Guna Ungkap Kasus " Pencurian Dana Bos SDN Harapan Baru III Rp 111 Juta" Polisi Cari Ojol

/ Jumat, 22 Maret 2019 / 07.19
Reporter  : Zuraid
Dana BOS Rp 111 juta SDN Harapan Baru III Bekasi Raib di Gondol Maling Kamis (21/3/2019).

Polisi mencari pengemudi ojek online (ojol) dalam membantu pengungkapan kasus pencurian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN Harapan Baru III, Bekasi Utara sebesar Rp 111 Juta.

Bekasi (policewatch.news),- Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, Iptu Bahrudin menjelaskan ojol itu menjadi saksi satu-satunya yang melihat pelaku saat mengambil tas berisi dana BOS Rp 111 juta.
"Ojol ini kemungkinan bisa memberikan keterangan berharga. Dia yang melihat tas korban, saat dibawa maling, ojol ini yang teriak ke korban kalau tasnya diambil, tapi belum diketahui siapa ojol itu, korban lupa tanya nama dan minta nomor ojol itu karena panik hilang uang," katanya di Mapolsek Bekasi Utara, Kamis (21/3/2019).

Oleh karenanya, kata Bahrudin, kasus ini sulit diungkap dikarenakan minim saksi.

"Minim saksi di lokasi kejadian, jadi minim mendapatkan keterangan kejadian itu. CCTV juga tidak ada. Saksi hanya teman korban dan tukang tambal ban. Tapi keduanya tidak lihat pelakunya, korban juga. Ya sadarnya saat ojol itu teriak tasnya ada yang bawa," jelasnya.

Sementara untuk modus pencurian mengarah ke kempes atau bocor ban.
"Arah kesitu ada karena bannya memang ada paku, tapi apakah itu modusnya kita belum sampai kesana. Karena kan paku di jalan siapapun bisa kena. Karena ini modus masih dalam penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Untuk jumlah pelaku, kata Baharudin, diduga ada dua orang.
"Pelaku diduga ada dua orang, tapi saksi tidak ada yang melihat secara persis. Bahkan korbannya tidak melihat," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SDN Harapan Baru III, Rita Yulia Ramdani menjadi korban pencurian Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 111 juta yang baru diambil dari Bank Jawa Barat (BJB), Bekasi Timur.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (18/3/2019) sekitar 11.30 siang, di Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Saat dilokasi itu, tiba-tiba ban mobilnya terasa kempes hingga bocor. Namun kempesnya bukan hal yang wajar dikarenakan mobil Rita menggunakan ban tubles.

"Saya sempat aneh, kalau kena paku engga mungkin langsung bocor. Ban saya tubles, saya sempat paksain jalan tapi sudah benar-benar engga bisa sampai akhirnya saya ke tukang tambal ban. Ya jarang 300 meter dari titik awal bocor," ucap Rita.

"Dari situlah uang itu hilang. Saya bodoh kenapa saya turun dan engga punya pikiran jelek," sambung Rita.

Rita menceritakan alasan ia turun dari mobil dikarenakan untuk mengecek penyebab mobil bisa langsung bocor padahal ban tubles, Ketika menepi ke tukang tambal ban, Rita tidak langsung turun. Kemudian Rita bertanya ke tukang tambal ban, kenapa bisa langsung bocor padahal ban mobilnya tubles Lantas, tukang tambal ban menjelaskan bannya bukan kena paku pada umumnya tetapi bentuk paku seperti yang ada pada rangka payung.

"Saya turun tuh, karena penasaran. Sama teman saya juga turun lihat paku yang bisa sampai ban saya bocor. Tiba tiba ada yang teriak, bu itu tasnya tadi ada yang ambil. Ternyata orang itu sudah teriak dari tadi. Saya cek benar tasnya hilang," jelasya.

Saat itu didalam mobil ada tas miliknya dan milik temannya. Namun, tas Rita yang dibawa maling.
"Tas saya simpan di depan dekat rem tangan. Disitu juga ada tas teman saya. Tapi yang dibawa tas saya, ya mungkin karena pintunya dekat jalan," kata Rita.

Usai kejadian itu Rita langsung melaporkan ke Polsek Bekasi Utara dan melaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Tidak hanya Rp 111 juta uang dana BOS yang raib. Uang pribadi sebesar Rp 2 juta, STNK, KTP, SIM Rita ikut raib karena berada dalam tas bersama uang dana BOS.
Komentar Anda

Berita Terkini