Tampilkan postingan dengan label Oku Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oku Timur. Tampilkan semua postingan

Aliansi Indonesia OKU Timur Bersama Masyarakat Agendakan Aksi Unjuk Rasa

Reporter : Yandi R
 Aliansi Indonesia OKU Timur menggelar silaturahmi bersama elemen masyarakat, sekaligus membahas agenda rencana aksi unjuk rasa (demo), sampaikan aspirasi masyarakat, Sabtu (20/07/2019)

OKU Timur, (policewatch.news)- Menindak lanjuti dan menanggapi beberapa laporan masyarakat, serta berdasarkan data hasil temuan di lapangan yang diterima Lembaga Aliansi Indonesia OKU Timur, permasalahan adanya dugaan kasus korupsi penyimpangan dana desa tahun 2017 sampai 2019 di Kabupaten OKU Timur, Aliansi Indonesia OKU Timur menggelar silaturahmi bersama elemen masyarakat, sekaligus membahas agenda rencana aksi unjuk rasa (demo), sampaikan aspirasi masyarakat, Sabtu (20/07/2019), bertempat di kantor Aliansi Indonesia OKU Timur Bedilan Belitang.

Ketua Aliansi Indonesia OKU Timur, Kanda Budi Setiawan, S.Pdi, SH, ketika dikonfirmasi wartawan policewatch.news (20/07/2019), menyampaikan silaturahmi hari ini bersama masyarakat, rekan-rekan aktifis, LSM, Ormas, rekan-rekan jurnalis media, sekaligus pembahasan agenda ke depan rencana aksi unjuk rasa (demo) murni untuk menyampaikan suara aspirasi masyarakat, satukan barisan, bersatu kita bisa untuk OKU Timur perubahan lebih baik.

"Kasus korupsi penyimpangan dana desa di OKU Timur, termasuk penyimpangan dana Bumdes menjadi salah satu agenda penting karena beberapa kasus dugaan korupsi yang telah kami laporkan kepada aparat penegak hukum hingga saat ini belum ada kejelasan, "ungkap Kanda Budi.

Lebih lanjut, Kanda Budi Aliansi Indonesia, kembali melaporkan oknum Kepala Desa (Kades) Bawang Tikar Kecamatan Semendawai Timur, Pak Rasman, kepada Kejaksaan Tinggi Sumsel, diduga menggunakan uang Dana Desa ABPN tahun 2019 tahap II 40% hampir Rp. 400 juta untuk membayar hutang pribadi kepada rentenir, bukan untuk kepentingan masyarakat, pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

"Alhasil oknum Kepala Desa Bawang Tikar Kecamatan Semendawai Timur tersebut, pulang tidak membawa uang lagi, uang Dana Desa APBN 2019 tahap II 40% habis digundul diambil oleh rentenir, saat pencairan uang di Bank Sumsel Bk 9 Belitang OKU Timur, "jelasnya.

Kemudian, terang Kanda Budi, tidak hanya itu Rasman sempat dipegang leher bajunya oleh oknum orang yang tidak dikenal, karena hutangnya belum dibayar.

"Harapan kami, aparat penegak hukum tidak tutup mata dan tutup telinga, membiarkan saja kasus permasalahan ini, serta kami akan terus pantau dan kawal serta pertanyakan sampai sejauh mana proses hukum ini berjalan, hingga ada ditetapkannya sebagai tersangka, "ujarnya kepada wartawan penuh optimis, (20/07/2019).




Diduga Oknum Kades Mark Up Dana Desa dan Tilap Dana Bumdes 2017-2018

Reporter : Yandi R 
DOK : MPW


OKU Timur, (policewatch.news)- Diduga 7 (tujuh) oknum Kepala Desa (Kades) Wanasari, Bungin Jaya, Kota Tanah, Wana Makmur, Bawang Tikar, Kota Mulya, Desa Burnai Mulya, Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten OKU Timur Sumsel, dan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masing-masing desa tersebut akan segera dipanggil dan diperiksa oleh Kejaksaan. 

Ketua Lembaga Aliansi Indonesia OKU Timur, Kanda Budi Setiawan, S.Pdi, ketika dikonfirmasi awak media policewatch.news, Jumat (12/07/2019), menyampaikan oknum Kades tersebut diatas, diduga mark-up bangunan fisik APBN tahun 2017 dan 2018, serta selewengkan dana Bumdes 2017-2018.
Selain itu juga usaha BUMDes tidak jelas, Siup dan Situ tidak ada, serta laporan keuangan diduga fiktif.

"Disinyalir juga kuat dugaan bangunan tidak sesuai dengan RAB, alias dana desa APBN hanya dibangunkan 50 persen, itupun bangunan hanya bertahan seumur jagung, serta dana BUMDes ratusan juta rupiah tahun 2017 sampai dengan 2018 diduga diselewengkan oleh oknum Kepala desa dan pengurus BUMDes tersebut, "ungkap Kanda Budi (12/07/2019). 

Kemudian, jelas Kanda Budi, berdasarkan informasi laporan masyarakat dan data investigasi di lapangan, sama halnya juga dengan oknum Kepala desa (Kades) Betung Timur Kecamatan Semendawai Barat, Kabupaten OKU Timur, akan segera dipanggil dan dimintai keterangan oleh Kejaksaan, dengan perihal dugaan Pungli (Pungutan liar) ratusan juta pembuatan sertifikat gratis Prona 2018, sebesar Rp.1.300.000 sampai Rp.1.500.000 per sertifikat, serta dugaan penyelewengan ratusan juta dana BUMDes, dan dugaan mark-up bangunan dana desa APBN 2018.

Lebih lanjut, terang Kanda Budi, anggaran bangunan 268 Meter dana desa APBN 2018, diduga tidak dibangunkan oleh oknum Kepala desa (Kades) Melati Jaya Kecamatan Semendawai Timur dan dugaan ratusan juta dana BUMDès ditilap untuk kepentingan pribadi.

Untuk diketahui, Pengurus Aliansi Indonesia OKU Timur dan Aliansi Provinsi Sumatera Selatan, beserta Tim media Delik Hukum, Policewatch.news, rekan-rekan media lainnya, akan terus memantau perjalanan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa APBN 2017 sampai 2018, oleh oknum Kepala desa Melati Jaya Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur, yang saat ini sedang diperiksa Kanit Pidkor Polres OKU Timur. 

"Tentunya masyarakat berharap kepada pihak Polres OKU Timur, oknum Kepala desa Melati Jaya beserta perangkat yang terlibat segera ditetapkan sebagai tersangka, "jelas Kanda Budi, kepada wartawan (12/07/2019). 

Warga Ramai Saksikan Mobil Terguling Ditarik 2 Unit Kobelco

Reporter : Yandi R
Warga ramai berkumpul menyaksikan proses evakuasi pengangkatan mobil expedisi thermo king plat B 9014 GEU, ditarik dengan menggunakan 2 (dua) unit kobelco Senin (24/06/2019).

OKU Timur, (policewatch.news)- Warga ramai berkumpul menyaksikan proses evakuasi pengangkatan mobil expedisi thermo king plat B 9014 GEU, ditarik dengan menggunakan 2 (dua) unit kobelco yang beberapa hari lalu terguling/terbalik tepatnya di jembatan padang jalan raya desa Rejosari Bk-15 Kecamatan Belitang Mulya OKU Timur, Senin (24/06/2019).

Sementara, informasi yang dihimpun awak media (24/06/2019), ramainya kerumunan warga membuat jalan raya macet, sehingga pengemudi kendaraan yang hendak bepergian dari Bk-16 desa Petanggan dan sekitarnya, yang hendak tujuan arah Bk-10 Gumawang harus memutar arah atau mintas melewati jalan dalam desa Trimorejo/Trimoharjo Semendawai Suku III dikarenakan proses evakuasi masih berlangsung.

Beberapa orang warga, ketika dibincangi awak media mengatakan mobil yang terguling tersebut ditarik menggunakan 2 unit kobelco, namun karena bobot muatan mobil yang berat sehingga beberapa kali diangkat/ditarik tali rantai besinya putus dan posisi mobil amblas lagi.

"Ramai warga sehingga jalan raya macet, sudah dari tadi ditarik sama kobelco, tapi tali rantai besinya putus lagi, "kata salah seorang warga.

Wabup OKU Timur Dan Kapolres Silaturahmi Bersama Kades Se-Belitang Mulya

Reporter: Yandi R
Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, S.E, bersama Kapolres OKUT AKBP. Erlin Tangjaya, S.H, S.Ik, dan Kasi Intel Kejari Yul Khaidir, S.H, menghadiri acara ngopi bareng silaturahmi bersama


OKU Timur, (policewatch.news)- Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, S.E, bersama Kapolres OKUT AKBP. Erlin Tangjaya, S.H, S.Ik, dan Kasi Intel Kejari Yul Khaidir, S.H, menghadiri acara ngopi bareng silaturahmi bersama Camat Belitang Mulya Amin Zen, S.Km, M.M, Kasat Intel Iptu Mukhlis , S.H, M.H, Kapolsek Belitang II Iptu Jonson, Kanda Budi Setiawan, S.Pdi serta dihadiri oleh seluruh Kepala desa (Kades) se-Kecamatan Belitang Mulya, bertempat di Resto Rozak desa Sariguna Kecamatan Belitang Mulya OKU Timur, Senin (24/06/2019) pukul 10.00 Wib. 

Wakil Bupati OKU Timur, Fery Antoni, S.E, mengatakan acara santai ngopi bareng bersama Kades se-Belitang Mulya ini merupakan forum pertemuan yang sangat baik guna meningkatkan jalinan komunikasi silaturahmi yang lebih erat, antara pimpinan dan bawahan, serta saling bertukar fikiran musyawarah dalam menentukan arah pembangunan desa di OKU Timur, sehingga Kades dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan lebih baik.

"Tidak mudah menjadi seorang pemimpin, termasuk sebagai Kades dalam menjalankan tugasnya, biarkan masyarakat yang akan menilai akan keberhasilan serta kemajuan pembangunan di desanya, "jelas Fery Antoni, (24/06/2019).

Kemudian, Kapolres OKU Timur AKBP. Erlin Tangjaya, SH, SIk, menyampaikan sangat mengapresiasi acara pertemuan ini, semoga terciptanya hubungan yang harmonis antara penegak hukum dalam hal ini Polres OKU Timur dan seluruh Kades, serta terjalinnya silaturahmi dan komunikasi yang lebih baik pula.

"Saya sangat berharap, Kepala desa dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang ada, "ujar Kapolres OKU Timur, (24/06/2019).

Sementara, Kasi Intel Kejari OKU Timur, Yul Khaidir, S.H, mengatakan untuk dana desa sudah ada payung hukum dan MOU dengan Kejaksaan, dan dengan adanya acara forum silaturahmi ini dapat terjalin komunikasi yang baik pula dengan pihak Kejaksaan.

"Harapan kami, semoga tidak ada lagi permasalahan dana desa, dan mari kita bersama-sama untuk mengawasi pelaksanaan serta penggunaan dana desa dengan baik, sehingga anggaran dana tersebut jelas penggunaannya tepat sasaran, "terang Kasi Intel Kejari OKUT, (24/06/2016).

Mobil Expedisi Terbalik Di Desa Rejosari Bk 15

Reporter: Yandi R
LAKA LANTAS

OKU Timur, (policewatch.news)- Mobil expedisi Thermo King nomor plat B 9014 GEU pengangkut ikan dan udang asal Rawa Jitu Mesuji, terbalik di jalan raya Rejosari Bk 15 tepatnya pas jembatan Padang Kecamatan Belitang Mulya Kabupaten OKU Timur, Kamis (20/06/2019).

Sementara, informasi yang dihimpun dari beberapa orang warga sekitar saksi mata di lokasi kejadian, saat dibincangi awak media, Kamis (20/06/2019), menyebutkan mobil expedisi pengangkut ikan dan udang tersebut terguling dikarenakan adanya penyempitan ruas jalan yang masih dibangun dalam tahap pengecoran, sisi kiri pinggir jalan ada tanahnya yang amblas saat dilewati oleh pengemudi mobil tersebut, kerugian materi belum bisa diperkirakan, tidak ada korban jiwa.

Untuk diketahui, dan untuk saling mengingatkan kepada para pengemudi agar lebih waspada dan lebih berhati-hati dalam berkendara.

Kapolres OKU Timur Beserta Jajaran, Olah TKP Perampokan Di Margotani

Reporter : Yandi R
TKP Perampokan yang terjadi menewaskan petani karet Jumadi (45), warga dusun 02 Desa margotani kecamatan Madang Suku II kabupaten OKU Timur Sumsel,

OKU Timur, (policewatch.news)- Perampokan yang terjadi menewaskan petani karet Jumadi (45), warga dusun 02 Desa margotani kecamatan Madang Suku II kabupaten OKU Timur Sumsel, tewas ditangan begal (gerandong). 

Pada hari Senin tanggal 10 juni 2019 pukul 03.30 Wib, korban bersama isterinya berangkat ke kebon untuk menyadap Karet di desa Margotani 1 kecamatan Madang Suku II Kabupaten OKU Timur, setelah sampai di kebon pukul 04.00 Wib, pada saat menyadap karet  didatangi 2 (dua) orang yang tidak dikenal meminta kunci kontak motor korban dengan mengacungkan senjata api diduga rakitan, tetapi korban melawan pelaku, lalu pelaku melakukan penembakan terhadap korban dan mengenai leher korban, pelaku kemudian mengambil motor korban jenis Honda Revo warna merah dan langsung dibawa kabur oleh pelaku.

Kapolres OKU Timur, AKBP. Erlin Tangjaya, SH, SIk, saat dikonfirmasi awak media, Senin (10/06/2019), mengatakan team dari Polres lagi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan selidiki terkait kejadian tersebut, korban Jumadi (45), saat berada di kebun bersama isterinya Roliyah (40), melihat ada orang yang gunakan senter kepala mendekatinya, dimana korban dan istrinya lagi deres nyadap karet dikebunnya. 

"Tiba-tiba muncul pelaku langsung menodong isteri korban, dengan ucapan kutembak kamu secara berulang-ulang, kemudian korban keluar dari persembunyiannya untuk menolong istrinya, ternyata pelaku menyenter korban dengan senter kepala dan langsung menembak korban pada bagian leher, "ungkap Kapolres.

Kemudian, lanjut Kapolres, saat korban ditembak sempat tangan korban naik ke bagian muka untuk menghalau silau senter dari pelaku, sehingga korban mengalami luka tembak pada bagian leher dan tangannya.

"Saya dan jajaran masih melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), dan penyelidikan mudah-mudahan segera terungkap dan tertangkap pelakunya, "jelas Kapolres, Senin (10/06/2019).

Halal Bi Halal (Open House), Di Kediaman Gubernur Sumsel

Reporter : Yandi R
acara Halal Bi Halal (Open House) di kediamannya, nampak hadir pada acara tersebut Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, SE, beserta keluarga

OKU Timur, (policewatch.news)- Dalam Rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, guna menjalin tali silaturahmi, Gubernur Sumsel H. Herman Deru, SH, MM, beserta keluarga besar menggelar acara Halal Bi Halal (Open House) di kediamannya, nampak hadir pada acara tersebut Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, SE, beserta keluarga, seluruh kerabat, keluarga, sahabat dan masyarakat berbondong-bondong ramai hadiri acara tersebut.

Acara Halal Bi Halal (Open House), digelar di rumah Herman Deru, SH, MM, bertempat di Desa Sidomulyo Bk 9 Kecamatan Belitang I Kabupaten OKU Timur Sumsel, Sabtu (08/06/2019).

Gubernur Sumsel, Herman Deru, SH, MM, menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H Minal Aidin Walfaidjin, mohon maaf lahir dan batin.

"Terima kasih, kepada seluruh masyarakat OKU Timur yang sudah menyempatkan hadir dalam acara Halal Bi Halal Open House, "ujar Deru.

Polres OKU Timur Tangkap Kurir Narkoba Asal Aceh Bawa Sabu 2 Kg

Reporter : Yandi R
 Penggagalan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu di wilayah hukum Polres OKU Timur, Senin (03/06/2019).


OKU Timur, (policewatch.news)- Kapolres OKU Timur AKBP. Erlin Tangjaya, S.H, SIk, didampingi Kasat Res Narkoba IPTU. Dwi Rio, beserta team Opsnal SatRes Narkoba berhasil menggagalkan masuknya narkotika jenis sabu-sabu di wilayah hukum Polres OKU Timur, Senin (03/06/2019).

Team Opsnal SatRes Narkoba berhasil menggagalkan masuknya barang haram narkoba jenis sabu-sabu yang merusak generasi muda OKU Timur.

Kapolres OKU Timur, AKBP. Erlin Tangjaya, S.H, S.Ik, mengatakan pemasok barang haram narkoba jenis sabu-sabu tersebut berasal dari luar daerah, HUSAINI (23), warga Desa  Lancik Bungo Kecamatan Peulimbang Kabupaten Bireuen provinsi Aceh, (tewas meninggal dunia), PAKHRUL RAZI BIN IBRAHIM SALEH (18), warga desa Uteurukum Kecamatan Peulimbang Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh.

Barang bukti yang diamankan 2 (dua) paket besar narkotika jenis sabu, dalam kemasan teh hijau merk Guanyinwang yang diperkirakan berat 2 kg.
 
"Tersangka ditangkap team Opsnal Satres Narkoba di Jalan Lintas Tengah Sumatera Kelurahan Sungai Tuha Jaya, Kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur Sumsel di depan Rumah Makan Pahala Group, pada hari Minggu tanggal 2 Juni 2019 sekira pukul 19.30 Wib, "jelas Kapolres.
 
Lebih lanjut, terang Kapolres AKBP. Erlin Tangjaya, S.H, S.Ik, ketika hendak dilakukan penangkapan terhadap pelaku oleh team opsnal SatRes narkoba, salah satu pelaku berusaha melawan anggota, dengan cara menikam dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau, sehingga team Opsnal SatRes Narkoba terpaksa memberi tindakan tegas dan terukur kepada tersangka, sehingga maut menjemputnya.

"Kami menghimbau kepada pengedar maupun pengguna narkotika untuk berhenti, karena semuanya dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, "tegas Kapolres OKU Timur.

Aksi Unjuk Rasa Wartawan OKU Timur, "Jurnalis Bukan Target Kekerasan"

Reporter ; Yandi R
Forum Solidaritas Wartawan OKU Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), kemudian aksi massa dilanjutkan di depan kantor Bupati OKU Timur, 

OKU Timur, (policewatch.news)- Forum Solidaritas Wartawan OKU Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), kemudian aksi massa dilanjutkan di depan kantor Bupati OKU Timur, dikawal langsung oleh gabungan personel TNI- Polri dan Polisi Pamong Praja, Martapura Jumat (31/05/2019) pukul 09.00 Wib.

Dalam aksinya, seluruh wartawan menuntut stop kekerasan dan kriminalisasi terhadap jurnalis, usut terus kasus penganiayaan terhadap wartawan sampai tuntas, jurnalis adalah pewarta bukan pembawa petaka, copot jabatan Kadinkes OKUT, jurnalis bukan preman, # Save jurnalis OKU Timur. 

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi forum solidaritas wartawan, Fahmi, dalam orasinya menyampaikan kecewa dengan kejadian ini, insiden pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pegawai staf Dinkes terhadap salah seorang rekan jurnalis, Imam Tasrul, SH, wartawan Sriwijaya TV, Selasa (28/05/2019) yang mengakibatkan trauma dan luka memar di tubuhnya.

"Kami tidak terima, mengecam keras dan mengutuk insiden pengeroyokan serta penganiayaan tersebut, stop kekerasan terhadap jurnalis, tindak tegas oknum ASN Dinkes pelaku penganiaya wartawan, jurnalis bukan target kekerasan, kejadian tragis ini untuk yang terakhir kali, jangan sampai terulang lagi kekerasan terhadap wartawan di OKU Timur, "ungkap Fahmi.

Selanjutnya, massa aksi forum solidaritas wartawan OKU Timur di depan kantor Dinkes diterima oleh perwakilan Sekdin, karena Kepala Dinas Kesehatan, Zainal Abidin, berhalangan hadir dan tidak berada di tempat. 
"Kami menolak apabila diwakilkan, mana Kepala Dinas, "teriak kawan-kawan wartawan peserta aksi, (31/05/2019).

Aksi unjuk rasa wartawan dilanjutkan dengan penanda tanganan petisi dukungan tolak kekerasan terhadap wartawan oleh seluruh massa peserta aksi damai di depan kantor Dinkes.

Kemudian, aksi massa dilanjutkan menuju kantor Bupati OKU Timur, perwakilan massa aksi diterima oleh Bupati H.M. Kholid Mawardi, S.Sos, M.Si, didampingi Sekda Jumadi, S.Sos, untuk melakukan mediasi menyelesaikan masalah penganiayaan yang dilakukan oleh oknum ASN Dinkes terhadap wartawan, Imam Tasrul jurnalis Sriwijaya TV.

Bupati OKU Timur, HM. Kholid Mawardi berjanji menyelesaikan kasus tersebut, akan memanggil, memerintahkan oknum ASN Dinkes pelaku pengeroyok dan penganiaya wartawan meminta maaf secara langsung terbuka di hadapan awak media besok, bertepatan dengan upacara hari Pancasila, Sabtu (01/06/2019).

Aniaya Wartawan, Oknum PNS Dinas Kesehatan OKU Timur Dilaporkan Kepolisi

Reporter : Andi R
Imam Tasrul jurnalis Sriwijaya TV, dikeroyok dan dianiaya oleh oknum PNS Dinas Kesehatan (Dinkes), saat sedang melaksanakn tugas liputan berita di kantor Dinas Kesehatan OKU Timur, Selasa (28/05/2019).

OKU Timur, (policewatch.news)- Peristiwa naas menimpa seorang rekan wartawan yang bertugas di OKU Timur, Imam Tasrul jurnalis Sriwijaya TV, dikeroyok dan dianiaya oleh oknum PNS Dinas Kesehatan (Dinkes), saat sedang melaksanakn tugas liputan berita di kantor Dinas Kesehatan OKU Timur, Selasa (28/05/2019).

Peristiwa yang menimpa rekan wartawan Imam Tasrul, terjadi setelah keluar ruangan kantor dan tiba-tiba ditunggu di parkiran.

Saksi mata mengungkapkan kronologi awal kejadian, ketika Imam Tasrul dengan Susi hendak berjalan ke salah satu pintu ruangan, tiba-tiba salah seorang staf Dinkes yang duduk di parkiran mengatakan, "galak-galak betanyo dek disini, ado Satpam, kemudian Imam Tasrul menjawab siap kak, "ucapnya.

Lanjutnya, dia menjelaskan maksud tujuannya, lantas mereka naik ke atas. Ketika turun di bawah sempat terjadi adu mulut, dan Imam Tasrul dipukul, karena ingin membela diri, Imam mengelak. Disaat sedang terjadi pergulatan, ada beberapa petugas dinas kesehatan yang sempat melerai kejadian tersebut.

"Ternyata tak hanya sampai di situ, setelah Imam Tasrul berlari ke arah masjid Pemda, ia tetap dikejar oleh tiga orang pegawai Dinkes, di sana Imam Tasrul dipukuli, "pungkas Susi.

Kemudian, Tri Angga, selaku Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) OKU Timur, mengecam insiden penganiayaan ini, dan menurutnya kekerasan intimidasi itu merupakan pelecehan terhadap profesi wartawan.

"Ini sudah pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Pers No.40 tahun 1999, yang menghalang-halangi tugas dan kerja wartawan, kami mengecam keras hal seperti itu, ini sekaligus merupakan ancaman terhadap kebebasan Pers dan kehidupan berdemokrasi, "kata Tri Angga, Selasa (28/05/2019).

Untuk itu, lanjut Tri Angga, mewakili korban dan segenap wartawan menyerukan kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
"Kami akan melakukan pengawalan terhadap kasus ini, untuk sekarang kami juga melakukan pendampingan untuk penyembuhan rekan Imam Tasrul, karena ia mengalami trauma dan luka memar di tubuhnya, "jelas Tri Angga.

Lebih lanjut, korban Imam Tasrul tidak terima pengeroyokan dan penganiayaan terhadap dirinya, dan melaporkan perbuatan oknum PNS Dinkes tersebut ke Polisi, tercatat dengan Nomor TBL-B/67/V/2019 OKUT LP-B/67/V/2019/Sumsel/OKUT, 28 Mei 2019.

Sutarno Mantan Kades Krujon, Diduga Gelapkan Dana Bumdes Rp.50 Juta

Reporter :  Andi R
mantan Kepala desa Krujon, Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur Sumsel, diduga selewengkan dana Bumdes tahun 2017 sebesar Rp.50 juta

Krujon Semendawai Suku III OKU Timur, (policewatch.news)- Berdasarkan informasi laporan masyarakat, Sutarno, mantan Kepala desa Krujon, Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur Sumsel, diduga selewengkan dana Bumdes tahun 2017 sebesar Rp.50 juta, yang hingga saat ini menghilang (minggat) tidak jelas keberadaannya, dan masih menjadi keluhan masyarakat dengan menyisakan berbagai permasalahan di desa tersebut, diantaranya sangkutan tunggakan uang pembayaran upah buruh pekerja pengecoran jalan desa, sangkutan uang pembayaran material pasir koral, sangkutan biaya aspal beserta upah pekerja pengaspalan.
Kemudian, awak media mencoba mengkonfirmasi masalah tersebut, Selasa (28/05/2019), di kediaman sang mantan Kades, namun tidak menemukan keberadaan Sutarno eks-Kades di rumahnya, hanya bertemu Taufik dan Novi Sumarni anak dari Sutarno.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Taufik (30), yang sebelumnya sebagai ketua Bumdes menggantikan Subambang (40) dan Novi Sumarni (25) bendahara Bumdes Krujon 2017, terkesan menutup-nutupi saat ditanya perihal uang Bumdes tersebut serta keberadaan Sutarno ayahnya sang mantan Kades.

"Kami tidak tahu keberadaan pak Sutarno, sudah beberapa bulan ini tidak pulang dan tidak ada kabar, perginya sama ibu entah kemana. Mengenai dana Bumdes Rp.50 juta awalnya sudah dibelikan 3 (tiga) ekor sapi untuk dipelihara, dan beberapa bulan kemudian yang kami ketahui sapi tersebut diambil oleh seseorang untuk membayar hutang pak Sutarno, "ujar Taufik dan Novi.

Sementara, menurut keterangan dari Subambang "pada awalnya memang benar ada, pencairan dana Bumdes 2017 Rp.50 juta tersebut, sama pak Sutarno sudah dibelikan 3 (tiga) ekor sapi untuk dipelihara, namun selang beberapa bulan kemudian sapi tersebut sudah tidak ada lagi, entah kemana, "kata Subambang.

Untuk diketahui, Taufik (30) adalah anak menantu Sutarno, Novi Sumarni (25) adalah isteri Taufik, merupakan anak perempuan Sutarno mantan Kades Krujon. Subambang yang pada awalnya sebagai ketua Bumdes, namun di tengah perjalanan oleh Sutarno diganti dengan Taufik sebagai ketua Bumdes, tanpa konfirmasi ataupun musyawarah serta tanpa keterangan yang jelas, hal ini memunculkan dugaan adanya persekongkolan indikasi Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN).

"saya sebagai ketua Bumdes ditunjuk langsung oleh pak Sutarno menggantikan Subambang, "terang Taufik kepada awak media.

Sementara, Kades Krujon Saparman, saat dibincangi awak media membenarkan adanya kejadian tersebut, mengenai dana Bumdes 2017 Rp.50 juta yang diselewengkan oleh Sutarno sang mantan Kades.
"Benar kejadian tersebut, mengenai dugaan penyelewengan dana Bumdes 2017 Rp.50 juta oleh Sutarno dan sampai saat ini uang tersebut belum dikembalikan, "jelas Saparman.

Menurut hemat kami, apapun itu alasannya Taufik sebagai ketua Bumdes, dan Novi Sumarni sebagai bendahara keluarga mantan Kades Sutarno, harus tetap bertanggungjawab untuk mengganti dan mengembalikan uang Rp.50 juta dana Bumdes tersebut, sebab ikut terlibat indikasi Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN), dalam penggelapan uang Bumdes tersebut, dan tidak bisa lepas tangan begitu saja, "ungkap salah seorang anggota BPD Krujon.

Kepada Yth. Bupati OKU Timur H.M. Kholid Mawardi, S.Sos, M.Si, Wakil Bupati OKUT Fery Antoni, SE, Kapolres OKU Timur AKBP. Erlin Tangjaya, SH, SIk, Unit Pidkor Polres OKUT, Inspektorat, Kepala Dinas PMD OKUT, H. Rusman, SE, MM, beserta pejabat pemerintah yang berwenang lainnya, melalui media ini kami mewakili aspirasi masyarakat menyampaikan dan melaporkan agar kiranya masalah ini untuk ditindak lanjuti serta diproses hukum, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, karena dana Bumdes adalah uang bantuan pemerintah (uang negara), uang rakyat, digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi Kades ataupun mantan Kades dan keluarganya.

Tidak Pasang Papan Proyek, Kontraktor Bangunan Irigasi Tersier Langgar Peraturan Pemerintah

Reporter : Tim
proyek tanpa plang

Krujon OKU Timur, (policewatch.news)- Pembangunan infrastruktur fisik era reformasi dan otonomi daerah saat ini, mensyaratkan semua elemen masyarakat yang ada untuk mengawasi langsung dan mengontrolnya, hal ini dibuat dengan harapan sebagai upaya pencegahan terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di segala bidang sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Proyek pembangunan infrastruktur fisik irigasi tersier sepanjang 800 meter, yang bertempat di desa Krujon Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur, merupakan salah satu contoh proyek pembangunan fisik yang dibiayai oleh negara, bersumber dari dana pemerintah melalui Dinas PU Pengairan Irigasi Kabupaten OKU Timur Sumsel. Pelaksana proyek, sebelum dan selama kegiatan pembangunan dilaksanakan wajib harus dipasang papan nama proyek.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, dan hasil investigasi yang dihimpun oleh tim media policewatch.news di lapangan, Kamis (23/05/2015), ditemukan proyek pembangunan irigasi tersier tersebut, tidak memasang papan nama baliho informasi pengumuman proyek, hal ini jelas pemborong pelaksana proyek (kontraktor), melanggar Undang-undang dan peraturan pemerintah, serta bisa dikategorikan sebagai proyek siluman asal jadi, lantaran peraturan itu merupakan satu bentuk pengawasan langsung masyarakat.

Untuk diketahui, dasar hukum Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.29/PRT/M/2006 tentang pedoman persyaratan teknis bangunan gedung (Permen PU 29/2006), Permen PU No.12/2014 tentang penyelenggaraan sistem drainase, Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 tahun 2012, peraturan regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara, wajib untuk memasang papan nama proyek. Papan nama tersebut diantaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan, pemborong atau pelaksana proyek (kontraktor), nilai jumlah dana dan sumber dana, volume, serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek.

Kemudian, beberapa orang warga yang merupakan buruh tukang pekerja proyek bangunan dan tidak mau menyebut identitasnya, ketika dibincangi awak media, Kamis (23/05/2019), mengatakan bahwa dari awal dia mulai bekerja di bangunan tersebut, memang tidak ada dipasang papan nama proyek oleh pemborong ataupun kontraktornya.

"Benar mas, tidak ada dipasang baliho papan nama proyek irigasi tersier ini, yang saya dengar nama pemborongnya kontraktor pak Supardi dari Bk 9, saya tidak tau persis tempat, serta yang mana orangnya, dan yang sering datang kesini cuma anak buahnya, "kata tukang pekerja bangunan tersebut, kepada wartawan Kamis (23/05/2019).

Melalui media ini, perlu kami sampaikan dan melaporkan Kepada Yth. Bapak Bupati OKU Timur H.M Kholid Mawardi, S.Sos, M.Si, Wabup OKU Timur Fery Antoni, SE, Kepala Dinas PU Pengairan OKU Timur, beserta pejabat pemerintah berwenang lainnya, kami berharap agar proyek bangunan irigasi tersier ini dilakukan pengawasan lebih baik lagi, pengawasan turun langsung ke lapangan, dan kami berharap jangan sampai bangunan tersebut dikerjakan asal-asalan belum seumur jagung sudah rusak terbengkalai, dan untuk pelaksana proyek, kontraktor nakal/pemborong yang nakal, agar kiranya diberikan sanksi dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. (Red)

Safari Ramadhan Dewan Masjid OKU Timur, Disambut Atusias Warga

Reporter  : Bambang.MD
Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Kabupaten OKU 
OKU Timur - (policewatch.news ) - Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Kabupaten OKU Timur Bpk. Ustadz Imam Ahmadi, S. Ag., M.M selaku Ketua PD - DMI didampingi oleh Bpk H. Faisal Habibur, S.H selaku Kabid Perekonomian Umat Dan IPTEK dan Ustadz M. Kanda Budi Setiawan,S.Pd.,S.H Kabid Hukum dan Wakaf, melakukan kegiatan Safari Ramadhan di Desa Gunung Terang Dusun Bunga Sekoti, Kecamatan Madang Suku 1, Kabupaten OKU Timur, Sabtu (10/05/19)

Selama dalam bulan suci ramadhan Pengurus Daearah Dewan Masjid Indonesia (PD - DMI) Kabupaten OKU Timur melakukan Safari Ramadhan dari Masjid ke Masjid, yang pastinya kegiatan Safari Ramadhan ini disambut antusias oleh masyarakat Bunga Sekoti Desa Gunung Terang Kecamatan Madang Suku I, yang kegiatan dilaksanakan di Masjid Baitulrahman.

Dalam kesempatan kegiatan Safari Ramadhan Ustadz Imam Ahmadi,S.Ag.,M.M Ketua PD - DMI Kabupaten OKU Timur menjalaskan apa yang menjadi Visi dan Misi dari pada PD-DMI, selain itu juga PD-DMI OKU Timur membagikan cindera mata berupa sajadah dari Turki khusus imam Masjid serta Al-Quran dan sarung serta santunan uang buat kesejahteraan Masjid, yang dalam hal ini diberikan langsung oleh H. Faisal Habibur, ujar Ketua PD - DMI dengan ramah dan senyuman.

Disambung langsung oleh Ustadz Kanda Budi, Harapan diadakan kegiatan Safari Ramadhan oleh PD-DMI dengan maksud tujuan untuk memakmurkan masjid Masjid yang sudah ada di Kabupaten OKU Timur" Tandasnya"

Pleno KPU OKU Timur, Capres Nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno Unggul Di 14 Kecamatan

Reporter : Yandi R
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) OKU Timur menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara di tingkat kabupaten Rabu (01/05/2019

OKU Timur, (policewatch.news)- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) OKU Timur menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara di tingkat kabupaten, untuk Pemilu serentak tahun 2019, bertempat di Gedung Graha Tani Martapura OKU Timur Sumsel, Rabu (01/05/2019) sekitar pukul 09.00 Wib dan selesai sekitar pukul 23.00 Wib.

Acara Rapat Pleno terbuka tersebut dihadiri oleh Bupati OKU Timur H.M. Kholid Mawardi, SSos, MSi, Kapolres OKU Timur Erlin Tangjaya, SH, SIk, Dandim 0403 OKU Letkol Agung Widodo, Ketua KPU OKU Timur Herman Jaya, S.Sos, Ketua Bawaslu Ahmad Gufron, beserta staf dan jajarannya.

Bupati OKU Timur, H.M Kholid Mawardi, SSos, MSi, mengatakan mengapresiasi kinerja penyelenggara KPU dan Bawaslu OKU Timur beserta jajarannya hingga tingkat KPPS.

"Kita ucapkan terima kasih, kepada jajaran penyelenggara KPU dan Bawaslu yang telah bekerja melaksanakan tahapan Pemilu ini dengan baik, serta apresiasi kinerja hingga pleno tingkat kabupaten, Pemilu 2019 di OKU Timur berjalan lancar, aman dan kondusif, "kata Bupati.

Ketua KPU OKU Timur, Herman Jaya, S.Sos, menyampaikan pleno tingkat kabupaten merupakan tahapan terakhir Pemilu 2019 di tingkat kabupaten, diharapkan dalam pleno ini berlangsung tertib, lancar dan kondusif.
"Jika nanti ada perbedaan data atau selisih, agar kita selesaikan dengan baik, tertib, yakinlah KPU OKU Timur transparan, "ungkap Herman Jaya.

Untuk diketahui, hasil Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara di tingkat Kabupaten OKU Timur, Rabu (01/05/2019), Paslon nomor urut 02 Capres/Cawapres Prabowo-Sandiaga Uno memperoleh 220.590 suara (55%), sedangkan Paslon nomor urut 01 Capres/Cawapres Jokowi-Makruf Amin memperoleh 183.816 suara (45%).
Pasangan Capres/Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi meraih suara tertinggi unggul di 14 (empat belas) Kecamatan, sedangkan sisanya Capres/Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Makruf Amin hanya unggul di 6 (enam) Kecamatan.

Lebih lanjut, Ketua KPU OKU Timur, Herman Jaya, S.Sos, didampingi komisioner Divisi Teknis Penyelenggara, Sunarto, SP, usai menggelar rapat pleno, ketika dibincangi wartawan, Rabu (01/05/2019), mengatakan hasil rapat pleno ini akan segera diserahkan ke KPU Provinsi untuk Pleno di tingkat KPU Provinsi, "jelasnya.

Polres OKU Timur Tangkap Oknum Kades Pengedar Narkoba

Reporter : Yandi R
Mi (50)

OKU Timur, (policewatch.news)- Oknum Kepala Desa (Kades) Burnai Jaya Kecamatan Semendawai Timur Kabbupaten OKU Timur Sumsel, berinisial Mi (50), ditangkap Anggota Sat Narkoba Polres OKU Timur, Selasa (30/04/2019) sekitar pukul 21.00 Wib.

Kapolres OKU Timur, AKBP. Erlin Tangjaya, SH, SIk, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (30/04/2019), mengatakan oknum Kades Mi (50) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), sudah lama diincar dan ditangkap di Jln. Desa Burnai Jaya Kecamatan Semendawai Timur OKU Timur, hari Selasa (30/04/2019) sekitar pukul 21.00 Wib, dengan dasar penangkapan LP-A/37/IV/2019/Sumsel/Res OKU Timur, tanggal 08 April 2019.

"Penangkapan berawal dari laporan masyarakat, jika Kades Burnai Jaya, Mi (50) diduga terlibat dalam peredaran narkoba jenis extasi dan sabu-sabu, "kata Kapolres.

Kemudian, lanjut Kapolres, dari laporan tersebut Satuan Reserse Narkoba langsung menindak lanjutinya dengan mendatangi lokasi yang dimaksud, kemudian setelah mengetahui posisi, lalu dilakukan penghadangan terhadap Kades Mi yang mengendarai sepeda motor, dan Kades tersebut langsung ditangkap.

Guna proses penyidikan, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Barang bukti yang berhasil disita, 3 (tiga) kantong sedang narkoba jenis pil extasi warna merah dibungkus plastik klip bening, berjumlah 336 butir, 1 (satu) paket kecil narkotika jenis sabu-sabu, 1 (satu) unit Hp Vivo putih gold, "ungkap Kapolres.

Sebut Tidak Ada Korupsi Dana Desa Akhirnya Aliansi Indonesia Laporkan Ali Mukartono Ke Jamwas


Reporter. : Bambang.MD                   Preslirese

Ali Mukartono,S.H.,S.H Kajati Sumsel 

PALEMBANG,(policewatch.news) -  Ali Mukartono,S.H.,S.H Kajati Sumsel sebut " tidak ada Korupsi Dana Desa OKU Timur, Aliansi Indonesia Kembali membuat laporan Resmi kepada JAMWAS Kejagung RI untuk dipertanyakan apa maksud dari pada ucapan dari Kajati Sumsel.kata " Kanda Budi melalui pesan WASHP UP, Rabu (30/4)
Bapak Ali Mukartono,S.H.,M.H Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan harus bisa pertanggung jawabkan ucapannya dihadapan puluhan wartawan, bahwa dirinya mengatakan di Kabupaten OKU Timur tidak  ada Korupsi Dana Desa, karena masih taat dengan hukum, tegasnya waktu usai peresmian kantor Kejaksaan Negeri Martapura, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan dengan agak gugup dan terpatah -patah.
Ucapan tersebut diucapkan dengan terpatah - patah, dihadapan  para Jaksa, Bupati OKU Timur, dan puluhan awak media yang ikut meliput acara peresmian kantor Kejari OKU Martapura, Kabupaten Timur, disaat ada kata yang tercetus keluar dari mulut seorang nomor satu di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, para wartawan yang hadir serontak kaget dan bertanya, ada apa dengan ucapan Bapak Kajati Sumsel ini?
Sementara itu Kanda Budi Aliansi di dampingi Tim  Aliansi Indonesia yang hadir, Ali Imron salah satu sebagai saksi palapor dari kasus Korupsi Dana Desa APBN 2018 yang sekarang lagi on proses dan terus diproses oleh pihak Kejari OKU Timur.
Kanda Budi Aliansi dan Ali Imron sebut  ini mungkin Bapak Kejati Sumsel lagi mabuk dan ngatuk kayaknya atau patut diduga sudah main mata alias terima upeti? terus adanya H. Rusman Kadin PMD OKU Timur minta uang Dana Desa APBN 2018 senilai Rp. 29 juta perdesa , dikalikan 305 desa yang ada di 20 Kecamatan di Kabupaten OKU Timur, sehingga diduga kerugian uang negara mencapai Rp.6 meliyar,  itu bukan korupsi, bukan kerugian negara, terus itu apa? Kok, dibilang di OKU Timur Korupsi Dana Desa  tidak ada, bersih, semuanya taat hukum,  jangan ngalantur Bapak Kejati, nanti kalau Allah yang adili dan murka kepada anda yang diduga menutupi kebatilan, hal yang sudah jelas, jangan dibuat samar - samar lagi.
Masih kata"  Kanda Budi Aliansi dan Ali Imron kembali menambahkan yang dikatakan bersih  dari Korupsi itu mana, jelas itu ada bentuk kerugian uang Negara, mau bahasanya korupsi, Pungli, dan Mark up, masa bodoh yang jalas itu kerugian uang negara, dan wajib hukumnya pihak Kejaksaan untuk melakukan proses kasus ini.
Pesan dari Kanda Budi Aliansi, ingat ...!!! Kajati jangan hanya terima laporan diatas  meja, terima berkas,  terima upeti, terus semuanya dibilang aman, tidak terbukti, dan bersih,  tolong jangan tidur, tim Kejaksaan Kejati dan Kejari OKU harus serius tangani, ungkap kasus Korupsi Dana Desa APBN 2018 OKU Timur, yang sudah jelas bukan katanya lagi. (30/04/19)
Tidak begitu caranya Pak Bos...!!! Kajati Sumsel, dan ini adalah PR Kejati Sumsel yang harus disesaikan, kalau tidak diselsaikan jabatan anda dan karer anda akan selesai, suara rakyat yang akan bergerak aksi demo besar -besar di Kejati dan Kejari OKU Timur, dan itu akan terjadi, tunggu saja waktunya, fikirkan marwah Kejati Sumsel yang selama ini sudah harum di masyarakat.

Kejari OKU Timur Resmi Gunakan Gedung Baru

Reporter : Yandi R
Peresmian gedung baru Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan Selasa (30/04/2019).


OKU Timur, (policewatch.news)- Peresmian gedung baru Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan, Ali Mukartono, SH, MM, dihadiri oleh Bupati OKU Timur HM. Kholid Mawardi, S.Sos, M.Si, Wabup Fery Antoni, SE, Kapolres OKU Timur AKBP. Erlin Tangjaya, SH, SIk, Ketua DPRD Beni Dafitson, SIP, MM, Dandim 0304 OKU Letkol TNI Agung Widodo, bertempat di Jln. Adiwiyata Kompleks Perkantoran Pemkab OKU Timur Martapura, Selasa (30/04/2019).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel, Ali Mukartono, SH, MM, mengatakan pembangunan gedung ini anggarannya berasal dari APBD murni OKU Timur, diharapkan dengan sarana gedung yang mewah mampu meningkatkan kinerja, tepat, cepat dan cerdas, serta bekerja terukur guna mengantisipasi terjadinya korupsi.

"Dengan diresmikannya gedung ini, bisa menjadi pemicu semangat kerja jajaran Kejari OKU Timur, "ungkapnya.

Kemudian, Kajati menyampaikan bahwa yang sulit penanganan tindak pidana penodaan agama, tindak pidana adat dan santet  karena kasus-kasus ini tidak ada di negara lain dan merupakan tindak pidana khas Indonesia, akhirnya dimasukkan pada tindak pidana formil, sedangkan tindak pidana umum lebih mudah diselesaikan.

"Gedung sebesar ini pegawainya hanya 26 orang, karena selama 4 tahun moratorium penerimaan pegawai, dan baru tahun 2018 ada penerimaan pegawai, terima kasih kepada Pemkab OKU Timur yang sudah membangun gedung yang megah ini, "kata Kajati

Sementara Kajari OKU Timur, Ismaya Hera Wardanie, SH, MH, mengatakan Kejari OKU Timur memiliki 26 pegawai, yakni 11 Jaksa, 15 Pegawai Tata Usaha dan 17 tenaga honorer.

"Kami mohon dukungan, agar ke depannya kami lebih baik lagi, "ungkap Kajari.

Sementara Bupati OKU Timur, HM. Kholid Mawardi, SSos, MSi, mengatakan gedung dibangun awalnya tahun 2016, dengan dana Rp.12 miliar dan pembangunan bertahap, tahun 2017 pembangunan pagar Rp.3 miliar serta peralatan Rp.130 juta, dibangun di lahan 10.000 M2, sehingga lahannya masih luas.

"Gedung ini sudah dihibahkan dari Pemkab ke jajaran Kejari OKU Timur, surat hibahnya sudah kami tanda tangani bersama pada tanggal 10 Oktober 2018, "terang Bupati.

Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Kecamatan Semendawai Suku III OKU Timur Pemilu 2019


Reporter : Yandi Robet
Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilu tahun 2019 di tingkat Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur,Senin (22/04/2019) 

Sriwangi OKU Timur, (policewatch.news)- Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilu tahun 2019 di tingkat Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur, dihadiri oleh Camat SS III Junaidi, Danramil Kapten A.R.M. Safri, perwakilan Polres OKU Timur Iptu Ringo-Ringo, Komisioner KPU OKUT Ali, Ketua Panwas SS III, Muslikin, SE, S.Pdi, Aliyas AR, Ketua PPK SS III, TamTama, seluruh staf anggota PPK, Ketua PPS beserta anggota, dan Saksi Partai Politik (Parpol), bertempat di desa Sriwangi Kecamatan Semendawai Suku III OKU Timur Sumsel, Senin (22/04/2019) sekitar pukul 10.00 Wib.
dok :MPW

Ketua PPK Kecamatan Semendawai Suku III, TamTama, dalam sambutannya mengatakan pada hari ini kita akan mengumumkan hasil kerja panitia dalam rangka Pemilu tahun 2019. Proses dari awal pelaksanaan pemilihan, puncaknya rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan Semendawai Suku III yang akan kita laksanakan hari ini, Senin (22/04/2019).
Untuk pengumuman rekapitulasi hari ini, adalah berdasarkan data yang ada sesuai dengan C1, dan kita tidak ada sifatnya kelicikan ataupun kecurangan, ingin menambah ataupun mengurangi suara, semuanya terbuka sesuai dengan C1.

"Saya tahu, bahwa reka-rekan semua khusunya anggota jajaran di TPS dan PPS, sangat capek, tapi berkat doa kita bersama mudah-mudahan pleno terbuka rekapitulasi hari ini akan berjalan dengan lancar dan baik, tidak ada halangan suatu apapun, "ungkap TamTama.

Sementara, Camat Semendawai Suku III, Junaidi berharap proses rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan hari ini berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

"Kita berharap, rekapitulasi perolehan suara berjalan dengan baik, sukses, keterbukaan informasi publik, dan semuanya silahkan mengawasi mengawal C1, sampai pleno rekapitulasi ini selesai, "jelasnya.

71 Diinput 771 " Bukan Unsur Kesengajaan" Salah Input Data Papar KPU OKU Timur



Reporter : Yandi R
Perolehan Suara 71 di input 771

OKU Timur, (policewatch.news)- Ketua KPUD OKU Timur, Herman Jaya, S.Sos, melalui Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara, Sunarto S.P, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (22/04/2019) di kantor KPU OKU Timur, 

mengatakan adanya kesalahan input data yang dilakukan oleh Operator Sistem Hitung (Situng) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini, karena faktor kelelahan tidak ada unsur kesengajaan.

Kemudian, diakui Sunarto SP, kesalahan input data tersebut terjadi pada TPS 01 Desa Giri Mulyo Kecamatan Belitang Jaya Kab OKU Timur Sumsel.

Berdasarkan data C1 terlihat Paslon 01 Jokowi-Makruf Amin memperoleh 71 suara, dan Paslon 02 Prabowo-Sandi memperoleh 73 suara, dengan total suara sah 144.

Namun operator Situng KPU OKU Timur mencatat perolehan suara untuk Paslon 01 Jokowi-Makruf Amin sebanyak 771 suara, dan terjadi penambahan 700 suara.

"Kesalahan ini terjadi, Minggu (21/04/2019) sekitar pukul 17.00 Wib, namun kesalahan input data ini sudah kita perbaiki subuh tadi, operator Situng salah input karena kelelahan, kesalahan tersebut murni kelalaian dan tidak ada unsur kesengajaan, "kata Sunarto.

KPU OKU Timur, "Perolehan Suara