KETUA NCW LAHAT DODO PESAN KEPADA WARTAWAN POLICEWATCH.NEWS AKAN DEMO DIKEJAGUNG

/ Selasa, 28 Agustus 2018 / 00.55
Reporter : tim policewatch.news


LAHAT - SUMSEL - POLICEWATCH NEWS - Dodo Arman Ketua Nasional Coruptions Watch Kabupaten Lahat rencananya dalam waktu dekat akan berangkat ke Jakarta bergabung bersama NCW Provinsi Sumatera Selatan untuk melakukan aksi demo di Kejagung menindaklanjuti laporan di Kejati Sumsel dikatakan " Dodo mandul jalan ditempat kasus dugaan korupsi di sekretariat drpd lahat 5.6 milyar yang sudah di laporkannya bahkan pihak Kejati meminta penambahan data yang diminta oleh pihak penyidik dari Kejati Sumsel.
Semua pemberkasan yang diminta oleh jaksa sudah lengkap dan diterima oleh bagian laporan masyarakat yaitu kasi Penkum kejati terang " Dodo saat menghubungi policewatch.news belum lama ini.
Dodo rencana dalam minggu ini bersama NCW Palembang akan menggelar aksi di kejagung menurut Dodo pihak Kejati Sumsel dinilai lamban menangani kasus dugaan korupsi yang ia laporkan bahkan Dodo mengaku kesal sudah beberapa kali di demo di Kejati Sumsel namun sampai sekarang belum ada satupun di jadikan tersangka.
Kinerja kejati sumsel patut di Pertanyakan hingga kini laporan NCW Lahat belum ada kejelasan ungkapnya
Dodo akan membawa masa gabungan dengan NCW Jakarta,  Palembang dan NCW Lahat sekira  sekitar 100 orang menuju ke jakarta sekarang sedang diurus untuk pemberitahuan ijin ke Mabes Polri untuk aksi di kejagung tutupnya
Sebelum nya sejumlah media online di regional.nasional. maupun media elektronik pernah memberitakan aksi demo di Kejati Sumsel yaitu tentang dugaan korupsi 5,6 milyar di sekretariat drpd lahat APBD Tahun 2014.
"NCW mendesak kepada pihak Kejati Sumsel untuk dapat mengusut tuntas dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Lahat pada APBD Tahun 2014 senilai Rp 5,6 milyar rupiah yang diduga fiktif. Di mana dalam pencairannya melalui Bank Sumsel Babel Lahat," ujar Ketua NCW Lahat, Dodo Arman, pada wartawan, Jumat (27/04/18).
"Kasus ini menurut Dodo sudah ditangani pihak Kejati Sumsel dan beberapa saksi sudah diperiksa yaitu (RS) Bendahara dan (SP) selaku Sekretariat Dewan DPRD Lahat. Namun, sepertinya kasus ini jalan di tempat, belum ada satu pun dijadikan tersangka. Padahal sudah beberapa kali di demo dan dilaporkan ke Kejati," terangnya.
"Makanya NCW akan mendesak kepada pihak Kejati Sumsel dalam aksi demo pekan depan," cetus Dodo.
Dijelaskan lebih jauh, dugaan korupsi dana anggaran di Sekwan DPRD Lahat tahun 2014 senilai Rp 5,6 milyar dalam pencairannya pada waktu itu sudah tutup buku per tanggal 25 Desember. Adapun bukti pencarian uang Negara yang diduga dikorupsi berjamaah sebagai berikut :
1) 17/12/14 000763487/.........2000 224159737 Rp1.200.000.000;
2) 29/11/14 000763490/.........2000 225567791 Rp1.850.000.000;
3) 30/12/14 000749121/........2000 22567791 Rp1.350.000.000;
National Corruption Watch (NCW) Kabupaten Lahat sebelumnya pernah melakukan aksi demo di Kejati Sumsel. Apabila tidak ada tindak lanjut, NCW akan melakukan aksi demo di Kejagung RI.
"Kepada Pak Prasetyo agar kiranya dapat mendengar aspirasi rakyat Kabupaten Lahat untuk dapat mengungkap kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Lahat yang mengakibatkan kerugian keuangan Negara hingga milyaran rupiah," pinta

Komentar Anda

Berita Terkini