Sejumlah ASN Ikut Terseret Proyek Pembangunan Talud 17 Milyar Sungai Lematang

/ Selasa, 30 April 2019 / 21.08

Reporter. : Bambang.MD
Dok. : MPW

LAHAT, (policewatch.news)-  Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat Ismail Lukman.SH. dia pernah menjabat Kadis PU Bina Marga Dan Pengairan,  sumber yang himpun dari berbagai sumber didapatkan bahwa dia sudah dipanggil oleh penyidik Kejati Sumsel, atas laporan dari masyarakat terkait proyek pembangunan Talud di sungai Lematang, sumber dana APBN tahun 2016/2017 senilai hampir 17 Milyar.

policewatch.news mendapatkan gambar rencana dari pemerhati anti korupsi saya mempunyai gambar rencana sambil memperlihatkan satu bendel dan ada nama nama digambar rencana diantaranya

Adapun dalam gambar Rencana Rehabilitasi Talud Sungai Lematang Lokasi Sungai Lematang direncanakan inisial, Z M.ST.MT. ditandatangani.
Diperiksa PPTK inisial FK.ST.ditandatangani.
Diperiksa PPTK inisial  AA ditandatangani.
Disetujui Kabid Rehabilitasi Talud BPBD Lahat.inisial MC ditandatangani.
Disetujui Kabid Perencanaan dan Program PU Bina Marga Kabupaten Lahat Inisial FA ditandatangani.
Diketahui Kepala Pelaksana BPBD kabupaten Lahat Inisial IL. ditandatangani.
Program Rehabilitasi Dan Rekonstruksi, selama 240 hari kerja.
Item pekerjaan :
1.Pekerjaan persiapan, 2.pekerjaan tanah,
3. pekerjaan beton
4. pekerjaan lain lain.
Ketua Komisi Anti Korupsi Kabupaten Lahat Drs.Rangga Guritno meminta kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Kasus ini terus diungkap siapapun terlibat agar diproses hukum dan bila perlu kontraktor yang nakal agar diperiksa jangan ada pilih tebang kata " Aktivis anti korupsi.

Sebelumnya pemberitaan dipolicewatch.news

Kepala BPBD Marjono ditemui dikediamannya belum lama ini  dirinya mengaku memang waktu itu masih jaman pak Ismail bukan di jaman saya, saya baru menjabat kepala BPBD tahun 2018, terang " Marjono kepada policewatch.news  Dia juga mengaku ada titipan surat  panggilan dari Kejati Sumsel untuk PPTK  untuk hadir di Kejati Sumsel jelas " Marjono

Saat ini pihak BPBD Lahat sedang menangani bencana longsor di Tanjung Sakti, dan kita fokus ke sana atas perintah Bupati Lahat " jelasnya.

Kepala PU Bina Marga Dan Pengairan Kabupaten Lahat Mirza melalui Sekretaris kemarin ditemui diruang kerjanya Senin(29/4) Ujang belum tahu kalau masalah adanya mantan Kepala Dimas PUBM Ismail diperiksa oleh Kejati Sumsel memang benar beliau pernah menjabat kepala Dinas PU Bina Marga Dan pengairan waktu itu terang " Ujang.

Proyek Talud untuk sungai Lematang ini dianggarkan dari sumber dana APBN Tahun 2016/2017 dengan menelan dana 17 milyar. Dana segar ini jadi masalah seperti sebelumnyanya pada tahun 2011 mantan kepala BPBD Kabupaten Lahat akhirnya dijadikan tersangka oleh pihak Kejati Sumsel, dan ditahan dirutan Pakjo Palembang.apakah gara gara proyek empuk ini mereka melakukan korupsi sehingga sederet nama menjadi tumbal  mulai dari Paisal mantan kepala BPBD, Cholil Mansyur.apakah Mantan Kepala BPBD Ismail ini ikut terseret dalam pusaran dana APBN senilai 17 Milyar.kita tunggu berita nya

Komentar Anda

Berita Terkini