Acara Nuzulul Qur'an 15 Maret 2026 di Masjid Baiturrahman Baco Paok Tawah: Penceramah Bahas Makna Puasa dan Ibadah Sirriyah

 


 

Policewatch-Bunit Baok. 

15 Maret 2026 – Acara peringatan Nuzulul Qur'an yang bertepatan dengan tanggal 25 Ramadhan 1447 M dilaksanakan dengan khidmat pada Minggu malam Senin (15/3/2026) di Masjid Baiturrahman Baco Paok Tawah, Dusun Paok Tawah, Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Acara ini dihadiri oleh Almuqarrom serta ratusan jamaah yang berasal dari berbagai dusun di seluruh Desa Bunut Baok.

 

Acara yang berlangsung sejak sore hingga malam hari ini menghadirkan TGH H. Lalu Supardan Kasiran S.Ag sebagai penceramah utama. Dalam ceramahnya, TGH H. Lalu Supardan menyoroti momen bersejarah diturunkannya Al-Qur'an di bulan suci Ramadhan, serta mengupas makna mendalam dari ibadah puasa yang dijalankan umat Muslim.

 

Penceramah menjelaskan tentang konsep Sidqul Qauli (kejujuran dalam perkataan) dan Ibadah Sirriyah (ibadah yang dilakukan secara rahasia). Menurut beliau, Ibadah Sirriyah adalah ibadah yang hanya diketahui oleh pelakunya sendiri dan Allah SWT. Meskipun dilakukan secara tersembunyi dan tidak diketahui orang lain, umat Muslim harus yakin bahwa Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk niat dan amal yang dilakukan dalam kesunyian.

 

Selain itu, TGH H. Lalu Supardan juga menyinggung makna puasa yang sering dikaitkan dengan istilah "Jinnah". Dalam konteks ini, "Jinnah" bukan merujuk pada makhluk gaib jin, melainkan berasal dari kata janna yang berarti "menutup" atau "menyembunyikan". Makna ini sejalan dengan esensi puasa di mana seseorang menahan diri dari hawa nafsu, makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa menjadi bentuk penutupan diri dari hal-hal yang dilarang, serta penyucian diri secara lahir dan batin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban, memberikan wawasan spiritual yang berharga bagi seluruh jamaah yang hadir. Peringatan Nuzulul Qur'an ini tidak hanya menjadi momen mengenang turunnya Al-Qur'an, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang makna ibadah puasa yang sesungguhnya.

 

Mamen

Pemberitahuan.............! STOP PRES......

 Red, POLICEWATCH,- Pemberitahuan untuk segenap  institusi TNI & Polri  maupun instansi baik Negeri, sipil maupun Swasta bahwa sejak hari ini Minggu 15 Maret 2026,bahwa 

Atas nama :   ALEX WIJAYA          Jabatan : KOORDINATOR LIPUTAN         

 Wilayah: Provinsi  SUMATERA UTARA


ALEX WIJAYA





Dari Redaksi  Media Police Watch.news  Kami memberitahu kan Terhitung mulai Hari ini Minggu 15 Maret 2026    Bahwa Nama di atas Sudàh Bukan Anggota Media Kami

Apabila menjumpai orang tersebut diatas masih menggunakan KTA atau ATRIBUT Media Policewatch.news untuk di pergunakan Demi kepentingan Pribadi nya, Jelas sangat melanggar Hukum, silahkan laporkan kepada Pihak yang berwajib, karena orang tersebut sudah bukan anggota media kami

Dengan ini Manajemen Redaksi Media PoliceWatch.news  menyampaikan, bahwa Wartawan, baik itu Reporter, Jurnalis, Kontributor maupun IT & Desain Grafis adalah yang tertera di dalam struktur organisasi di kolom redaksi website kami. (cek di sini    ( https://www.policewatch.news/p/redaksi.html )

Selain nama-nama di struktur, BUKAN bagian dari internal manajemen kami. Apabila ada orang yang mengatasnamakan bagian dari Redaksi Media Police Watch.news   namun namanya tidak tercantum di struktur, BUKAN bagian dari kami. Dan kami tidak bertanggungjawab atas segala hal yang dilakukannya, HODLINE 08128222280

Demikian informasi ini disampaikan demi kenyamanan bersama.

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh….

Jakarta 15 Maret 2026

 

Hormat kami,
M Rodhi irfanto SH
Dirut/Pemimpin Redaksi

Refleksi Filosofis Dr. Dewa Wijaya, M.H: Menata Ekspektasi di Tengah Dinamika Perubahan Manusia



Opini – Pemikir sosial, Dr. Dewa Wijaya, M.H., memberikan pernyataan mendalam terkait dinamika hubungan antarmanusia di era modern yang penuh ketidakpastian. Dalam sebuah refleksi singkat yang menggugah, beliau menekankan pentingnya kesadaran akan sifat alami perubahan yang melekat pada setiap individu.


Dr. Dewa Wijaya mengibaratkan perubahan manusia dengan fenomena alam yang paling mendasar. 


"Jangankan manusia, langit saja bisa berubah kalau sudah waktunya," ujar beliau. 


Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa perubahan adalah satu-satunya konstanta dalam kehidupan, baik secara sosiologis maupun psikologis.


Dr. Dewa Wijaya menyoroti tiga aspek krusial bagi masyarakat dalam berinteraksi:

• Realitas Perubahan: Menyadari bahwa manusia memiliki kehendak bebas (free will) untuk mengubah sikap, prinsip, atau perasaan kapan pun mereka mau.

• Manajemen Ekspektasi: Menghimbau agar individu tidak meletakkan standar atau ekspektasi yang terlalu tinggi kepada pihak lain guna menghindari kekecewaan emosional yang mendalam.

• Ketahanan Mental: Membangun kemandirian emosional sehingga kedamaian diri tidak bergantung sepenuhnya pada konsistensi orang lain.


"Jangan berekspektasi terlalu tinggi terhadap siapapun karena manusia bisa berubah kapanpun mereka mau. Memahami hal ini bukanlah bentuk pesimisme, melainkan sebuah kedewasaan dalam melihat realitas sosial," tambah Dr. Dewa Wijaya.


Pesan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam membangun hubungan yang lebih sehat, baik dalam konteks profesional, sosial, maupun personal, dengan mengedepankan rasionalitas di atas ekspektasi yang berlebihan.

"Kehangatan Ramadan di Kediaman Brigjen Lalu Iwan: Jurnalis NTB Pererat Silaturahmi Sambil Menyimak Hikmah Puasa dari TGH Taisir Al Azhar"



Policewatch-Lombok Barat 

 Suasana penuh kehangatan Ramadan terasa di kediaman Sesdep Prokma BGN, Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.IK., M.M., pada Sabtu (14/3/2026). Puluhan jurnalis dari berbagai media di Nusa Tenggara Barat (NTB) berkumpul dalam agenda buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban.

 

Tidak kurang dari 40 wartawan hadir dalam pertemuan tersebut, terdiri dari reporter, pimpinan redaksi, hingga pengurus organisasi media di NTB. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa, tetapi juga mempererat komunikasi yang telah terjalin baik antara para jurnalis dengan Brigjen Lalu Iwan dalam implikasi pemberitaan berbagai kegiatan.

 

Menjelang waktu berbuka, acara diisi dengan tausiyah Ramadan yang penuh hikmah dari Ketua Baznas Kabupaten Lombok Barat, TGH Muhammad Taisir Al Azhar, L.C., M.A. Dalam ceramahnya, TGH Taisir mengulas hikmah serta keutamaan puasa sebagai sarana meningkatkan ketakwaan dan pengendalian diri, mengajak para hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki akhlak dan memperkuat kepedulian sosial.

 

"Puasa melatih kesabaran, menumbuhkan empati kepada sesama, dan menjadi jalan memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT," ujar TGH Taisir Al Azhar di hadapan para jurnalis, memberikan pesan mendalam akan esensi ibadah puasa.

 

Usai tausiyah, Brigjen Lalu Iwan menyampaikan apresiasinya kepada para wartawan yang selama ini aktif mengangkat berbagai kegiatan melalui pemberitaan di media. Beliau menekankan peran jurnalis yang sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sekaligus memperkuat literasi publik.

 

"Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman jurnalis yang selama ini terus mendukung berbagai kegiatan melalui pemberitaan di media," ujar Brigjen Lalu Iwan, menghargai kontribusi insan pers dalam membangun NTB yang lebih baik.

 

Menjelang berakhirnya acara, Brigjen Lalu Iwan juga menyampaikan ucapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, kepada seluruh jurnalis dan masyarakat. "Kami sekeluarga menyampaikan Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin," ucapnya, mempererat tali persaudaraan di momen yang penuh berkah.

 

Momen buka puasa bersama tersebut berlangsung santai dan penuh kekeluargaan. Para jurnalis terlihat menikmati hidangan berbuka sambil berbincang ringan, memperkuat silaturahmi antara insan pers dan keluarga besar Brigjen Lalu Iwan, menciptakan suasana kebersamaan yang harmonis.

Mamen

“Brigjen Pol. Lalu Iwan Mahardan Pererat Sinergi dengan Wartawan NTB dalam Buka Bersama, H. Mjufri Lantunkan Ayat Suci, Tausiyah TGH. Muhammad Taysir Ulas Manfaat Puasa”

 


 

Policewatch-Lombok Barat

 Sabtu, 14 Maret 2026 – Menjelang bulan suci Ramadhan, Brigjen Pol. Lalu Iwan Mahardan, S.IK., MM., menggelar acara buka puasa bersama yang penuh kehangatan di kediamannya, Jl. Penas IX, Dasan Geres, Gerung, Lombok Barat. Acara ini secara khusus dihadiri oleh para wartawan dari berbagai media di Nusa Tenggara Barat, menunjukkan komitmen beliau dalam membangun dan mempererat sinergi dengan insan pers.

 

Suasana khidmat langsung terasa saat H. Mjufri melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, yang mengiringi kebersamaan jelang adzan Maghrib. Lantunan merdu tersebut kian menambah kekhusyukan momen menjelang berbuka puasa.

 

Selanjutnya, tausiyah singkat yang mencerahkan disampaikan oleh TGH. Muhammad Taysir. Beliau mengingatkan hadirin akan keutamaan ibadah puasa di bulan Ramadhan, seraya mengutip sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam: “Siapa yang memberikan ifthar (buka puasa) kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”

 

TGH. Muhammad Taysir juga mengajak hadirin untuk merenungkan kehebatan ibadah puasa, bahkan mengutip sebuah buku karya penulis Amerika, Doktor Elemen, yang menguraikan sepuluh manfaat luar biasa dari berpuasa. Manfaat-manfaat tersebut meliputi:

 


1. Merasakan kenikmatan yang lebih baik: Puasa memberikan pengalaman spiritual dan emosional yang mendalam.

2.  Puasa membantu seseorang untuk merasa dan terlihat lebih baik, baik secara fisik maupun mental.

3. Membuat orang lebih awet muda: Secara alami, puasa dikaitkan dengan proses penuaan yang lebih lambat berkat manfaat detoksifikasi dan regenerasi sel.

 

“Bapak, Ibu, hadirin sekalian,” ujar TGH. Muhammad Taysir, “ketika kita berpuasa, kita tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, pengendalian diri, dan meningkatkan empati kita terhadap sesama, terutama mereka yang kurang beruntung.”

 

Brigjen Pol. Lalu Iwan Mahardan menekankan pentingnya peran media dalam sebuah doktrin pembangunan dan informasi publik. "Kami sangat menghargai kehadiran rekan-rekan media. Kolaborasi ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan yang saling percaya dan transparan. 

Melalui media, kami dapat menyampaikan informasi yang akurat, program-program kepolisian, serta menyerap aspirasi masyarakat. Kehadiran Bapak Ibu sekalian hari ini adalah bukti komitmen kita bersama untuk NTB yang lebih baik," ujar Brigjen Pol. Lalu Iwan Mahardan, yang menambahkan bahwa dukungan media sangat vital dalam menyajikan narasi positif dan edukatif.

 

Acara yang dimulai pukul 17.30 Wita ini bukan sekadar buka puasa, melainkan sebuah ajang mempererat persaudaraan, memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan insan pers, serta meningkatkan pemahaman akan nilai-nilai spiritual di bulan Ramadhan. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kolaborasi antara kepolisian dan media di NTB akan semakin solid, guna mendukung penyebaran informasi yang akurat, positif, dan membangun bagi masyarakat. Acara ditutup dengan doa bersama dan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan.

 

Jurnalis

Mamen

Motor dan 28 Paket Kurir Kembali ke Tangan! Penadah di Lombok Tengah Dibekuk Polisi, Ini Kronologinya

 


 

Policewatch-Mataram

 Keberuntungan tak berpihak pada seorang pria berinisial LH (46), warga Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Pria yang diduga sebagai penadah barang hasil kejahatan ini akhirnya dibekuk oleh Tim Resmob Satreskrim Polresta Mataram, Rabu dini hari (11/03/2026) sekitar pukul 02.30 Wita. Penangkapannya dilakukan tanpa perlawanan berarti di wilayah Praya Timur.

 

Aksi pengamanan LH ini merupakan kelanjutan dari pengembangan kasus pencurian sepeda motor milik seorang kurir di Kota Mataram. Sebelumnya, polisi telah lebih dulu menangkap pelaku utama pencurian berinisial PH pada Selasa (10/03/2026). Dari pemeriksaan terhadap PH, terungkaplah bahwa motor curian tersebut telah dijualnya kepada LH.

 

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si. membenarkan hal ini saat ditemui awak media. "Penangkapan terduga penadah LH ini merupakan hasil pengembangan dari keterangan pelaku utama PH. Dari situlah Tim Resmob langsung bergerak memburu LH hingga akhirnya berhasil diamankan," ujarnya tegas.

 

Tak hanya berhasil mengamankan LH, penyidik juga turut menemukan barang bukti yang sangat berharga. Satu unit sepeda motor milik korban kurir serta 28 paket pesanan konsumen yang ikut dibawa kabur saat pencurian terjadi, berhasil diselamatkan dan diamankan oleh polisi.

 

Kasus ini bermula ketika seorang kurir mengalami musibah kehilangan kendaraan beserta barang yang dibawanya saat sedang bertugas mengantar pesanan di wilayah Kota Mataram. Setelah ditelusuri, ternyata motor tersebut telah dijual ke tangan LH di wilayah Lombok Tengah.

 

Saat ini, LH telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut bersama pelaku utama PH. Atas perbuatannya, LH dijerat dengan Pasal 476 dan Pasal 591 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

 

Polisi pun tidak berhenti di sini. Masih ada dugaan keterlibatan pihak lain dalam jaringan penjualan barang hasil tindak pidana ini. Oleh karena itu, penyidik terus mendalami informasi untuk memutus mata rantai kejahatan ini sepenuhnya.

 Mamen

Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran & Nyepi, Ditpolairud Polda NTB Gelar Anev Bulanan: Tekankan Kesiapan Operasi Ketupat Rinjani

 Be

 


Policewatch-Mataram

 Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) bulanan yang berlangsung di Aula Hanggar Polda NTB, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menilai kinerja personel, Kapal Polisi, serta Satpolairud Polres jajaran, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Operasi Ketupat Rinjani yang tinggal menghitung hari.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., memberikan arahan tegas namun penuh semangat kepada seluruh jajaran. Ia menekankan pentingnya pencatatan data hasil kegiatan yang real dan akurat. "Data yang valid adalah kunci agar setiap tugas kepolisian berjalan sesuai rencana. Jika ada yang belum mencapai target, kita bisa segera melakukan evaluasi dan perbaikan," ujar Kombes Pol Boyke.

 

Fokus utama dari arahan ini adalah persiapan menyambut Operasi Ketupat Rinjani, yang akan mengamankan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Kombes Pol Boyke meminta seluruh personel untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk Alat Utama (Alut) dan Alat Khusus (Alsus), agar dapat beroperasi dengan maksimal.

 

Tak hanya itu, pengecekan menyeluruh di seluruh pelabuhan wilayah NTB juga menjadi perhatian khusus. Personel diminta meningkatkan koordinasi erat dengan ASDP dalam mengawasi muatan kapal, serta dengan BMKG untuk memantau perkembangan kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran. "Kesiapan dan koordinasi adalah kunci keamanan dan kenyamanan masyarakat saat bepergian," tambahnya.

 

Kegiatan Anev ini diikuti langsung oleh para pejabat utama Ditpolairud Polda NTB. Sementara itu, para Komandan Kapal (Danpal) serta Kasatpolairud di wilayah Pulau Sumbawa turut berpartisipasi aktif melalui platform Zoom Meeting, memastikan seluruh jajaran terhubung dan mendapatkan arahan yang sama.

 

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Ditpolairud Polda NTB semakin solid dan siap mengemban tugas. Masyarakat pun dapat merasa lebih tenang dan aman, khususnya saat melakukan perjalanan laut menjelang dan setelah perayaan hari besar keagamaan.

 Mamen

Semangat Ramadhan Tak Kendurkan, Personel Ditpolairud Polda NTB Tetap Gelar Aksi Bersih Pantai di Mataram

 


 

Policewatch-Mataram

Bulan suci Ramadhan bukan hanya momen untuk memperbanyak ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk menebar kebaikan bagi sesama dan lingkungan. Meski sedang menjalankan ibadah puasa, semangat personel Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap membara. Pada Selasa (10/3/2026), mereka kembali melaksanakan agenda rutin aksi bersih pantai di kawasan Pantai Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

 

Kegiatan bersih pantai ini bukanlah hal baru bagi Ditpolairud Polda NTB. Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir dan laut, aksi ini rutin digelar setiap hari Selasa dan Jumat. Namun, pelaksanaannya di bulan Ramadhan memberikan nuansa tersendiri, di mana keikhlasan dan semangat berbagi kebaikan semakin terasa.

 

Tidak hanya personel lapangan, pimpinan pun turut andil dalam kegiatan ini. Dirpolairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., turun langsung memimpin aksi bersih-bersih. Kehadiran beliau di tengah-tengah anggota menjadi motivasi luar biasa, membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat adalah prioritas utama, tanpa memandang jabatan maupun situasi.

 

Dalam keterangannya, Kombes Pol Boyke F.S. Samola menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar membersihkan sampah. "Ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang menjadi aset berharga bagi kita semua. Meskipun di bulan Ramadhan, semangat personel untuk berbuat kebaikan dan menjaga kebersihan lingkungan tetap tinggi. Kami ingin memberikan contoh nyata kepada masyarakat agar bersama-sama merawat wilayah pesisir kita," ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia berharap aksi ini dapat menjadi pemicu kesadaran kolektif. "Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan pantai semakin tumbuh. Selain itu, ini juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat, demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi kita semua," tambahnya.

 

Mamen

Gerak Cepat Polairud Polda NTB Evakuasi Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas di Perairan Wisata Senggigi

 


 

POLICEWATCH-LOMBOK BARAT

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan kesiapan dan kecepatan tanggap darurat. Pada Minggu (8/3/2026), personel Ditpolairud berhasil mengevakuasi sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang ditemukan mengapung di perairan Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat.

 

Peristiwa ini bermula pada pukul 10.36 WITA, ketika anggota piket jaga Kapal Polisi XXI-2015, Bripda Reza Hardianto, menerima informasi penting dari anggota Basarnas Unit Bangsal. Laporan tersebut menyebutkan adanya penemuan mayat di koordinat perairan Senggigi, sebuah wilayah wisata yang ramai dikunjungi.

 

Tanpa menunda waktu, tim gabungan yang terdiri dari personel Polairud dan tim SAR Bangsal segera bergerak. Pada pukul 11.16 WITA, mereka meluncur ke lokasi menggunakan sarana air untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Ketepatan waktu dan koordinasi yang solid membuahkan hasil: tepat pukul 12.02 WITA, posisi korban berhasil ditemukan di tengah laut.

 

"Personel segera melakukan prosedur evakuasi menuju pesisir Pantai Senggigi, tepatnya di area Pasar Seni," ungkap Komandan Kapal Polisi XXI-2015, Bripka Nurul Hidayat, yang mengonfirmasi peristiwa ini atas nama Dirpolairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke FS Samola, SIK, MH.

 

Setelah berhasil dibawa ke daratan, petugas melakukan pemeriksaan awal namun tidak menemukan tanda pengenal atau dokumen identitas apa pun pada tubuh korban. Jenazah laki-laki tersebut langsung diangkut menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Di sana, tim kedokteran kepolisian akan melakukan tindakan medis dan proses identifikasi lebih lanjut.

 

"Rencana tindak lanjut saat ini adalah pemeriksaan jenazah di RS Bhayangkara. Kami mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian," tambah Bripka Nurul.

 

Hingga berita ini dirilis, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam. Upaya yang dilakukan mencakup penelusuran penyebab kematian korban serta upaya maksimal untuk mengungkap identitas asli dari jenazah tersebut.

 

 Mamen

Arus Penyeberangan Lembar–Padangbai Tetap Lancar Jelang Mudik Lebaran 2026, Ditpolairud Polda NTB Perketat Pemantauan

 


 

Policewatch-Mataram

Menjelang momentum mudik Hari Raya Idul Fitri 2026, arus penyeberangan di Pelabuhan Lembar menuju Padangbai terpantau berjalan lancar. Untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pemantauan intensif di lapangan pada Sabtu (7/3/2026).

 

Kegiatan pemantauan ini merupakan langkah antisipasi guna menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut. Ditpolairud Polda NTB telah menempatkan personel di setiap titik pelabuhan untuk memantau dan mengecek situasi terkini secara langsung.

 

Dirpolairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi faktor krusial yang sangat mempengaruhi kelancaran arus mudik di jalur penyeberangan laut. Oleh karena itu, kewaspadaan dan pemantauan terus ditingkatkan.

 

“Saat ini arus penyeberangan Lembar–Padangbai masih berjalan lancar. Namun, situasi dan kondisi cuaca sangat mempengaruhi proses arus mudik. Oleh karena itu, saya memerintahkan seluruh personel Kapal Polisi dan Satpolairud Polres jajaran untuk terus memantau perkembangan situasi, sehingga proses arus mudik maupun arus balik dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Kombes Pol Boyke.

 

Tidak hanya dilakukan oleh jajaran Ditpolairud, pemantauan ini juga diawasi langsung oleh Kapolda NTB bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda NTB. Langkah ini menjadi wujud komitmen kepolisian dalam memastikan kesiapan personel serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif selama periode mudik Lebaran 2026.

 

Dengan adanya pemantauan intensif dari seluruh jajaran Ditpolairud Polda NTB, diharapkan seluruh aktivitas penyeberangan di wilayah NTB dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Hal ini dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik tahun ini.

 

Mamen

Polda NTB Bongkar Kasus Pungli di Dikpora Bima: Guru Daerah Terpencil Jadi Korban, Puluhan Dokumen Diamankan

 


  Policewatch-Mataram

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan ketegasan dalam memberantas praktik korupsi dan pungutan liar (pungli). Pada Kamis, 5 Maret 2026, tim penyidik Ditreskrimsus melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olah Raga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, yang berfokus pada dugaan pungli dan pemerasan terhadap guru penerima Tunjangan Khusus Daerah Terpencil (TKDT).

 

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, Kombes Pol FX Endriadi, S.IK, menyampaikan bahwa penggeledahan ini dilakukan untuk mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus tersebut. Terduga pelaku, yang merupakan IR Kabid PTK Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, telah ditetapkan sebagai tersangka pada akhir Februari 2026 lalu.

 

“Tim penyidik yang dipimpin langsung oleh Kasubdit III Tipidkor Polda NTB, AKBP Muhaemin, SH, S.IK, M.IK, tiba di kantor Dikpora dan langsung menemui Sekretaris Dikpora untuk menunjukkan Surat Perintah (Sprint) Penggeledahan. Setelah itu, tim langsung menyita puluhan dokumen penting di ruang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK),” ujar Endriadi pada Sabtu (7/3/2026) di Mataram.

 

Dokumen-dokumen yang disita tersebut berkaitan erat dengan dugaan pungli, pemerasan, dan korupsi terhadap tunjangan guru yang bertugas di daerah terpencil. Tim penyidik meneliti setiap dokumen dengan seksama sebelum akhirnya mengamankannya sebagai bukti dalam penyelidikan. Setelah menyelesaikan proses penggeledahan dan membuat berita acara, tim Ditreskrimsus langsung bertolak dari Bima menuju Polda NTB.

 

Endriadi menegaskan bahwa pihaknya bertekad untuk segera menuntaskan perkara ini. “Pungli ini sangat merugikan nasib guru di Bima, khususnya mereka yang bekerja di daerah terluar atau terpencil. Mereka sudah berjuang mengajar di tempat yang sulit, namun hak-haknya justru dirampas,” tutupnya.

 

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut hak-hak guru yang berdedikasi di daerah terpencil. Polda NTB berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelaku korupsi dan pungli, serta memastikan keadilan bagi para guru yang menjadi korban.

 Mamen

Tragedi Pesantren Sengkol 2: Satu Tewas Dua Terancam Cacat, Policewatch Mendesak APH Bertindak Terhadap Ketua Yayasan

 


 

Policewatch-Lombok Tengah

 

07/03/2026 – Tragedi mengerikan mengguncang Yayasan Pondok Pesantren R. A. I. NW Sengkol 2, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, pada Sabtu, 13 Desember 2025. Insiden kebakaran ini merenggut nyawa S. S. (17 tahun), sementara dua temannya, A. D. R. (16 tahun) dan S. A. H. (16 tahun), harus dirawat di rumah masing-masing dengan luka bakar parah yang berisiko menyebabkan cacat permanen.

 

Kebenaran di balik kejadian ini akhirnya terungkap dari pengakuan para korban melalui orang tua mereka. A. D. R. menceritakan kepada ayahnya, A., dan ibunya, N., bahwa ia dan teman-temannya sering dipaksa oleh R. (diduga pelaku) dan kerap dipukuli jika menolak perintah. "Saya dan yang lain disuruh-suruh sama R. Kalau tidak menurut, kami sering dipukuli," ujar A. D. R. dengan getir.

 

Pengakuan terakhir yang menyayat hati juga datang dari almarhum S. S. sebelum meninggal dunia. Ia bercerita kepada orang tua A. D. R. bahwa dirinya disuruh R. membeli dua botol bensin. "Satu botol disimpan di lemari, satu lagi dipakai buat bakar plastik di kamar. Saat dipindah ke wadah mika, terjadi ledakan dan kebakaran besar yang melukai kami bertiga," begitu cerita S. S. yang ditirukan oleh A. dan N.

 

Keluarga S. A. H. juga mengaku kaget saat mendapat telepon bahwa anaknya menderita luka bakar parah. Ketua Yayasan, TGH A. M. R., yang mengantar S. A. H. pulang, awalnya menyatakan kejadian bermula saat anak-anak sedang bersih-bersih. Namun, cerita ini sangat berbeda jauh dengan keterangan para korban yang menyebutkan adanya paksaan dan penggunaan bensin.

 

Saat dimintai pertanggungjawaban, alih-alih mengambil tanggung jawab, TGH A. M. R. justru mengaku "juga sebagai korban" dan mengalihkan seluruh tuntutan kepada R. Lebih memilukan, keluarga korban mengaku dilarang melapor ke polisi dan dipaksa berdamai dengan nominal Rp5 juta (dari usulan awal Rp10 juta) dengan alasan keterbatasan dana keluarga pelaku, disertai ancaman tersirat jika mereka tetap nekat melapor.

 

Selama tiga bulan berlalu, bantuan yang diberikan dinilai sangat minim dengan total di bawah Rp3 juta, dan TGH A. M. R. hanya menjenguk para korban sebanyak dua kali. Ada juga dugaan kuat adanya penghapusan video rekaman kejadian karena pimpinan yayasan dikabarkan marah atas insiden tersebut.

 

Tim media Policewatch mendatangi kediaman TGH A. M. R. untuk meminta klarifikasi terkait kronologi dan berbagai tuduhan yang beredar. Namun, alih-alih menjawab pertanyaan dengan bijak, ia justru merespons dengan nada tinggi dan emosional.

 

"Persoalan itu sudah selesai dan sudah ada perdamaian. Jangan diberitakan, saya sudah damai (sudah selesai urusannya)," tegas TGH A. M. R. seolah menutup mata terhadap penderitaan yang dialami para korban.

 

Tak hanya itu, ia juga menyinggung latar belakangnya dan bahkan menuduh tim media melakukan ancaman. "Saya juga pernah menjadi wartawan, jangan ancam-ancam saya," katanya. Padahal, selama proses wawancara berlangsung, tim media hanya menanyakan kronologi kejadian dan fakta yang terungkap, tanpa ada satu pun kata atau sikap yang mengandung ancaman sama sekali.

 

Sebagai upaya melengkapi informasi, tim media juga meminta nomor ponsel beliau agar bisa menghubungi kembali jika diperlukan keterangan lebih lanjut. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh TGH A. M. R.

 

Pernyataan dan sikap apatis ini tentu berbanding terbalik dengan harapan keluarga korban yang hanya ingin anak-anak mereka dirawat tuntas sampai sembuh. Kasus ini kini menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat.

 

Merespons hal ini, Kaperwil Media Policewatch mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan dan memproses Ketua Yayasan tersebut secara hukum. Sikap TGH A. M. R. yang menganggap persoalan ini selesai begitu saja dan seolah tidak ada masalah yang terjadi, sangat tidak bisa diterima. Nyawa seorang santri raib dan masa depan dua remaja lainnya terancam hancur, namun hal itu seakan tidak memiliki harga di mata pimpinan yayasan. Masyarakat pun menuntut agar kasus ini diusut tuntas demi keadilan yang sejati bagi para korban dan keluarga mereka.

 


Jurnalis: Mamen

Tragedi Ponpes di Lombok Tengah: 1 Santri Meninggal, 2 Luka Bakar Parah di Rumah, Ketua Yayasan Emosi: "Saya Mantan Wartawan, Jangan Ancam-ancam Saya!"



Policewatch-Lombok Tengah

 07/03/2026.Tragedi mengerikan mengguncang Yayasan Pondok Pesantren R. A. I. NW Sengkol 2, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, pada Sabtu, 13 Desember 2025. Insiden kebakaran ini merenggut nyawa S. S. (17 tahun), sementara dua temannya, A. D. R. (16 tahun) dan S. A. H. (16 tahun), harus dirawat di rumah masing-masing dengan luka bakar parah dan bisa cacat permanen.

 

Kebenaran kejadian terungkap dari pengakuan korban lewat orang tua mereka. A. D. R. menceritakan kepada ayahnya, A., dan ibunya, N., bahwa ia dan teman-temannya dipaksa oleh R. (diduga pelaku) dan sering dipukuli jika menolak. "Saya dan yang lain disuruh-suruh sama R. Kalau tidak menurut, kami sering dipukuli," ujar A. D. R.

 

Pengakuan terakhir juga datang dari almarhum S. S. sebelum meninggal, yang bercerita kepada orang tua A. D. R. bahwa ia disuruh R. membeli dua botol bensin. "Satu botol disimpan di lemari, satu lagi dipakai buat bakar plastik di kamar. Saat dipindah ke wadah mika, terjadi ledakan dan kebakaran besar yang melukai kami bertiga," begitu cerita S. S. yang ditirukan oleh A. dan N.

 

Keluarga S. A. H. juga mengaku kaget saat mendapat telepon bahwa anaknya luka bakar parah. Ketua Yayasan, TGH A. M. R., yang mengantar S. A. H. pulang, awalnya bilang kejadian saat anak-anak bersih-bersih, namun berbeda jauh dengan cerita korban soal bensin dan paksaan.tuturnya kepada wartawan. 

 

Saat dimintai pertanggungjawaban, TGH A. M. R. justru mengaku "juga sebagai korban" dan mengalihkan tuntutan kepada R. Keluarga korban juga mengaku dilarang melapor ke polisi dan dipaksa berdamai dengan nominal Rp5 juta (dari usulan awal Rp10 juta) karena keterbatasan dana keluarga pelaku, dengan ancaman tersirat jika tetap melapor.

 

Selama tiga bulan, bantuan yang diberikan dinilai minim (total di bawah Rp3 juta) dan TGH A. M. R. hanya menjenguk dua kali. Ada juga dugaan penghapusan video kejadian karena pimpinan yayasan marah.

 

Tim media mendatangi kediaman TGH A. M. R. untuk meminta klarifikasi terkait kronologi dan berbagai tuduhan tersebut. Namun, alih-alih menjawab pertanyaan, ia justru merespons dengan nada tinggi dan emosional.

 

"Persoalan itu sudah selesai dan sudah ada perdamaian. Jangan diberitakan, saya sudah damai.  (sudah selesai urusannya)," tegas TGH A. M. R.

 

Tak hanya itu, ia juga menyinggung latar belakangnya dan menuduh tim media melakukan ancaman. "Saya juga pernah menjadi wartawan, jangan ancam-ancam saya," katanya. Padahal, selama proses wawancara, tim media hanya menanyakan kronologi kejadian dan fakta yang terungkap, tanpa ada kata atau sikap yang mengandung ancaman sama sekali.

 

Sebagai upaya melengkapi informasi, tim media juga meminta nomor ponsel beliau agar bisa menghubungi kembali jika diperlukan keterangan lebih lanjut. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh TGH A. M. R. .

 

Pernyataan dan sikap ini tentu berbanding terbalik dengan harapan keluarga korban yang ingin anak-anak mereka dirawat tuntas sampai sembuh. Kasus ini kini menjadi sorotan tajam dan masyarakat menuntut pihak berwenang turun tangan mengusut tuntas demi keadilan.

 Jurnalis

Mamen

SKANDAL “TITIK DAPUR MBG” MELEDAK: ASN PRINGGASELA DIDUGA JUAL SATU LOKASI BERKALI-KALI, KERUGIAN KORBAN TEMBUS RP600 JUTA! KETERLIBATAN NAMA LEGISLATIF BUKA KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK

 


 

Policewatch-Mataram

06/03/2027.Skema dugaan jual beli titik bakal lokasi dapur MBG di Lombok Timur kini semakin bau busuk dan mengguncang dunia birokrasi serta legislatif daerah. Ketua Forum Komunikasi dan Kajian Masyarakat Nusa Tenggara Barat (FKKM NTB), Pahri Rahman, secara berani membongkar praktik yang ia sebut sebagai “perdagangan lokasi” yang dilakukan oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial IS, staf di Puskesmas Pringgasela. Dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Lombok Raya pada 5 Februari 2026 lalu, Pahri memaparkan pola transaksi yang diduga mempermainkan calon investor dapur MBG dengan nilai yang sangat fantastis: Rp200 juta per titik!

 

“Ini bukan sekadar persoalan etik yang bisa dimaafkan. Ini adalah dugaan tindak pidana yang nyata! Satu titik dijual ke satu orang, lalu dijual lagi ke orang lain tanpa rasa bersalah. Uang korban? Tidak pernah dikembalikan, hilang begitu saja,” tegas Pahri dengan nada marah dan tegas.

 

Menurut keterangan seorang korban yang enggan disebutkan namanya karena takut akan dampak buruk, ia telah menyerahkan dana sebesar Rp600 juta secara kontan dan transfer untuk membeli tiga titik lokasi dapur MBG. Namun, setelah dana diserahkan sepenuhnya, titik-titik tersebut diduga kembali diperjualbelikan kepada pihak lain oleh IS!

 

- SPPG Danger Masbagik 005 — Dibeli dengan harga Rp200 juta. Namun, setelah pembayaran lunas, titik tersebut diduga dijual kembali kepada pihak lain yang disebut-sebut memiliki kaitan erat dengan anggota DPRD. Dana korban? Tidak pernah kembali.

- SPPG Wanasaba Lauk 002 — Dibeli seharga Rp200 juta. Setelah dana diserahkan, titik itu diduga dialihkan lagi kepada anggota DPRD fraksi PAN berinisial BN. Uang korban tetap hilang tanpa jejak.

- SPPG Kalijaga Aikmel 001 — Dibeli Rp200 juta dari IS. Belakangan, lokasi itu diduga kembali dijual kepada anggota DPRD fraksi Gerindra berinisial MT. Dana korban tetap tidak dikembalikan.

 

Pahri juga menambahkan bahwa informasi yang dihimpun pihaknya mengarah pada dugaan bahwa sejumlah transaksi tersebut bahkan berlangsung di dapur milik seorang anggota DPRD fraksi Gerindra dapil 1 berinisial M.

 

Jika pola ini terbukti benar, maka yang terjadi bukan sekadar wanprestasi atau pelanggaran kontrak biasa. Ini adalah skema penipuan yang sangat sistematis dan terencana: menjual harapan kepada calon investor, memanen dana dalam jumlah besar, lalu memutar kembali titik yang sama kepada pembeli berikutnya tanpa rasa hormat terhadap hak orang lain.

 

Ketua FKKM NTB mengaku telah mengantongi sejumlah alat bukti yang kuat dan tak bisa dipungkiri, mulai dari rekaman percakapan audio yang jelas, tangkapan layar percakapan digital yang rinci, hingga bukti transfer dana langsung ke rekening pribadi IS.

 

“Kami tidak bicara kosong atau membuat tuduhan tanpa dasar. Ada jejak digital yang nyata, ada bukti transfer yang tercatat. Ini bukan asumsi semata, ini adalah fakta yang akan kami uji secara hukum sampai tuntas,” ujar Pahri dengan keyakinan penuh.

 

Ironisnya, ketika awak media berulang kali mencoba mengonfirmasi kepada IS di Puskesmas Pringgasela, yang bersangkutan dikabarkan jarang masuk kantor. Bahkan, ada informasi yang menyebutkan bahwa IS kini sulit dihubungi. Situasi ini semakin menambah pertanyaan besar publik: bagaimana mungkin seorang aparatur sipil negara yang digaji dari uang pajak rakyat justru terseret dalam dugaan praktik jual beli titik lokasi proyek yang bukan haknya? Apakah ada pihak yang melindunginya?

 

Secara akademis dan hukum, praktik ini jika terbukti mengandung beberapa unsur pelanggaran yang sangat serius: dugaan penipuan, penggelapan uang, hingga potensi penyalahgunaan posisi sebagai ASN untuk memuluskan transaksi ilegal tersebut. Dalam perspektif tata kelola publik, ini mencerminkan rapuhnya sistem pengawasan internal di instansi terkait dan lemahnya etika birokrasi yang seharusnya menjadi panutan masyarakat.

 

Lebih jauh lagi, keterlibatan nama-nama yang disebut beririsan dengan anggota legislatif, meski masih sebatas dugaan, telah membuka ruang krisis kepercayaan publik yang sangat besar terhadap integritas proses penentuan lokasi dapur MBG. Transparansi dan akuntabilitas yang seharusnya menjadi prinsip utama dalam pengelolaan proyek publik kini menjadi taruhan yang sangat tinggi. Masyarakat mulai bertanya-tanya: apakah proyek-proyek publik ini benar-benar untuk kepentingan rakyat, atau justru menjadi ladang uang bagi segelintir orang yang berkuasa?


Pahri Rahman memastikan akan melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Lombok Timur dan Kejaksaan Negeri Lombok Timur dalam waktu yang sangat dekat.

 

“Masak terima gaji dari pajak rakyat, tapi diduga menjual titik proyek yang bukan haknya sendiri? Ini bukan sekadar pelanggaran disiplin ASN yang bisa diselesaikan dengan sanksi ringan. Ini adalah dugaan tindak pidana yang harus diuji di meja hukum dan pelakunya harus dipertanggungjawabkan,” tegas Pahri.

 

Kasus ini kini menjadi ujian yang sangat serius bagi aparat penegak hukum di Lombok Timur. Apakah mereka berani membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya, tanpa memandang jabatan atau kekuatan pihak yang terlibat? Atau justru membiarkannya menguap di antara sunyi birokrasi dan kepentingan tertentu? Masyarakat kini menunggu dengan penuh harap dan juga kecurigaan, apakah keadilan benar-benar akan ditegakkan, atau hanya menjadi janji kosong belaka.

 Mamen

Mayjen TNI Suhardi: Optimalkan dan Sinergikan Seluruh Komponen Bangsa untuk Pertahanan Wilayah

 




POLICEWATCH.NEWS -JAKARTA Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon yang diwakili Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Suhardi membuka Rapat Koordinasi Teritorial (Rakor Ter) TNI TA 2026 di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (5/3/2026).

Rakor Ter TNI ini mengusung tema “Penguatan Binter TNI Yang Prima, Mendukung Mewujudkan Asta Cita untuk Indonesia Maju dan Berdaulat".

Rakor Ter TNI Tahun Anggaran 2026 diikuti pejabat teritorial dari tiga matra TNI serta unsur Komando Kewilayahan, baik hadir langsung maupun melalui video conference. 

Kegiatan ini menjadi forum untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan peran Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) dalam mendukung pembinaan teritorial di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sambutan Kasum TNI yang dibacakan Aster Panglima TNI disampaikan bahwa keberhasilan tugas operasi TNI tidak terlepas dari peran Pembinaan Teritorial (Binter) yang dilaksanakan oleh aparat kewilayahan. 

“Keberhasilan tugas operasi TNI tidak terlepas dari program pembinaan teritorial dan operasi teritorial yang dilaksanakan oleh apkowil TNI,” ucapnya.

Kasum TNI juga menekankan bahwa pembinaan teritorial harus dioptimalkan secara terpadu dan bersinergi dengan seluruh komponen bangsa untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta membangun ketahanan wilayah. 

“Penyelenggaraan pembinaan teritorial TNI harus dioptimalkan secara terpadu dan bersinergi dengan seluruh komponen bangsa, melalui kegiatan ketahanan wilayah, komunikasi sosial dan bakti TNI," pungkasnya.(Red)

Siap Kawal MBG Polri! Biddokkes Polda NTB Perkuat Food Safety Lewat Sosialisasi Mabes Polri

 


 Policewatch-Mataram

Keamanan pangan menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, dan Biddokkes Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) tak tinggal diam. Pada Kamis (5/3/2026), personel Biddokkes Polda NTB berkumpul di Aula Biddokkes Polda NTB untuk mengikuti zoom meeting sosialisasi food safety yang diselenggarakan oleh Mabes Polri, mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai.

 

Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Kapusdokkes Polri, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang padat dan informatif dari para pejabat utama di Mabes Polri. Fokus pembahasan kali ini benar-benar mengarah pada penguatan keamanan pangan, sebuah aspek krusial agar program MBG Polri bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

 

Kabid Yankes Rokespol Kombes Pol. dr. Freddy Worang Johanes, M.A.R.S., menjadi salah satu narasumber yang membagikan wawasan penting. Ia menekankan peran vital fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dalam penanganan kejadian tidak diharapkan saat pelaksanaan MBG. “FKTP punya peran penting dalam deteksi dini dan penanganan cepat, jika muncul kejadian tidak diharapkan dalam program MBG. Sistem respons harus sigap dan terukur,” tegas dr. Freddy dengan tegas.

 

Tak hanya itu, Kasatgas MBG Polri Irjen Pol. Nurworo Danang, S.IK., juga membagikan hasil analisis dan evaluasi (anev) pelaksanaan MBG di berbagai wilayah. Menurutnya, evaluasi rutin adalah kunci agar program ini bisa berjalan optimal, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi yang membutuhkan. “Evaluasi rutin jadi kunci agar program MBG berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberi manfaat nyata,” ujar Irjen Nurworo Danang.

 

Sementara itu, Karo Dokpol Mabes Polri Brigjen Pol. dr. Nyoman Eddy PW., Sp.F., D.F.M., memberikan penekanan yang sangat kuat mengenai standar keamanan pangan. Ia menegaskan bahwa standar ini wajib dipenuhi dalam setiap tahapan distribusi makanan. “Food safety bukan sekadar prosedur administratif, tetapi perlindungan kesehatan bagi penerima manfaat,” jelas Brigjen dr. Nyoman Eddy dengan penuh keyakinan.

 

Dari Mataram, Kabid Dokkes Polda NTB Kombes Pol. dr. I Komang Tresna, Sp.OG. (K), M.A.R.S., M.H.Kes., turut serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama personel Biddokkes. Ia menyambut sangat positif sosialisasi ini, menganggapnya sebagai langkah penting untuk penguatan kapasitas teknis di daerah. “Kami siap mendukung penuh pelaksanaan MBG Polri, dengan memastikan standar kesehatan dan keamanan pangan terjaga di wilayah NTB,” ungkap dr. Komang Tresna dengan semangat.

 

Sesi diskusi pun berlangsung sangat interaktif, di mana para peserta saling bertukar pikiran dan ide untuk memecahkan berbagai tantangan yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan MBG. Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan pun ditutup dengan harapan yang besar. Sosialisasi ini diharapkan bisa memperkuat sinergi antara berbagai bidang kesehatan, sehingga program MBG Polri bisa terus berlanjut secara profesional dan aman bagi semua pihak.

 

Mamen

Kapolda NTB: Simbol Keberanian dan Kepedulian dalam Melawan Narkoba, Dicintai Rakyat dan Dipercaya Masyarakat

 


Policewatch-Mataram

Dalam perjalanan memberantas peredaran narkoba di NTB, Kapolda NTB, Irjen Pol Edy Murbowo, terus membuktikan komitmen dan keberaniannya. Baru-baru ini, keberhasilannya dalam mengungkap dan menangkap bandar narkoba Koko Erwin yang diduga menjadi pemasok utama di Bima, menjadi bukti nyata bahwa kepolisian di bawah kepemimpinannya semakin kokoh dan tegas. Penangkapan Koko Erwin di Tanjung Balai, Sumatera Utara, saat diduga hendak melarikan diri ke Malaysia, menunjukkan kerja keras dan sinergi yang solid antar aparat.

 

Tindakan tegas Kapolda NTB dalam memecat tidak dengan hormat Kasatresnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, yang terbukti menyimpan ratusan gram sabu di rumah dinasnya, mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Langkah ini memperlihatkan bahwa institusi Polri di bawah kepemimpinannya berkomitmen menjaga integritas dan kepercayaan publik tanpa kompromi.

 

Kinerja luar biasa juga ditunjukkan oleh jajaran kepolisian NTB melalui pengungkapan 157 kasus dengan total 240 tersangka yang diamankan, serta sitaan narkotika berbagai jenis mencapai 2,5 kilogram sabu, ganja, ekstasi, tramadol, dan magic mushroom. Keberhasilan ini menjadi cerminan tekad pemerintah dan Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba, sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

 

Masyarakat NTB secara luas memuji keberanian dan keadilan Kapolda Edy Murbowo. Mereka merasa bangga dan percaya bahwa di kepemimpinannya, kejahatan dapat ditindak secara tegas namun tetap humanis. Saat ini, sosok pemimpin yang memadukan ketegasan, inovasi, dan empati ini dianggap sebagai simbol keberanian dan harapan baru bagi Indonesia bagian timur.

 

Dengan keberhasilan dan pendekatan humanis yang diusungnya, Irjen Pol Edy Murbowo bukan hanya menjadi figur aparat keamanan yang dihormati, tetapi juga pilar kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum semakin kukuh. Di tengah tantangan besar perang melawan narkoba, langkah-langkah progresif dan integritasnya menjadikan NTB sebagai contoh nyata keberhasilan dan komitmen para pemimpin yang benar-benar dicintai rakyat.

Mamen

Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci: Ditpolairud Polda NTB Bagikan Takjil untuk Nelayan Pantai Gading Mataram

 


 

POLICEWATCH-MATARAM 

 Semangat berbagi dan kebersamaan mewarnai bulan suci Ramadhan di wilayah pesisir Pantai Gading, Kota Mataram. Rabu (4/3/2026), Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB menghadirkan momen kehangatan dengan membagikan takjil kepada para nelayan dan masyarakat setempat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

 

Kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan iman dan taqwa ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh warga. Kehadiran personel kepolisian di tengah-tengah mereka tidak hanya memberikan bantuan praktis saat waktu berbuka tiba, tetapi juga menyentuh hati masyarakat yang merasa diperhatikan dan dihargai.

 

Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya di bulan penuh berkah ini.

 

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk berbagi kebaikan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kami selalu ada untuk mereka, sekaligus mempererat tali silaturahmi yang erat antara aparat dan masyarakat nelayan,” ujar Kombes Pol Boyke.

 

Lebih dari sekadar berbagi takjil, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan harmonis antara polisi dan masyarakat pesisir. Dengan terjalinnya kedekatan emosional, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut tetap aman dan kondusif sepanjang bulan Ramadhan dan seterusnya.

 

Ditpolairud Polda NTB berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang optimal kepada seluruh lapisan masyarakat, dengan semangat berbagi dan kebersamaan yang tak terputus.

 Mamen

11 Saksi dihadirkan di Sidang Korupsi Dana Hibah KONI 2023, KS Mengaku Cabor Pencak Silat di transfer Rp 305 Juta

 



POLICEWATCH.NEWS - SUMSEL Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Lahat memanggil 11 Saksi untuk hadir disidang lanjutan Perkara Tindak Pidana Korupsi yang menjerat eks Ketua KONI Lahat Priode 2019 - 2024 terdakwa Kalsum Barefi, Bendahara Umum Amrul, wakil bendahara 1 witer dan wakil bendahara 2 Andika,

Sidang digelar di PN.Tipikor Palembang pada Rabu 4 Maret 2026, jalan Ki gede ing Suro, Kelurahan 32 Ilir, Palembang 

11 Saksi dihadirkan oleh JPU, KS salah satu anggota DPRD Provinsi Sumsel beliau selaku Ketua Cabor Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dan ada 10 pengurus Cabor juga hadir untuk memberikan keterangan sebagai saksi di Kasus Dana hibah KONI Lahat Tahun 2023 yang merugikan keuangan negara Rp 3,3 Milyar.


Saat JPU menanyakan Kepada Saksi KS menurut pengakuan dihadapan Majelis Hakim dalam fakta persidangan KS mengaku untuk pencak silat di transfer Rp 305 Juta,sdr Barepi dan sdr Amrullah datang kerumah saya mereka meminta uang cash  Rp 20 juta terang " saksi

Ketua Majelis Hakim dalam Persidangan hari ini dipimpin Agus Raharjo.SH.MH

Saat ini masih berlangsung sidang lanjutan kasus KONI Lahat Tahun 2023

Sejumlah awak media cetak, online dan TV, masih melakukan peliputan di ruangan 

Pantauan POLICEWATCH.NEWS hari ini Rabu 4 Maret 2026, Sidang masih berjalan nampak JPU mencecar pertanyaan kepada anggota DPRD Sumsel Kiki Subagyo dihadapan Hakim Ketua 


(Bambang MD)

Polda NTB Tetapkan Ketua Yayasan Ponpes di Lombok Tengah Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Dua Santriwati, Ancaman Hukuman 12 Tahun Penjara!

 


 

Policewacth-Mataram,

2 Maret 2026 – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pencegahan dan Penindasan Kejahatan (PPO) telah menetapkan seorang pria berinisial MTF (38 tahun) sebagai tersangka dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Tersangka merupakan seorang ustaz sekaligus ketua yayasan pondok pesantren yang berlokasi di Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, dan diduga melakukan perbuatan tersebut terhadap dua orang santriwati.

 

Penanganan perkara ini dimulai berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/20/II/2026/SPKT/Polda NTB yang diterbitkan pada tanggal 2 Februari 2026, serta Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/9.a/II/RES.1.4./2026/Ditres PPA dan PPO tanggal 11 Februari 2026.

 

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa peristiwa dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi dalam rentang waktu awal Mei 2025 hingga pertengahan Agustus 2025. Lokasi kejadian berada di kamar khalwat pondok pesantren yang terletak di Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah.

 

“Penyidik Ditres PPA dan PPO telah melakukan serangkaian langkah penyidikan secara profesional dan dengan perspektif perlindungan korban yang maksimal. Status terlapor telah ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka, dan saat ini yang bersangkutan telah dilakukan penahanan di Rutan Dittahti Polda NTB untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” jelas Kholid.

 

Dalam proses penyidikan, terungkap bahwa tersangka diduga melakukan perbuatan tersebut dengan memanfaatkan posisi dan otoritasnya sebagai ustaz dan ketua yayasan. Modus operandi yang digunakan antara lain memanipulasi keadaan melalui pendekatan doktrinal serta memanfaatkan kerentanan korban, sehingga korban tergerak melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Dugaan perbuatan tersebut dilakukan secara berulang hingga empat kali terhadap salah satu korban, dan terdapat korban kedua yang mengalami peristiwa serupa.

 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan dua pasal hukum, yaitu Pasal 473 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 6 huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Kedua pasal ini memiliki ancaman pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp300.000.000 (tiga ratus juta rupiah).

 

Sejumlah barang bukti telah berhasil diamankan oleh penyidik dalam perkara ini, antara lain dokumen administrasi pondok pesantren, pakaian korban, potongan bungkus kondom, kunci kamar tempat kejadian, serta barang-barang lain yang berkaitan langsung dengan dugaan tindak pidana tersebut.

 

Kabid Humas menegaskan bahwa Polda NTB memiliki komitmen yang kuat untuk memberikan perlindungan maksimal kepada korban serta memastikan proses hukum berjalan secara transparan, profesional, dan sepenuhnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

“Kasus kekerasan seksual, khususnya yang melibatkan perempuan dan anak, menjadi perhatian yang sangat serius bagi kami. Kami memastikan proses penanganan perkara ini berjalan tuntas dan akuntabel. Identitas korban akan kami lindungi sepenuhnya, dan kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang dapat memperburuk kondisi psikologis maupun fisik korban,” tegasnya.

 

Polda NTB juga membuka ruang yang luas bagi masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait perkara ini untuk segera melaporkannya melalui saluran resmi kepolisian. Setiap informasi yang diberikan akan sangat membantu dalam penyelesaian perkara ini secara adil dan tuntas.

 Mamen