Aksi Unjuk Rasa Wartawan OKU Timur, "Jurnalis Bukan Target Kekerasan"

/ Sabtu, 01 Juni 2019 / 23.41
Reporter ; Yandi R
Forum Solidaritas Wartawan OKU Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), kemudian aksi massa dilanjutkan di depan kantor Bupati OKU Timur, 

OKU Timur, (policewatch.news)- Forum Solidaritas Wartawan OKU Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), kemudian aksi massa dilanjutkan di depan kantor Bupati OKU Timur, dikawal langsung oleh gabungan personel TNI- Polri dan Polisi Pamong Praja, Martapura Jumat (31/05/2019) pukul 09.00 Wib.

Dalam aksinya, seluruh wartawan menuntut stop kekerasan dan kriminalisasi terhadap jurnalis, usut terus kasus penganiayaan terhadap wartawan sampai tuntas, jurnalis adalah pewarta bukan pembawa petaka, copot jabatan Kadinkes OKUT, jurnalis bukan preman, # Save jurnalis OKU Timur. 

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi forum solidaritas wartawan, Fahmi, dalam orasinya menyampaikan kecewa dengan kejadian ini, insiden pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pegawai staf Dinkes terhadap salah seorang rekan jurnalis, Imam Tasrul, SH, wartawan Sriwijaya TV, Selasa (28/05/2019) yang mengakibatkan trauma dan luka memar di tubuhnya.

"Kami tidak terima, mengecam keras dan mengutuk insiden pengeroyokan serta penganiayaan tersebut, stop kekerasan terhadap jurnalis, tindak tegas oknum ASN Dinkes pelaku penganiaya wartawan, jurnalis bukan target kekerasan, kejadian tragis ini untuk yang terakhir kali, jangan sampai terulang lagi kekerasan terhadap wartawan di OKU Timur, "ungkap Fahmi.

Selanjutnya, massa aksi forum solidaritas wartawan OKU Timur di depan kantor Dinkes diterima oleh perwakilan Sekdin, karena Kepala Dinas Kesehatan, Zainal Abidin, berhalangan hadir dan tidak berada di tempat. 
"Kami menolak apabila diwakilkan, mana Kepala Dinas, "teriak kawan-kawan wartawan peserta aksi, (31/05/2019).

Aksi unjuk rasa wartawan dilanjutkan dengan penanda tanganan petisi dukungan tolak kekerasan terhadap wartawan oleh seluruh massa peserta aksi damai di depan kantor Dinkes.

Kemudian, aksi massa dilanjutkan menuju kantor Bupati OKU Timur, perwakilan massa aksi diterima oleh Bupati H.M. Kholid Mawardi, S.Sos, M.Si, didampingi Sekda Jumadi, S.Sos, untuk melakukan mediasi menyelesaikan masalah penganiayaan yang dilakukan oleh oknum ASN Dinkes terhadap wartawan, Imam Tasrul jurnalis Sriwijaya TV.

Bupati OKU Timur, HM. Kholid Mawardi berjanji menyelesaikan kasus tersebut, akan memanggil, memerintahkan oknum ASN Dinkes pelaku pengeroyok dan penganiaya wartawan meminta maaf secara langsung terbuka di hadapan awak media besok, bertepatan dengan upacara hari Pancasila, Sabtu (01/06/2019).
Komentar Anda

Berita Terkini