SMA Negeri 4 Semarang Gelar Wokshop Review Dan Revisi KTSP 2019 / 2020

/ Selasa, 25 Juni 2019 / 16.11

Reporter : M. Taufiq.Sapta
Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Dra. Wiji Eny Ngudi rahayu,M.Pd didampingi Ka Cab
Disdikbud wilayah 1 Prov jateng ,Dra. Asih Widhiastuti,M.Si (no 7 dari kiri) beserta Pengawas
SMA Negeri 4, Dra. Anni Prabandari,M.Pd ( no 8 dari kiri) bersama Ibu Guru . Foto: M.Taufiq

Semarang (PoliceWatch.News)-Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di era milenial menuju abad 21 serta meningkatkan kinerja guru di tuntut lebih sigap untuk lebih professional dengan berbekal pengetahuan , pengalaman , inovatif guna menanamkan moral untuk masa depan anak didiknya.

SMA Negeri 4 Semarang menggelar Workshop dengan tagline “ Review Dan Revisi KTSP SMA Negeri 4 semarang Tahun Pelajaran 2019 / 2020 yang bertempat di Aula sekolah, jalan karangrejo raya no 12A Banyumanik Kota Semarang, Jumat 21 juni 2019.

Workshop diikut sejumlah enam pulu empat Guru yang digelar selama 2 hari yaitu mulai jumat dan sabtu, 21 dan 22 juni 2019 dengan materi pada hari pertama KebijakanDisdikbud Prov jateng di bidang pendidikan, Review KTSP,Pengembangan silabus dan RPP berbasis kecakapan Abad 21 dan Lingkungan, untuk hari ke 2, Sekolah Penjamin Mutu Internal (SPMI), kerja sama kelompok pembuatan silabus dan RPP berbasis kecakapan abad 21 dqn lingkungan serta Presentasi tiap kelompok MGMP bidang studi masing masing.

Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd, selaku Kepala SMA Negeri 4 Semarang mengatakan,KTSP merupakan Kurikulum Tingkat satuan pendidikan yang dibuat dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan dalam hal ini KTSP nya SMA Negeri 4 yang dilaksanakan harus melalui workshop yang intinya mereview jadi tidak menyusun dari awal yang mana tentunya ada pengembangan pengembangan sesuai dengan kondisi SMA Negeri 4 semarang dan diharapkan pengembangan kedepannya, setelah review tentu ada revisi setelah itu validasi kemudian finalisasi,” ucapnya.

Menurut Wiji Eny kegiatan penyusunan KTSP harus melalui workshop jadi tidak bisa disusun oleh beberapa orang bahkan mestinya menyertakan unsure unsure seperti halnya komite dan yang lainnya. Karena di awal pembuatan KTSP sudah melibatkan stakeholder dan nantinya dimintakan pengesahan pada Dinas Provinsi jateng yang sudah terjadual antara lain tanggal 1 sampai 30 juni 2019 pemeriksaan dokumen KSD dan pengesahan online cabang dinas kebudayaan prov jateng berikutnya 1 sampai 14 juli 2019 persiapan implementasi serta lima belas juli 2019 harus implementasi,” pungkasnya.
Kepala SMA Nwgeri 4 Semarang, Dra. Wiji Eny Ngudi rahayu,M.Pd, saat memberika sambutan
Wokshop Review dan Revisi KTSP SMA N 4 Semarang 2019 di Aula Sekolah. Foto: M. Taufiq

Sementara itu Ka Cab Disdikbud Wilayah 1 Prov jateng, Dra. Asih Widhiastuti.M.Pd menuturkan bahwa Kami menyampaikan apresiasi setnggi tingginya dalam pelaksanaan kegiatan workshop ini yang sebetulnya merupakan tindak lanjut kami sebagai nota dinas yang disampaikan Dinas Pendidikan Kebudayaan bahwa kita harus mereview serta merevisi KTSP berdasar surat edaran 29 mei 2019 dan mulai bulan juni ini adalah verifikasi, validasi terhadap KTSP dari lima belas juli 2019 sudah di implementasikan untuk itu kami berharap dalam pertemuan workshop selama 2 hari ini dapat di manfaatkan dengan sebaik baiknya agar apa yang dicanangkan tepat waktu, tidak molor lagi,” tuturnya.

Asih Widhiastuti dalam paparannya terkait bidang pendidikan mengatakan bahwa Pemprov jateng sudah mempunyai RPJMD menuju jateng sejahtera dan berdikari dengan tagline nya Mboten Korupsi,Mboten Ngapusi. Ada 2 porsi visi yang terkait dengan pendidikan yaitu mengurangi kemiskinan dan pengangguran dengan memperkuat basis ekonomi rakyat dan membuka ruang usaha baru,, yang kedua menjadikan rakyat jateng lebih sehat,lebih pintar, lebih berbudaya dan mencintai lingkungan,”paparnya.

Tugas dinas pendidikan dan kebudayaan yaitu membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan dan kebudayaan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas bantuan yang di tugaskan kepada daerah,”ucapnya

Menurutnya sejak lima nopember 2018 Dinas pendidikan dan kebudayaan hanya menangani yang terkait dengan kebijakan, lalu Asih menginformasikan bahwa jumlah SMA di jateng ada 8 sekolah terdiri atas 371 SMA Negeri dan 404 SMA Swasta, kemudian untuk tingkat SMK di jateng ada 1483 sekolah ,terdiri dari 231 SMK Negeri dan 1342 SMK Swasta , namun demikian saat ini Disdikbud petuas dapodik akan melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap sekolah sekolah yang tidak memenuhi standar pendidikan khususnya untuk sekolah swasta , tuturnya.

Kami bekerja sama dengan pengawas untuk melakukan evaluasi dan validasi, verifikasi pada beberpa sekolah swasta yang tidak memenuhi standar pendidikan salah satunya trkait dengan jumlah siswa yang sangat minim,” pungkasnya.
Komentar Anda

Berita Terkini