkab Garut, kata dia, akan mencari solusinya dengan mencari sumber dana dari program dinas terkait, atau dialokasikan pada APBD Perubahan 2019 pada pertengahan tahun.

Menurut dia, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan satu lokal sekolah yang ambruk ditambah barang untuk menunjang kegiatan belajar di kelas diperkirakan sebesar Rp110 juta.

"Kalau untuk rehabilitasi berat dikisaran satu ruangan itu Rp110 juta, itu sudah sama mebelnya, namun akan lebih ringan lagi biayanya kalau dibangunnya melibatkan masyarakat," katanya.

Meskipun bangunan sekolah itu ambruk, kata Totong, aktivitas kegiatan belajar mengajar tetap berjalan baik dengan memanfaatkan ruangan lain di lingkungan sekolah itu.

"Alhamdulillah tidak mengganggu proses belajar mengajar," tandasnya.
 

Komentar Anda

Berita Terkini