Tampilkan postingan dengan label BENCANA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BENCANA. Tampilkan semua postingan

Kolaborasi Indonesia, ukhuwah mulia Center, Amsaka Resque ,GMC, Aspirasi, Dan Ormas Pejuang Siliwangi Mendirikan Posko Peduli Bencana Dan Menyalurkan Donasi Korban Gempa Cianjur

 

Kabupaten cianjur.Policewatch.News:

Kegiatan team peyaluran donasi oleh kolaborasi Indonesia ukhuwah mulia center Amsaka resque  GMC,Aspirasi lembaga ormas pejuang siliwangi sinergitas buat kepedulian dan sosial yang di butuh warga masyarakat korban terdampak gempa Cianjur.


Bertempat di RT 02/02 desa Ciputri kec.pacet kabupaten Cianjur warga masyarakatnya yang terdampak korban gempa kolaborasi Indonesia mendirikan posko bekerja sama  dengan pejuang siliwangi Minggu,27/11/22

Pada awak media roihan Ali team peduli korban bencana gempa bersama team kolaborasi Indonesia kami beserta team dan jajaran sangat antusias mengadakan peyaluran donasi dan bekerjasama dengan stakholder lembaga ormas pejuang siliwangi bergerak menyalurkan donasi dan logistik pada korban gempa Cianjur


Dari team relawan pejuang siliwangi yang di komandai ketua DPD ps Jabar purnawirawan (letkol)Dadang menerangkan pada awak media team relawan pejuang siliwangi pusat dan di bantu dari semua DPC kabupaten seluruh Indonesia.

Lanjut  ketua DPD ps Jabar Dadang  pejuang siliwangi bekerjasama dengan donatur-donatur team kolaborasi Indonesia,ukhuwah mulia center Amsaka resque,GMC ,aspirasi akan selalu bersinergi untuk membantu menyalurkan donasi dan logistik kebutuhan warga masyarakat korban terdampak gempa Cianjur bersama donatur-donatur yang peduli pada sesama tandasya


Roihan ali pada awak media ke depan team kolaborasi Indonesia akan selalu bersinergi dengan elemen-elemen yang lain yang selalu peduli dan memastikan bantuan tersalurkan yang betul-betul korban bencana gempa cianjur


Posko team relawan di buat di lokasi terdekat pada masyarakat korban bencana dan memastikan yang tidak terekspos atau tidak terdata dari intansi atau relawan-relawan yang lain team peduli yang tidak terjangkau kolaborasi  Indonesia ukhuwah mulia center Amsaka resque GMC ,aspirasi dan lembaga ormas pejuang siliwangi akan memastikan warga masyarakat korban bencana gempa Cianjur terakomodasi semua tersalurkan pada yang berhak tandanya



Warga masyarakat korban terdampak gempa Alimudin yang rumah di RT 02/02 desa ciputri kec Pacet kabupaten cianjur menerangkan pada awak media posko RT 02/02 meng ngucapkan banyak-banyak terimakasih pada team kolaborasi Indonesia ukhuwah mulia center Amsaka resque GMC,aspirasi dan lembaga pejuang siliwangi yang telah mendirikan posko penangulangan korban bencana gempa Cianjur.


Lanjutya warga masyarakat RT 02/02 desa Ciputri kec.pacet kabupaten Cianjur team kolaborasi Indonesia menyediakan segala kebutuhan korban bencana gempa pelayanan pengobatan kesehatan,logistik dll  yang begitu iklas tulus membantu korban terdampak gempa.


Ibu Nursilah yang juga terdampak bencana gempa Cianjur yang juga warga masyarakat,  yang tinggal di RT 02/02 desa Ciputri kec.pacet kab.cianjur mewakili warga masyarakat bencana gempa yang di butuh mendesak untuk saat ini beras yang sangat di butuhkan.dan sepatu boot untuk aktipitas karena musim hujan jalan becek dan licin tutupnya(JG)





32 Kepala Keluarga Terdampak Banjir Dapat Bantuan Rumah Berbasis Komunitas ,Melalui Program Tuku Lemah Oleh Umah

 



Policewatch Brebes,-Sebanyak 32 kepala keluarga yang terdampak banjir Sungai Kalikeruh Bumuayu Kabupaten Brebes menerima bantuan rumah Optimis (Omah Panel Tingkat Milik Sederhana) atau hunian vertikal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang berkaloborasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinperwaskim Brebes. 

Bantuan yang berbasis komunitas itu diberikan melalui program TUKU  LEMAH OLEH UMAH   (beli tanah dapat rumah).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, bantuan tersebut  diberikan setelah ada laporan terkait puluhan keluarga yang kehilangan rumah akibat banjir Sungai Kalikeruh, pada bulan Februari 2022 lalu.

Menindaklanjuti laporan dari warga Pemda, ternyata banyak rumahnya yang terbawa banjir. Ternyata juga banyak dari rumah itu yang tidak ada surat-suratnya. Hari ini ada bantuan dari pemerintah, yang mudah-mudahan bisa mendorong semuanya untuk tetap semangat,” kata Ganjar.

Setelah  mengikuti peletakan panel pertama bantuan Rumah Optimis di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes,pada hari Rabu (14/9/2022).

Ditambahkan, formula bantuan tersebut diberikan secara kolektif melalui basis puluhan warga yang tergabung dalam komunitas sempadan sungai Kalikeruh yang membeli area tanah. 


Masing-masing keluarga membeli tanah seluas 18 meter persegi dengan harga Rp7,5 juta. Kemudian Pemprov Jateng memberikan bantuan berupa rumah dua lantai sebesar Rp 50 juta per rumah.

“Saya tadi tanya beli tanahnya seharga Rp7,5 juta. Ini yang judulnya tuku lemah oleh umah. Jadi saya minta nanti masyarakat supaya gotong royong membantu (membangun),” ungkapnya.

Selain bantuan rumah dua lantai, pemerintah juga memberikan stimulan senilai Rp1,8 juta untuk upah padat karya. Mayoritas penerima bantuan berprofesi sebagai pedagang. Saat bencana banjir itu rata-rata rumahnya mengalami kerusakan yang cukup berat.

“Ini desain pertama yang modelnya dua lantai. Semoga bisa dimanfaatkan untuk jangka panjang "pungkasnya.

Sementara Kepala Dinperwaskim Brebes Sutrisno yang di dampingi Kabid Moh Tholani kepada awak media ini mengatakan,32 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan dari provinsi yang nantinya akan di anggarkan pada tahun 2023 mendatang.

Namun kita akan bangun 2 yunit dulu sebagai percontohan, selebihnya nanti kita selesaikan di tahun 2023.Selain rumah Dinperwaskim Brebes ,juga akan membangun Talud ,jalan lingkungan, jambanisasi dan listrik untuk penerangan jalan,yang nanti akan kita anggarkan melalui APBD Brebes,"tuturnya. 

Ketua Komunitas Sempadan Sungai Kalikeruh, Deni kepada awak media ini  menyampaikan, terima kasih atas bantuan rumah yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinperwaskim Brebes.

“Mewakili anggota komunitas saya menyampaikan terima kasih, Pak Gnjar dan Bupati Brebes atas kaloborasi provinsi jawa tengah dan pemerintah kabupaten Brebes ,  Ini sangat membantu kami, paca bencana banjir bandang yang melanda Desa kami kemarin,” ujarnya.

Pewarta : Haryoto

OKP Kekaryaan Peduli Bencana Banjir Garut

 


Garut-policewatch.news-Meningginya intensitas curah hujan beberapa waktu yang lalu membuat debit air meningkat, sehingga mengakibatkan bencana banjir di beberapa Kecamatan di Kabupaten Garut. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Garut Kota, kelurahan ciwalen sepanjang rel kereta api dan dekat sungai yang meluap.

Menyikapi hal tersebut, Organisasi Kepemudaan Kekaryaan yang berhimpun di Partai Golkar seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Barisan Muda Kosgoro 57 (BMK 57), Himpunan Mahasiswa Kosgoro 57 (Himakos 57) serta Keluarga Intelektual Muda Partai Golkar (KIM-PG) Kabupaten Garut berupaya untuk meringankan beban korban bencana banjir dengan menyalurkan langsung bantuan ke lokasi terdampak hari Minggu (17/7/22).

Turut hadir langsung ke lokasi bencana Kang Ahmad Hidayat anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar yang juga kebetulan ketua AMPI Jawa Barat, Kang Agus Indra Ketua Wanhat AMPI Garut/pengurus Golkar Jawa Barat, Kang Deden Sofyan Ketua Fraksi Partai Golkar Garut, Samsudin Anggota DPRD Garut serta Kepala Bidang Pemanfaatan PSDA Provinsi Jawa Barat dan BPBD Jawa Barat

Penyerahan bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kang Ahmad Hidayat kepada masyarakat kelurahan ciwalen didampingi para ketua RW.

Disela-sela penyerahan bantuan tersebut, Kang Ahmad pun turun langsung meninjau sungai yang meluap sehari sebelumnya, beliau menyampaikan sungai tersebut perlu di normalisasi kembali agar di kemudian hari tidak terjadi lagi luapan, kang Ahmad pun langsung menghubungi Kabid PSDA untuk langsung terjun merapat ke lokasi.

Di wawancarai oleh media Ketua AMPI Garut, Bung Fahad Fauzi mengatakan "semoga bantuan yang disalurkan ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban korban bencana banjir dan masyarakat dapat kembali beraktifitas lagi seperti biasanya” ungkapnya.

Setelah penyerahan bantuan diposko induk penanggulangan bencana, rombongan lanjut meninjau posko darurat yang didirikan warga setempat dan mendata semua kebutuhan yang diperlukan.

Di akhir kunjungan, Kang Agus Indra (Pengurus Golkar Jawa Barat) mengungkapkan juga, "dalam waktu dekat DPD Partai Golkar Jawa Barat akan turun memberi bantuan ke semua kecamatan yang terdampak bencana banjir, oleh karena itu saya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan para pemuda yang terdepan dalam bergerak. Saya salut sama AMPI Garut, BMK, Himakos yang rasa peduli nya sangat tinggi, juga untuk para wakil rakyat yang mau turun langsung hari ini saya ucapkan terima kasih." Ujar beliau.

Informasi yang didapat awak media memang OKP Kekaryaan ini sudah menggalang donasi semenjak kejadian bencana terjadi. Hari ini memberikan bantuan berupa sembako, nasi bungkus, serta uang. OKP Kekaryaan Peduli Banjir Garut masih terus menggalang donasi untuk keperluan warga lainnya terutama alat-alat sekolah, kasur, terpal, selimut, sembako dan lain lain nya. 

Semoga bencana ini tidak terulang kembali serta warga dapat beraktivitas kembali seperti biasa.(dera taopik)

Pondasi Jembatan Cicuwol Rusak Aliran Sungai Meluap

 

Jembatan Cicuwol, Cidahu , Sukabumi

  Sukabumi policewatch.news ,- Air Sungai Meluap, gegara Pondasi Jembatan Cicuwol Rusak, saat ini Jembatan Cicuwol yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi sejak pukul 17.30 WIB, menyebabkan aliran sungai Cicuwol meluap. Setelah 1,5 jam dihajar hujan deras yang tidak berhenti, akhirnya pondasi jembatan Cicuwol ambrol, Selasa (27/04/2021).

Akibatnya Jembatan yang berlokasi di Kampung Pasirdalem Rt 01/01 Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan berat.
“Mobil kecil juga tidak bisa, hanya motor (kendaraan roda dua) saja,” ujar Dede Farhan, anggota BPBD Kabupaten Sukabumi yang berada di lokasi.

Ia menambahkan untuk sementara jembatan penghubung Cicurug-Cidahu-Parungkuda tidak bisa menahan beban yang terlalu berat, dan untuk kendaraan roda empat atau lebih saat ini tidak diperkenankan melewati jembatan Cicuwol.

Jembatan yang berlokasi dekat pabrik Krating Daeng bolong akibat tergerus air, saat ini petugas di lapangan sudah memberikan police line dan mengatur lalu lintas dengan cara buka tutup dikarenakan jembatan hanya diperbolehkan dilewati oleh satu jalur saja.


Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Anita Mulyani menghimbau untuk menghindari kemacetan lalu lintas, masyarakat diharapkan mencari jalan alternatif lain terutama untuk roda empat karena jembatan tidak bisa dilewatinya.

“Masyarakat Cidahu yang akan berpergian ke arah Cicurug, diharapkan melewati jalan Babakan Jaya atau Babakan Pari,” pungkasnya.

Jembatan Cicuwol yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.
 Sementara Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi sejak pukul 17.30 WIB, menyebabkan aliran sungai Cicuwol meluap. Setelah 1,5 jam dihajar hujan deras yang tidak berhenti, akhirnya pondasi jembatan Cicuwol ambrol, Selasa (27/04/2021).

Akibatnya Jembatan yang berlokasi di Kampung Pasirdalem Rt 01/01 Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan berat.
“Mobil kecil juga tidak bisa, hanya motor (kendaraan roda dua) saja,” ujar Dede Farhan, anggota BPBD Kabupaten Sukabumi yang berada di lokasi.

Ia menambahkan untuk sementara jembatan penghubung Cicurug-Cidahu-Parungkuda tidak bisa menahan beban yang terlalu berat, dan untuk kendaraan roda empat atau lebih saat ini tidak diperkenankan melewati jembatan Cicuwol.

Jembatan yang berlokasi dekat pabrik Krating Daeng bolong akibat tergerus air, saat ini petugas di lapangan sudah memberikan police line dan mengatur lalu lintas dengan cara buka tutup dikarenakan jembatan hanya diperbolehkan dilewati oleh satu jalur saja.

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Anita Mulyani menghimbau untuk menghindari kemacetan lalu lintas, masyarakat diharapkan mencari jalan alternatif lain terutama untuk roda empat karena jembatan tidak bisa dilewatinya.

“Masyarakat Cidahu yang akan berpergian ke arah Cicurug, diharapkan melewati jalan Babakan Jaya atau Babakan Pari,” pungkasnya.

Pewarta ; lukman/kepin

TAMBANG BATUBARA ILEGAL TELAN KORBAN 11 TEWAS DILOKASI KEJADIAN

BREAKING NEWS



POLICEWATCH.NEWS - MUARA ENIM - Warga Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim Dikabarkan ada 10 orang pekerja mengalami kecelakaan sewaktu sedang melakukan aktivitasnya bekerja disalah satu tambang batubara ilegal yang berlokasi di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, Rabu sore (21/10/2020). 

Dari 11 orang yang mengalami kecelakaan tersebut semuanya  dinyatakan meninggal dunia. Saat ini semua korban sudah dibawa ke Puskesmas Tanjung Agung Muara Enim,Sumsel
Dari pantauan media ini langsung ke Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim, Kesebelas pekerja yang meninggal dunia sudah dibungkus, diduga untuk dibawa kerumah duka masing masing korban. 

Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Faisal ketika dikonfirmasi awak media rabu (21/10) diselah selah sibuknya di Puskesmas Tanjung Agung, membenarkan kecelakaan kerja para penambang ilegal itu terang " Kapolsek 
Sementara korban yang meninggal dunia dilokasi kejadian  ada 11 orang yang sudah dievakuasi dalam kecelakaan kerja diantaranya :

1. Darwis Warga Desa Tanjung lalang 

2. Hardiawan Warga Tanjung Lalang 

3. Rukasih Warga Tanjung  Lalang 

4. Sandra dari Jawa Tengah 

5. Joko supriyanto Warga penyandingan 

6. Purwadi Warga penyandingan 

7. Zulpiawan Warga  Tanjung Lalang 

8. Sumarli warga Muara kisam OKU selatan 

9. Sukron Warga lampung 
10.Umardani warga Suka Raja Panang Enim 

11 Dari Lampung 

REPORTER : POLICEWATCH.NEWS IRIN/BAMB

Tsunami 20 Meter Bisa Terjadi di Jabar dan Jatim "ITB Prediksikan itu" BMKG Singgung Gambaran Terburuk

 

ilustrasi Tsunami

Bandung, POLICEWATCH,- Institut Teknologi Bandung (ITB) menyampaikan hasil riset yang cukup menggemparkan masyarakat pesisir pantai, ITB memprediksi sepanjang pantai selatan Jawa Barat dan selatan Jawa Timur berpotensi digulung Tsunami.

Riset tersebut pun memperkirakan tinggi tsunami yang akan mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur.

Hasil riset tersebut pun menggemparkan masyarakat, sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun turut membuka suara.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan pihaknya mengapresiasi kajian tersebut.

ADANYA potensi gempa kuat di zona megathrust di selatan Pulau Jawa hasil kajian para ahli kebumian ITB yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature baru-baru ini," ungkapnya dikutip  dalam akun Instagram pribadinya @daryonobmkg yang diunggah pada Jumat 25 September 2020

"Diharapkan dapat mendorong kita semua untuk lebih memperhatikan upaya mitigasi bencana gempabumi dan tsunami," sambungnya.

Menurutnya, perlu ada upaya serius dari berbagai pihak untuk mendukung dan memperkuat penerapan building code dalam membangun infrastruktur.

Masyarakat, lanjut Daryono, diharapkan terus meningkatkan kemampuannya dalam memahami cara selamat saat terjadi gempa dan tsunami.

"BMKG dalam hal ini mengapresiasi hasil tersebut. Skenario model yang dihasilkan merupakan gambaran terburuk (worst case), dan ini dapat dijadikan acuan kita dalam upaya mitigasi guna mengurangi risiko bencana gempa dan tsunami," tulisnya.

Ia mengakui, informasi potensi gempa kuat di zona megathrust memang rentan memicu keresahan akibat salah pengertian (misleading).

Akan tetapi, menurutnya masyarakat lebih tertarik membahas kemungkin dampak buruknya daripada pesan mitigasi yang mestinya harus dilakukan.

"Informasi potensi gempa kuat selatan Jawa saat ini bergulir cepat menjadi berita yang sangat menarik," ungkapnya.

"Masyarakat awam pun menduga seolah dalam waktu dekat di selatan Pulau Jawa akan terjadi gempa dahsyat, padahal tidak demikian," tambahnya.

Menurutnya, kajian ilmiah mampu menentukan potensi magnitudo maksimum gempa megathrust dan scenario terburuk.

Akan tetapi hingga saat ini teknologi belum mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan dan di mana gempa akan terjadi.

"Maka dari itu, dalam ketidakpastian kapan terjadinya, yang perlu dilakukan adalah upaya mitigasi dengan menyiapkan langkah-langkah kongkrit untuk meminimalkan risiko kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa," ungkapnya.

Menurutnya, informasi hasil kajian ini hendaknya tidak mempertajam kecemasan dan kekhawatiran masyarakat.

Akan tetapi, harus segera direspon dengan upaya mitigasi yang nyata. Apakah dengan meningkatkan kegiatan sosialisasi mitigasi, latihan evakuasi (drill), menata dan memasang rambu evakuasi.

Serta menyiapkan tempat evakuasi sementara, membangun bangunan rumah tahan gempa, menata tata ruang pantai berbasis risiko tsunami, serta meningkatkan performa sistem peringatan dini tsunami.

Pewarta : Asep 

Banjir Bandang Dibandar Durian, Labuhanbatu Utara Genangi Jalinsum Dan Rumah Warga




Sum-Ut, Policewatch.news,- Semua perbuatan yang salah pasti akan ada dampak atau efek dari sebuah berbuatan itu sendiri. Dampak dari ulah tangan tangan oknum yang tidak bertanggung jawab seperti penebangan hutan hutan tanpa ada aturan dan tata cara menebang hutan, bahkan diduga tanpa izin dari Pemerintah. Membakar hutan tanpa memikirkan orang dan mahluk lain. Itulah nafsu serakah manusia yang tiada batasnya. Sehingga banjirpun tak dapat dielakkan lagi oleh masyarakat.

Seperti banjir bandang yang terjadi diBandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Ratusan warga menangis sedih akibat rumah tempat tinggal mereka direndam banjir bandang yang ketinggiannya hingga mencapai satu meter lebih. Diduga banjir Itu disebabkan oleh adanya penggundulan hutan hutan dihulu sungai Aek Natas. 

Sehingga air yang turun kehilir tidak lagi ada penghalangnya bahkan erosi pengikisan tebing hutan pun terjadi, pelan tapi pasti banjir akan bisa lebih besar lagi. Itulah dampak dari sebuah kesalahan besar yang selama ini diperbuat oleh oknum yang nakal. Tidak hanya itu, akibat dari banjir bandang tersebut membuat akses jalan lintas Sumatera, Labuhanbatu Utara - Labuhan Batu terputus akibat luapan air sungai tersebut begitu deras hingga memutus arus lalulintas. 

Pada saat Kabid BPBD Labura yaitu Sukardi berada dilokasi banjir beliau menjelaskan kepada awak media pada hari Jumat (24/07/2020) bahwa banjir didaerah ini kerap terjadi dalam tiap tahun yang mengakibatkan macetnya arus lalulintas kenderaan bermotor yang akan melintas di Jalan lintas Sumatera Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Sebenarnya banjir ini akibat luapan air dari hulu sungai Aek Natas yang begitu deras sehingga luapan banjir bandang tersebut menggenangi rumah warga sebanyak lebih kurang 185 Kepala Keluarga dan menutup akses jalan hingga arus kendaraan lumpuh total. 

Dugaan sementara luapan air diperkirakan sekitar jam 03.30 WIB dinihari, dan puncak ketinggian air diperkirakan naik pada jam 06.00 WIB. Ketinggian luapan air mencapai satu meter lebih dan menggenangi badan Jalan Lintas Sumatera. Akibatnya akses kenderaan terhambat dan mengalami kemacetan total sepanjang 5 Kilometer antrean kendaraan, ujar Kabid BPBD menjelaskan. 

Selain dari pada Itu juga jajaran kepolisian Mapolres Labuhan Batu yang dipimpin langsung oleh Waka Polres Labuhan Batu Kompol. M.Taufik, SE, MH saat berada dilokasi banjir mereka  bergerak dan langsung membantu agar kenderaan dapat berjalan dengan lancar dan teratur. Sampai siang ini permukaan air di badan jalan mulai terlihat surut sehingga Kenderaan kendaraan yang antre pun mulai kembali berjalan perlahan agar arus lalulintas kembali normal seperti biasa. (J. A. Barus, SH).

Telah Terjadi Longsor di Jalan Cisewu Garut , Sudah berhasil di evakuasi oleh Dishub Cisewu dan Koramil 1123





Garut selatan-POLICEWATCH.NEWS- kecamatan Cisewu diguyur hujan sejak pagi  akibatnya terjadi longsor tanah dan batuan menutupi jalan ,Kejadian pukul 5 .00  (15/3/2020) dikampung Pasko desa cisewu kecamatan cisewu.

Batuan dan longsoran tanah menutupi jalan sehingga mengakibatkan lalulintas terhambat , Namun sampai berita ini diturunkan kondisi lalulintas sudah kembali normal dikarenakan tim Dishub dan Anggota Koramil 1123 Bapak Taslim dengan cepat amankan situasi .

Saat wawancara pada media  salah satu anggota Dishub  yang juga sebagai salah satu ormas BBC Skills Bapak Saepudin  kabupaten garut "Kejadian longsor di kecamatan cisewu ini bukan kali pertama diakibatkan curah hujan yang cukup besar, Juga tekstur tanah tanah yang berbatu sering menjadi penyebab  terjadinya longsor ,Untung longsor saat ini tidak terlalu besar sehingga tidak menutup jalan semua dan bisa di atasi dengan alat sederhana saja "

Lanjut  saepudin yang biasa di kenal juga wa rambo mengatakan " Bagi pengguna jalan yang menggunakan jalan jalur cisewu sebaiknya lebih berhati hati jika melintasi jalur ini pada saat hujan , Ungkapnya mengakhiri "(dera taopik)



LSM GEMANTARA DAN PMPS GALANG DANA UNTUK BANTU KORBAN BANJIR BANDANG DI KABUPATEN BOGOR


Dok : Policewatch

Peduli Banjir Bandang  Kabupaten Bogor, LSM GEMENTARA Raya & PMPS  Galang Dana di Perapatan Pasar Cibenda       


Kabupaten Bekasi,POLICEWATCH-   LSM GEMENTARA Raya & PMPS( paguyuban musisi Peduli sosial) Desa sirna jaya kecamatan Serang baru kabupaten Bekasi  menggelar aksi penggalang dana untuk korban bencana  banjir bandang  dikabupaten Bogor   kamis(30/01/2020). 

Penggalangan dana dilakukan puluhan aktivis Gementara raga  dan paguyuban Musisi peduli sosial (PMPS) dipasar Cibenda /Prapatan Rt 08/04 Desa sirna jaya kecamatan Serang baru kabupaten Bekasi.

Ketua Koordinator Joni Hermansyah Dan ketua LSM Gementara raya kabupaten bekasi Mengatakan, penggalangan dana ini merupakan bentuk kepedulian terhadap saudara di kabupaten Bogor  yang terkena musibah bencana alam. 

Dengan harapan dapat meringankan beban mereka yang berada disana yang terkena musibah.

”Sebagai umat manusia harus saling tolong menolong ketika ada saudara yang sedang mendapatkan musibah. Dan ketua Gementara Raya kabupaten Bekasi "Gunawan  Penggalangan dana kami lakukan dari Kamis  (30/01/2020) sampai dua Minggu (12/8/2018),” ungkapnya.

Sementara Ketua Pimpinan Gementara Raya  kabupaten Bekasi "Gunawan  menghimbau, kepada seluruh masyarakat dikabupaten Bekasi  untuk membagi sedikit rezekinya membantu saudara kita yang sedang mendapatkan musibah bencana banjir bandang dikabupaten Bogor

“Dari hasil penggalangan dana hari Ini dan seterusnya  Besok kita akan lakukan penggalangan dana kembali. Semoga para korban bencana banjir bandang Bogor  diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah yang diturunkan Allah,” pungkasnya. Ketua LSM  GEMENTARA Raya kab'bekasi.

Pewarta : Gunawan/Abi

SI JAGO MERAH " MENGAMUK DI PASAR CIKAJANG" 60 KIOS LUDES TERBAKAR

DOK :POLICEWATCH


GARUT,-POLICEWATCH.NEWS-Kebakaran terjadi di Pasar Cikajang Blok Saluyu, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Selasa (28/01). Akibatnya, 60 unit kios milik pedagang hangus dilahap si jago merah.“Iya telah terjadi kebakaran di Blok Saluyu Pasar Cikajang. Yang terbakar 60 unit kios pedagang,” kata Camat Cikajang, Undang Saripudin, S.Sos, M.Si, Selasa (28/01).
Diduga akibat konseling arus pendek listrik  dari puluhan kios Pasar Cikajang 

“Awalnya api berasal dari salahsatu kios milik pedagang di Blok Saluyu, dan kemudian merembet hampir seluruh kios hangus dan rata dengan tanah,” tutur Rohmat, salah seorang pedagang sembako, di pasar cikajag, saat di temui policewatch, di lokasi kejadian.

“Beruntung, kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa, namun di pastikan kerugian pedagang di wilayah tersebut, mencapai miliaran rupiah,” terang Rahmat.

Sementara Aah Anwar, kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, mengatakan, bahwa keterlambatan pihak petugas Damkar datang kelokasi kejadian memanglah sangat terlambat, karena kendala jarak tempuh dari Pos Pemadam ke lokasi kebakaran.

“Kemudian para korban meminta bantuan kepada masyarakat setempat dan petugas Pos Pam untuk membantu memadamkan api. Setelah api padam. Petugas langsung memasang garis polisi serta melakukan penyelidikan. Dugaan sementara, karena arus pendek listrik,” pungkas Camat Cikajang. 
PEWARTA : (Dera)


GALENA RESCUE SALURKAN BANTUAN KORBAN LONGSOR DI BOGOR


Dok : MPW


BOGOR, POLICEWATCH,-GALENA RESCUE di komandoi oleh Adi Supriadi yang juga sebagai koordinator Galena Rescue menyempatkan waktu bersama seluruh tim hadir di Wilayah Bogor untuk misi kemanusiaan dengan membuka posko di Kec. Sukamulih, Kab. Bogor.

"Kehadiran Adi Supriadi bersama tim, untuk dropping logistik ke dapur umum di lokasi paska banjir".

Di ceritakan oleh Adi, bahwa timnya bersama tim SAR dan relawan gabungan mengalami beberapa kendala dalam mendistribusikan bantuan kepada korban longsor di beberapa desa, di  Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sedikitnya ada 3 Desa yang terisolasi,  lantaran akses menuju lokasi desa tersebut, di antaranya Desa Cisarua, Desa Ciberani dan Desa Cileuksa tertutup material longsor, di tambah dengan akses jembatan terputus akibat terjangan banjir.

Meski pemerintah Kabupaten Bogor sendiri telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan bayi, mie instan, hingga kebutuhan pokok lainnya ke kawasan itu dengan menggunakan helikopter Super Puma Lanud Atang Sendjaja,

Namun, bantuan kebutuhan pokok, pakaian, makanan dan lainnya sampai saat ini belum tersalurkan secara maksimal.

"Akses menuju pemukiman yang mereka tempati masih tertutup material longsor  sehingga tidak bisa dilalui semua jenis kendaraan".

Kami sejak 4 Januari 2020 hingga saat ini  berada di Bogor, yang kami tau, akses menuju beberapa Desa tersebut, bisa di tempuh cepat sementara hanya dengan menggunakan helikopter, Namun akses pendistribusian ke setiap kampungpun  masih sulit, terang Adi Supriadi.

Untuk mendistribusikan logistik, kami bersama tim SAR dari unsur TNI/Polri, BPBD, Tagana, relawan dan masyarakat terpaksa harus berjalan kaki kurang lebih selama 2 - 3 jam menuju kampung - kampung yang terisolasi.

Selain itu, tim juga harus menyusuri hutan dan melewati bukit yang longsor, Bahkan untuk bisa mencapai beberapa kampung, petugas harus melintasi jembatan darurat yang dibuat oleh warga, setelah jembatan utama di wilayah itu hanyut terbawa arus Sungai Cikeusal.

Kini, tim gabungan tengah berupaya membuka akses lain untuk memudahkan masyarakat desa melakukan aktivitas sehari - hari, di samping mempermudah penyaluran bantuan korban longsor, terang Adi.

Sumber   : Kornas TRC PA
Pewarta  : Bagus



DPC Gementara Raya " Kabupaten Bekasi" Berikan sumbangan logistik Pada Korban Banjir

 
DOK : POLICEWATCG

Bekasi, POLICEWATCH,-- Sungguh luar biasa dengan terjunnya langsung ,ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gementara pak gunawan dan juga dewan penasehat gementara H taslim ,serta team media gemntara tv yang terjun langsung ke lokasi area banjir yang terletak di desa suka karya dan desa suka karsa kecamatan sukakarya kabupaten bekasi 3/1

DOK : POLICEWATCH
Ketika di konfimasi wartawan  terkait sumbangan yang diberikan langsung ke pihak desa tersebut, yang pastinya mendapat sambutan yang positif dari aparat desa suka karya sekdes suparman 

Terlebih lebih ucapan rasa berterimakasih dari warga desa tersebut, Sementara itu sekdes sukakarya mengatakan , Saya sangat bangga atas kedatangan bapak bapak wartawan dan LSM Gemantara di antaranya  ketua DPC  Gunawan dan juga dewan penasehat H taslim , yang mana sudah menyempatkan waktunya di tengah tengah kesibukan , sehingga terjun langsung untuk memberikan sumbangan logistik yang berbentuk sembako dan juga pakain layak pakai ,Papar Sekdes

Dan sekdes sukakarya juga ga bisa berbicara banyak dalam hal ini malah yang ada sangat terkesima karna sebelumnya kedatangan team wartawan  dan juga lsm gementara raya begitu membuat sekdes terharu .

Begitu juga ucapan yang sama yang di lontarkan dari anggota BPD desa sukakarsa ibu ade ,  dan juga harapan dari kedua desa tersebut terkait penyebab banjir salah satunya Normalisasi sungai ciherang dan juga anak sungai lainya , yang sekiranya menjadi penyebab banjir .

Lantas hibawan dari ketua gementara gunawan buat warga desa sukakarya dan desa sukakarsa " marilah kita sama sama untuk mengatasi hal hal yang menjadikan penyebab banjir , memang ini adalah salah satu musibah tahunan di mana apabila musim hujan datang ,,

Salah satunya jangan membuang sampah sembarangan dan juga tingkatkan kerja samanya dengan pemerintahan desa setempat ,tandasnya

Begitu pula dewan penasehat gementar tv H taslim menambahkan terkait himbauan buat warga desa sukarya dan juga desa sukakarsa ini semua kita ambil hikmahnya dan tingkatkan kesabaran sekaligus berbuatlah yang terbaik untuk membangun desa setempat .

Terkait harapan insya allah dinas yang terkait akan tergugah hatinya agar lebih memperhatikan permasalahan ini pungkasnya***

Pewarta : Gun/Kasmat LD 

Pasar Beras Bendul Merisi Surabaya Ludes Terbakar

DOK  : MPW

SURABAYA,POLICEWATCH.NEWS - Pasar beras bendul merisi yang beralokasi di jalan bendul merisi,  wonocolo kota Surabaya ludes dilahap si jago merah, Sabtu (16/11/2019) sekitar pukul 10:30 WIB. 

Kobaran api menghanguskan sedikitnya 10 kios, 10 unit mobil jenis minibus dan 2 Unit sepeda motor yang terparkir dikawasan pasar beras bendul merisi kota surabaya tinggal kerangka akibat amukan si jago merah yang saat itu semakin membesar.

Tak lama kemudian, setelah adanya laporan warga sekitar, akhirnya 10 unit mobil pemadam kebakaran milik pemkot Surabaya yang dikerahkan tiba dilokasi kejadian untuk memadamkan api. Akibat kebakaran ini, jalan menuju Jl.Ahmad Yani dari Arah Jalan Stasiun Wonokromo ditutup. Sementara itu, kondisi bangunan seluas 10 meter lebih yang terbakar hangus tak tersisa.

Informasi yang berhasil dihimpun dari Kapolsek Wonokromo, AKP Christoper Adhikara Lebang melalui Kanit Reskrimnya, Ipda Arie Pranoto membenarkan adanya kebakaran itu. Dan akibat dari kejadian naas itu  ditafsir sementara kerugian yang diderita warga sekitar Rp 1,5 miliar.

Ia menyebutkan, kerugian itu meliputi 10 mobil jenis minibus yang terparkir di sekitar Pasar Beras Bendul Merisi dilahap si jago merah, 10 kios pasar dan dua unit sepeda motor ikut terbakar.

Api yang membesar baru dapat dipadamkan setelah petugas PMK Kota Surabaya berjibaku selama tiga jam. Dan beruntung saat kejadian Tidak ada korban jiwa.(AS) 

Pemerintah Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Retakan Tanah di Garut





GARUT-POLICEWATCH.NEWS-Ratusan warga yang bermukim di Kampung Sukasari, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dievakuasi akibat pergerakan tanah yang mengancam wilayah mereka.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan Pemkab Garut mengevakuasi warga kampung tersebut mulai hari ini.

"Hari ini saya perintahkan evakuasi. Kami khawatir terjadi longsor akibat retakan tanah itu," ujar Helmi kepada wartawan di gedung Intan Balarea, Jalan Patriot, Kamis (31/10/2019).

Tim dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga setempat.

Berdasarkan data yang dihimpun, di Kampung Sukasari terdapat 58 rumah yang dihuni ratusan warga. Beberapa rumah diketahui berada tepat di bawah pemakaman yang retak.

Helmi mengatakan pihaknya mengevakuasi warga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Kami evakuasi warga yang bermukim dekat lereng yang tanahnya retak. Retakan tanah di sana sudah cukup mengkhawatirkan," katanya.

Warga dievakuasi ke lokasi pengungsian yang tak jauh dengan Kampung Sukasari. Ada juga sejumlah warga yang memilih pindah ke rumah saudara mereka.

Selain mengevakuasi warga, saat ini Pemkab Garut terjun ke lokasi untuk melakukan pemetaan untuk mengambil langkah selanjutnya.(Usep Ks)


7 RUMAH WARGA DIKELURAHAN MARBAU LABUHANBATU UTARA LUDES TERBAKAR




Media Police watch News Labuhanbatu Raya.- Sekitar pukul 08.30 wib 31/10/19 Dibelakang Pasar kelurahan Marbau Labuhanbatu Utara telah terjadi kebakaran rumah warga yang notabenenya diareal pemukiman warga. Dengan terjadinya kebakaran tersebut terlihat api menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya sehingga mengagetkan warga. Dengan tingginya kobaran api yang besar hingga akhirnya melalap rumah rumah warga sampai ludes. Terhitung ada 7 rumah warga yang terbakar, Salah satunya adalah rumah mantan Lurah Marbau Labuhanbatu Utara.

Petugas Damkar marbau Labuhanbatu Utara menurunkan 4 unit mobil pemadam kelokasi kebakaran guna penindakan sigap bencana kebakaran diwilayah pemukiman masyarakat. Dan dalam waktu tidak begitu lama akhirnya api dapat dipadamkan oleh tim Damkar kabupaten Labuhanbatu Utara. Ada 2 orang ibu ibu yang merupakan warga Marbau melihat kejadian kebakaran tersebut menjerit histeris hingga diluar kesadarannya sang ibu ibu warga setempat sampai jatuh pingsan. Dan pada saat itu juga masyarakat langsung membantu mengangkat ibu ibu tersebut untuk dilarikan kerumah sakit dengan menggunakan ambulance guna mendapatkan pertolongan pertama. Hingga sampai dengan saat ini belum diketahui ada atau tidaknya korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut,karena masih dalam tahap evakuasi. Dan penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti,apakah diduga ada tabung gas yang meledak atau korsleting arus lampu PLN. Masih dalam penyelidikan jajaran hukum setempat. ( Alex Wijaya ).

Pasar Tanah Merah Bangkalan Ludes Dilahap Si Jago Merah


Reporter : Achmad S
 
DOK : MPW
BANGKALAN, MADURA, POLICEWATCH.NEWS- Kebakaran hebat terjadi di Pasar Tradisional Tanah Merah Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur, Senin (28/10/2019) sekitar pukul 19 : 30 WIB malam.

Saat terjadi kebakaran yang membuat panik warga sekitar lokasi kejadian, sebanyak 8 unit Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) langsung melakukan pemadaman dengan dibantu warga sekitar lokasi kejadian untuk menjinakkan kobaran api yang semakin membesar akibat kena hembusan angin kencang.

Dari 8 unit mobil pemadam kebakaran itu, sebanyak 4 unit mobil Damkar milik pemkab bangkalan dan 2 unit mobil Damkar milik PDAM, 1 unit mobil damkar milik polres bangkalan dan 1 unit damkar milik Pangkalan TNI AL Batuporon Bangkalan yang melakukan upaya pemadaman," kata Kasubbag Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno.

"Api awalnya terlihat di bagian selatan pasar, tepatnya di dekat tiang PLN yang kemudian semakin membesar hingga merambat ke kios - kios yang berbahan kayu"

Petugas belum menyimpulkan penyebab terhadinya kebakaran pasar tradisional tanah merah bangkalan. Namun berdasarkan dugaan, karena terjadi sambungan arus pendek listrik, karena api pertama kali muncul di sekitar tiang listrik yang ada di dalam pasar.

"Dan berkat bantuan mobil pemadam dari instansi lain, saat ini kobaran api semakin mengecil," kata Suyitno.

Kebakaran Pasar Tanah Merah Bangkalan ini menyebabkan arus lalu lintas di jalur penghubungan antara Kabupaten Bangkalan dengan Sampang macet. Petugas terpaksa mengalihkan kendaraan melalui jalur alternatif.

Sedangkan untuk kendaraan besar dan pengangkut bahan material yang dari arah Surabaya yang hendak menuju Kabupaten Sampang, Pamekasan, dan Sumenep terpaksa dihentikan di pertigaan Tangkel, Bangkalan, guna mengantisipasi beban kemacetan yang lebih parah.

Sementara itu, akibat kebakaran tersebut, antrean kendaraan yang dari arah Sampang menuju Surabaya dan sebaliknya, terpantau hingga mencapai 5 kilometer. Dan untuk kerugian ditafsir sekitar ratusan juta.(AS)

Hutan Gunung Cakrabuana Malangbong Terbakar, Hingga Malam Ini Masih Berkobar


Kebakaran Hutan di Gunung Cakrabuana Garut


Garut-POLICEWATCH.News- Sejak pukul 11.00 WIB kobaran api disertai kepulan asap pekat membumbung tinggi di atas Gunung Cakrabuana,  kawasan Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Kamis (24/10.2019). 

Kobaran api tersbut berasal dari hutan di Gunung Cakrabuana, tepatnya di kawasan Kampung Legok Nangka, Desa Mekarasih, Kecamatan Malangbong.

Menurut Ketua FKPM Kecamatan Malangbong, Ukun Juhana (60) kebakaran di hutan Gunung Cakrabuana tersebut mencapai 3 hektare. Saat ini, warga setempat masih menunggu bantuan pihak terkait untuk memadamkan kobaran api yang melalap kawasan hutan Gunung Cakrabuana tersebut.

“Ya, titik api di kawasan hutan gunung Carkabuana terlihat sejak pukul 11.00 (WIB) tadi siang. Hingga saat ini masih terlihat, kita masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menangani kebakaran ini . Diperkirakan, luas lahan (hutan) yang terbakar ada 3 hektare,” ujar Ukun, Kamis (24/10/2019) malam.(Denden-Nendi)

Kebakaran yang menghanguskan 2 rumah di kawasan padat penduduk di Kabupaten Garut

kebakaran

Garut -POLICEWATCH NEWS- Kebakaran terjadi di pemukiman padat penduduk di Garut, Jawa Barat. Akibatnya 2 rumah warga menjadi korban hangus terbakar, Ju,mat (4-10-19)
Kebakaran itu terjadi di Kampung Gadog , Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Bayongbong Garut, Jumat(4/10/2019)Asep salah seorang saksi mata menjelaskan, api bersumber dari rumah milik Pak Yayat .

"Kejadiannya sekitar jam 7.30(pagi), apinya berasal dari rumah Pak Yayat, kemudian apinya tiba-tiba besar. Warga panik dan berhamburan ke luar rumah," ungkap salasatu warga kepada wartawan MPW di lokasi kejadian, Jum,at (4/10/19).

Warga menjelaskan api yang berasal dari ruangan dapur tersebut kemudian membakar seisi rumah milik Yayat. "Kemudian api merembet ke satu rumah lain yang ada di sampingnya," katanya.

Warga menambahkan api hampir membakar rumah milik seorang warga lain yang lokasinya berhadapan dengan rumah Yayat. Beruntung, warga yang Lainya mengetahui hal tersebut langsung turun ke lokasi mengerahkan Alat seadanya tuk memadamkan Api tersebut.

"Alhamdulillah api bisa padam sekitar satu jam kemudian. Rumah warga Yang lainya Akhirnya Selamat," ungkapnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Namun kerugian yang dialami Yayat diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Warga menduga kebakaran ini diakibatkan oleh api yang bersumber dari  Hawu tempat memasak. (Denden-Dendi)

Rumah Yustina Siswa SMA Negeri 4 Semarang Ludes Di Lalap Si Jago Merah


Reporter : Taufiq.Sapta

Rumah yustina terbakar ludes , saat warga ikut memadamkan api yang membesar. Foto: Taufiq

Semarang (PoliceWatch.News),- Rumah Yustina siswa SMA Negeri 4 semarang yang terletak di jalan Rasamala Utara II perumahan banyumanik kelurahan srondol kulon Kecamatan banyumanik semarang, sabtu (28/9/2019) sekitar pukul 04.30 ludes terbakar dilalap sijago merah.



Menurut keterangan Suharno Kakek Yustina pemilik rumah, kebakaran terjadi disebabkan obat nyamuk bakar yang menempel pada kasur lipat kemudian menjalar ke almari sekitar pukul 04.30. Oleh suharno sebenarnya udah di upayakan dengan menutupi kain yang sudah dikasih air tetapi api terus menjalar, dengan panik membawa anak anaknya serta penghuni keluarga besarnya untuk di evakuasi keluar rumah namun api semakin lama semkin membesar, pertolongan juga di berikan oleh warga komplek perumahan tersebut sambil menunggu mobil pemadam kebakaran datang.



Sekitar pukul 5.15 4 unit mobil pemadam kebakaran datang memberikan bantuan pemadaman namun api terlanjut sudah melalap seisi rumah bahkan sampai ke lantai 2 rumah tersebut, beruntung api dapat di padamkan petugas kurang lebh hampir satu jam sekitar pukul 05.45



.Dalam musibah kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun semua isi rumah ludes tanpa meninggalkan sisa kecuali sisa bangunan rumah barang barang lain yang sebelumnya di selamatkan, semua isi ludes termasuk ijazah, KK serta surat surat penting lainnya semua ludes.




Yustina ( no 3 dari kiri ) bersama orang tuanya meratapi rumahnya yang ludes terbakar. Taufiq


“ Kami sudah tidak punya barang apapun semua ludes terbakar yang ada hanya yang melekat di badan kami beserta keluarga besar kami. Rumah kami yang menempati ada 4 KK,” tutur suharno sambil merapi rumahnya yang dalam tempo singkat ludes.



Masih di syukuri api tidak merembet ke kiri kanan rumah Suharno, sehingga kanan dan kiri rumah suharno selamat dari amukan api. Informasi tentang kebakaran rumah Yustina yang merupakan siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 4 Semarang di lanjutkan ke pihak Sekolah, kemudian di tindak lanjuti dengan sigap melalui pesan berantai lewat WhatApps membentuk kepedulian berupa donasi, bahan makanan serta pakaian pantas pakai yang diantaranya untuk keluarga besar Suharno.



Dengan langkah sikap dari Pihak SMA Negeri 4 Semarang yang di mandegani Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 4 Semarang di damping beberapa bapak ibu guru serta perwakilan siswa yang ada menyambangi rumah Yustina dengan memberikan bantuan untuk meringankan beban Keluarga besar Bapak Suharno yang merupakan ayah Yustina.

Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd saat menyerahkan Bantuan
Donasi untuk keluarga Suharno yang di terima Ibu Yustina Foto :. Taufiq.Sapta

Dalam menggalang donasi berupa apapun untuk meringankan keluarga shohibul musibah ,untuk kebutuhan tiga hari ke depan berupa bahan makanan, pakaian pantas pakai , dana santunan, dan bahan bangunan untuk merenovasi rumah beserta tenaga untuk perbaikan dan renovasi rumah, mengingat kejadian pas hari libur sehingga bantuan yang mengalir khususnya dari Keluarga besar SMA Negeri 4 seadanya secara spontanitas yang nantinya akan di lanjutkankan pengumpulan donasi oleh semua siswa dari kelas X sampai dengan kelas XII serta kepada orang tua siswa yang ber empati dan seluruh guru dan karyawan SMA negeri 4

Semarang, pada hari senin 30/9/1029 penggalangan dana di lanjut rencana sampai atap menutup dan dinding karena sebentar lagi musim hujan, dari paguyuban orang tua siswa pun juga peduli dan ber empati terhadap musibah tersebut.