Sekber IPJT Gelar Musda Pertama Di Hotel Dafam Semarang

/ Selasa, 07 Mei 2019 / 20.17

 Reporter : M. Taufiq.Sapta/Nyaman

Peserta Musda Pertama Sekber IPJT di Hotel Dafam Semarang, Minggu, 5 /5/2019  Foto: M. Taufiq.Sapta
 Semarang ( PoliceWatch.News )_Sekitar 70 Wartawan dari berbagai media cetak maupun online yang tergabung dalam w adah Sekretariat Bersama Insan Pers Jawa Tengah ( Sekber IPJT ) mengikuti Musda pertamay yang di gelar Sekber IPJT di Hotel Dafam Jalan. Imam Bonjol no 188, sekayu Kota Semarang,Minggu, 5/5/2019

Musda pertama Sekber IPJT di gelar mulai pukul 9.00 - 16.30 WIB yang di ikuti anggota
Sekber IPJT Kabupaten Kota Se Jawa tengah berlangsung dengan khidmat dan lancar.

Ketua Sekber IPJT, RM. Suwondo, dalam sambutannya mengatakan, Melalui pertemuan ini kepada temen temen saya sangat berterima kasih telah memberikan kontribusi pemberitaan yang proporsional mampu menyuguhkan berita yang mudah dan cepat, kepada seluruh lapisan masyarakat kita sebagai rasa tanggung jawab sebagai penulis yang berkebangsaan tinggi nilai nilai keluhuran dan nilai nilai budaya sebagai tanggung jawag sehingga bisa diterima diseluruh lapisan masyarakat , instansi pemerintahan sebagai kemitraan kerja yang baik saling membutuhkan juga mengisi kekurangan kekurangan yang ada dengan profesionalisme,Ucapnya

Menurutnya, menindak lanjuti tentang eksistensi Dewan Pers Indonesia (DPI) hasil upaya kita dalam mengikuti Mubes di TMII Jakarta dan KOngres Dewan Pers di Asrama Haji Pondok gede Jakarta hingga hari ini tetap berlanjut meskipun statusnya masih menunggu SK Presiden RI yang diterbitkan itu. Untuk program program kita menanti untuk penguatan kelembagaan Dewan Pers Indonesia (DPI) yaiutu pendataan anggota dan verifikasi perusahaan pers berdasarkan hasil Kongres Pers Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta , 6 maret 2019 lalu.

Suwondo menegaskan,” Surat pengajuan ke Presiden sudah dikirimkan sejak 16 april
2019 lalu, kita tunggu hasilnya.
Agregasi yang di miliki DPI salah satunya pelaksanaan UKW yang harus berlisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi ( BNSP ) bersama sama dengan 11 oraganisasi profesi pers yang tergabung didalamnya ikut memperjuangkan. Mari kita dukung pemberitaan pemberitaan untuk senior senior yang berjuang di pusat , semoga membuahkan hasil untuk kemakmuran rekan rekan seluruh jurnalis semua,” pungkasnya.

Sementara itu KaSubBid,seni,budaya,agama dan kemasyarakatan Kesbangpol Prov Jateng, Ir. Suprayitno dalam pencerahannya mengatakan, Kami menyambut baik atas terselenggaranya Musda Sekber IPJT dalam rangka menguatkan organisasi, percepatan serta pengembangan organisasi, Sekber IPJT hendaknya menyikapi dengan baik perbedaan dari segi, agama, ras,suku,
daerah ,parpol, profesi yang menjadi penghalang bagi masyarakat, bangsa dan Negara, ucapnya

Suprayitno berharap, untuk meningkatkan kualitas sebagai manusia maupun bangsa
diantaranya meningkatkan daya saing, kemandirian, dan keunggulan manusia Indonesia melalui tindakan nyata yang dapat mendukung eksistensi bangsa dan Negara Indonesia,Menurut Suprayitno untuk menyikapi persoalan tersebut dituntut peran aktif semua komponen bangsa termasuk Sekber IPJT tentunya disesuaikan dengan profesi dan kedudukannya masing masing, “ tuturnya.
“ Sekber IPJT hendaknya mampu berfikir, bersikap dan bertindak kritis dalam memberikan informasi kepada masyarakat namun tetap mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan.

Berkembangnya hoax yang disebarkan di medsos dapat berdampak terjadinya popularisasi sikap dan pemikiran ditengah masyarakat dapat memunculkan kecurigaan, ketegangan sosial dan
segregrasi sosial sampai pada perpecahan bangsa,” pungkasnya, saat memberikan pencerahan di acara Musda Sekber IPJT dengan tema “ Dengan Musda Sekber IPJT Kita Tingkatkan Jalinan Silaturahmi Kebersamaan Dan Sinergitas Antara Insan Pers Dan Pemerintah Daerah “ yang digelar di Hotel Dafam jalan. Imam Bonjol No 188, Sekayu Kota Semarang.

Perwakilan Sekber IPJT Kota Semarang saat menerima SK Sekber IPJT. Foto: M. Taufiq.Sapta

Sementara itu tidak kalah pentingnya dalam Musda Sekber IPJT pencerahan yang di sampaikan oleh Ketua Umum AWPI, Ir. Nahdiyanto, mengatakan,banyak rekan rekan pers masih belum bisa memisahkan anatara media dengan organisasi wartawan, karena acuannya berbeda.

Kalau media produk dari karya jurnalistik/wartawan , mammagementnya management perusahaan yang menganut Undang Undang Ketenaga kerjaan ,”ujarnya
Menurutnya, kalau kita merekrut wartawan harus di gaji, kalau tidak bisa menggaji berarti sesuai dengan UU Pers pasal 10 harus dibentuk kebersamaan saham. Mengenai verifikasi, baik media maupun organisasi pers sama sama punya hak dan diberi wewenang untuk menyelenggarakan UKW sepanjang media dan organisasi sudah teregistrasi ke Dewan Pers.

Ucapnya. Karena sekarang otoritas tertinggi sesuai dengan UU Pers pasal 15 itu adalah Dewan Pers. Karena Dewan Pers punya satu kekuatan lagi yaitu dia punya KEPPRES ( Keputusan Presiden ) no 143,” tegasnya.

“ Dewan Pers lahir dari 28 organisasi melalui rapat di Bandung, kemudian Lokakarya di Jakarta, saya tahu persis karena sayalah salah satu pelaku lahirnya Dewan Pers, ungkap Nahdiyanto untuk statuta oke, seperti Dewan Pers Indonesia (DPI) didukung 11 organisasi pers mengajukan ke Presiden RI ,16 april 2019, semoga DPI turun Keppres nya. Kalau udah turun keppres nya maka wewenangnya Dewan Pers dengan Dewan Pers Indonesia sama, tinggal kita pilih mau ikut mana Dewan Pers atau Dewan Pers Indonesia, karena memiliki wewenang yang sama.” Pungkasnya.

Pada Musda Sekber IPJT pertama , turut hadir serta memberikan pencerahan Sekber IPJT Ketua Umum AWPI, Ir. Nahdiyanto., Ketua Media Grup AWPI (MGA), Agus Yusuf Ahmadi, SUD, KaSubBid, Seni Budaya,Agama dan Kemasyarakatan,Kesbangol Prov.Jateng ,Ir.
Suprayitno, Kabid Pengawasan Disnakertrans Prov. Jateng, Budi Prabowoningdyah, SH.MH, Advokasi Sekber IPJT ,Agung Wiyono,SH.


Komentar Anda

Berita Terkini