ALASAN NCW DEMO DI KEJAGUNG 5 SEPTEMBER 2018 : MINTA DICOPOT KEJATI SUMSEL DAN USUT DUGAAN KORUPSI 5,6 M

/ Sabtu, 01 September 2018 / 21.57
NCW Lahat Demo Kejati
Reporter : Bambang.MD
LAHAT - SUMSEL - POLICEWATCH NEWS - Dodo Arman Ketua Nasional Coruptions Watch Kabupaten Lahat rencananya dalam waktu dekat akan berangkat ke Jakarta bergabung bersama NCW Provinsi Sumatera Selatan untuk melakukan aksi demo di Kejagung untuk menindaklanjuti laporan di Kejati Sumsel bahwa kinerja Kajati Sumsel jalan ditempat dalam penanganan perkara kasus dugaan korupsi di sekretariat drpd lahat 5.6 milyar yang sudah saya laporkan ujar " Dodo  bahkan pihak Kejati meminta penambahan data yang diminta oleh pihak penyidik dari Kejati Sumsel sudah saya berikan data yang diminta.
Dalam surat pemberitahuan aksi demo sudah dikirim kepada  Mabes Polri nomor  : Istimewa
Perihal          : pemberitahuan aksi
Kepada yth   : Mabes Polri
Kegiatan aksi demo pada hari rabu 5 September 2018. dengan jumlah masa 100 orang dewasa issu " memintak Kajugung RI, segera memecat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel karena banyak laporan masyarakat kasus - Kasus korupsi yang tidak jelas kelanjutan hukum nya seperti contohnya kasus korupsi di sekretariat DPRD Lahat yang merugikan negara 5,6 milyar
Untuk peralatan aksi mobil komando. Banner. Statmen. Ban bekas dan pengeras suara.
Kordinator aksi Ketua NCW Kota Palembang Ruben Al Khatiri  dan Kordinator Lapangan Ketua NCW Kabupaten Lahat Dodo Arman
Ditambahkan Dodo persiapan aksi
demo di Kejagung RI sudah lengkap  seluruh data pendukung seperti laporan yang akan diberikan kepada jampidsus kejagung telah kita siapkan. Dijelaskan lagi aksi demo di Kejagung tidak ada unsur politik ini murni dari lembaga Nasional Coruptions Watch sesuai dengan Tupoksi " Menuju Indonesia Bersih Dari korupsi "  menurut Dodo pihak Kejati Sumsel dinilai lamban dalam menangani kasus dugaan korupsi yang ia laporkan bahkan Dodo mengaku kesal sudah beberapa kali di demo di Kejati Sumsel namun sampai sekarang belum ada satupun di jadikan tersangka.

Kinerja kejati sumsel patut di Pertanyakan hingga kini laporan NCW Lahat belum ada kejelasan ungkapnya
Dodo akan membawa masa gabungan dengan NCW Jakarta,  Palembang dan NCW Lahat sekira  sekitar 100 orang menuju ke jakarta dan pada tanggal 5 September 2018. Langsung menggelar aksi demo di halaman kantor kejagung jalan Trunojoyo jakarta Selatan

Sebelumnya sejumlah media online di regional.nasional. maupun media elektronik pernah memberitakan aksi demo di Kejati Sumsel yaitu tentang dugaan korupsi 5,6 milyar di sekretariat drpd lahat APBD Tahun 2014. "NCW mendesak kepada pihak Kejati Sumsel untuk dapat mengusut tuntas dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Lahat pada APBD Tahun 2014 senilai Rp 5,6 milyar rupiah yang diduga fiktif. Di mana dalam pencairannya melalui Bank Sumsel Babel Lahat," ujar Ketua NCW Lahat, Dodo Arman, kepada wartawan,

"Kasus ini menurut Dodo sudah ditangani pihak Kejati Sumsel dan beberapa saksi sudah diperiksa yaitu (RS) Bendahara dan (SP) selaku Sekretariat Dewan DPRD Lahat. Namun, sepertinya kasus ini jalan di tempat, belum ada satu pun dijadikan tersangka. Padahal sudah beberapa kali di demo dan dilaporkan ke Kejati," terangnya.
"Makanya NCW akan mendesak kepada pihak Kejagung  dalam aksi demo yang sudah final untuk aksi " cetus Dodo.
Surat pemberitahuan dari NCW

Dijelaskan lebih jauh, dugaan korupsi dana anggaran di Sekwan DPRD Lahat tahun 2014 senilai Rp 5,6 milyar dalam pencairannya pada waktu itu sudah tutup buku per tanggal 25 Desember. Adapun bukti pencarian uang Negara yang diduga dikorupsi berjamaah sebagai berikut :
1) 17/12/14 000763487/.........2000 224159737 Rp1.200.000.000;
2) 29/11/14 000763490/.........2000 225567791 Rp1.850.000.000;
3) 30/12/14 000749121/........2000 22567791 Rp1.350.000.000;

National Corruption Watch (NCW) Kabupaten Lahat sebelumnya pernah melakukan aksi demo di Kejati Sumsel. Apabila tidak ada tindak lanjut, NCW akan melakukan aksi demo di Kejagung RI.
Dodo meminta "Kepada Pak Prasetyo agar kiranya dapat mendengar aspirasi rakyat nantinya saat aksi demo di Kejagung untuk dapat mengungkap kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Lahat yang mengakibatkan kerugian keuangan Negara hingga milyaran rupiah," pintanya 

Komentar Anda

Berita Terkini