Puting Beliung " Terjang 3 Desa di Majalengka" Kerugian mencapari Rp 2 miliar

/ Senin, 25 Maret 2019 / 08.19


 Reporter : Dede R  / Zaenal A
 
Papan reklame tumbang tersapu angin puting beliung Sabtu(23/3)
Majalengka, (policewatch.news)  - Hujan deras disertai angin puting beliung melanda  3 desa di kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sekitar pukul 16.30WIB, Sabtu(23/3). 
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, enam warga mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan dari bangunan akibat angin puting beliung. Selain itu, sejumlah rumah warga, dan fasilitas serta  sarana publik rusak akibat tiupan angin puting beliung tersebut. Bahkan, diperkirakan kerusakan akibat bencana alam ini mencapari Rp 2 miliar

1. Angin puting beliung terjang 3 desa
Peristiwa angin puting beliung disertai hujan deras yang menerjang tiga desa di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini terjadi pada Sabtu(23/3), sekitar pukul 16.30WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah warga dikabarkan mengalami luka ringan dan puluhan rumah warga rusak akibat tiupan angin kencang itu.

2. Fasilitas pendidikan dan peribadatan rusak
Menurut tim Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, angin puting beliung tidak hanya menumbangkan pohon dan merusak rumah warga. Kencangnya tiupan angin puting beliung itu juga merusak sejumlah fasilitas umum lainnya seperti, sekolah, pasar, pabrik bahkan hingga sebuah tower pemancar sinyal seluler dan papan reklame.
Supervisor Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Majalengka Rezza Permana mengatakan, dari kejadian tersebut enam warga terluka dan langsung dilarikan ke puskesmas serta rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
"Peristiwa ini merusak rumah warga, sekolah, masjid, toko, dan merobohkan 4 tiang listrik serta tower komunikasi. Kerugian diprediksi mencapari Rp2 milar," kata Rezza, Minggu(24/3).

3. Lalu lintas Majalengka-Indramayu sempat tersendat 
Peristiwa angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, Sabtu(23/3) ini mengakibatkan puluhan pohon dan papan reklame roboh. Akibatnya, lalu lintas jalur Majalengka-Indramayu sempat tersendat dan mengalami kemacetan panjang.
Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, melalui Kapolsek Jatitujuh, AKP Asep Supriadi mengatakan, insiden itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Menurut Asep, karena banyak pohon tumbang yang melintang dan menutup jalan, membuat arus lalu lintas dari Majalengka menuju Indramayu dan sebaliknya sempat terhambat.
Namun, kata dia, kesiapsiagaan BPBD dan Muspika yang terjun langsung dengan dibantu warga, bisa segera memotong ratusan pohon yang menghalangi tersebut.

4. Selama 30 menit angin puting beliung porak-porandakan 3 desa 
Peristiwa angin puting beling yang memporak-porandakan tiga desa di Kecamatan Jatitujuh masih menimbulkan trauma bagi sebagian warga. Berdasarkan kesaksiaan warga, tiupan angin puting beliung itu terjadi selama 30 menit.
Warga Desa Jatitengah, Acha mengaku, pada Sabtu(23/3), sekitar pukul 16.30WIB memang sempat terjadi hujan cukup deras. Kondisi semakin mencekam saat hujan disertai angin terjadi.
"Hujan angin itu terjadi sekitar 25-30 menit. Tiupan anginnya menumbangkan pohon dan merusak beberapa rumah warga di desa ini," kata Acha.

5. BMKG prediksi ada fenomena Awan Cummulonimbus
Sementara itu, Prakirawan BMKG Jatiwangi, Sitty Winesari mengatakan, berdasarkan citra satelit perkiraan cuaca di wilayah Kabupaten Majalengka memang terlihat potensi terjadinya badai angin. Kondisi itu dilihat dari analisa kondisi cuaca dengan adanya pola angin yang berbelok di wilayah Kabupaten Majalengka yang dapat mendukung untuk pembentukan awan – awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan di daerah tersebut.
“Berdasarkan citra satelit awan Himawari, terlihat adanya pertumbuhan awan konvektif atau Cumulonimbus (CB) pada pukul 08.30 UTC dan semakin meluas ke seluruh wilayah Majalengka,” tandasnya.
“Kesimpulannya, berdasarkan beberapa parameter cuaca diatas menunjukan bahwa kondisi atmosfer di wilayah Kecamatan Jatitujuh mendukung terjadinya pertumbuhan
awan konvektif (Cumulonimbus) yang menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sangat lebat disertai angin kencang,” tambah dia. 


Komentar Anda

Berita Terkini