Tampilkan postingan dengan label BATANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BATANG. Tampilkan semua postingan

PEMANDU KARAOKE BERBAGI TAKJIL

Reporter: Nyaman
Para Pemandu karaoke (PL) yang cantik ramai ramai berbagi takjil pada para pengguna jalan yang melintas di sekitar Alun-alun Limpung

BATANG (Policewatch.news) – Para Pemandu karaoke (PL) yang cantik ramai ramai berbagi takjil pada para pengguna jalan yang melintas di sekitar Alun-alun Limpung. Para PL itu anggota Komunitas Wuni Raya (WR), yang  bagian dari Paguyuban Karaoke Alas Roban (Pakar) Kabupaten Batang.  "Setiap orang wajib bersyukur dan ingin berbuat baik. Begitu juga para PL. Kami  sangat mendukung kegiatan bagi takjil ini," ujar Humas Pakar, Khoyin,  Minggu Sore (19/5).

Mereka ramai ramai membagi ratusan takjil ke pengguna jalan. Ini betuk kesyukuran mereka mengisi Ramadan.  Pakar saat ini menaungi 21 kafe, dengan jumlah PL yang telah terdaftar  sebanyak 130 anggota lama dan 15 anggota baru.  "Kita berharap anggota selalu  berbuat baik. Apalagi saat Ramadan ini," tukasnya. 

Salah satu pemandu karaoke, Vera Mahardika mengatakan komunitas WR rutin membagikan takjil setiap bulan ramadhan. Tujuannya hanya ingin berbagi kepada masyarakat Batang di bulan yang penuh berkah ini.  



Kegiatan ini , semata-mata untuk memberi wawasan kepada masyarakat supaya tidak memandang sebelah mata kepada seorang pemandu karaoke alias (PL) 

Ratusan Santri Ponpres Darul Ma'arif " Banyuputih Kabupaten Batang " Gelar Deklarasi Pemilu Damai


Reporter : Nardi 
Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ma'arif Banyuputih, Kabupaten Batang Jumat (29/3/2019).

BATANG (POLICEWATCH.NEWS) - Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ma'arif Banyuputih, Kabupaten Batang menyerukan deklarasi pemilu damai dan doa bersama, Jumat (29/3/2019).

Pada deklarasi itu juga dihadiri perwakilan dari Polri dan TNI, Dalam dekrasi tersebut santri sepakat untuk menjaga keutuhan serta mempertahankan NKRI, menciptakan keamanan, ketentraman, dan ketertiban bersama Polri maupun TNI.

Tak hanya itu, para santri juga sepakat untuk menolak berita hoaks, radikalisme, teroris, ujaran kebencian, intimidasi, provokasi, adu domba, isu sara dan tindak anarkis menjelang maupun saat pelaksanaan pemilu pada 17 April 2019 mendatang.

"Ini merupakan bentuk keprihatinan kami atas apa yag terjadi pada bangsa Indonesia terutama menjelang Pemilu 2019 yang digelar serentak," tutur Pengasuh Ponpes Darul Ma'arif, Gus Muhammad Fahmi Chusnaini.

Menurutnya, pesta demokrasi seharusnya disambut secara gembira, tapi kenyataannya untuk tahun ini menjadi ajang saling fitnah, caci maki, saling mengumbar ujaran kebencian dan menyebarkan berita kebohongan atau Hoaks.

"Kami sepakat sebagai elemen masyarakat khususnya di elemen santri mengambil sikap persatuan dan kesatuan agar situasi di negara kondusif aman damai tidak saling bermusuhan bertengkar.

"Ponpes Darul Ma'arif nyatakan untuk menyerukan pemilu damai. Mari jaga kesatuan dan persatuan serta wajib untuk menolak segala bentuk yang bisa menimbulkan perpecahan antar bangsa," lanjutnya.

Kanit Binmas Polsek Limpung Polres Batang Ipda Rofi'i mengatakan, di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan informasi begitu cepat sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan mudahnya melalui beragam media sosial.

Namun, Ipda Rofi'i mengimbau masyarakat tidak langsung percaya dengan informasi yang diterima dan mengirimkannya ke orang lain.

Sebab, tidak semua informasi itu bisa diketahui kebenarannya, karena sekarang ini marak informasi bohong atau biasa disebut Hoaks.

''Sebaiknya informasi yang diperoleh melalui media sosial disaring terlebih dahulu sebelum dishare kembali ke orang lain," ujarnya.

Ipda Rofi'i juga mengajak santri untuk menggunakan hak pilihnya, apalagi pada Pemilu 2019 terdapat lima kotak atau lima surat suara yang dibedakan hanya dengan warna.

"Santri harus ikut mensosialisasikan dan mengajak keluarga serta masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu demi terwujudnya Indonesia lebih baik," pungkasnya

LEHER DIGOROK, KALUNG DAN GELANG EMAS KORBAN RAIB

Reporter  : Nyaman
Guna penyidikan polisi pasang garis police line Kamis, 28-3-2019

Batang (policewatch.news) Pembunuhan disertai perampokan yang terjadi di Desa Kebondalem Gringsing, pada Kamis (28/3) tergolong sadis. Korban, Hj. Mujiati binti Kasman, yang sudah lanjut usia itu, harus meregang nyawa dengan kondisi leher digorok dan nyaris putus. Kamis, 28-3-2019

Kapolsek Gringsing, AKP Sugiyanto menjelaskan, peristiwa pembunuhan ini diketahui setelah anak korban bernama Sulastri datang ke rumah korban pada Kamis pagi. Kedatangan saksi atau anak korban ini adalah untuk mengantarkan sarapan, seperti biasanya. Karena korban memang hidup sendiri dirumah tersebut, sementara anak-anaknya sudah berpisah dari korban dan membuat rumah sendiri.

Saksi yang merasa curiga karena pintu tak kunjung dibuka oleh korban, dan juga lampu depan rumah masih menyala, akhirnya membobol jendela samping rumah untuk masuk. Namun, betapa terkejutnya Lastri, saat mengetahui ibunya sudah dalam kondisi meninggal dunia dan bersimbah darah.

Saksi kemudian berteriak meminta tolong dan sejumlah tetangga kemudian berdatangan, hingga akhirnya petugas dari Polsek Gringsing yang mendapat laporan langsung tiba di TKP.

Dari hasil olah tkp yang dilakukan petugas, diketahui korban meninggal akibat luka sayatan benda tajam dilehernya. Korban mengalami luka sayatan dileher, hingga dalam kondisi menganga. 

Sementara, sejumlah perhiasan yang biasa dikenakan korban berupa gelang, kalung dan cincin seberat 100 gram, raib. Selain itu, bagian dalam rumah korban juga kondisinya acak-acakan.

Kuat dugaan,  juragan sengon tersebut tewas akibat di bunuh oleh orang yang hendak merampok harta benda korban. Korban dipastikan meninggal lebih dari 10 jam, setelah ditemukan oleh anak korban. Atau dengan kata lain, kejadian perampokan terjadi pada Rabu malam.

Usai dilakukan olah tkp, jenazah korban kemudian dibawa ke puskesmas Subah guna kepentingan outopsi. Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. 

Kasus ini sedang dalam penanganan satreskrim polres batang.

Volume Truk di Jembatan Timbang Subah Anjlok Sejak di Bukanya Jalan tol Trans Jawa


Reporter  : Heru 
Kondisi volume truk angkutan barang yang melintas di Jembatan Timbang Subah, Kabupaten Batang, Jateng, turun drastis seiring dengan beroperasinya jalan Tol Trans Jawa. Kamis, 28 Maret 2019 

Batang (policewatch.news) - Volume truk pengangkut barang yang melalui Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan bermotor (UPPKB) Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, turun 74 persen seiring dengan dibukanya jalan Tol Trans Jawa sejak 1 Januari 2019.

Kepala UPPKB Jembatan Timbang Subah, Batang, Arif Munandar di Batang, mengatakan bahwa volume kendaraan truk pengangkut barang sejak Januari 2018 hingga akhir Maret 2018 sebanyak 82.211 kendaraan, kemudian turun menjadi 20.994 kendaraan pada periode  yang sama tahun 2019., Kamis 28/03

"Demikian pula, jumlah penindakan terhadap truk pengangkut barang yang melebihi batas tonase pada 2018 sebanyak 8.044 truk atau turun menjadi 2.832 truk pada 2019. Ini semua akibat beroperasinya jalur tol Trans Jawa," katanya.

Menurut dia, para sopir truk pengangkut barang yang diduga melebihi batas tonase yang berasal dari arah timur (Semarang) menuju Jakarta (barat) lebih memilih melintas jalur Tol Transjawa mulai dari pintu masuk tol Weleri, Kabupaten Kendal dan keluar tol depan Pasar Grosir Setono, Kota Pekalongan.

"Para sopir truk sengaja menghindari penindakan di Jembatan Timbang Subah sehingga mereka memilih melintas jalan tol. Kami berharap ada solusi pengawasan terhadap angkutan barang yang melebihi batas tonase, " katanya.

Berdasar pantauan, banyak angkutan truk bersumbu dua dan sumbu tiga dari arah timur (Semarang), saat sampai di perbatasan jalan nasional memilih masuk pintu masuk tol Weleri.

Namun, kemudian keluar tol setelah sampai di pintu keluar tol Kandeman Kabupaten Batang dan pintu keluar tol depan Pasar Grosir Setono, Kota Pekalongan.

Sopir truk Bayu Daryanto mengatakan dirinya sengaja melalui masuk jalan Tol Weleri sebagai upaya menghindari pemeriksaan beban berat barang yang ada pada truknya.

"Disamping, faktor lebih cepat sampai pada tujuan, kami sengaja tidak melalui jembatan timbang karena takut ditilang oleh petugas," katanya.


PEMBINAAN GLADI KEDISIPLINAN DAN KETERAMPILAN PEMUDA PANCASILA


Reporter: Nyaman
 
Glagi Ormas Pemuda Pancasila Batang
Kendal (Policewatch.news),- Pembinaan yang di hadiri 115 ANGOTA PEMUDA PANCASILA yang khususnya wilayah Batang tampak hadir pula KETUA  PEMUDA PANCASILA BATANG PAK SODEK  dalam kegiatan tersebut di hadiri Polsek dan Koramil kecamatan acara Di laksanakan di lapangan kali mangis kecamatan Subah batang.Minggu 24-3-2019


""PAK SODEK selaku ketua cabang Batang memberi arahan dan bimbingan kepada seluruh anggota PEMUDA PANCASILA, supaya anggotanya bisa bersinergi dan mampu bersikap disiplin untuk menunjukkan jiwa yang bertanggung jawab 

"Latihan yang di lakukan dua bulan sekali ini di pandu Koramil Subah supaya Ormas Pemuda Pancasila sebagai organisasi yang benar benar disiplin, bisa mengayomi masyarakat di sekitarnya.


""PAC SUBAH WARYANTO .Yang di temui wartawan media policewatch, menerangkan bahwa. Gladi yang di adakan dua bulan ini bisa melatih kedisiplinan, supaya pemuda Pancasila khususnya wilayah Batang bisa bersinergi bersama masyarakat,Dan berjiwa sosial, beliu juga menerangkan bahwa yang hadir adalah Anggota dari Banyuputih, limpong, pelelen dan Subah. Organisasi PEMUDA PANCASILA  ini harus benar-benar sesuai dengan jiwa PANCASILA.

Apel Pam Kampanye Pemilu 2019, Kapolres Batang Tegaskan Aparat Tak Sebarkan Hoax


Reporter : Heru

Batang (POLICEWATCH.NEWS) Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga menegaskan aparatur negara untuk tidak melakukan penyebaran berita bohong atau Hoax dan ujaran kebencian pada Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan AKBP Edi Suranta Sinulingga saat memimpin Apel Gelar Pasukan PAM Kampanye Terbuka, di Halaman Mapolres, Jumat (22/3/2019).

"Peserta apel yang hadir di sini memiliki semangat dan spirit yang sama mengabdi dan sepakat menjadi bagian aparatur negera untuk tidak melakukan penyebaran berita bohong atau Hoax dan ujaran kebencian," ujarnya.

Menurutnya, pada tahun politik ini fenomena dan frekuensi adanya berita hoax dan ujaran kebencian cukup tinggi.
"Kita sepakati dan komitmen dalam apel gelar pasukan ini, bukanlah bagian dari penyebar hoax ujaran kebencian," tegasnya.
Oleh karena itu, disampaikannya sebagai aparatur negara yang diberikan tangungjawab untuk memberikan rasa aman kepada maayarakat.

"Mereka yang menyebarkan ujaran kebencian dan hoax adalah orang - orang yang ingin menggangu keamanan, ketertiban untuk kepentingan politik," pungkasnya.

"Mereka yang menyebarkan ujaran kebencian dan hoax adalah orang - orang yang ingin menggangu keamanan, ketertiban untuk kepentingan politik," pungkasnya.

Tabrak Truk Di Tol Batang, Ajudan Bupati Demak Tewas


Reporter : Nyaman
mobil Bupati Demak

Batang- (Policewatch.news),- Diduga menabrak truk tronton, Mobil Kijang Inova Nopol H 9507 RN yang ditumpangi Bupati Demak dengan 3 (tiga) Penumpangnya mengalami kecelakaan di Jalan Tol KM 345 Desa Kandeman Kabupaten Batang (Minggu, 3/3).

Diketahui Bupati Demak, HM. Natsir mengalami luka, Pengawal Pribadi Bupati,Wijaya mengalami Kaki Patah dan luka berat, sedangkan Sopirnya, Ali Ashar hanya luka ringan. Sedangkan ajudan Bupati Demak,Febri tewas setelah dilakukan perawatan di RS Kalisari Batang.

Kronologis kejadiannya sekira pukul 5 an subuh diduga Inova yang ditumpangi rombongan Bupati Demak menabrak Truk Tronton yang tidak ada lampu belakangnya dari Arah barat ke Timur .

Namun hingga ditulisnya berita ini Truk tronton diduga melarikan diri dan masih dalam pengejaran

Sebanyak 4.000 warga Batang dan Pekalongan mengungsi akibat banjir




Reporter : Heru P
Sejumlah relawan mengevakuasi warga yang sakit di lokasi terdampak banjir, 

Batang ,  POLICEWATCH.NEWS,- - Setidaknya 4.000 warga Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengungsi akibat banjir yang melanda daerah setempat pada Minggu siang.

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang Ulul Azmi di Batang, Minggu, mengatakan bahwa sekitar 1.000 warga mengungsi ke sembilan titik akibat rumah mereka terendam banjir hingga mencapai 70 centimeter.

"Kendati demikian, pada Minggu sore, sebagian para pengungsi sudah pulang ke rumahnya meski kondisi rumah masih terendam banjir. Kemungkinan mereka tidak betah beristirahat di lokasi pengungsian," katanya.

Menurut dia, ketinggian air kini mulai surut hingga 40 sentimeter (cm) sehingga sebagian pengungsi memilih pulang ke rumahnya dan sebagian lagi tetap bertahan di lokasi pengungsian.

Untuk membantu para korban banjir, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang telah menyiapkan dapur umum dan mendorong kebutuhan logistik ke sejumlah titik pengungsian.

"Kita telah siapkan dapur umum dan logistik untuk para korban banjir. Kami mengimbau bagi warga yang rumahnya terendam banjir agar mengungsi ke lokasi yang aman karena curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Suseno mengatakan sekitar 3.000 warga masih mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian antara lain di Masjid Alkaromah, Kantor Palang Merah Indonesia (PMI), GOR Jetayu, aula kecamatan dan kelurahan.

"Hampir semua wilayah di empat kecamatan yaitu Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Pekalongan Timur dan sebagian Pekalongan Selatan terendam banjir," katanya.

Ia yang didampingi Kepala Humas Arief Karyadi mengatakan saat ini Pemerintah Kota telah membuka dapur umum, bantuan logistik di setiap kelurahan tedampak banjir, menyiapkan petugas kesehatan, dan proses evakuasi," katanya.

"Hampir semua kelurahan di empat kecamatan itu terendam air, kecuali Kelurahan Kuripan dan Kertoharjo Yosorejo Kecamatan Pekalongan Selatan," katanya.