Nasdem Memanggil " mengajak masyarakat bergabung di Partai Nasdem "Bersatu Berjuang dan Menang 2024

 

Laporan:Amun JG

        Kota Bekasi.Policewatch.News:

 Partai Nasdem Kota Bekasi melakukan kegiatan silaturohmi dan konsolidasi   di Ruangan Srikandi Restoran Margajaya ,Bekasi Selatan Kota Bekasi  yang juga di hadiri para pengurus partai  dan  kader partai Nasdem Kota Bekasi, dan dari kader, DPD, DPC, dan unsur sayap partai, Jumat (24 /9/21).

Aji Ali Sabana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat dewan pimpinan wilayah (DPW) partai Nasdem Jawa Barat kepada saya untuk melakukan hal tersebut,ucap Aji.

Pada kegiatan silaturrahmi dan konsolidasi disampaikan bahwa partai Nasdem Kota Bekasi harus menang pada pemilu 2024 nanti, targetnya masuk dua besar Nasional, kami optimis hal ini menjadi kenyataan karena Partai Nasdem terus membuka ruang untuk anak bangsa gabung di partai Nasdem, khususnya Kota Bekasi beberapa tokoh yakni Mantan Gubernur DKI kk Sutiyoso,  ada artis kk Choki Sitohang dan masih banyak lagi tokoh masyarakat, serta mantan anggota DPRD juga ,jelas kata  Aji Ali Sabana sebagai pelaksana tugas untuk DPD partai Nasdem Kota bekasi dari DPW partai Nasdem Jawa Barat.

Seperti kita ketahui bersama, saat ini partai Nasdem menduduki peringkat keempat di tingkat nasional namun di Kota Bekasi partai Nasdem dengan raihan suara total lebih dari tujuh puluh ribu belum bisa menempatkan kadernya di parlemen Kota Bekasi, ini menjadi tantangan para simpatisan, para kader dan fungsionaris partai. Langkah strategis dalam menjaring para anggota partai Nasdem akan menggunakan hybrid sistem rekrutmen yakni online dan offline, adaptasi digitalisasi rekrutmen kader harus dilakukan,  saat ini partai Nasdem telah melakukan secara nasional, tentu Kota Bekasi mengikuti instruksi tersebut,ujarnya.

Sesuai slogan partai Nasdem, bersatu, berjuang, menang, partai membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bergabung dari semua lini, latar belakang, lintas generasi, yang menjadi target penting para generasi muda, saya berharap para generasi muda melek politik dengan terjun langsung gabung di partai Nasdem dan sayap partai melalui program Nasdem memanggil. Selain itu menyongsong pemilu dan pilkada 2024, dengan bergabung di partai Nasdem ini merupakan wujud nyata mengawal pemerintah yang bersih dari KKN, karena partai Nasdem menerapkan slogan ' tanpa mahar' untuk kontestasi politik yang diikuti oleh kader -kadernya, tutup Aji Ali Sabana yang juga Wakil Ketua DPD .

Jumat Kramat Azis Syamsuddin Tiba Di Gedung KPK Terkait Dugaan Suap Di Lamteng

 


BREAKING NEWS

Laporan : Bambang.MD

      JAKARTA,policewatch.news:

Azis Syamsudin akhirnya dijemput dan kini sudah berada di Gedung KPK pada 24 September 2021 malam ini pukul 20,00 

Wakil Ketua DPR RI itu sebelumnya tidak memenuhi panggilan penyidik KPK dengan alasan sedang menjalani isolasi mandiri.

KPK menyatakan bahwa pihaknya telah berkunjung ke kediaman Azis Syamsudin dan setelah dicek kesehatannya, Azis dinyatakan negatif Covid-19.

BACA JUGA : Diduga S H Kantongi Milyaran Rupiah Hasil Praktek Gratifikasi, Jual Beli Jabatan di Dinas Damkar dan Dinas Kesehatan Kab. Grobogan

Kabar penjemputan Azis Syamsudin itu diafirmasi oleh Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangan persnya di sejumlah pemberitaan. ”Tes swab antigen, negatif,” tutur Firli Bahuri.

Berdasarkan reportase Liputan6, Azis disebut telah berada di Gedung KPK pada pukul 19.53 WIB. Azis disebut mengenakan batik dan tidak menyampaikan sepatah kata pun saat memasuki Gedung KPK.

policewatch.news telah mengonfirmasi peristiwa ini kepada Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri. Namun yang bersangkutan belum memberikan respons hingga kabar ini dipublikasikan.

Azis sebelumnya ramai dikabarkan telah ditetapkan KPK sebagai tersangka atas dugaan pemberian uang atau suap kepada eks Penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju.

Anak Padi Menolak Tambang dan PLTU Batu Bara Mengubur Lumbung Padi Petani

  



Laporan  : Bambang.MD

       LAHAT,policewatch.news 

Dalam rangka memperingati hari tani nasional yayasan anak padi dan pemuda melakukan aksi dengan datang langsung kelahan pertanian yang ada di desa muara maung, dalam aksinya mereka berdiskusi dan bertanya langsung dengan petani yang sedang menggarap lahannya. Selain itu anak padi juga membagikan tudung dan membentangkan spanduk tentang penyelamatan lahan pertanian dari ancaman tambang dan pltu batu bara. 

Reza, selaku kordinator menjelaskan kepada wartawan bahwa program dan kampanye  anak padi mengatakan “ saat ini kondisi pertanian yang ada di desa Muara Maung sudah sangat memprihatinkan dimana lahan pertanian warga sudah dikeliling oleh pertambangan dan pltu batu bara, sehingga membuat para petani mengeluh karena hasil panen yang tak seperti dulu lagi.”

Dulu hasil pertanian warga cukup memuaskan sehingga dapat mencukupi kebutuhan keluarganya untuk satu musim panen tapi sekarang lahan pertanian warga mengalami perubahan dimana lahan sudah tandus karena terkena limbah dari pertambangan dan pltu batu bara tuturnya.

Abu sisa pembakaran batu bara yang keluar dari cerobong pltu dapat mengakibat tanah tandus  karena abu tersebut banyak mengadung zat logam berbahaya bagi manusia, hewan dan tumbuhan, sedangkan dampak dari eksploitasi batu bara ialah cuaca yang tak menentu sehingga mengakibatkan hasil panen menurun tutupnya.

Amat Supri (70), pemilik lahan pertanian di dekat pltu batu bara “saya sudah bertani di lahan ini sejak tahun 90an dulu hasil panen sangat lah memuaskan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari bahkan lebih, dalam satu kali tanam padi saya mendapatkan hasil panen 700kg beras itu sebelum adanya pltu batu bara namun kini hasil panen hanya sekitar 300kg  sehingga tidak  mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari”.

Selain menanam padi kami disini juga menanam jagung, kacang –kacangan dan sayur hasilnya pun tidak sesuai harapan, dulu sebelum ada pltu batu bara kami nanam kacang hijau itu hasil bisa mencapai 100kg lebih tapi ketika pltu operasi kami cuman dapat 40kg itu pun sudah dipupuk, disemprot hama bekali –kali, “ kalu dide lok itu mangke hasilnya nihil”tambahnya.

Bertani sekarang harus rutin di pupuk biar hasilnya memuaskan dan pupuk itu harus dibeli dengan uang sendiri, pihak perusahaan tidak memberikan kebijakkan untuk petani disekeliling pltu padahal lahan kami ini telah di cemari oleh abu pembakaran batu bara yang keluar dari cerobong  nya itu tutupnya.

Selain dampak dari pltu batu bara warga desa Muara Maung juga di resahkan dengan limbah batu bara akibat aktivitas pertambangan dihulu sungai kungkilan.

Senada dikatakan Hasan Saini, pemilik kebun dibantaran sungai kungkilan,  “sebelum adanya kegiatan pertambangan batu bara di hullu sungai kungkilan  saya sudah menggarap lahan ini dengan menanam karet, kopi serta tanaman lainya, dulu karet dan kopi saya bisa memenuhi kebutuhan keluarga  dan untuk biaya anak saya sekolah, tapi semenjak banjir lumpur pada Desember 2019 lalu, tanaman karet dan kopi saya mati”.

Padahal kebun ini sangat saya harapkan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga kami, saya dan beberapa warga yang terkena dampak lumpur telah mengadu pada beberapa perusahaan yang beraktivitas di hulu sungai kungkilan tapi sampai hari ini perusahaan belum ada Kejelasan nya ucap " Hasan sambil sedikit Kecewa.

Selain diskusi langsung dengan para petani yayasan anak padi juga membentangkan kertas kartun yang bertuliskan beragam  penolakkan tambang dan pltu batu bara, serta mengajak anak muda agar tetap melestarikan lingkungan untuk generasi yang akan datang.

“Pertanian adalah warisan nenek moyang kami, dari bertani kami bisa sekolah bahkan sampai ke jenjang yang lebih tinggi, namun kondisi lahan pertanian saat ini sangat meprihatinkan jika eksploitasi batu bara dan aktivitas pltu terus di jalankan  maka lumbung padi desa kami hanya menjadi sejarah untuk cerita di  massa yang akan datang.”

Suryo Eko Peringatkan Kepada Kontraktor Ini Menampar Muka PT.Bukit Asam

  


Laporan : Bang/Rin

       SUMSEL,MUARA.ENIM,policewatch.news Menindaklanjuti adanya laporan dari Ketua RW 07 Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul dan juga guna memastikan kebenaran adanya informasi tersebut, Suryo Eko langsung ke lokasi melakukan inpeksi mendadak (Sidak). didampingi Direktur Operasi dan Produksi (OP), Suhedi serta Manager Humas, Komunikasi dan Korporat PTBA, Dayaningrat, melihat secara langsung  pengerjaan proyek Revitalisasi Siring olen PT Alan Putri, kontraktor yang ditunjuk oleh PT Bukit Asam, Selasa,(20/9/2021).

"Ya tadi kami sengaja sidak, untuk melihat langsung bagaimana progres  pembangunan kawasan pendestrian yang ada di kawasan Bedeng Kaca, kelurahan Pasar Tanjung Enim,"ujar Dirut PTBA,Suryo Eko disela Sidaknya.

Temuan yang tiada terduga ini pun langsung memicu respon tinggi dari Direktur Utama PTBA dan langsung meminta seluruh elemen yang terkait baik kontraktor pengawas hingga tim Tanjung Enim Kota Wisata semuanya berkumpul guna membahas pekerjaan selanjutnya.

BACA JUGA : Diduga S H Kantongi Milyaran Rupiah Hasil Praktek Gratifikasi, Jual Beli Jabatan di Dinas Damkar dan Dinas Kesehatan Kab. Grobogan

"Saya perintahkan seluruhnya dibongkar dan dikerjakan ulang karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan. Kualitas seperti ini sangat menampar muka PT Bukit Asam, Ingat saya bukan tipe orang yang ABS (asal bapak Senang,red),"tegas orang nomor 1 di PTBA ini dengan nada sedikit geram.

Dari hasil sidak lanjut ini kata Suryo Eko, dirinya sangat kecewa dan menyayangkan dikarenakan  ditemukan adanya pekerjaan yang dilakukan secara asal asalan baik dari sisi spesifikasi bangunan maupun metode kerja yang tidak sesuai sehingga menyebabkan mutu bangunan rendah dan membahayakan keselamatan nantinya.

"Tidak hanya itu saja, kita juga menemukan metode kerja yang kami nilai tidak sesuai dengan prosedur sehingga hal tersebut kami nilai sewaktu-waktu bisa membahayakan struktur, Membahayakan keselamatan dan mutu bangunan yang tidak sesuai spek ,"jelasnya.

Untuk itu lanjutnya dirinya meminta temuan tersebut bisa menjadi perhatian dan pelajaran seluruh kontraktor yang menjadi Mitra PT Bukit Asam Tbk kedepannya.

"Karena sewaktu-waktu saya akan turun langsung kembali untuk mengecek langsung proyek-proyek yang dikerjakan, dan saya harap temuan-temuan seperti itu tidak ditemukan lagi, kedepan saya harap semua pengawas dan kontraktor bisa bekerja secara  profesional sehingga menghasilkan karya yang terbaik,bukan karya yang asal jadi,"katanya.

Terkait proyek yang dikerjakan secara asal-asalan,lanjutnya agar segera dibongkar,  tidak ada kompromi dan dibangun ulang  kembali sesuai dengan spesifikasi yang ada.

"Saya minta Proyek yang tidak sesuai Spesifikasi dan metode kerjanya tidak benar untuk di bongkar seluruhnya dan dibangunkan kembali,sehingga menjadi bangunan yang kokoh dan sesuai dengan harapan kita,"tutupnya.

Sementara itu, Ketua RW 07 Kelurahan Pasar Tanjung Enim Hijazi mengucapkan terima kasih kepada Dirut PTBA Suryo Eko bersama Direktur Produksi dan Operasi, Suhedi yang sangar respon terhadap keluhan masyarakat terkait pembangunan revitalisasi Siring induk dalam upaya mewujudkan Tanjung Enim sebagai kota tujuan wisata. 

"Saya hanya ingin menunjukkan secara langsung kepada para petinggi perusahaan agar dapat melihat secara langsung kinerja seluruh perangkat yang terkait dalam Tanjung Enim Kota wisata. Bagaimana produk pembangunan jika hanya dikerjakan asal selesai tanpa dibarengi mutu dan spesifikasi yang sudah ditetapkan oleh pihak pengguna. Saya juga tak mau warga menjadi korban jika hasil pembangunan ini berdampak kurang baik, sehingga masalah baru kembali muncul dari suatu pembangunan,"ungkapnya.

Tampak beberapa warga yang hadir seperti Zul Aquarium, M. Rizal dan H. Yuspriharto merasa sangat senang karena pak Dirut  PTBA secara langsung turun kelapangan dan mau menanggapi keluhan masyarakat, hal seperti inilah yang sangat kita harapkan sehingga perwujudan Tanjung Enim sebagai Kota tujuan Wisata dapat benar-benar didukung oleh masyarakat secara utuh, ungkap mereka.

Sebelumnya diberitakan kontraktor yang melaksanakan tugas untuk membangun sarana Pedestrian di sepanjang Jalan Eks Mutik Kelurahan Pasar Tanjung Enim sudah 1 bulan lebih ini terkesan lamban, sementara kualitas pekerjaan juga sangat mengecewakan alias terkesan amburadul.

Sumber : platmerah

Kodim 1607/Sumbawa Launching Pembuatan Pompa Hydram Tahap IV



POLICEWATCH- Sumbawa.

Kodim 1607/Sumbawa melaunching pembuatan Pompa Hydram tahap IV berlokasi di Dusun Marente Loka Desa Marente Kecamatan Alas. Jum’at, 24/09/2021.

Kegiatan yang dibuka oleh Komandan Kodim 1607/Sumbawa ini, dilaksanakan pada saat pertemuan bersama warga masyarakat Desa Marente di Kantor Desa Marente.


Dalam pertemuan tersebut Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letkol Kav Rudi Kurniawan, S.Sos.,M.Tr.(Han) menyampaikan bahwa program Pompa Hydram ini merupakan Program dari Pangdam IX/Udayana sebagai wujud kepedulian Kodam IX/Udayana untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

”Kami berharap kita semua dapat saling bersinergi, berkoordinasi dan berkolaborasi untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat”, kata Dandim Dandim.

Camat Alas Bapak M. Lutfi Makki yang hadir dalam kegiatan itu pun sangat mengapresiasi kegiatan Launching Pompa Hydram ini ” saya berharap agar warga masyarakat Desa Marente dapat menjaga dengan baik bantuan Pompa Hydram ini”, kata Cama Alas.

Setelah melaksanakan pertemuan dengan masyarakat, kegiatan pun dilanjutkan dengan Deklarasi Gerakan Jaga Alam yang ditandai dengan penanaman pohon bersama sebagai wujud Gerakan Jaga Alam ( Gejala) di sekitar tempat pembuatan Pompa Hydram."MN "DG14".

Auditor Madya Tk. III Itwasda Polda NTB Cek Kesiapan Polres Loteng Menuju WBK

 


POLIVEWATCH-PRAYA

Wakapolres Lombok Tengah mendampingi Auditor Madya Tk.III Itwasda Polda NTB dan Kabag RBP Rorena beserta tim melaksanakan pengecekan dalam rangka persiapan penilaian ZI menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Mako Polres Lombok Tengah pada Jumat (24/09/2021).


BACA JUGA : Diduga S H Kantongi Milyaran Rupiah Hasil Praktek Gratifikasi, Jual Beli Jabatan di Dinas Damkar dan Dinas Kesehatan Kab. Grobogan

Hadir dalam kesempatan tersebut, Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda NTB, Kabag RBP Rorena Polda NTB, Wakapolres Loteng, Kabag Ren Polres Loteng, Kasi Propam Polres Loteng dan Tim dari Rorena Polda NTB.

Wakapolres Loteng mendampingi Auditor Madya Tk. III Itwasda Polda NTB dan Kabag RBP Rorena beserta Tim melaksanakan pengecekan di pelayanan SPKT, SKCK serta mengecek ruang Posko ZI dan Mako Sat Lantas Polres Loteng dalam rangka persiapan penilaian ZI menuju WBK." MN ".



DPK GMNI IPI kenalkan GMNI di Kampus IPI Garut

 

        Garut-POLICEWATCH.NEWS:

Ketua DPK GMNI IPI dengan beberapa anggota kenalkan GMNI kepada mahasiswa baru 2021 di Institut Pendidikan Indonesia.(24/9/2021)

Pengenalan GMNI ini dalam rangka sosialisasi seluruh organisasi baik di internal maupun eksternal kampus dalam acara PKKMB IPI Garut

Dalam Orasinya Ketua DPK GMNI IPI mengenalkan awal mula terbentuknya GMNI dan tujuan dari GMNI tersebut

"Pada 23 Maret 1954  dari tiga organisasi mahasiswa yang telah berdiri sebelumnya yakni; Gerakan Mahasiswa Marhaen (berbasis di Yogyakarta), Gerakan Mahasiswa Merdeka (berbasis di Surabaya), dan Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (berbasis di Jakarta) ketiga organisasi itu bergabung menyatukan pendapat, gagasan dan ideologi  hingga pada 23 Maret 1954 tersebut terbentuklah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia"

BACA JUGA : Diduga S H Kantongi Milyaran Rupiah Hasil Praktek Gratifikasi, Jual Beli Jabatan di Dinas Damkar dan Dinas Kesehatan Kab. Grobogan

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah salah satu organisasi mahasiswa ekstrakampus yang terdapat hampir di seluruh Indonesia, terutama kota atau kabupaten yang memiliki perguruan tinggi termasuk di kabupaten Garut dan salah satunya di Institut Pendidikan Indonesia

"Sebagai salah satu organisasi mahasiswa di Indonesia yang sudah cukup tua, GMNI juga turut berkontribusi dalam menghasilkan kader-kader yang tersohor seperti Ir. Soekarno (presiden pertama RI), Megawati Soekarno Putri (Presiden ke-5 RI), Ahmad Basarah ( Wakil Ketua MPR RI) Ganjar Pranowo ( Gubernur Jawa Tengah) dan banyak tokoh Nasional hasil dari didikan GMNI"

"Sebagai organisasi perjuangan yang berazaskan Marhaenisme maka setiap kader GMNI dituntut untuk memperjuangkan kaum kaum bawah yang tertindas"

" Selain itu Kader DPK GMNI IPi di tuntut dan didik untuk aktif di organisasi intra kampus dan bisa berkontribusi untuk kampus"(dera)

Seorang Kadus Kwangwai Meminta Aparat Polsek Sakre Timur Untuk Mengaman Dua Warganya.



POLICEWATCH-LOMBOK TIMUR.

Dua orang warga diamankan oleh aparat  kepolisian  polsek sakre Timur karena diduga mencuri tambak Udang,yang berlokasi di Desa Kwangwae Kecamatan Sakre Timur Kabupaten Lombok Timur21/09/2021.

Menurut  keterangan  ibu dari terduga pelaku "Sirajudin" menjelaskan  kepada awak media Policewatch bahwa saya tidak tau apa alasan yang  jelas sehingga  anak kami ditangkap,tuturnya. 

Sepengetahuan saya anak saya sering mencari barang bekas,akan tetapi  kalo memang  anak saya salah,sah sah saja,akan tetapi yang  kami heran,saya dapat informasi  bahwa anak  saya sempat dipukul oleh kadus,paparnya. 




Sebelum ditangkap  kadus mengatakan  kepada saya bahwa,ada surat yang  harus ditandatangani tangani,dan saya selaku ibunya tidak mengerti dan tidak faham seperti  yang dijelaskan  oleh oknum Kadus tersebut.

BACA JUGA : Diduga S H Kantongi Milyaran Rupiah Hasil Praktek Gratifikasi, Jual Beli Jabatan di Dinas Damkar dan Dinas Kesehatan Kab. Grobogan

Dan saat ini istri dari anak saya ( menantu saya) mau melahirkan, apa tidak ada rasa kasian bapak polisi kepada saya,untuk  makan saja susah apalagi dengan permasalahan  yang saat ini menimpa kami,ungkap ibu paruh baya sambil menangis.

Sementara keterangan dari salah satu Keluara "Fr"keluarga yang masih diamankan  dipolsek,sebelum  dibawa ke Polsek, Kadus saat itu menyuruh memanggil kedua terduga pelaku, dengan alasan bahwa ada surat yang  mau ditanda tangani,kalau dia mau tanda tangan maka saya tidak akan menangkapnya,akan tetapi kalau tidak mau maka saya akan menangkapnya,tutur keluarga  "fR" Kepada awak media.

Dan pada saat di depan kadus, kedua terduga pelaku sempat dipukul oleh oknum  kadus dan yang lainya,ini yang kami sesalkan katanya.

Seharusnya  kadus  bisa menyelesaikan  dikantor  Desa kami sebagai keluarga  bisa menjamin perbuatan  mereka kalo salah,tidak mesti harus ditahan dipolsek seperti yang dialami  saat ini kesalnya.

Awak Media Policewatch  mendatangi Kapolsek Sakre Timur,akan tetapi Kapolsek dan Kanit Reskrim  saat itu tidak ada dikantor,Kanit ada acara gelar perkara dipolres Lombok  Timur ,ungkap kanit melalui  Via Handphone. 

Dipolsek Sakra Timur  awak media hanya bisa menemui bhabinkamtibmas  dan menjelaskan dan membenarkan  kedua terduga sudah melakukan perbuatan pencurian,yang pertama didapati oleh petugas jaga dan pada saat  itu  udang masih kecil,dan keduakaliny baru agak besar,dan yg terakhir baru kedapatan lagi dan kami amankan.pungkas Hendro.

Awak Media mencoba menghubungi  kadus dan mencari kerumahnya,pada tanggal 22/09/2021.akan tetapi pada saat itu tidak ditemukan  dan sampai saat kadus belum bisa dihubungi atau ditemui." Team Policewatch ".

DPRD Lamtim langsung naik mobil Tahanan Gambar Gravatar Dadang R

 


 

      POLICEWATCH,NEWS:Lampung Timur.-  Usai menjalani pemeriksaan di ruang pidsus Kejari atas dugaan korupsi dana hibah, Akmal Fatoni Wakil Ketua DPRD Lampung Timur langsung naik mobil dan di giring ke rumah tahanan Kelas ll B Sukadana, Kamis ( 23/09/21).

Pantauan dilapangan, bahwa Wakil Ketua DPRD Akmal Fatoni tiba di Kejaksaan Lampung Timur, sekitar jam 9.10 Wib dan keluar dari ruangan Kasi Pidsus sekitar jam 13.20 Wib lalu istirahat makan siang. Kemudian pemeriksaan dilanjutkan sekitar jam 14.00 Wib setelah Akmal Fatoni kembali ke kejaksaan untuk menjalani pemeriksaan.

Setelah menjalani pemeriksaan kedua, Akmal Fatoni keluar dari ruangan Kasi Pidsus sekitar Pukul 15.20 Wib dan langsung digiring menuju mobil tahanan Kejaksaan yang sudah terparkir di depan kantor Kejaksaan Negeri setempat.

BACA JUGA : Diduga S H Kantongi Milyaran Rupiah Hasil Praktek Gratifikasi, Jual Beli Jabatan di Dinas Damkar dan Dinas Kesehatan Kab. Grobogan

Ariana Juliastuty, SH,.MH selaku Kejari Lamtim, mengatakan setelah dilakukan pemanggilan ke tiga terhadap saksi atas nama Akhmal Fathoni ternyata para Jaksa penyidik menemukan alat bukti awal, bukti permulaan yang cukup atas dugaan penyalahgunaan anggaran dana hibah karang taruna pada tahun 2018.

“ Akmal Fatoni sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Timur, sekarang kita tetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah Karang Taruna tahun 2018 dan sesuai hasil penyidik Kejaksaan Negeri Lampung Timur. Akmal Fatoni diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana hibah karang taruna, sekitar Rp 100 juta anggaran lebih dari dana hibah karang taruna yang seharusnya sebesar 250 juta rupiah pada tahun 2018,” kata Juliastuty.

Adapun kronologinya, Akmal Fathoni sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Timur, mengajukan proposal dana hibah kepada Pemkab Lamtim.

” Proposal Karang Taruna disetujui sebesar Rp.250 juta, yang dicairkan dengan dua tahap, tahap pertama dicairkan Rp. 125 juta dan tahap ke dua Rp.125 juta pada tahun 2018. Kita lakukan penahanan terhadap tersangka, karena dikhawatirkan dapat saja melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Sehingga dapat menyusahakan pihak kejaksaan untuk melakukan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Pewarta :(SM)Kota Metro Lampung

Dugaan Pembunuhan Sam,an Fadillah.Tim DPD LBH Intan Kabupaten Bekasi, Minta Pihak Polisi Usut Tuntas

 

 KAB BEKASI//POLICEWATCH.NEWS:

Tangis keluarga masih mewarnai meninggalnya Muhammad Sam'an  Fadillah 18 tahun korban pembunuhan yang sampai saat ini masih belum ada titik terang siapa pelakunya, kasus pembunuhan yang terjadi pada hari Minggu tanggal 8 Agustus 2021.

Kematian Muhammad Sam'an Fadillah 18 tahun ,kematiannya yang tidak wajar dengan luka di pelipis mata sebelah kanan dan luka memar dibelakang punggung menyisakan duka tangis mendalam Keluarganya, menuntut pelaku dari pembunuhan mendapatkan hukuman yang setimpal," Kamis (23/09/2021).

Pernyataan ini disampaikan oleh pihak keluarga korban Irma Erpianah selaku kakak korban. Menurutnya, siapapun pelakunya sudah selayaknya mendapatkan hukuman yang berat,"Kami sekeluarga sudah menyerahkan sepenuhnya kasus Pembunuhan kepada Aparat Penegak Hukum Polsek Tambelang Kabupaten Bekasi, untuk mengusut tuntas kematian adik saya ini. Kami meminta, siapapun pelakunya harus dihukum seberat-beratnya," kata Irma Erpianah saat ditemui wartawan media online

"Irma Erpianah 26 tahun selaku kakak almarhum Muhammad Sam'an Fadillah menyatakan, pihak yang melakukan pembunuhan ini harusnya dapat diungkap dengan cepat karena sudah banyak saksi yang dimintai keterangan oleh polisi, akan tetapi sampai saat ini masih belum juga ada tanda-tanda pelaku pembunuhan di tangkap," Kami selaku keluarga korban, meminta kepada Aparat Penegak Hukum agar oknum pelaku pembunuhan adik saya segara di tangkap dan di berikan hukuman yang setimpal," Pungkasnya.

BACA JUGA : Diduga S H Kantongi Milyaran Rupiah Hasil PraktekGratifikasi, Jual Beli Jabatan di Dinas Damkar dan Dinas Kesehatan Kab.Grobogan

Kasus dugaan Pembunuhan korban yang bernama Sam,an Fadhila warga Kp. Karang Getak, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukawangi, Kab. Bekasi, yang ditangani oleh Kapolsek Tambelang sudah 45 hari sampai hari ini pelakunya belum terungkap.

"Irma Erpianah sudah menguasakan kasus ini kepada Tim dari DPD LBH INTAN KABUPATEN BEKASI.

Berdasarkan surat Kuasa Khusus Nomor : 028/SKK/DPD LBH INTAN/BKS/IX/2021, Tertanggal 20 September 2021.

Dari Pemberi Kuasa yang bernama Irma Erpianah.


"Tim dari DPD LBH INTAN KABUPATEN BEKASI selaku Penerima Kuasa dari keluarga korban Irma Erpianah akan mengawal permasalahan ini sampai tuntas dan berharap kepada Kapolsek Tambelang bisa mengungkap dugaan atas kasus Pembunuhan Muhammad Sam'an Fadillah 18 tahun, yang sudah hampir 45 hari sampai saat ini belum terungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut.


Tim dari DPD LBH INTAN KABUPATEN BEKASI, mendatangi rumah keluarga korban untuk meminta keterangan dan bukti - bukti otentik, setelah mendapatkan keterangan dan bukti otentik. Tim LBH INTAN PECINTA KEADILAN langsung mendatangi Kapolsek Tambelang pukul 17.00 WIB, dan Meminta Kepada Kapolsek Tambelang khususnya kepada penyidik agar bisa menangkap pelaku pembunuhan warga Desa Sukawangi Muhammad Sam'an Fadillah yang sampai saat ini masih misteri siapa pelakunya," Ungkap Suranto, S.E., S.H, selaku perwakilan dari Tim DPD LBH INTAN KABUPATEN BEKASI.

Andri Mayadi