Tampilkan postingan dengan label Lampung Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung Tengah. Tampilkan semua postingan

HASIL KOMPERMASI MEDIA POLICE WATCH KEPADA KETUA LSM LPSN-PB(LEMBAGA PALAPA SAKTINUSANTRA PEMERSATU BANGSA)SAUDRA DAHOLI




lampung , policewatch, - Pengerjaan Proyek ‘Dana Desa' (DD) Kampung Sinar Negeri Diduga Diborongkan, Melalui Dana Desa (DD) dengan tujuan utama Program Desa/Kampung adalah untuk memberdayakan masyarakat, dan penggunaan Dana Desa tersebut seharusnya wajib dilakukan secara swakelola, namun tidak demikian halnya di Desa/Kampung Sinar Negeri, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah

Kuswanto Kepala Desa/Kampung, Kampung Sinar Negeri diduga memborongkan pengerjaan proyek Dana Desa (DD) kepada pihak ketiga diduga warga Desa/Kampung Haduyang Ratu Kecamatan Padang Ratu, yang dikabarkan seorang pemborong sehingga tidak memberdayakan warga setempat.

Hal tersebut diakui Asruri selaku Ketua TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Desa/Kampung Sinar Negeri Kecamatan Pubian, kepada LSM LPSN-PB, menjelaskan jika tukang (pekerja) yang mengerjakan pembangunan Drainase Tahap I dan II dikerjakan oleh warga Kampung lain, dan nilai Anggaran untuk pembangunan itupun tidak transfaran kepada masyarakat dan publik, sebab papan nama proyek tidak ada yang terpasang dikegiatan tersebut.
“Saya hanya diperintahkan untuk mengawasi kegiatan pembangunan,” jelas Ketua TPK (Tim Pelaksana Kegiatan). "asruri"

Dan ketika ditanya berapa anggaran biaya pembangunan Drainase tersebut, Ketua TPK "asruri" mengatakan bahwa dia tidak mengetahuinya, “tentang hal itu saya gak tau,” ucapnya dengan nada polos.

Menelusuri pekerjaan proyek Dana Desa yang diduga menyalahi bestek dengan. pengerjaannya yang di timbun tanah disisi dalam bangunan dan tidak menggunakan plang papan nama proyek.
LSM LPSN-PB(LEMBAGA PALAPA SAKTI NUSANTRA PEMERSATU BANGSA) Sudah pernah menyampaikan kepada Erik Wijaya Sebagai Pendamping Desa (PD) Tertanggal 13 mei 2019 waktu pengerjaan Pembangunan Drainase Anggaran Dana Desa Tahap I, tapi nyatanya pembangunan Drainase hingga tahap II masih menyalahi bestek, kami menduga ada main mata antara Pendamping Desa (PD) dengan kepala kampung Kecamatan Pubian.
"LSM LPSN-PB kami mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Kepala Tukang, pada tanggal 9 - 11 mei 2019 yang enggan disebutkan namanya mengatakan, "kami semua pekerja ini warga mojokerto, dan kami mengerjakan pembangunan Drainase ini saya atas perintah bapak sandaran warga kampung haduyang ratu," ungkapnya.

Dengan apa yang disampaikan ketua TPK dan kepala tukang, sudah jelas kepala kampung Kuswanto meyalahi Permendes No 16 Tahun 2018 tentang prioritas pengguna dana desa Tahun 2019, pada prinsipnya harus diswakelolakan kepada masyarakat dan mengutamakan hak dan kepentingan masyarakat.
Sementara Kepala Desa/Kampung, Kampung Sinar Negeri Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah, Kuswanto ketika hendak dikonfirmasi LSM LPSN-PB(LEMBAGA PALAPA SAKTI NUSANTA PEMERSATU BANGSA) mengenai hal tersebut Kepala Desa/Kampung "kuswanto" tidak pernah ada dirumah, dan sering dihubungi via handphone namun no handphone tidak pernah activ, sehingga terindikasi kepala kampung sengaja menghindari atau sembunyi dari Wartawan dan LSM yang benar-benar mejalankan tugas sebagaimana yang ada didalam Permendes No. 3 Tahun 2015 tentang pendamping desa.

Dampak dari pekerjaan anggaran Dana Desa diborongkan kepihak ketiga cepatnya bangun tersebut rusak karena minimnya kualitas dan kuantitas pembangunannya, dan pula terkesan asal jadi

Ditempat terpisah, beberap hari yang, ketika LSM LPSN-PB mengkonfirmasi Camat Pubian saat ditemui dikantor kecamatannya mengatakan, kordinasi dulu dengan pendamping desa dan kasi pembangunan,,, "camat mengatakan akan mengikapi apabila ada laporan tertulis dari kasi pembangunan dan pendamping desa.

Di Duga Kep Sek " SMA Negeri 1 Sendang Agung " Sunat Dana BOS




HASIL KONFIRMASI MEDIA POLICE WATCH KEPADA LSM LPAB(LEMBAGA PENGGRAK  ANAK BANGSA                                                     

Lampung Tengah , POLICEWATCH,- Bantuan Kemendikbud melalui dana BOS yang diterima SMA Negeri 1 Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2018 yang diperkirakan mencapai Rp 714.000.000,- diduga menjadi lahan korupsi oknum Kepala Sekolah (Kepsek) setempat di SMA Negeri 1 Sendang Agung tersebut

Untuk melakukan hal tersebut  atau menyelewengkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Oknum Kepala sekolah diduga dalam penggunaan dana anggaran mencapai miliaran, laporan biaya pembelanjaan kegiatan dan kebutuhan sekolah tidak diyakini kebenarannya.

Bahkan dalam laporan penggunaan dana BOS tersebut, terdapat beberapa pembelanjaan fiktif. Sehingga nilai kerugian negara dari dugaan korupsi ini hampir setengahnya dari jumlah dana bantuan Kemedikbud tersebut.

Menurut nara sumber, modus korupsi dana BOS di SMA Negeri 1 Sendang Agung ini disinyalir adanya kongkalikong antara oknum Kepsek bersama Bendahara setempat untuk memperbanyak (Mark up) laporan pertanggungjawaban dana BOS.06/1/20

Dari dugaan penyalahgunaan dana BOS itu yang digelembungkan ada pada item biaya kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, evaluasi pembelajaran, pengelolaan sekolah, pemeliharaan dan perawatan sarana prasarana sekolah yang nilai biayanya terkesan sangat besar.

“Dari jumlah 529 siswa dengan total penggunaan dana pada triwulan pertama Rp148.120.000, dengan rincian:

- Pemeliharaan dan perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah Rp 53.126.000,
- Pengelolaan sekolah Rp 45.643.500,
- Evaluasi pembelajaran Rp 29.032.000,
- Dan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 10.000.000.

Pada Triwulan ke 2 (dua), dari jumlah 518 siswa dengan total penggunaan dana mencapai Rp 290.080.000, dengan rincian: ---
-  Pembelian buku teks K-13 untuk siswa Rp 139.720.000,

- Kegiatan evaluasi pembelajaran Rp 53.936.400,
- Pembelian Alat Multi Media Pembelajaran Rp 50.840.000,
- dan Pengelolaan Sekolah Rp 18.283.900.

Kemudian, Triwulan ke 3 (tiga) dari jumlah 491 siswa dengan total penggunaan dana Rp 137.480.000, dengan rincian: 
- Pengelolaan Sekolah Rp 63.753.500, 
- Pembelian Alat Multi Media Pembelajaran Rp 41.700.000, 
- dan Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler Rp 13.198.000.

Dan Triwulan ke 4 (empat) total penggunaan dana Rp 138.320.000 dengan rincian:

- Kegiatan Evaluasi Pembelajaran Rp 38.606.200,
- Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler Rp 33.252.000,
- Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah Rp 27.464.000,
- Pembayaran Honor Rp 15.960.000, Pengelolaan Sekolah Rp 10.427.400,
- dan Langganan Daya dan Jasa Rp 9.810.400 bahkan ada juga dana yang dipakai untuk kepentingan pribadi,” urai sumbe      yang tidak mau di sebutkan namanya.

Kemudian, sumber juga menduga pihak SMA Negeri 1 Sendang Agung dalam pengelolaan anggaran BOS 2018 diduga kuat tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dan terkesan tidak transparan. Bisa dicek langsung ke sekolah itu untuk disesuaikan.

“Apakah setiap pengeluaran dana untuk keperluan kegiatan sekolah itu benar-benar ada atau hanya mengada-ada,” kata sumber yang namanya enggan disebut.

Bagaimana tanggapan kepala SMA Negeri 1 Sendang Agung selaku pengguna anggaran, belum bisa di konfirmasi secara langsung..? 


Pewarta : Akhmad nadi

BELUM ADANYA TINDAK LANJUT DINAS TERKAIT DENGAN ADANYA PEMBANGUNAN JALAN YANG MENGGUNAKAN ADD DI LAMPUNG TEGAH YANG ASAL JADI

DOK : MPW


Lampung Tegah Policewatch,- Ada nya program pembagunan jalan yg menggunakan  dana dari ADD thn 2018 dan 2019  di wilayah lam teng  untuk di tingkat kampung sri agung,sendang ayu wilayah kecamatan padang ratu ,kabupaten lampung tengah di dalam pengerjaan jenis lapisan penetrasi(Lapen)terindikasi dugaan asal jadi,yang mana di karnakan untuk pelaksanaan pengerjaan nya di perkerjakan(di borong kan)oleh kepala kampung nya,yg berinisial E,kakam sendang ayu.dan WY kakam sri agung,kecamatan padang ratu,kabupaten lampung tengah.

Hal tersebut sesuai penyampaian warga setempat baik warga kampung sri agung,mau pun sendang ayu,kec padang ratu lampung tengah.

Mus selaku warga kampung sri agung selaku Tim pelaksana kegiatan( TPK) mengatakan saya mengenai volume angaran mau pun jumlah meterial nya tidak tau menau,karna pegerjaan pisik jalan lapen itu di kerja kan oleh sodara H selaku pemborong nya.smuanya yang tau msalah dana yg di borong kan hanya kepala kampung nya,saya tau nya dinkerja kan dan selesai ,pungkas mus,kepada wartawan police watch.

Imbuh nya mengenai keberadaan fisik lapen yg thn 2018 yg mana sudah rusak itu lah ada nya keberadaan fisik nya .dengan keberadaan fisik lapen yg mana sudah dlam keadaan rusak ,di duga teridikasi jalan pelaksanaan  program ADD thn 2018  di wilayah kecamatan padang ratu,kabupaten lampung tegah  sarat asal jadi,dari keberadaan fisik lapen itu ,agar dapat di tinjau kembali agar tidak menimbul kan dampak yg dapat merugikan terhadap banyak pihak dan strus nya,Pungkas warga setempat...

    Terkait hal di atas wartawan police watch mengkomfirmasi via tlpon pihak kecamatan ,pihak kecamatan selaku kasi pemerintahan buk yana mengatakan terkait hal itu pihak kecamatan telah mengadakan pemangilan terhadap pihak kampung masing" cuman sampai hari ini dari pihak kampug tidak ada yg menghadap kekecamatan.ungkap kasi kepemerintahan Buk yana.

    Terkait dampak ADD 2018 mau pun 2019 yg berada di kampung sri agung dan sendang ayu,warga mengharap kan pihak pemerintah kabupaten lampung tenggah seperti inspetorat dan PMK dapat menindak lanjuti dan meninjau keberadaan fisik mau pun non fisik agar dapat meningkat kan hasil yg baik dan tidak menimbul kan kerugian negara di dlam proses plaksanaan anggaran ADD sampai dgan pelaksanaan pengerjaan berdampak kualitas mau pun kuantitas ny,Tegas warga setempat(AKHMAD NADI)

Pelaksanaan Pembangunan jalan yang Menggunakan ADD di Lampung Tengah di duga asal Jadi

dok : MPW
Reporter : AKHMAD NADI
Padang ratu Lam Teng, Policewatch,- Adanya program pembangunan jalan yang menggunakan dana dari ADD tahun 2018 di wilayah Lampung Tengah, Untuk di tingkat Kampung Sri Agung, Sendang Ayu wilayah kecamatan Padang retu, kabupaten Lampung Tengah di dalam pengerjaan jalan jenis lapisan peniterasi/Lapen terindikasi dugaan asal jadi, yg mana di karnakan untuk pelaksanaan pengerjaan nya di pekerjakan ( di borongkan ) oleh para kepala kampung nya, yg berinirsial E, kakam sendang ayu, dan WY, kakam Sri Agung, Kecamatan Padang ratu, kabupaten Lampung Tengah.

Hal tersebut sesuai penyampaian warga setempat baik warga kampung sendang ayu, ma pun warga kampung Sri agung, kecamatan Padang ratu, Lampung Tengah.
Pembangunan jalan asal jadi

Mus,42 tahun warga kampung sri Agung, selaku Tim pelaksana Kegiatan/ TPK, mengatakan saya" mengenai volume, anggaran, mau pun jumlah matrial nya tidak tau menau" karna pengerjaan fisik jalan lapen itu di kerjakan oleh sodara H selaku pemborong ny.smuany yg tau mslah dana yg d borong kan hanya kepala kampung sri agung, bpk WY selaku kepala kampung nya, saya tau nya di kerjakan dan selesai, pungkas mus, kepada wartawan police watch.

Imbuh nya, mengenai keberadaan fisik lapen yg tahun 2018, yg mana sudah rusak itu lah adanya keberadaan fisik nya, sedangkan siapa sebenar nya pihak pemborong nya saya kurang mengetahui jelas Mus selaku TPK ADD kampung Sri agung, dengan keberadaan fisik lapen yg mana sudah dalam keadaan rusak, di duga terindikasi jalan nya pelaksanaan program ADD tahun 2018, di wilayah kecamatan Padang ratu, kabupaten lampung tengah sarat asal jadi, dari keberadaan fisik lapen itu, agar dapat di Tinjau kembali agar tidak Menimbulkan dampak yg dapat mengakibat kan Kerugian terhadap banyak pihak dan seterus nya, Pungkas warga setempat..**

PEMBANGUNAN JALAN LAPISAN PENETRASI (LAPEN)DANA DESA 2017 DAN 2018 KAMPUNG BANGUN REJO AMBURADUL

Wartawan : AHMAD NADI
Kegiatan pembangunan jalan lapisan penetrasi (lapen) anggaran dana desa thn 2017 dan 2018 kampung bangun rejo kecamatan bangun bamgun rejo kabupaten lampung tengah

LAMPUNG TENGAH POLICE WATCH,- Kegiatan pembangunan jalan lapisan penetrasi (lapen) anggaran dana desa thn 2017 dan 2018 kampung bangun rejo kecamatan bangun bamgun rejo kabupaten lampung tengah di duga pengerjaan nya asal jadi.bawasan nya jalan lapisan penatrasi(lapen) sudah rusak parah.pengerjaan ny belum genap satu thn imbuh masarakat.dan ketebalan volume jalan Lapisan penetrasi(lapen) diduga tidak sampai 5cm.

    Hasil kompermasi wartawan media police watch d lapanggan,menurut keteranggan dari masarakat dusun 1  dimana alokasi pembangunan jalan lapen tersebut,mengatakan kami juga merasa kecewa pak,dengan bangunan jalan itu.baru saja d bangun akhir thn 2018 kamaren  sudah RUSAK PARAH seperti itu padahal jalan ini bukan jalan poros,di lewati kendaraan yang bermuatan aja jarang.jelas warga setempat.

    Ditempat yang berbeda wartawan media police watch kompermasi kepada warga dusun 7 menerangkan jalan lapen d dusun 7 ini dibangun angaran dana desa thn 2017,tp baru selesai di bangun pertengahan thn 2017.memang belum ada 1 thn jalan tersebut sudah mulai rusak pak.seperti kualitas barang nya kurang bagus ungkap nya.

Menyikapi keterangan masarakat dari dusun 1 dan 7.serta hasil pantawan wartawan d lapanggan tentang pengerjaan atau pembangunan jalan lapisan penetrasi(LAPEN)angaran dana desa thn 2017 dan 2018 diduga tidak sesuai speck/gambar rencana yang ada.sehingga ter indikasi kepala kampung,kampung bangun rejo melakukan penyelewenggan dana desa angaran thn 2017-2018 demi meperkaya diri pribadi.