Tampilkan postingan dengan label NTT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NTT. Tampilkan semua postingan

Razia oleh Satlantas Polres Sumba Barat Daya(SBD) mendapat tanggapan dari masyarakat .


Kanit patwal  polres Sumba Barat Daya(SBD)BRIPKA Kordianus Andi.

Poicewatch, Ntt,-Tepatnya di taowrara di jalan raya utama waikabubak waitabula  depan polsek Laura  di laksanakan pemeriksaan kendaraan bermotor roda dua  (Razia) dalam rangka menjaring  pengendara yang tidak mengantongi Surat ijin mengemudi(SIM) dan kelengkapan lainya.Senin 27/1/2020. 

Ada beberapa masyarakat yang menanggapi  secara negatif berkaitan dengan Razia  tersebut, kesal karena di tilang 

Namun sebagian pengendara menanggapi secara positif karena  tau tentang kelalaianya.


Bripka Kordianus Andi , Kanit Patwal Polres Sumba Barat Daya mengatakan, kepada wartawan Policewatchnews bahwa di Sumba Barat Daya   tingkat kecelakaan cenrung meningkat  dan tingkat ketidaktaatan pengendara  sengaja tidak pakai Helm, boncengan bertiga dll .

Tampaknya  masalah tertib Lalu lintas di Sumba barat daya adalah masalah Serius sebab pelanggaran yang terjadi (terstruktur sistimatis dan massal atau masif)pelaku pelanggaran Lalu lintas  bukan saja pemuda tapi orang tua dan ada pegawai.

Tanggapan masyarakat secra negatif itu wajar -wajar saja , petugas bukan mencari kesalahan,  kita menjalankan printah undang undang. Kata seorang petugas lantas polres Sumba barat daya(SBD).

Perilaku berkendaraan tidak aman hanya menimbulkan resiko buruk terhadap orang lain, Padahal arena  atau ruas jalan Lalu lintas adalah sarana umum,Untuk di nikmati brsama dengan cara benar dan aman.

Pewarta: Robert

Satlantas Polres Sumba Barat Daya lakukan penertiban kendaraan Roda dua di kota waitabula

AKBP Mikhael 


NTT, POLICEWATCH,-Satlantas polres Sumba barat daya  melakukan Razia penertiban kendaraan roda dua di kota waitabula kabupaten sumba barat daya.

Dalam giat tersebut Ratusan sepeda motor terjaring razia oleh satuan Lalulintas polres Sumba barat daya .

Operasi berjalan lancar , seperti disaksikan wartwan policewatchnews  tepatnya di depan kantor polres Sumba barat daya Senin 20/2/2020

Kasat lantas  Polres Sumba barat daya,IPTU Umar Saha terjun langsung memantau kegiatan tersebut

Dalam kesempatan itu wartawan policewatch  menemui  kanit Patwal polres Sumba barat daya ,bripka kordianus andy ,beliau sedang memberi arahan kepada masyarakat pelanggar pengendara roda dua  .

Di salah satu ruang tunggu kantor polres Sumba barat daya, Bripka Andi gordi .kanit laka lantas Mengatakan bahwa Angka kecelakaan paling tinggi di Nusa tenggara timur pada tahun 2017 hingga 2018 .

Hal ini  terjadi karena   pengendabanyaknya kelalaian pengendara roda dua di (sbd).

 Mulai dari reching ,lampu reting sim dan Helem sebagai pelindung kepala. Kebanyakan pelanggar bukan saja masyarakat

Ada oknum aparat  tidak pakai helm .di tahun 2019 yang lalu  bertepatan dengan kunjungan Gubernur Ntt  ada peresmian rumah sakit,beliau sendiri melihat langsung pengendara motor boncengan tiga bahkan empat orang, beliau sempat menggeleng kepala sambil berkata , kota atau apa ini.

Reporter : Robert

Warga kota tambolaka gembira menyaksikan kembang api di malam pergantian tahun



POLICEWATCH, Tambolaka Sumba Barat Daya Ntt.- Suasana malam pergantian tahun  baru di kota tambolaka di warnai pesta kembang api  memakan waktu kurang lebih 30 menit.Rabu 1 januari 2020

Pembakaran petasan di lakukan usai acara seremoni pergantian tahun sekitar pukul 00.00 wita.

Malam pergantian tahun di tambolaka  sangat meriah kebanyakan  di lakukan di rumah masing masing   bersama sanak saudara.

Di beberapa tempat ada acara malam pergantian tahun dengan pelbagai acara nyanyi karoke bersama sambil joget.

Polres Sumba Barat Daya dan TNI berkeliling mengantisipasi adanya hal hal yang akan terjadi.

Seperti di saksikan oleh wartawan  pihak polres dari polsek Laura menyambangi tempat dimana warga lokokaki meriahkan acara pergantian tahun dengan makan bersama dan  menyanyi.

KORNAS TRC PA KECAM, IBU KANDUNG HABISI NYAWA ANAK BALITANYA GARA - GARA NGOMPOL DI KASUR

Ketua Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Rusmini Supriadi (Bunda Naumi)


KUPANG, POLICEWATCH,-Seperti di beritakan Detiknews, Adriana Lulu Djami (33), seorang ibu rumah tangga di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tega menghabisi nyawa anaknya yang baru berusia 2 tahun hanya karena anaknya buang air kecil atau ngompol di kasur.

Adriana yang tinggal di rumah kostnya di Jalan TTU Uki Tau, Rt. 042 Rw. 002, Kelurahan Liliba Oebobo, Kota Kupang, NTT itu harus berurusan dengan polisi setelah diketahui hendak menguburkan zasad anaknya di jalur penghijauan Jalan Adi Sucipto Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang,

"Aksinya di ketahui saat 3 orang anggota POM AU sedang berpatroli",

Pelaku ditangkap oleh anggota POM AU yakni Serda Helman, Pratu Bayu dan Prada Kurniawan saat sedang berpatroli di kawasan itu, ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manase Jaha seperti dilansir Antara, Jumat (3/1/2020).

Adriana langsung dibawa ke pos POM AU. Anggota TNI AU lalu menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan pelaku.

"Adriana membunuh anak balitanya  dengan cara membenturkan kepalanya  secara berulang - ulang ke dinding,  akibatnya, korban mengalami luka pada bagian kepala, panas tinggi dan kejang - kejang hingga meninggal", tambah Hasri,

Menanggapi hal itu, Ketua Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Rusmini Supriadi (Bunda Naumi) sangat geram  atas perbuatan keji Adriana, agar tidak ada Adriana yang lain, Kornas TRC PA (Bunda Naumi) meminta pihak penegak hukum untuk menghukum Adriana dengan hukuman seumur hidup,

Pewarta: (Bagus/Robert)

BUPATI DAN WAKIL BUPATI SUMBA BARAT DAYA ,MENGAJAK MASYARAKAT SUMBA BARAT DAYA AKHIRI PERBEDAAN.

Reporter :Robert
 Bupati dan wakil Bupati kabupaten Sumba barat daya DR KORNELIS KODI METE DAN MAERTHEN CRISTIAN TAKA   S.IP 
POLICEWATCH.NEWS , NTT,- Bupati dan wakil Bupati kabupaten Sumba barat daya,dr kornelis kodi mete _Marthen cristian taka S.IP periode 2019_2024 mengajak seluruh lapisan dan komponen masyarakat agar mengakhiri  perbedaan ,seperti yang terjadi pada pilkada 2019 .yang berlalu biarlah berlalu mari kita akhiri .Sabtu 14 september  2019

Mari kita bersatu membangun daerah ini ,kita bergandengan tangan demi tentram sejahtera makmur rakyat sumba barat daya ,pesan ini di sampaikan bergantian di saat acara pesta rakyat Sumba barat daya di lapangan Galatama tambolaka.

Bupati dan wakil Bupati dalam program seratus hari ke depan hingga Desember 2019 yaitu program strategis 7 jembatan Emas   .Camat dan kepala Desa diminta untuk  bekrja ekstra dalam menyukseskan program tersebut ,camat dan kepala Desa adalah garda terdepan untuk menunjang pembangunan di sumba barat daya(sbd).bupati dan wakil Bupati ,dr kornelis kodi mete _marthen cristian taka S.IP akan mengutamakan Desa sehat ,cerdas  aliran listrik dan air minum bersih dan desa pariwisata.
   
Acara pesta Rakyat yang sangat meriah di hibur oleh penyanyi dari kupang biduan dari luar NTT.
Tampak hadir ketua DPP PDIP propnsi NTT Emilia julia namloni dan anggota DPRRI pusat,Herman heri***

Seorang Siswi SMP "Jadi Korban Pencabulan" Hingga Hamil 5 Bulan



Reporter :  Roby Danche Hanukh
ILUSTRASI PENCABULAN

MANGARAI,Kupang , MPW - MKK (15), pelajar SMP di Kampung Markimah, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menjadi korban pencabulan
Tidak hanya kehilangan masa depannya, apa yang dilakukan Barnabas Kawar yang terhitung masih keluarganya sendiri mengakibatkan MKK hingga hamil lima bulan.

Kasus MKK yang dicabuli kerabatnya ini sudah dilaporkan ke Polsek Wae Lengga , Kecamatan Kota Komba, Sabtu (1/12/2018) pagi.
Penyidik Reskrim Polsek Wae Lengga  sudah memeriksa MKK dan menahan Barnabas guna mempertanggungjawabankan perbuatannya.

Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda Daniel Djihu kepada POLICE WATCH Rabu (5/12/2018) pagi menjelaskan, kejadian yang menimpa MKK terjadi sekitar Juni 2018 lalu, Yang mana terungkapnya kasus cabul yang dialami MKK diketahui ibu korban yang membawa anaknya ke dukun beranak di kampung.

"Setelah itu sekitar tanggal 29 November 2018 sekitar pukul 17.00 wita ibu korban sempat curiga dengan anaknya karena perut semakin membesar.  Sang ibu lalu membawa anaknya ke dukun beranak untuk diurut. Sang dukun beranak sehabis memijat korban lalu memberitahu ibu korban kalau anaknya hamil 5 bulan.

Ibunya sempat bertanya siapa yang menghamilinya lalu korban memberitahu kalau ia dihamili Barnabas Kawar.

"Ibu korban lalu memberitahu apa yang dialami anaknya kepada Ketua RT. Di depan Ketua RT pelaku yang dipanggil mengakui perbuatannya," ujar Daniel.
Namun keluarga, tegas Daniel, menginginkan pelaku diproses secara hukum sehingga sudah ditangani Polsek Wae Lengga.