Tampilkan postingan dengan label INDUSTRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDUSTRI. Tampilkan semua postingan

PT. MEP MUBA Segera Distribusikan Alat Perbaikan Jaringan



Dok :mpw

Muba-POLICEWATCH.NEWS- PT. Muba Elektrik Power (PT. MEP) yang merupakan Badan Usaha Milik Pemerintah Musi Banyuasin (Pemkab Muba) segera melakukan pendistribusian alat untuk perbaikan jaringan PT. MEP  yang berada di beberapa kecamatan dalam wilayah Kab. Muba. Hal ini dikatakan  Direktur PT MEP Augie Bunyamin di Ruang Kerjanya. Rabu, (12/08/2020).

"Alhamdulillah tiba semua alat untuk perbaikan jaringan PT. MEP  di gedung gudang PT.MEP Kota Sekayu". Kata Augie.

Lanjutnya, "Kita segera didistribusikan semua alat-alat ini kecamatan-kecamatan dan langsung mengganti semua alat yang rusak".

Dikatakan Augie bahwa pihaknya sedang melakukan upaya pelayanan yang prima.

"kita sedang melakukan  langka-langkah dalam upaya  perbaikan dan kita sedang berusaha keras mengembalikan layanan prima pada pelanggan". Jelas Augie.

Dikataka Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex saat meninjau langsung pembersihan jaringan listrik PT Muba Electric Power (PT MEP) di Kecamatan Plakat Tinggi, Kamis (06/08) bahwa Sebagian besar bahkan hampir seluruhnya tiang listrik berada di perkebunan sawit sehingga sangat rentan terjadi gesekan dengan pohon-pohon sawit yang menyebabkan salah satunya langsung mengalami gangguan (trip) atau padam.

“Oleh karena itu kita melakukan berbagai upaya pertama untuk secara langsung membebaskan jaringan tersebut dari gangguan, kemudian bekerja sama dengan PLN menambah spesifikasi teknis yang diperlukan sehingga jika pun terjadi gangguan di salah satu titik tidak akan merembet kemana-mana, jadi dilokalisir di titik itu,” kata Dodi.

“Ini bisa mengurangi pemadaman yang memang disebabkan oleh alam tadi, karena kalau hujan atau gesekan sawit tadi akan juga menyebabkan padam,” tambahnya.

Sebelumnya perwakilan PT MEP membuat perjanjian dengan perangkat desa dan warga desa untuk menjaga jaringan listrik dengan menggunakan alokasi dana desa yang dianggarkan secara khusus untuk menjaga ROW (Right of Way) di bawah pohon-pohon kelapa sawit tersebut.

“Warga harus siap-siap karena itu sesuai dengan Undang-Undang, ROW itu dibatasi jarak maka jika mengganggu jaringan sawitnya harus ditebang,” Pungkasnya.

Sebelumnya Direktur PT MEP Augie Bunyamin menyebutkan, PT MEP telah bekerjasama dengan PLN untuk menuntaskan persoalan tersebut, dan dari asistensi tersebut ada rekomendasi.

“Dari hasil rekomendasi PLN ini kita follow up di antaranya harus dilakukan penggantian beberapa material termasuk peralatan untuk Kecamatan Plakat Tinggi dan Kecamatan Tungkal Jaya karena pelanggan MEP di Plakat Tinggi dan Tungkal Jaya 100 persen listriknya bergantung pada PT MEP,” bebernya.

Menurut Augie, PT MEP bersyukur mendapat dukungan dari PLN untuk melakukan penggantian material utama. Selain itu, PT MEP juga melakukan pembersihan jaringan-jaringan untuk di Plakat Tinggi ada 170 km serentak bergotong royong dibantu asistensi dari PLN.

Augie melanjutkan, karena ada tekniknya untuk pembersihan, PT MEP bersama tim PLN ada 4 tim masing-masing 10 orang untuk di Plakat Tinggi. “Insyaallah dalam satu minggu peralatan sudah terpasang dan kita lakukan pembersihan, selanjutnya juga untuk Kecamatan Tungkal Jaya,” ujarnya.

“Kita juga sudah berkumpul dengan perangkat desanya, ke depan yang berperan itu Kades dan Perangkat Desanya. Kita akan lakukan MOU pada 19 September nanti karena masing-masing desa ada budget-nya juga tergantung panjang jaringannya,” tukasnya.

Pewarta : Wahyudi 


Dampak Covid 19, " Sekitar 3000 Buruh dari Berbagai Pabrik di Semarang " Terpaksa Dirumahkan


ilustrasi pabrik Garment di semarang

Dari catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ada 2.620 buruh dari berbagai pabrik yang terpaksa dirumahkan

Semarang POLICEWATCH,- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut sekitar 3.000 pekerja dari berbagai sektor usaha di Ibu Kota Jawa Tengah harus dirumahkan akibat kondisi perekonomian yang lesu karena terdampak wabah Virus Corona baru atau COVID-19.

"Dari catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ada 2.620 buruh dari berbagai pabrik yang terpaksa dirumahkan," kata Hendrar Prihadi di Semarang, Jawa Tengah, Senin 06/04/20

Selain itu, kata dia, dilaporkan sekitar 400 lebih pekerja dari 11 hotel di Semarang juga terpaksa dirumahkan, Menurut wali kota yang akrab dipanggil Hendi tersebut, hampir seluruh lini dunia usaha lesu akibat wabah Virus Corona.

Kondisi tersebut, lanjut dia, juga dialami oleh pengemudi ojek daring yang sepi penumpang dan pedagang kaki lima yang mengalami sepi pembeli, Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sudah menyiapkan upaya antisipasi untuk menangani dampak kesehatan maupun ekonomi akibat pandemi COVID-19 itu.

Menurut dia, upaya penyemprotan disinfektan terus dilakukan, termasuk penyediaan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, Di sisi ekonomi, kata dia, pemkot siap menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak COVID-19 ini.

Namun yang terpenting dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, ia mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah.

"Tetap di rumah. Corona ini jangan disepelekan karena sebarannya semakin naik," katanya.

Hingga Senin (6/4) tercatat 57 pasien positif Corona yang masih dirawat, 15 pasien positif meninggal dunia, dan enam orang sudah dinyatakan sembuh.

Pewarta : Rifai