Kapolsek Maluk Dan Bhabinkamtibmas Maluk Gelar Sosialisasi TPPO Ke Pemdes 


Policewatch-Sumbawa Barat.

Kapolsek Maluk AKP. Rahmansyah bersama dengan Bhabinkamtibmas Maluk AIPDA Sugeng Riyanto Polres Sumbawa Barat melakukan kegiatan sosialisasi TPPO ke Pemdes dan masyarakat.

"Kapolsek melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang mekanisme pengiriman PMI ke luar negeri," kata Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap, S. Ik melalui Kasi humas IPDA Eddy Soebandi S. Sos kepada media.

Eddy mengatakan, Kapolsek memberikan himbauan kepada Kepala Desa Maluk serta stafnya untuk disampaikan kepada keluarga, masyarakat dan lingkungannya dampak PMI Ilegal. Kegiatan itu dilakukan pada Senin, 11 September 2023 pukul 10.30 Wita di kantor Desa Maluk.

Hasil kegiatannya, Kepala Desa & staf Desa Maluk memahami dampak dari keberangkatan melalui PJTKI ilegal dan menjadi PMI Ilegal dan kedepannya diharapkan masyarakat lebih memahami dalam perekrutan PMI, sehingga tidak ada lagi pengiriman PMI ilegal ke luar negeri. (Mn)

Hadiri Rapat Koordinasi P3A Dan Peternakan, Bhabinkamtibmas Benete Bahas Awik-awik



Policewatch-Sumbawa Barat.

Dalam memberikan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat, bhabinkamtibmas desa Benete Bripka Edi Purwanto mengikuti rapat koordinasi P3A dan peternak.

"Kegiatan rapat koordinasi P3A dan peternakan dilakukan pada Selasa,12 September 2023 pukul 20.00 Wita di aula kantor desa Benete Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat," kata Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap, S. Ik melalui Kasi humas IPDA Eddy Soebandi, S. Sos kepada media.

Eddy mengatakan, kegiatan itu diinisiasi oleh bhabinkamtibmas benete dan pemdes Benete dengan sasaran masyarakat desa Benete Kabupaten Sumbawa Barat. "Bhabinkamtibmas Benete menghadiri giat rapat koordinasi terkait pertanian dan peternakan, dalam menghadapi musim tanam di wilayah Desa Benete," ungkapnya.

Ia juga menuturkan, agenda rapat membahas terkait awik Awik (aturan adat) masalah ternak dan pertanian dan pembentukan pengurus baru P3A (perhimpunan petani pemakai air).

Hasil rapatnya, pemilik ternak wajib untuk menggembalakan ternaknya tidak dilepas liarkan. Pemilik lahan wajib memagari lahan nya dengan 7 lapis gapit. Untuk ketua p3A yang baru adalah kepala Desa Benete. Sebagai kordinator utama dari dua Gapoktan. "Alhamdulillah, giatnya berjalan dalam keadaan aman dan lancar tanpa ganguan apapun," tutupnya. (Mn)

LSM WIB Terima Kunjungan Silaturahmi Tokoh Wanita Berjiwa Kartini

 



Jakarta , POlICEWATCH NEWS, Ketua Umum (DPP LSM WIB) Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Waktu Indonesia Bergerak Siti Fatimah SH, menerima kedatangan Tokoh Wanita berjiwa kartini Ratna Sarumpaet dalam rangka bersilaturahmi dan syukuran LSM WIB secara langsung hari ini di sekretariat DPP LSM WIB. Rabu, (13/9/2023).


Dalam penyampaiannya, Siti Fatimah SH, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Tokoh Wanita berjiwa kartini Ratna Sarumpaet, yang telah datang bersilaturahmi di Kantor sekretariat DPP LSM WIB Wilayah Jl Pejaten Timur Pasar Minggu Jakarta Selatan.

"Terima kasih atas kedatangan dan silaturahminya, saya sebagai Ketua Umum Siti Fatimah SH, dengan senang hati menerima saran dan masukan Tokoh Wanita berjiwa kartini Ratna Sarumpaet untuk perbaikan institusi kedepannya," tuturnya.


Menurutnya sebagai pimpinan, dirinya akan mendengarkan dan memverifikasi setiap laporan yang masuk untuk ditindaklanjuti sesuai porsinya dengan tepat dan benar.


"Setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi, tentu setelah melalui verifikasi data dan hasil kordinasi bidang teknis dilapangan agar proporsional serta bersesuaian data, kemudian kami follow up," tuturnya.


"Mari kita saling berkordinasi dan bersinergi untuk kebaikan (LSM WIB) Lembaga Swadaya Masyarakat Waktu Indonesia Bergerak di masa mendatang," tutupnya.


Hadir mendampingi Ketua Umum Siti Fatimah SH, Pengawas Setya Gunawan, Kordinator Nasional Idrus Alhabsy, Panglima Achmad, Sekretaris Umum Yohan Yudistira, Bendahara Umum Ina Yuniarti, dan Humas Merry WM.

(Sumber ,humas,DPP LSM WIB)

(Irwan)

Lalu Hadrian Berharap NTB Optimal Hadapi PON agar prestasi atlit NTB makin diperhitungkan

 


Policewatch-Mataram

Ketua DPW PKB Provinsi NTB, H Lalu Hadrian Irfani mengatakan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke 21 di Aceh dan Sumut 2024 jadi momentum dan barometer untuk NTB sebagai tuan rumah PON ke 22 2028 bersama NTT.

Hadrian mendorong pemerintah daerah NTB dan stakeholders olahraga di daerah termasuk KONI untuk benar-benar menangkap momentum tersebut. Selain sebagai ajang menoreh prestasi olahraga daerah, juga sebagai inspirasi dan Trigger bagi masyarakat untuk gemar berolahraga agar sehat dan berprestasi. 

"Saya rasa PON ini momentum yang tepat untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Ada prestasi yang kita kejar di PON Aceh - Sumut 2024, ada juga barometer kita untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON 2028 NTB - NTT agar prestasi Atlit NTB makin diperhitungkan," kata H Lalu Hadrian Irfani, Rabu 13 September 2023

Menurut Hadrian, di tataran masyarakat, khususnya Lombok dan NTB secara umum olahraga sudah saatnya menjadi budaya hidup sehat. Apa pun cabang olahraganya selama masyatakat ikut mencintai dan melaksanakannya tentu akan sangat baik.

Indeks Derajat Kesehatan daerah ini juga akan terdongkrak jika olahraga bisa menjadi budaya masyarakat dan berprestasi pada ajang pertandingan olahraga baik tingkat daerah , nasional maupun internasional. 

"Pepatah dulu, mensana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat," kata Hadrian yang juga Caleg DPR RI dari PKB untuk Dapil NTB II, Pulau Lombok.

Sebagai Caleg yang bakal mewakili masyarakat Lombok di kursi Senayan, Hadrian akan berfokus pada pengembangan sektor pertanian dan pariwisata.


Ia mengatakan, olahraga erat kaitannya dengan pariwisata. Apalagi saat ini kawasan The Mandalika di Lombok Tengah sedang didorong menjadi destinasi sport tourism, menyusul adanya sirkuit berkelas internasional.

"Kalau PON 2024 Aceh - Sumut bisa kita pelajari dan terapkan pasti PON 2028 NTB akan semakin kuat dengan branding sport tourism ke depan. Dan saat itu, efek domino event PON ini pasti akan berimbas langsung ke pariwisata," ujarnya.

Hadrian meminta KONI dan Cabor-Cabor yang ada mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kepada masyarakat khususnya generasi muda agar mulai mengisi waktu luang dengan berolahraga. Setidaknya joging atau bersepeda santai.

Ke depan, paparnya, public space untuk berolahraga ringan seperti Taman Udayana di Kota Mataram dan lintasan sport di Mandalika Lombok Tengah, harus dikembangkan dan diperbanyak lagi.

Selain itu, pekan  olahraga juga harus mulai ditumbuhkan baik di tingkat Kecamatan, Kabupaten/Kota, dan Provinsi. Misalnya bola voli, tenis meja, bulu tangkis dan Cabor lainnya.

"Event-event Pekan Olahraga ini sangat penting untuk menjaring bibit-bibit atlit untuk cabor-cabor unggulan ," katanya. 

Politisi Humble dari PKB ini menambahkan, memasyarakatkan olahraga tak hanya penting digalakan di sekolah umum, tetapi juga di kalangan Pondok Pesantren.

Sebab, santri dan santriwati di Ponpes yang ada di Lombok, NTB juga sangat potensial jika digali bakat olahraganya

"Pola hidup sehat para santri dan santriwati di lingkungan Ponpes justru lebih tertib dan teratur. Tentu banyak talent-talent terpendam di Ponpes," kata Caleg DPR RI dengan jargon Batur Ite ini.

Oleh karenanya, Hadrian berencana akan membuat kegiatan-kegiatan olahraga yang melibatkan potensi Ponpes di Lombok.

"Insha Allah kalau kami diberi amanah di kursi Senayan, semua akan kita perjuangkan," tukas Hadrian.

Mn

Sat Samapta Polres Sumbawa Barat distribusi Air Bersih Kepada Warga Senayan


Policewatch-Sumbawa Barat.

Musim kemarau beberapa wilayah Kabupaten Sumbawa Barat mengalami kekurangan air bersih,anggota Sat Samapta Polres Sumbawa Barat distribusi Air Bersih (DIASIH) Kepada warga RT 14/01 Dusun Senayan Bawah Desa Senayan Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap S.IK melalui Kasi Humas IPDA Eddy Soebandi S.Sos menyampaikan, distribusi air bersih merupakan inovasi dari Kapolres Sumbawa Barat, apalagi dalam saat sekarang ini mulai masuk musim kemarau.

"Yang mana warga di RT 14/01 sangat kesulitan dengan air bersih, rata-rata warga mengambil air dari mata air yang ada di gunung.Sehingga anggota Bhabinkamtibmas dan Sat Samapta Polres Sumbawa Barat distribusi Air Bersih sebagai kepedulian Polri terhadap masyarakat, " jelas eddy rabu (13/9/23).

Tentu dengan kegiatan melalui inovasi  Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap S.IK distribusi air bersih (DIASIH),Masyarakat merasa senang  dan bahagia, sehingga air bersih bisa dimanfaatkan sebagai masak dan mandi.

" Warga masyarakat mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada Kapolres Sumbawa Barat dengan sebesar besarnya.Semoga apa yang menjadi kebaikan  oleh Kapolres Sumbawa Barat nanti pasti akan di balas dengan kebaikan pula," pungkasnya (mn)

Kades Edi Suparno Merasa Terancam Minta Bantuan Keamanan Polsek dan Koramil Merapi

 


POLICEWATCH.NEWS - LAHAT - Paska aksi masyarakat geruduk rumah kades Gunung Kembang Edi Suparno, pihak kecamatan Merapi Timur melakukan mediasi di kantor camat Merapi Timur dihadiri Camat Merapi Timur Aria Pulun,SE, Kapolsek Merapi AKP Husen Ahmad,SH, Danramil Merapi Kapten Inf ,Agus Subakto , dihadiri juga kuasa hukum dari  ibu Dewiyanti Herman Hamzah,SH.MH, serta dihadiri Kades Gunung Kembang Edi Suparno, didampingi perangkat desa, dan BPD pada Rabu (13/9)


Camat Merapi Timur Aria Pulun,SE dalam pertemuan mediasi dia mengatakan karena perwakilan pihak masyarakat tidak hadir maka diagendakan pada Jumat tanggal 15 September 2023,

Aria Pulun menjelaskan bahwa untuk penutupan yang diminta oleh masyarakat Gunung Kembang, itu yang berhak dari Dinas ESDM Provinsi Sumsel, dan DLH ungkap nya 

Senada juga dikatakan oleh Kapolsek Merapi AKP Husen Ahmad.SH, agar tetap menjaga kondusif, sebagai kades pinta " Kades Gunung Kembang Edi Suparno untuk dapat membuat surat kepada Bupati Lahat, dan yang terkait, ujar " Husen 


Terpisah Kades gunung kembang Edi Suparno saat diwawancarai wartawan apabila rumah saya didatangi warga saya sudah minta perlindungan hukum kepada Polsek Merapi dan Koramil, 


Terpisah Herman Hamzah,SH.MH saya Selaku kuasa ibu Dewiyanti selaku komisaris CV.DS Permata bahwa  " klien saya didalam mendirikan dan menjalankan CV. DS Permata telah melalui tahapan dan mekanisme sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku hingga izinnya terbit.


Saya berharap  masyarakat jangan mau ditunggangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan terprovokasi sehingga akan menimbulkan akibat hukum atas gangguan dan menghalang-halangi,merintangi kegiatan usaha pertambangan tersebut dikarenakan CV. DS Permata milik klien saya sudah jelas legalitasnya.


Dan jikalau masih saja memaksakan kehendak maka akan ada akibat hukum sangat jelas menghalangi kegiatan usaha pertambangan yang telah memiliki izin


Maka akan dipidana sebagaimana diatur di UU No. 4 Tahun 2009 sebagaimana telah diubah menjadi UU No.3 Tahun 2020 Tentang Mineral dan Batubara dalam Pasal 86f huruf b dan Pasal 136 ayat ( 2 ) dipidana dengan pidana kurungan selama 1 ( satu ) tahun atau denda paling banyak 100.000.000


(Bambang MD)

DPP LSM WIB Belasungkawa Untuk Maroko, Dari Rakyat Indonesia




Jakarta, POlICEWATCH (DPP LSM WIB) Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Waktu Indonesia Bergerak Belasungkawa untuk maroko, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kondisi duka menyelimuti saudara kita di Maroko, pasca gempa 6.8 Magnitudo Jumat malam, 8 September 2023, meluluh lantakan ribuan bangunan.

Dikabarkan lebih dari 2000 jiwa meninggal dunia serta ribuan lainnya luka-luka. 

Gempa dahsyat tersebut terjadi di berbagai wilayah, termasuk Provinsi Al Haouz dan Marrakesh, serta Kota Ouarzazate, Azilal, Chichaous dan Taroudant, Rabu (13/9/2023).

Dan dibutuhkan banyak bantuan bagi para korban bencana gempa, untuk pendampingan di masa darurat dan pasca bencana, seperti makanan siap saji dan berbagai bantuan darurat lainnya.

Mari bantu dan ringankan beban saudara kita disana.( Irwan)

PRAJURIT MINANGKABAU YANG TERLUPAKAN SEJARAH


Ketangguhan Prajurit dan Tentara  Minangkabau Dalam Sejarah Indonesia, Riwayatmu dulu dan kini...

Sriwijaya terbentuk di Palembang tahun 683 M di Kedukan Bukit tertera “ Dapunta Hyang dari Minanga Tamwan membawa bala tentara dua laksa (dua puluh ribu orang) menuju pelimpang (Palembang) dan membuat wanua (kota) ”.

Minanga ini menurut orang Palembang adalah Pasemah dengan Bukit Siguntang Nahameru, sebagian sejarahwan Palembang mengatakan orang Palembang sendiri yang melakukan ekspedisi militer, bukan sebaliknya, tetapi para arkeolog (Purbacaraka yang sejarahwan Jawa, Westenenk sejarawan Belanda) menyatakan bahwa yang dimaksud “MINANGA” adalah daerah pertemuan sungai Kampar kiri dan kanan di perbatasan Sumbar, Riau dan Sumut.

Dan tidak mungkin Prasasti ditegakkan di tempat awal mula sebuah ekspedisi perjalanan Militer, tetapi mesti di tempat ekspedisi tersebut.

Minanga itu adalah daerah Minangkabau Timur semasa Dapunta Hyang melakukan ekspedisi militer ke Palembang. Artinya ORANG MINANGKABAU DAN MELAYU RIAU MELAKUKAN EKSPEDISI MILITER untuk menundukkan Palembang dan mendirikan kerajaan di sana, yang dinamakan ”SRIWIJAYA”.

Now kita ke sejarah Majapahit, tahun 1275 Prajurit Singosari melakukan Ekspedisi Pamalayu dan mengadakan persekutuan Militer dengan Melayu, lalu melawatlah dua Putri Melayu ke Jawa yaitu Dara Petak dan Dara Jingga asal Kerajaan Darmasraya Minangkabau untuk dipilih oleh Penguasa Singosari jadi Permaisuri demi mengikat persaudaraan. Dara Jingga diper-sunting Raden Wijaya dan dijadikan permaisuri utama, lahirlah Jayanegara selaku Raja Majapahit yang ke 2. Dia adalah blasteran darah Jawa dan Minangkabau.

Artinya ada RAJA MAJAPAHIT BERDARAH MELAYU MINANGKABAU dan kala itu Majapahit mulai melakukan ekspansi militer keberbagai daerah seperti Pahang, Dompo, Borneo, Pasai, Palembang, Bali, Celebes, Irian, Timor.

Siapa yang melakukan? Yaitu Gajah Mada yang bertekad ”Sumpah Palapa” dengan prajurit Jawa, Madura dan dengan bantuan MANGGALAYUDHA ADITIYAWARMAN YANG JAWA MINANGKABAU dengan barisan-barisan Melayu, Minangkabau dan Palembang membantu Jawa meluaskan kekuasaan ke segenap penjuru Nusantara.

Artinya: KONTRIBUSI PETARUNG MILITER MINANGKABAU MEMBERI ANDIL BAGI MELUASNYA KEKUASAAN MAJAPAHIT.

Ini yang tidak diketahui kebanyakan orang yang mengira Majapahit hanyalah usaha orang Jawa semata-mata tanpa bantuan siapa-siapa. Bahkan ketika pemberontakan pemberontakan Sadeng dan Kuti di Jawa, prajurit asal Melayu dan Minangkabau dikerahkan untuk menumpas, sedang prajurit Majapahit sudah tidak sanggup mengatasi.

Aditiawarman kembali pulang ke tanah leluhur yaitu Minangkabau dan sebuah kerajaan baru yaitu PAGARUYUNG. Tetapi Majapahit mulai berusaha mencengkram lebih keras dari Pagaruyung YANG AWALNYA ADALAH PARTNER DAN SEKUTU yang semula dipimpin oleh Aditiawarman yang berjasa besar bagi Majapahit.

Selanjutnya apa yang terjadi? Majapahit perang dengan Minangkabau dan melakukan invasi militer ke Pagaruyung pada tahun 1300an dan dihadang di daerah dekat Sawah Lunto Sijunjung.

HASILNYA: PRAJURIT MAJAPAHIT HANCUR BINASA.

Daerah itu begitu busuknya oleh mayat prajurit Jawa, akhirnya dinamakan PADANG SIBUSUK (Aditiawarman sudah lama meninggal kala perang terjadi). ARTINYA INVASI MILITER MAJAPAHIT GAGAL TOTAL DI TANAH MINANG.

Nah, mulailah berdatangan pelaut-pelaut asing yaitu Portugis, Belanda, Inggris dan Prancis ke wilayah Nusantara. Minangkabau yang berjiwa pelayar mulai mendapat saingan dagang dari orang asing, termasuk Padang mulai dilirik VOC Belanda, dan tahun 1665 VOC dengan bantuan orang Bugis Makassar melakukan tindakan militer di Padang, dan ditantang oleh orang Pauh Minang dengan sokongan pelaut Aceh. Belanda berhasil di Padang tetapi apa yang terjadi?

Apa Belanda enak dapat hasil jajahan di Padang? No, yang muncul adalah PERANG TERUS-MENERUS SELAMA LEBIH 1 ABAD DENGAN PENDEKAR-PENDEKAR PAUH, KOTO TENGAH, PARIAMAN, PAINAN DAN AIRBANGIS.

Perang skala menengah terjadi lebih dari 25 kali dari tahun 1665 hingga 1789 demi merebut kembali Padang, Pariaman, Painan dari tangan Belanda VOC. Usaha ini gagal-berhasil lalu gagal, memang , tapi hal ini menunjukkan ada SEMANGAT PERANG TINGGI DARI ORANG MINANG SELAMA VOC BERKUASA.

Lalu VOC bubar dan diganti dengan Hindia Belanda abad ke 18. Paderi Islam fanatik di pedalaman Minang sejak tahun 1803, dan ini membuat Belanda iri dan bersekutu dengan kaum Adat untuk menyerang basis militer Paderi tahun 1821. Maka pecahlah perang yang berlangsung selama 24 tahun hingga 1845, benteng Bonjol pertahanan terkuat Paderi telah jatuh tahun 1837, jadi bukan 16 tahun perang berlangsung namun 24 tahun yang merupakan SALAH SATU PERANG PALING BERAT BAGI BELANDA SELAMA PERLUASAN KEKUASAAN DI NUSANTARA.

Ada 3 medan perang yang berat bagi Belanda dan bisa menghancurkan kekuatan Militer Hindia

Perang Aceh dari tahun 1873-1904 bahkan hingga kejatuhan Belanda dari Jepang.
Perang Jawa dari tahun 1825 hingga 1830, yang memakan korban 15ribu tewas di pihak Belanda.
Perang Paderi di Minangkabau yang susah payah dan kalah- menang, juga perlu kerahkan kekuatan penuh selama 24 tahun akhirnya Belanda baru berhasil menguasai seluruhnya.
Semasa Perang Paderi, Belanda perlu mengerahkan tentara Eropa (Tentara Belanda sendiri, bekas serdadu Napoleon di Jawa, serdadu Inggris bekas bawahan Raffles, serdadu bayaran dari Jerman, Prancis, Luxemburg, Belgia dll), serdadu AfriKa (Ghana dan Africa Selatan) dan plus petarung dari daratan Jawa (barisan Sentot), Pelaut dan pejuang Bugis, Ambon, Madura, Batak Animisme dan kaum Adat Minang sekutu Belanda. Sedang di pihak Paderi Islam barisan Tuanku Imam Bonjol membantu Kaum Adat berpihak ke Paderi, lalu pelaut Aceh, barisan Batak mandailing Islam di bawah kepemimpinan Tuanku Rao, barisan Riau dipimpin Tuanku Tambusai, dan sebagian dari barisan Sentot asal Jawa yang berpihak ke Paderi.

Belanda harus mengerahkan 25000 sd 35000 pasukan baik reguler, campuran dan pribumi Nusantara dan harus menurunkan 5 jenderalnya demi menundukkan Minangkabau yaitu Kom Jend Van Den Bosch (si tanam paksa), Letnan Jend Riesz (jagoan perang Diponegoro), Jend Major Clearens (yang menangkap Diponegoro) dan Jend mayor Coghius (panglima paling tinggi Angkatan Darat Hindia Belanda) dan Jend Major Hendriks.

Barulah di tangan Jend Mayor Coghius, Belanda berhasil merebut benteng Bonjol tahun 1837, dan perang masih dapat skala kecil hingga tahun 1845 dengan Jend Mayor Hendriks selaku pimpinan Militer.

Artinya PETARUNG MINANG TELAH MEMPERLIHATKAN KEBOLEHAN PERANG SELAMA 24 TAHUN WALAU MENGHADAPI KEKUATAN GABUNGAN EROPA, AFRIKA DAN PRIBUMI NUSANTARA. APAKAH 24 TAHUN PERANG ADALAH BUKTI TIDAK ADANYA POTENSI PERANG ORANG MINANG?

VOC dasar di Sulawesi Selatan tanahnya Bugis Makassar. Kemenangan VOC dibantu Arung Palakka menguasai Kerajaan Goa Sultan Hasanuddin tahun 1669, maka dimulailah diaspora dan pelaut Bugis keluar dari GOA yang menjadikan mereka seperti pelaut kalap dan garang di lautan Nusantara. Pelaut Bugis Makassar menjadi pejuang yang menakutkan di lautan Nusantara, termasuk di Semenanjung Malaysia. Pelaut Bugis mencari daerah baru untuk dikuasai, dan ketahuilah agressi Bugis mendapat tantangan dari Orang-orang Minangkabau.

Di Semenanjung, tepatnya di Johor terjadi bentrokan keras antara Bugis dan Minang, juga di Selangor, Trengganu, Pahang, Negeri Sembilan dan Pulau Penang. Warrior ticketing Bugis yang begitu ditakuti dibersihkan oleh orang Minang dari Negeri Sembilan dan Pulau Penang, tetapi wilayah Johor, Trengganu dan Pahang, Bugislah yang memegang kendali. Perseteruan Minangkabau-Bugis dalam menguasai Semenanjung menjadikan dua suku bangsa ini sebagai tukang perang di Sumatera dan Malaysia selama abad ke 17 dan 18.

Ada 5-6 suku bangsa di Nusantara ini yang dikenal sebagai tukang perang pertengahan  yaitu,

Jawa yang terus bergolak sejak abad ke 6 dalam perang saudara, perang agresi, perang pertahanan wilayah plus konfrontasi dengan Belanda,
Aceh yang adalah agressor perang di Semenanjung Malaya juga pantai-pantai Sumatera melawan Belanda dan Portugis,
Bugis dengan pelaut-pelaut warrior menakutkan yang melayari lautan Nusantara,
Lalu Ambon yang berperang dengan beringas pihak Belanda.
Berikutnya Madura dengan keahlian perang istimewa yang membuat mereka menjadi pasukan bayaran Hindia Belanda.
Minangkabau yang sejak era Sriwijaya adalah petarung-petarung beladiri yang dipakai Sriwijaya, Majapahit saat perluasan wilayah Nusantara, Aceh semasa menyerbu Portugis di Malaka, Sultan Hasannuddin ketika mempertahankan GOA dalam gabungan aliansi Bugis GOA-Melayu, juga Perang di Palembang ketika Sultan Badarruddin perang dengan Belanda tahun 1825 dan gabungan gabungan prajurit Palembang dan pendekar perantau Minang di sungai musi, termasuk perang Pasemah di SumSel ketika Tuanku Imam Perdipo dengan barisan Paderi minang dan penduduk setempat mempertahankan Pasemah, dan perlawanan Sisingamangaraja di tanah Batak dengan bantuan petarung Minang kerja sama dengan Aceh, dan Perang Aceh di mana perantau Minang keturunan Aceh-Minang yaitu Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien yang berdarah Minang.
Sekarang di masa perjuangan kemerdekaan, terlihat orang Minang banyak yang telibat perjuangan politik yaitu Hatta, Syahrir, Tan Malaka dan H Agus Salim. Terlihat tidak ada perjuangan pasukan yang dilakukan orang Minang. Apa tidak ada sama sekali perang kemerdekaan di Minangkabau? Orang hanya tahu perang mulut diplomatik dilakukan pejuang Minang, tetapi sejarah tidak mencakup apa-apa tentang perjuangan tentara di Sumatera Barat. Mengapa?

JAWABANNYA ADALAH STRATEGI POLITIK PEMERINTAH PUSAT KEKUASAAN.

Fakta sejarah di Minangkabau adalah perjuangan tidak kalah dengan perjuangan mulut diplomatik Politis. Semasa Agresi Militer Belanda I tanggal 21 Juni 1947, tentara RI di Minangkabau justru berhasil menghadang laju perluasan wilayah di tiga sekaligus, yaitu

Padang luar kota daerah Kepala Datar,
Siguntur Pesisir Selatan
Lubuk Alung di Padang pariaman.
Bahkan tanggal 27 Juni 1947 DI KEPALA DATAR DEKAT PABRIK SEMEN PADANG, TENTARA BELANDA MENGALAMI KEHANCURAN MASSIF dan udah kembali ke kota Padang dengan sisa-sisa kekuatan.

MENGAPA PRESTASI MILITER ORANG MINANG ini tidak tercatat dalam buku pelajaran sejarah Umum Pelajar kita? Mengapa kekalahan Belanda di Ambarawa tahun 1947 di tangan Jend. Sudirman dijadikan hafalan dalam buku pelajaran sejarah? Mengapa sejarah kota Pahlawan Surabaya begitu berkibar?

JAWABANNYA ADALAH SENTRA KEKUASAAN DI JAWA TIDAK INGIN DAERAH, TERKHUSUS MINANGKABAU, TERLIHAT MENONJOL DALAM SEJARAH MILITER.

Agresi militer Belanda II dilancarkan pada tanggal 18 Desember 1948, dan jatuhlah Jogja dalam tempo 4 jam saja dalam sebuah penyerbuan sistem blitzkriek (serbuan kilat), dan di Sumatera Barat yang pusat ibukota Sumatera, Bukittinggi yang diserbu pada tanggal yang sama dan sistem serbu yang sama ( blitzkriek) baru jatuh ke tangan Belanda tanggal 24 Desember 1948. Artinya Bukittinggi DIPERTAHANKAN 4 HARI LEBIH LAMA oleh Divisi XI Banteng dikomandoi Letkol Dahlan Djambek, dibanding Ibukota Negara Jogja yang terdapat Divisi Diponegoro yang kesohor dengan Letkol Soeharto ada di sana. Jogja jatuh hanya 4 jam penyerbuan kilat lewat udara dan darat, sedang Bukittinggi jatuh 4 hari dengan upaya mati-matian Belanda lewat darat dan udara, padahal segi persenjataan kalah jauh dibanding mesin-mesin Perang Belanda. Apakah ini bukan prestasi lagi? Mengapa tidak dijadikan hafalan anak sekolah?

JAWABNYA SENTRA KEKUASAAN DI JAWA TIDAK INGIN TERLIHAT LEMAH DALAM SEJARAH MILITER DIBANDING DAERAH. Maka didiamkan saja fakta keras ini.

Lalu Soekarno, Hatta dan Syahrir tertawan dan dikirim ke Rantau Prapat dekat Toba Samosir. Mengapa kok ke daerah Sumatera utara? Jawabnya sebab di daerah sekitar danau Toba dan Prapat aman dari serangan gerilyawan Republik, yang berarti juga tidak ada perlawanan gerilya berarti di Sumatera Utara oleh Pejuang-pejuang Medan sekitarnya. Arti lainnya adalah bahwa tidak ada perlawanan berarti di Sumatera Utara. Lho kan orang Batak jago perang? 

Fakta keras adalah bahwa gerilyawan di tanah Batak sibuk perang sesama mereka, melawan Belanda. Barisan Mayor Malao dengan barisan Mayor Bejo dan Saragih Ras juga Gerombolan Naga terbang di Sumatera Utara saling serbu dan menghambur-hamburkan peluru sesama mereka, sehingga Belanda menjadi gampang mengatasi gerilyawan Batak. Dan yang lebih aneh lagi justru banyak orang Batak yang diangkat jadi jenderal semasa Soekarno dan Soeharto, di antaranya AH Nasution yang Jend bintang 5 setara dengan Sudirman dan Soeharto sendiri, lalu TB Simatupang jendral penuh, Maraden Pangabean dan Feisal Tanjung jendral penuh.

Beda dengan di Sumatera Barat yang ibukota Sumatera kala itu, perjuangan gerilya begitu gencarnya sejak agresi ke II Belanda tanggal 18 Desember 1948 hingga akhir Oktober 1949, perjuangan bersenjata di sini membuat Belanda PUTUS ASA, membuktikan kesatuan orang Minang begitu solid dengan tekad mempertahankan PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) yang berpusat di daerah Koto Alam 50 Kota. Sementara itu Pemerintahan RI sudah ditawan Belanda. Maka Militer Minangkabau Divisi IX Banteng begitu keras dalam upaya mengacaukan formasi Belanda di Minangkabau, dan Belanda tidak mampu membangun Negara Boneka di Minangkabau di daerah lain:

Di Jawa ada terdapat Negara Pasundan, dan Negara Jawa Timur.
Di Sumatera: Negara Sumatera Timur dengan Medan pusatnya,
Negara Sumatera Selatan dengan ibukotanya Palembang.
Akan tetapi di Minangkabau, Belanda gagal total sebab perjuangan Gerilya begitu gencar dan upaya Politik gagal diterapkan. Apakah ini bukan Prestasi militer? Mengapa tidak dihafalkan di buku sejarah umum pelajar kita?

Jawabnya: SENTRA KEKUASAAN DI JAWA TIDAK INGIN TERLIHAT TIDAK BERDAYA SECARA MILITER DIBANDING MINANGKABAU.

Lalu datang masa kemerdekaan. Pemerintahan Soekarno dalam tawanan Belanda lebih disambut rakyat pemerintahan darurat PDRI dalam Gerilya bersenjata, berjanji Roem-Royen dapat dikembalikannya pemerintahan Jogja dan PDRI dipandang sebelah mata. Lalu Divisi tangguh Minang yaitu Divisi IX Banteng dibubarkan karena ketakutan Pusat pada Minangkabau jika Militer Minang terlalu kuat nantinya.

Dari 23000 Militer Minang sekarang disusutkan jadi hanya 4000 tentara dalam 4 batalyon saja, lalu AH Nasution memutuskan Minangkabau di bawah Militer Medan yang ditempatkan di bawah Medan dalam Divisi Bukit Barisan. Orang Minang yang bertempur pahit-getir dan mengakibatkan banyak korban tewas di pihak Belanda justru ditampilkan di bawah Medan , 

Maka muncullah Gerakan PRRI tahun 1958 sebagai akibat ketidakpuasan atas keputusan pemerintahan Pusat Soekarno yang otoriter tanpa ingat jasa Militer Minang mempertahankan Pemerintahan Darurat (PDRI) semasa Soekarno dalam tawanan Belanda. Apalagi Bung Hatta mengundurkan diri tahun 1956 akibat sikap Soekarno yang cenderung Diktator totaliter, juga bangkitnya PKI yang jelas pernah menikam RI dari belakang dengan pemberontakan PKI di Madiun, membuat Militer Minang bangkit kembali dan menantang pemerintahan Soekarno yang membubarkan Kabinet Djuanda yang sarat orang Komunis dan Hatta kembali ke Pemerintahan.

Militer Minang sebetulnya tidak sungguh-sungguh dalam menantang Pusat, pernyataan PRRI lebih kepada gerakan moral dan menyertakan Politik dibanding pemberontakan bersenjata .. Tahun 1958 itu lahirlah Ultimatum PRRI oleh Syafruddin Prawiranegara dan Ahmad Hussein selaku pimpinan Militer yang marah pada Soekarno, karena saat Pemerintahan darurat PDRI semasa perang gerilya tahun 1949 bertempur dengan darah, keringat dan rasa sakit menghadapi agresi Belanda, 

Akhirnya PRRI direaksi Pemerintahan Soekarno dengan mengirim Tentara dari pusat sebanyak 7500-10.000 tentara dari Kodam Diponegoro, Siliwangi, Brawijaya dan elit Banteng Raiders juga KKO khusus Marinir AL ke Minangkabau dengan 5-7 Kapal Perang juga Pesawat Tempur peninggalan Belanda dengan Kolonel Ahmad Yani selaku pimpinan tempur dengan sandi Operasi 17 Agustus. Artinya ultimatum atau tepatnya “disertakan” PRRI akan dijawab dengan serbuan dari darat, laut dan udara dengan segala peralatan militer Pusat.

APA YANG TERJADI DI TANAH MINANG? Terjadi perpecahan dan keragu-raguan apakah orang Minang akan berubah menjadi tentara Pusat, atau bagaimana? Yang diperangi adalah rekan seperjuangan semasa invasi Belanda.

Sebagian tentara Sumatera Barat lantas mengundurkan diri dari PRRI dan berpihak pada Pusat, termasuk Kepala Kepolisian Sumbar berpihak pada Pusat di Jawa. Sementara itu yang siap perang justru mundur sebab tidak tega sesama orang Indonesia. Teluk Bayur dibiarkan dimasuki tentara Pusat tanpa ada letusan senjata sama sekali dari pihak PRRI, sebab tidak ada pembenaran moril untuk membunuh tentara RI. Padang dan Bukittinggi juga demikian, dikosongkan pihak pemberontak dan dimasuki Tentara pusat tanpa perlawanan sama sekali.

APA LANTAS ORANG MINANG DI-CAP TIDAK BERANI PERANG ??? Bukan !!!

Ketidak-tegaan perang yang jadi alasan mundurnya tentara pemberontak kepedalaman Minangkabau. Tentara PRRI tidak tega ras tentara Nasional sebab PRRI adalah gerakan yang terburu-buru tanpa ada kebenaran moril: untuk apa perang? Untuk apa menumpahkan darah ?? Buat apa memecah kesatuan Militer Nasional? Apa gunanya merobek kesatuan Republik? Akhirnya pemberontak PRRI mengalah dan seluruh Sumatera Barat dikuasai Pusat tanpa ada perlawanan berarti. Inilah fakta keras bukan omongan estafet! Dan pemberontakan ini menghasilkan semangat Politik dan Militer orang Minang hingga kini.

Lalu cap orang Minang tidak berani perang? Betul-betul membuat memori saya bekerja lumayan keras membuka sejarah perang orang Minang sejak awal Peradaban nusantara ini.

 Saya selaku putra Minang punya kewajiban untuk menegakkan benang basah dan meletakkan sejarah Minang ke tempat yang semestinya. 

Sumber sejarah Prajurit Minang..
redaksi Mpp..
H.Irvan A.Wakid

Bakti Kesehatan Donor Darah Meriahkan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-68


Policewatch-Kota Bima.

Dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-68, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bima Kota Polda NTB menggelar kegiatan bakti kesehatan donor darah yang diikuti oleh personil Polres Bima Kota dan masyarakat umum. Puluhan pendonor antusias berkumpul di aula Rupattama Polres Bima Kota untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung meriah ini.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya Sat Lantas Polres Bima Kota dalam meningkatkan kesadaran dan semangat berbagi di tengah-tengah masyarakat. Donor darah bukan hanya sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan kepada korban kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan persediaan darah darurat.

Begitu Kabar di sampaikan oleh Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K Melalui Kasat lantas Iptu Novit Haru Prasatyo, S.Tr.K, S.I.K.  yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa kegiatan bakti kesehatan donor darah ini merupakan bagian dari komitmen pihak kepolisian dalam berkontribusi positif kepada masyarakat. "Melalui kegiatan ini, kami ingin menggandeng masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di jalan raya, sambil memberikan manfaat kesehatan kepada mereka yang membutuhkan," kata Iptu Novit Herman.

Kegiatan donor darah diawasi langsung oleh Wakil Kepala Polres Bima Kota, Kompol Herman, S.H., yang secara aktif memberikan semangat kepada peserta. Ia juga menekankan pentingnya kegiatan ini dalam konteks kepedulian sosial dan sebagai sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Para peserta donor darah tidak hanya berasal dari kalangan personil Polres Bima Kota, tetapi juga diikuti oleh anggota masyarakat umum yang peduli terhadap kemanusiaan. Semangat kebersamaan terasa begitu kuat dalam ruang aula Rupattama, di mana puluhan pendonor dengan sukarela menyumbangkan darahnya.

Kegiatan bakti kesehatan donor darah ini menjadi contoh nyata bahwa kepolisian hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun solidaritas sosial dan menjaga kesehatan bersama. Semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya.

Mn

Kapolsek KPL Tano Gelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD),Guna Antisipasi Tindak Pidana 3C


Policewatch-Sumbawa Barat.

Guna antisipasi tindak pidana Curat, Curas, Curanmor (3C) dan tindak pidana lainnya, Kapolsek Kawasan Laut Poto Tano IPTU Nurlana bersama 3 orang Personil menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), pada Senin (12/9/2023), pukul 00.30 Wita, bertempat di Pos satu Pelabuhan Laut Poto Tano.

"KRYD di laksanakan dalam mendukung Program Kapolri tentang Presisi Kapolri no. Urut 2 tentang menjamin keamanan  untuk mendukung Program Pembangunan," kata Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap S.I.K melalui Kasi Humas Polres IPDA Edi Sobandi Adireja, S.Sos.

Lanjut Kasi Humas, tujuan dari Kegiatan Rutin Yang Di Tingkatkan (KRYD) guna antisipasi tindak pidana Pencurian dengan pemberatan, (Curat), Pencurian dengan kekerasan (Curas), dan Pencurian kendaraan bermotor curanmor (3C) dan tindak pidana lainnya. Juga untuk menekan timbulnya gangguan kamtibmas di wilayah Sumbawa Barat khususnya di Kawasan Pelabuhan Laut Poto Tano sebagai gerbang lintas Pulau Sumbawa.

"Adapun sasaran kegiatan di pusatkan  kepada Masyarakat pengguna Jasa Pelabuhan, sebagai antisipasi peredaran minuman keras (Miras), antisipasi orang yang membawa senjata tajam (Sajam) dan senjata api (Senpi), antisipasi masuknya narkoba, antisipasi kendaraan yang membawa bahan peledak (Handak), Barang muatan ilegal dan Kendaraan tanpa dokumen yang lengkap dan sah," jelasnya.

Kasi Humas memaparkan, Kapolsek kawasan pelabuhan laut Tano IPTU Nurlana dan Personil memberikan teguran kepada supir agar barang - barang muatan tidak melebihi kapasitas, memberikan teguran secara lisan kepada sopir atau kondektur angkutan umum agar tidak menaikan penumpang berada di atap kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan, dan berikan teguran terhadap penumpang atau pengguna jasa pelabuhan yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan Covid 19.

" Kegiatan rutin yang di tingkatkan berjalan lancar aman dan terkendali," pungkasnya.

Mn

Dishub Kabupaten Labuhanbatu Selatan Adakan Sosialisasi Retribusi Pelayanan Parkir.

 

Media Policewatch news Sumatera Utara.

Untuk meningkatkan PAD di Kabupaten Labuhanbatu Selatan bukan hanya di topang dari sumber daya alamnya saja akan tetapi sumber daya manusia nya juga perlu berperan penting dalam menopang dan menata bagaimana cara agar Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan bisa meningkat hingga menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Namun segala sesuatu nya mesti harus saling bersinergi dan didukung sepenuhnya oleh seluruh masyarakat. Baik itu dari jajaran aparat penegak hukum, instansi dan juga masyarakat umum. sebagai contoh, seperti membayar pajak kendaraan, rumah tempat tinggal ( PBB )dan lain sebagainya.


Oleh sebab itu, Selasa ( 12/09/2023 ) sekira pukul 14.00 wib, Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang di wakili oleh Reza Fahlevi Nasution, S.STP, M,AP ( Sekretaris Dishub ), Ikhwan Sahbana Hasibuan, S.pd ( Kabid Sarpras), Roni Sihombing, SE, Fernando, Habib Aspri, SH dan beberapa anggota dari Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Selatan adakan sosialisasi retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum kepada para masyarakat khususnya yang telah mengkelola parkir di wilayah Kecamatan Torgamba khususnya. Hal ini diadakan agar para juru parkir atau petugas parkir memiliki legalitas identitas yang resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sehingga jika hal tersebut dapat terjalin sinergitas yang baik dan benar maka sudah dapat di pastikan pendapatan asli Daerah ( PAD ) khususnya di Kabupaten Labuhanbatu Selatan akan meningkat sehingga  pembangunan di segala bidang khususnya di Kabupaten Labuhanbatu Selatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Namun semua itu harus saling bersinergi dan juga kewajiban retribusi para juru parkir ataupun petugas parkir tetap berjalan dengan lancar dan baik kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Selatan sehingga  PAD Kabupaten Labuhanbatu Selatan makin bertambah dan juga tidak ada lagi petugas parkir ataupun juru parkir yang liar atau tidak memiliki legalitas yang sah. Semoga sosialisasi retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum khususnya di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan dapat berjalan dengan baik, benar dan lancar sehingga selain meningkatkan PAD akan tetapi dapat menciptakan lapangan kerja yang punya penghasilan serta mengurangi angka pengangguran. ( Alex Wijaya ).

Ratusan Masyarakat Desa Gunung Kembang Aksi Demo, Tutup Galian C Milik Ahmad Solehan

 

POLICEWATCH.NEWS - LAHAT Ratusan warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur melakukan aksi demo menuntut supaya tambang Bahan Galian C Amat Solehan di Aliran Sungai Lematang dihentikan atau ditutup pinta " Warga saat pertemuan dikantor Desa Gunung Kembang Selasa (12/9) 


Dalam pertemuan di kantor kepala desa Gunung Kembang di mediasi kepala Desa, didampingi dari Polsek Merapi dan Koramil namun belum ada titik temu, sehingga masyarakat malam ini masih menunggu keputusan dari kepala desa Gunung Kembang, yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan TNI, saat ini suasana masih mencekam dan informasi dari salah satu masyarakat yang minta nama nya jangan disebut " Kades Gunung Kembang diamankan dulu, takut akan terjadi yang tidak di inginkan ujar " Sumber kepada wartawan Selasa pukul 22.10 wib dalam pesan singkat washhap masyarakat nuntut supaya tambang Bahan Galian C Amat Solehan di Aliran Sungai Lematang dihentikan atau ditutup

" Informasi dari masyarakat malam ini belum Ada kesepakatan/keputusan secara tertulis, Kadesnya diamankan polisi tadi dak tau dibawah kemano .tapi janjinya besok nak musyawarah samo Tripika." 


Terpisah Camat Merapi Timur Aria Pulun saat dikonfirmasi malam ini (12/9)  melalui pesan washhap " Ass pak camat informasi Ado Demo di desa gunung kembang masyarakat meminta galian C milik Ahmad Solehan ditutup mohon keterangan tertulis pak camat la dapat kabar hari 12 September 2023 mks " 

Camat Merapi Timur Aria Pulun belum bisa dikonfirmasi dan belum ada jawabannya

Sementara itu Kapolsek Merapi AKP.H Husen Ahmad,SH, membenarkan warga Desa gunung Kembang tuntutannya minta ditutup galian C milik Ahmad Solehan.dan besok pukul 09.00 wib diadakan pertemuan dihadiri Camat Merapi Timur, Kapolsek dan Danramil " tutup nya

(Bambang MD)

Silaturahmi Dengan Awak Media, Kabid Humas Polda NTB Ajak Wartawan Sampaikan Berita Bermanfaat

 


 

Policewatch-Mataram.

 Silaturahmi antara Insan media dengan Bidang Humas Polda NTB kembali dilaksanakan, Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin SIK., mewakili Kapolda NTB Irjen Pol Drs Djoko Poerwanto hadir pada acara yang di selenggarakan di Lesehan Sukma Rasa, Loang Baloq, Mataram, (12/09/2023).

Pada acara silaturahmi kali ini tampak hadir  awak media dari berbagai stasiun TV, para jurnalis media cetak serta penulis berita di media-media online yang secara keseluruhan tergabung dalam group media Hukrim Polda NTB.

Kabid Humas Polda NTB dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa hal diantaranya mengajak para wartawan, jurnalis dan seluruh awak media untuk bersama-sama berkomitmen dalam menyebarkan informasi atau berita yang akurat dan mengandung manfaat bagi masyarakat.

"Saya berharap berita yang rekan-rekan sebar luaskan bukan saja sekedar informasi belaka tetapi lebih kepada berita mempunyai nilai manfaat bagi para pembaca ataupun yang melihatnya,"jelas Kabid Humas.

Selain itu ajang silaturahmi yang diselenggarakan setiap bulannya oleh bidang Humas Polda NTB ini dapat dijadikan momen untuk saling bertukar informasi, saling memberikan masukan sehingga nilai positif akan muncul yang nantinya akan saling melengkapi dan menyempurnakan.

"Silaturahmi seperti ini tujuan utamanya agar kita saling bertukar pikiran untuk saling melengkapi, saling menyempurnakan sehingga kedepannya akan bisa menjadi lebih baik lagi,"ujar pria yang kerap disapa dengan sapaan AAS ini.

Terakhir AAS menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh awak media bila secara keseluruhan Polda NTB belum bisa dengan maksimal membantu dalam  memenuhi kebutuhan pemberitaan yang ingin diperoleh oleh rekan-rekan wartawan.

"Mohon maaf bila apa yang dilakukan Polda NTB belum sempurna sesuai harapan rekan-rekan media. Ini merupakan keterbatasan yang kita miliki, namun selaku pengemban fungsi Humas Polda akan berusaha membantu mempermudah rekan-rekan dalam mendapatkan berita-berita yang diinginkan,"tutupnya. 

Mn

Diduga Hasil Hubungan Gelap, Mayat Bayi Ditemukan Di Sungai


Policewatch-Sumbawa Barat .

Unit identifikasi Sat Reskrim Polres Sumbawa Barat bersama Polsek Taliwang melakukan evakuasi terhadap penemua seorang bayi di Brang Batu, Lingkungan Muhajirin, Kelurahan Sampir, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, (12/09/2023).

Saat ditemukan bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan ukuran panjang 46 cm dengan berat 2,8 Kg tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Saat ditemui media ini Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap SIK., melalui Kasat Reskrim IPTU Abi Satya Darma Wiryatmaja S.Tr.K.,S.IK., menjelaskan bahwa memang benar sekitar pukul 08:00 wita warga setempat menemukan adanya bayi tergeletak di sungai Brang Rea. 

Atas penemuan bayi tersebut warga bernama Memet (25) laki-laki dan Martono (25) laki-laki (saksi) melaporkan kepada masyarakat dan Bhabinkamtibmas setempat kemudian di tindaklanjuti oleh Sat Reskrim polres Sumbawa Barat beserta Polsek Taliwang dengan melakukan evakuasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan singkat saksi bayi tersebut di temukan di sungai dalam keadaan terbungkus jaket warna biru tua  serta training dan celana dalam. Bayi tak berdosa tersebut ditemukan masih dalam keadaan ari-ari nya menempel.

"Setelah melakukan olah TKP bayi tersebut di bawa ke RSUD Sumbawa Barat untuk selanjutnya di lakukan visum at Repertum oleh petugas Rumah Sakit selanjutnya mayat bayi tersebut dimakamkan,"jelasnya.

Untuk kesimpulan sementara, mayat bayi tersebut diduga  sengaja dibuang oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab atau karena hasil hubungan gelap. 

"Kasus ini masih dalam penyelidikan, namun kuat dugaan perbuatan itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,"tegasnya.

Mn

Polres Sumbawa Barat Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pupuk Subsidi Lintas Pulau


Policewatch-Sumbawa Barat.

Kasus penyalahgunaan barang yang disubsidi pemerintah tak hanya terjadi pada tabung elpiji ukuran 3 kilogram yang saat ini sedang ramai. Pupuk subsidi pemerintah untuk para petani pun tak luput dari penyalahgunaan ini. Buktinya, sekitar 6 ton pupuk subsidi pemerintah berhasil digagalkan Polres Sumbawa Barat. 

Pupuk yang diangkut menggunakan satu unit truk itu diamankan saat akan menyeberang dari Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat menuju Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). 

 ‘’Ada sekitar 6 ton pupuk subsidi selundupan berhasil kita amankan. Pupuk itu diketahui diambil dari Kabupaten Sumbawa dan akan dibawa menuju Lombok,’’ jelas Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Yasmara Harahap melalui Kasat Reskrim Iptu Abisatya Darma Wiryatmaja, S.Tr.k. S.IK, Senin (11/9/2023). 

Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, pupuk subsidi diketahui dibeli seseorang dari sejumlah petani di Kabupaten Sumbawa. Sampai saat ini polisi masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, mengingat pembelian tersebut dilakukan langsung kepada para petani. 

‘’Modusnya si pembeli mengambil dari beberapa orang yang punya stok di Sumbawa. Baru setelah itu dikirim ke Pulau Lombok,’’ paparnya. 

Sesuai aturan, pupuk subsidi ini dilarang keras untuk diperjualbelikan secara umum. Apalagi pupuk tersebut diambil dari satu wilayah kemudian dijual ke wilayah lain. ‘’Kasus ini masih kita kembangkan terus. Dan tentunya sangat kita sesalkan, kenapa karena ini merugikan petani,’’ tutupnya.

Mn