Wow! Terungkap, Di duga Kades Bayureja telah melakukan kebohongan publik, begini Cerita nya

/ Jumat, 15 Mei 2020 / 10.48



Kades Bayureja Toto dian Hardianto, Sp

Majalengka,POLICEWATCH.- Polemik spanduk larangan bagi media (wartawan) masuk ke wilayah desa bayureja semakin terungkap fakta nya.

Pada berita sebelum nya (kades ini bikin spanduk di larang masuk, aturan semau gue?) Mengatakan kepada beberapa Awak Media (wartawan) yang melakukan audiensi di kecamatan sindang, selasa, (12/05/2020) bahwa pembuatan spanduk di buat oleh bang zaenal, dirinya hanya intruksikan larangan masuk ke wilayah bayureja secara global saja.

 Toto Dian hardianto, berdalih bahwa dia tidak menginstruksikan demikian, hanya meminta seorang kenalan nya untuk membuat spanduk.

" saya teh nyuruh bang zaenal bikin spanduk, nya sok kabeh ( ya udah semua) masukin, bank emok, renternir kossiva, tujuan nya supaya steril aja "  Ungkap nya

Toto  Dian Hardianto  Berkilah karena PSBB makanya membatasi orang yang masuk ke desa nya  " tadi nya mah karena mau PSBB,makanya di batasi " tambah nya 

apa yang di katakan Kades bayureja tempo hari ternyata di duga hanya untuk menutup-nutupi,dan pembelaan diri saja dari awak media yang hadir pada audiensi di kecamatan.

Fakta ini terungkap setelah kabiro media online dan cetak modus investigasi, abi yahya menelusuri kebenaran pernyataan Toto Dian Hardianto dan menuturkan kepada policwatch.news

" Tidak benar apa yang di katakan si kuwu (kades) kang, fakta yang valid hasil penulusuran saya ke zaenal adalah bahwa yang memberikan intruksi pembuatan spanduk adalah kuwu sendiri kepada sekretaris desa bayureja, " Ungkap Abi yahya pada jumat,(15/05/2020) via whatsapp

Masih Menurut nya,  Zaenal justru memergoki spanduk tersebut, sehingga kepala desa dan sekretaris desa bayureja tersebut serba salah sehingga timbul lah ide jika ada yang bertanya pembuatan spanduk larangan masuk bagi beberapa profesi tersebut termasuk awak media akan di arahkan zaenal yang membuat nya.

" jadi si kuwu (kades) di tanya oleh zaenal sudah kikuk kang, silih pelong (saling tatap) antara kuwu dengan ulis (sekdes), lalu muncul lah ide jika ada awak media lain yang bertanya, zaenal yang membuat nya, " Tambah Abi Yahya

Alih-alih hendak menutup-nutupi dugaan kesalahan nya, Toto dian Hardianto selaku kades bayureja justru menambah masalah, dan di duga kuat telah membuat permyataan kebohongan publik.

Aneh nya, dalam surat klarifikasi yang beredar di sebuah media online, Toto Dian Hardianto menuding pemberitaan di beberapa media online yang tergabung dalam satu wadah ikatan wartawan online (IWO) terkait spanduk larangan bagi media untuk masuk.wilayah bayureja di tuding pemberitaan asumsi oleh nya, padahal sudah begitu.jelas fakta keberadaan spanduk dengan tulisan di larang masuk.bagi beberapa profesi termasuk awak media (Tim)

Komentar Anda

Berita Terkini