Prabowo Bahagia KPK Ungkap Keuangan Negara Bocor Rp 2.000 Triliun

/ Sabtu, 06 April 2019 / 11.15

Reporter : IRFAN/ MRI

Basaria
"Perhitungan Litbang KPK, harusnya bisa terima Rp 4.000 triliun, tapi kenyataannya APBN kita Rp 2.000 triliun sekian, jadi hampir separuh, lebih mungkin. Kalau kita maksimal dan benar tidak ada kebocoran, maka Rp 4.000 triliun bisa dicapai,"

Jakarta (POLICEWATCH.NEWS)  Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengaku sangat senang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui adanya kebocoran keuangan negara seperti kritiknya. Bahkan, kata Prabowo, KPK menyatakan bahwa jumlah kebocoran tersebut dua kali lipat dari perhitungannya selama ini.

"Dua hari ini saya merasa sangat bahagia. Karena KPK punya dua kali hitungan saya," kata Prabowo ketika menghadiri Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni & Aktivis Kampus Indonesia, di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/4) malam.

Berdasarkan hasil yang ia amati, kebocoran negara berkisar Rp 1.000 triliun. Namun KPK menyatakan keuangan negara yang bocor Rp 2.000 triliun. Menurutnya, perhitungannya selama ini tidak asal-asalan.

"Saya bersyukur Alhamdulillah salah satu pimpinan KPK bilang bahwa sebenarnya kebocoran yang dihitung KPK Rp 2.000 triliun. Bahkan ada menteri pemerintah sendiri yang mengatakan lose di sektor tertentu lebih dari itu," jelasnya,

"Jadi akhirnya yang benar siapa?" tanya Prabowo.

Menurut putra dari begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo tersebut, menghitung kebocoran Rp 1.000 triliun uang negara sangat mudah. Prabowo pun curhat bahwa dirinya kerap diejek lantaran sok tahu soal ekonomi.

"Ada yang mengatakan Prabowo itu apa? Nggak punya gelar kok berani bicara ekonomi. Saya mungkin tidak punya gelar akademis formal. Tapi sekadar berhitung saya bisa. Setelah saya hitung-hitung, ke mana ini uang? Ada 1.000 triliun yang bocor. Gampang sekali hitungannya," tutur Prabowo.

Dia menyindir pihak lain hanya bisa menggulirkan isu-isu tak subtansial. Sementara, untuk mengatasi kebocoran uang negara tidak mampu.

"Bisa nakut-nakuti 02 akan hapus tahlilan, dirikan negara Khilafah. Dia tidak bisa menjawab bagaimana kau atasi Rp 2.000 triliun itu," tegas Prabowo.

Sebelumnya, isu kebocoran anggaran ini mencuat usai hasil Litbang KPK yang menemukan adanya angka kebocoran cukup tinggi pada APBN. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebut jika tidak bocor, total APBN Indonesia mestinya mencapai Rp 4.000 triliun. Namun, saat ini, total APBN berkisar Rp 2.439 triliun.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan
"Perhitungan Litbang KPK, harusnya bisa terima Rp 4.000 triliun, tapi kenyataannya APBN kita Rp 2.000 triliun sekian, jadi hampir separuh, lebih mungkin. Kalau kita maksimal dan benar tidak ada kebocoran, maka Rp 4.000 triliun bisa dicapai," ujar Basaria, Senin (1/4).


Basaria menambahkan, saat ini masih banyak potensi pendapatan di daerah yang bisa dioptimalkan. Mulai dari pajak hotel, restoran, tempat hiburan, serta parkir.

"KPK sudah tidak lagi hanya peduli soal keuangan negara yang dipakai pejabat penyelenggara negara, namun sudah mulai pada berapa penerimaan seluruh daerah kalau tidak bocor," katanya.
Oleh karena itu nantinya, kata dia, bank akan bekerja sama dengan hotel, restoran dan temlat hiburan, sehingga pajak yang dipungut otomatis masuk ke kas daerah.

Komentar Anda

Berita Terkini