Guna Meminimalisir Gangguan Kamtibmas, Kapolsek Purwosari Yang Baru Gandeng LSM dan Media

 


POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN- Dalam rangka meningkatkan silarurahmi dan juga upaya meminimalisir tindak kejahatan, Kepolisian Sektor Polsek Purwosari (Polres Pasuruan) yang baru menjabat menggelar Silaturahmi bersama ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (P-MDM) Perjuangan Masyarakat Desa Mandiri dan Kaperwil Media Policewatch.news di Mapolsek Purwosari. Senin (10/07/2023).

Ajang silaturahmi ini dihadiri Kapolsek Purwosari, Kompol Hudi Suprayito S.H diikuti jajaran anggota Polsek Purwosari, Kanit Ipda Dodik. W bersama Ketua Umum LSM P-MDM  dengan penuh suasana kekeluargaan dan keakraban.

Kompol Hudi Suprayitno S.H menjelaskan, silaturahmi ini sekaligus tatap muka adalah dalam rangka pengenalan wilayah dan silaturahmi dengan ormas/LSM dan awak Media.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran serta partisipasi dan dukungan Masyarakat, LSM dan Media,” ucapnya.

Menurutnya, dalam memelihara situasi Kamtibmas LSM harus ikut serta, sehingga situasi tetap kondusif. Ia juga meminta agar seluruh elemen masyarakat mendukung program-program pemerintah.

“Demi terjaganya wilayah kita ini agar baik-baik saja dan kondusif, maka butuh peran serta semua masyarakat dan LSM, khususnya terkait tindak pidana dan kejahatan dan even-even yang di gelar masyarakat baru-baru ini seperti Cek Sound dan budaya lokal seperti jaranan dan lainya,” ucapnya.

Kapolsek juga menjelaskan, salah satu tugas dan tanggung jawab kita sangat berat yaitu, bagaimana memelihara dan menjaga kamtibmas di wilayah hukum Polsek Purwosari agar tercipta kenyamanan bagi masyarakat.

“Silaturahmi ini sepenuhnya untuk meningkatkan upaya sinergitas dengan semua pihak,  guna mewujudkan situasi Kecamatan Purwosari aman kondusif,” ujarnya.

Di tempat sama, Ketua Umum LSM P-MDM Gus Ujay, menyambut baik dan mendukung kegiatan serta program-program Polsek Purwosari.

“Silaturahmi ini sangat kami dukung dan apreisasi. Yang mana silaturahmi ini adalah bagian dari upaya menjalin sinergitas dengan semua elemen masyarakat,” ujar Gus Ujay.

Ia mengaku, adanya imbauan dan juga permohonan dari Kapolsek Purwosari akan mendukung penuh serta siap membantu menjaga keamanan dan ketertiban Wilayah Purwosari.

“Kami selaku LSM P-MDM siap mendukung penuh semua program dan kegiatan Polsek Purwosari guna terjaganya kamtibmas,” tutup Ketua LSM P-MDM "Gus Ujay". (Dr)

IPW : Kasus Kebocoran Dokumen Kementerian ESDM di Polda Metro Jaya Bakal Berhenti Sendiri



JAKARTA - POLICEWATCH.NEWS.

 Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus dugaan kebocoran dokumen penyelidikan KPK di Kementerian ESDM yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya akan berhenti dengan sendirinya.

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso mengatakan hal itu terjadi setelah Brigjen Endar Prihantoro kembali menjabat sebagai Direktur Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Terkait perkara penyidikan bocornya dokumen penyelidikan KPK dalam kasus dana tantiem ESDM saya berpendapat kasus itu akan berhenti dengan sendirinya, tidak akan dilanjutkan," kata Sugeng, melalui keterangannya, dikutip Minggu (9/7/2023).

Sugeng menilai para petinggi di KPK maupun Polri sudah melakukan komunikasi sehingga tidak mau kasus tersebut menjadikan perang kepada kedua institusi tersebut.

"Ada diduga pembicaraan-pembicaraan tingkat tinggi antara KPK dengan Polri, ksrena kalau kasus ini dilanjutkan akan menimbulkan kegaduhan, akan menimbulkan perang cicak buaya jilid 3," ungkapnya.

Di sisi lain, Sugeng menilai kembalinya Brigjen Endar ke KPK merupakan keinginan Presiden RI Joko Widodo melalui banding administratif atas keberatan Brigjen Endar.

Bahkan, Sugeng menyebut Ketua KPK, Firli Bahuri tidak berani melawan keputusan Jokowi karena akan ada sejumlah kasus yang menjeratnya terbongkar.

"Jadi harus dibaca bahwa ini keinginan presiden dan Firli tidak berani melawan keinginan presiden. Karena kalau dia berani maka banyak akan ada beberapa perkara yang menjerat dia salah satunya bocor dokumen penyelidikan terkait kasus di ESDM," jelasnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis adanya tukar guling antara kasus Komjen (Purn) Pol Firli Bahuri di Polda Metro Jaya dengan pengembalian Brigjen Pol Endar Priantoro.

Diketahui, kasus dugaan kebocoran dokumen yang ditengarai melibatkan Ketua KPK Firli Bahuri sudah naik penyidikan di Polda Metro Jaya.

Salah satu yang melaporkan Firli Bahuri ke Polda adalah Endar Priantoro, yang kini kembali menjabat sebagai Direktur Penyelidikan KPK. Endar sebelumnya sempat dicopot oleh Firli.

"Oh enggak. Kalau dari kami tidak memandang seperti itu ya,” ucap Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/7/2023).

Asep menegaskan, penyidikan yang saat ini bergulir di Polda Metro Jaya merupakan pertanggungjawaban pribadi pihak terkait, yakni Firli Bahuri, dan tidak ada kaitannya dengan pencopotan Endar Priantoro.

Kendati begitu, Asep tidak bisa melarang siapa pun memiliki pandangan tertentu seperti tukar guling tersebut.

Adapun persoalan Endar sudah diselesaikan salah satunya dengan adanya pertemuan antara pimpinan KPK, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Para pimpinan ini, baik yang Polri, kemudian KPK ya, tidak hanya sekali pertemuannya,” kata Asep.

Asep berujar, pertemuan para pimpinan itu menunjukkan bahwa mereka membicarakan hal yang lebih besar dari polemik pemberhentian Endar. 

Diantaranya adalah penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi.

“Tadi makanya dalam rangka harmonisasi dan sinergitas kita saling menguatkan antara Polri dengan KPK tidak saling mereduksi,” ujar Asep.

Sementara pihak Polri belum memberikan tanggapan terkait isu ini. Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho hanya meminta agar tidak ada pihak yang membenturkan Korps Bhayangkara dengan Lembaga Anti rasuah tersebut.

"Karena kalau KPK, kepolisian, Kejaksaan, dibentur-benturkan atau mungkin dijadikan permasalahan-permasalahan, akhirnya pekerjaan tidak maksimal, yang senang para koruptor nantinya," kata Sandi kepada wartawan, Jumat (7/7/2023).

Sandi menyebut kembalinya Brigjen Endar merupakan hal yang wajar karena sebelumnya hanya melakukan pendidikan.

"Brigjen Endar selama ini kan melaksanakan tugas penyidikan, dan statusnya juga masih di KPK. Jadi sesuatu hal yang wajar apabila setelah selesai sekolah dia balik ke KPK," ucapnya.

Untuk itu, Sandi meminta agar masyarakat mendukung kinerja institusi penegak hukum agar bisa bekerja secara maksimal khususnya dalam penindasan kasus korupsi.

"Makanya kita support, KPK kita support, kepolisian kita support, dari kejaksaan untuk bisa kerja dengan optimal sehingga bisa kita penuhi target dari kepolisian bisa mencapai zero dari korupsi di Indonesia," tuturnya.

Kasus Dugaan Bocornya Info Penyelidikan Kasus di Kementerian ESDM

Diketahui sebelumnya, sejumlah pihak melaporkan adanya dugaan pelanggaran etik terkait kebocoran informasi penyelidikan KPK di Kementerian ESDM ke Dewas. Salah satu yang melaporkan yakni Brigjen Endar Priantoro.

Endar menyebut kebocoran informasi penyelidikan di Kementerian ESDM tersebut bukan berkaitan dengan dugaan korupsi dana tunjangan kinerja (tukin). Endar mengatakan informasi penyelidikan yang bocor di Kementerian ESDM terkait kasus baru.

"Bahwa benar saya melaporkan adanya kebocoran informasi terkait dengan proses penyelidikan yang dilakukan di Kementerian ESDM," kata Endar, Rabu, 12 April 2023.

"Adapun materi dari perkara tersebut terkait dengan kasus baru yang seharusnya bersifat rahasia dan tidak dipublikasikan, terlebih kepada pihak yang sedang di selidiki dan jelas-jelas mempunyai konflik kepentingan," sambungnya.

Berdasarkan informasi yang dikutip redaksi, dokumen penyelidikan KPK yang bocor diduga berkaitan dengan dugaan korupsi terkait pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kementerian ESDM.

Dokumen tersebut ditemukan tim KPK saat menggeledah Kantor Kementerian ESDM, di Jakarta, pada Senin, 27 Maret 2023, lalu. Penggeledahan itu awalnya untuk mencari bukti tambahan kasus dugaan korupsi manipulasi dana tukin di Kementerian ESDM.

Sebelumnya, beredar sebuah pesan singkat berkaitan dengan informasi bocornya dokumen yang menyerupai hasil penyelidikan KPK atas indikasi korupsi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pesan singkat tersebut beredar dan viral di media sosial (medsos).

Pesan singkat itu menyebut adanya dugaan pimpinan KPK membocorkan dokumen tersebut. Dalam pesan tersebut dijelaskan bahwa pimpinan KPK berinisial Mr F diduga membocorkan dokumen menyerupai hasil penyelidikan KPK kepada Menteri ESDM.9

Tak lama kemudian, sebuah rekaman suara hingga potongan video berkaitan dengan temuan dokumen penyelidikan KPK di Kementerian ESDM viral di Twitter. Nama Firli Bahuri disebut-sebut dalam potongan video yang viral tersebut.

Potongan video tersebut awal mulanya diviralkan oleh pemilik akun Twitter @dimdim0783. Potongan video tersebut dibubuhi cuitan yang berisikan narasi soal bukti kuat keterlibatan F dalam rekayasa kasus di KPK.(Red)


Ketua AWDI Lahat Silahturahmi Mantan Kapolda Aceh Rio Septianda Jambak Cagub Sumsel 2024

 



SUMSEL - POLICEWATCH.NEWS - Ketua Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kabupaten Lahat Bambang.MD berkunjung di Kediaman Irjen pol Rio Septianda Jambak mantan Kapolda Aceh pada Sabtu (8/7/2023)

Kedatangan saya dan rekan disambut langsung Jendral bintang dua ini dan didampingi ketua tim bapak Juanda selaku sekretaris pribadi Jendral bintang dua Rio Septianda Jambak, 

Sosok mantan Kapolda Aceh Irjen pol Rio Septianda Jambak saat bertemu dikediaman nya disuguhi minum kopi khas Aceh dan sambil bercerita ia saat menjabat Kapolda Aceh, 

Bung Rio panggilan akrab bakal maju di Pilgub Sumsel 2024, dikuitip kompasiana.com, sripoku.com, 

Sosok Rio Septianda Jambak sangat dekat dengan wartawan dia low Profil, kata " Bambang MD wakil pimpinan redaksi policewatch.news, 

Wikipedia :

Irjen. Pol. (Purn.) Drs. H. Rio Septianda Djambak (lahir 4 September 1963) adalah seorang Purnawirawan Polri yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Slog Polri.

Rio Septianda Djambak

Kasespim Lemdiklat Polri

Masa jabatan

3 Februari 2020 – 3 Agustus 2020

Pendahulu

Prasta Wahyu Hidayat

Pengganti

Rokhmad Sunanto

Kepala Kepolisian Daerah Aceh

Masa jabatan

16 September 2016 – 3 Februari 2020

Pendahulu

M Husein Hamidi

Pengganti

Wahyu Widada

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Aceh

Masa jabatan

1 September 2014 – 16 September 2016

Pendahulu

Endang Sunjaya

Pengganti

Bambang Soetjahyo

Informasi pribadi

Lahir

4 September 1963 (umur 59)

Palembang, Sumatra Selatan

Suami/istri

Ny. Hj. Veni Yuhaini Viati

Alma mater

Akademi Kepolisian (1987)

Karier militer

Pihak

 Indonesia

Dinas/cabang

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Masa dinas

1987—2021

Pangkat

Inspektur Jenderal Polisi

Satuan

Brigade Mobil

Rio, lulusan Akpol 1987 ini berpengalaman dalam bidang brimob. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kasespim Lemdiklat Polri.

Riwayat Pendidikan

AKPOL (1987)

PTIK (1996)

SESPIM POL (2002)

SESPATI POL (2010)

Riwayat jabatan :

1987—1988: PAMAPTA "C" POLRES ACEH SELATAN

1988—1989: KAPOLSEK KLUET UTARA POLRES ACEH SELATAN

1989—1990: DANTON 1 KOMPI 5164 SATBRIMOB DITSAMAPTA POLDA ISTIMEWA ACEH

1990—1992: WADANKI 5164 SATBRIMOB DITSAMAPTA POLDA ISTIMEWA ACEH

1992—1993: KASUBBAGREN SETDIT SAMAPTA POLDA ISTIMEWA ACEH

1993—1994: KAPUSKODAL OPS POLRES ACEH TENGGARA

1994—1996: MAHASISWA PTIK ANGKATAN XXXI/WA

1996—1997: KASUBBAG BINPERS PUSBRIMOB POLRI

1997—1999: WADANSAT BRIMOB POLDA RIAU

1999: DANSAT BRIMOB POLDA MALUKU

1999—2002: KABAGOPS KORSIS / LAKHAR KAKORSIS PUSDIK BRIMOB LEMDIKLAT POLRI

2002—2003: DANSAT BRIMOB POLDA ACEH

2003: SISWA SESPIM POLRI DIKREG XXXVIII/WWAW

2003—2007: KASAT BRIMOB POLDA JAMBI

2007—2008: KASAT BRIMOB POLDA SUMSEL

2008—2010: KASAT BRIMOB POLDA MALUKU

2010—2011: AKREDITOR UTAMA PUSBINPROF DIVPROPAM POLRI

2010: SISWA SESPATI POLRI (MASIH DALAM JABATAN)

2011: KABAGGAKTIBPLIN ROPROVOS DIVPROPAM POLRI[2]

2011—2012: KAKORWA STIK-PTIK LEMDIKPOL

2012—2013: WAKAPOLDA KALTENG

2013—2014: WAKAKORBRIMOB POLRI

2014—2016: WAKAPOLDA ACEH[3]

2016—2020: KAPOLDA ACEH

2020: KASESPIM LEMDIKLAT POLRI

2020—2021: ANALIS KEBIJAKAN UTAMA SLOG POLRI

Riwayat operasi

Sunting

Operasi Rencong Sakti Polda Aceh, 1990, Kabupaten Pidie

Operasi Jaring Merah-1 Rotasi-1 Aceh, 1990—1991, Kabupaten Pidie

Operasi Pemulihan Kemanan Maluku, 1999, Provinsi Maluku

Operasi Cinta Meunasah-1 Aceh, 2000—2001, Kabupaten Aceh Selatan

Operasi Pemulihan Kemanan Aceh, 2001—2002, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

(Surya kencana)

Formasa Bakal gelar Aksi Demo di KPK, Dugaan Korupsi Proyek Gedung AKN Senilai 5 M Adili Sutoko

 



SUMSEL - POLICEWATCH.NEWS,-Beredar di grup washhap berkali-kali dibagikan, sehingga menjadi viral,Forum Mahasiswa Sumatera Selatan Jakarta (Formasa Jakarta) akan lakukan aksi menolak lupa kasus pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri Lahat (AKN LAHAT) di gedung merah putih KPK jalan Rasuna said Kuningan Jakarta Selatan rencana pada tanggal 11 Juli 2023 nanti.

Salah satu aktivis FORMASA JAKARTA, Haris membenarkan akan adanya aksi tersebut, mengatakan “Selasa 11 Juli nanti kami aksi menolak lupa pembangunan gedung AKN Lahat yang mangkrak, kami minta Sutoko mantan Kadis Pendidikan Lahat yang kini menjabat sebagai Plt Kadis Pendidikan Provinsi Sumsel, minta di periksa dan diadili”, ujarnya, 

Rincian Dana yang sudah diserap dalam pembangunan gedung AKN.

1. Pada tahun 2015, Pembangunan Aula AKN dianggarkan sebesar Rp 5.388.559.000 ;

2.Pada tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp 288.888.000 ; namun APBD Lahat mengalami defisit anggaran ini alasan dari surat balasan yang dijawab oleh Dinas Pendidikan Lahat.

3. Akibat mengalami defisit anggaran Pemkab Lahat padahal proyek gedung AKN dalam tahap pekerjaan akhirnya kontrak dibuat addemdum menjadi sebesar Rp 193.105.000; pekerjaan tersebut dikerjakan oleh pihak kontraktor PT. LAMBUNG KARANG SAKTI 

Terpisah Sutoko saat dikonfirmasi melalui pesan singkat washhap Sabtu (9/7/2023) " Ijin Mohon konfirmasi PLT Kadis Pendidikan Provinsi Sumsel Drs,Sutoko,MSI rencana ada aksi di KPK oleh Formasa Jakarta pada tanggal 11 Juli 2023, bagaimana tanggapan bapak mohon hak jawab nya terkait pembangunan gedung AKN Lahat Mangkrak mks "

Hanya dibaca tidak dibalas hingga berita ini diturunkan (Surya)

Formasa Bakal Gelar Aksi Demo di KPK, Dugaan Korupsi Proyek Gedung AKN Senilai 5 M Adili Sutoko



SUMSEL - POLICEWATCH.NEWS

Beredar di grup washhap berkali-kali dibagikan, sehingga menjadi viral,Forum Mahasiswa Sumatera Selatan Jakarta (Formasa Jakarta) akan lakukan aksi menolak lupa kasus pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri Lahat (AKN LAHAT) di gedung merah putih KPK jalan Rasuna said Kuningan Jakarta Selatan rencana pada tanggal 11 Juli 2023 nanti.

Salah satu aktivis FORMASA JAKARTA, Haris membenarkan akan adanya aksi tersebut, mengatakan “Selasa 11 Juli nanti kami aksi menolak lupa pembangunan gedung AKN Lahat yang mangkrak, kami minta Sutoko mantan Kadis Pendidikan Lahat yang kini menjabat sebagai Plt Kadis Pendidikan Provinsi Sumsel, minta di periksa dan diadili”, ujarnya, 

Rincian Dana yang sudah diserap dalam pembangunan gedung AKN.

1. Pada tahun 2015, Pembangunan Aula AKN dianggarkan sebesar Rp 5.388.559.000 ;

2.Pada tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp 288.888.000 ; namun APBD Lahat mengalami defisit anggaran ini alasan dari surat balasan yang dijawab oleh Dinas Pendidikan Lahat.

3. Akibat mengalami defisit anggaran Pemkab Lahat padahal proyek gedung AKN dalam tahap pekerjaan akhirnya kontrak dibuat addemdum menjadi sebesar Rp 193.105.000; pekerjaan tersebut dikerjakan oleh pihak kontraktor PT. LAMBUNG KARANG SAKTI 

Terpisah Sutoko saat dikonfirmasi melalui pesan singkat washhap Sabtu (9/7/2023) " Ijin Mohon konfirmasi PLT Kadis Pendidikan Provinsi Sumsel Drs,Sutoko,MSI rencana ada aksi di KPK oleh Formasa Jakarta pada tanggal 11 Juli 2023, bagaimana tanggapan bapak mohon hak jawab nya terkait pembangunan gedung AKN Lahat Mangkrak mks "

Hanya dibaca tidak dibalas hingga berita ini diturunkan (Surya)


Pesantren Al Zaitun Diantara "Kepentingan" Istana Negara Dengan Hukum

 Opini Hukum
Oleh
Ahmad Gozali


Red, policewatch,-Mahasiswa Program Studi Hukum Program Magister Program Pascasarjana Universitas Labuhan Batu (ULB) Rantau Prapat SUMUT

Diakhir masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam masa Bhakti 2019 - 2024 yang tinggal menghitung bulan sebagaimana diamanahkan Undang - Undang Negara, Pesantren Al  Zaitun menjadi populer di seluruh senterio negeri karena lembaga pendidikan dibawah pengawasan Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut dinilai mengajarkan dan mengamalkan ajaran Islam yang bertentangan dengan ketentuan hukum (syari'at) Islam yang  dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Diantara ajaran dan pengamalan yang dinilai bertentangan dengan hukum  Islam itu diantaranya, dibolehkannya para santri  melakukan hubungan suami istri (diluar nikah/zina) dan menebus dosa sebesar dua juta rupiah, dihalalkannya mengambil/merampas harta orang lain (yang tidak satu golongan/Dinilai kafir), dibolehkannya wanita shalat berada di shaf depan (satu shaf) dengan laki-laki dan lain-lain

Kontra versi yang tidak dapat dihindari diantara masyarakat sampai adanya aksi demonstrasi, statement MUI (Majelis Ulama Indonesia), pandangan antar tokoh dan pemuka agama bahkan sampai issu yang melibatkan pejabat - pejabat Istana Negara sebagai Back Up pimpinan Pesantren Al Zaitun Sekh Panji Gumilang yang disinyalir kebal hukum, walaupun terindikasi   melanggar hukum dan norma agama yang berlaku di negara Indonesia tidak dapat terjerat hukum.

Dalam berbagai informasi yang dapat diperoleh melalui sosial media maupun media cetak, Pimpinan Pesantren Al Zaitun Sekh Panji Gumilang dinilai mencoba membangun peradaban baru dalam konteks Islam Moderat yang dapat menerima ajaran berbagai agama yang diantaranya seperti agama Yahudi dapat diamalkan oleh pemeluk agama Islam dalam kehidupan sehari-hari seperti nyanyian Salom Elehem yang dikumandangkan Yahudi saat beribadah di hari Sabtu.

Sebagai warga negara Indonesia dengan idiologi Pancasila yang sudah menjadi sumber hukum negara dan telah melalui proses perjuangan dan perjalanan panjang yang dilakukan oleh para tokoh bangsa.

Dalam perumusannya penuh perdebatan pada masa lalu,

Perdebatan sengit tentang hubungan agama (Islam) dengan negara, hingga saat ini dapat kita jumpai di berbagai catatan sejarah,  pertama kali pada sidang BPUPK saat membahas tentang dasar negara. Pada saat itu, Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno mengeluarkan gagasannya tentang dasar negara. Hingga pada akhirnya, tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mengenalkan istilah Pancasila.

Gagasan Pancasila 1 Juni 1945 yang disampaikan oleh proklamator bangsa Soekarno pada saat itu bukanlah Pancasila yang disepakati. Setelah terbentuk tim Sembilan, barulah pada tanggal 22 Juni 1945 disepakati dasar negara. Kesepakatan itu kita kenal dengan istilah Piagam Jakarta.

Salah satu poin pentingnya adalah agama dan negara di Piagam Jakarta adalah sila pertama Pancasila. 

Pengaturan adanya kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluknya merupakan suatu kesepakatan para founding fathers pada saat itu. Kesepakatan ini lahir salah satunya karena realita bahwa Islam merupakan agama mayoritas pada masa itu dan bahkan sampai saat ini. Dengan demikian, menjadi hal yang sangat wajar ketika hukum (syari’at) Islam menjadi payung bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih-lebih lagi Islam bukan hanya sekadar agama, melainkan juga mengatur hubungan sosial antar sesama manusia yang disebut sebagai muamalah (hubungan sosial manusia dengan manusia)

Sehingga pada tanggal, 18 Agustus 1945, Sila Pertama Pancasila mengalami perubahan dengan penghapusan “tujuh kata”. Penghapusan itu dinilai sebagai bentuk toleransi dari perwakilan umat Islam kepada seluruh rakyat (Non Muslim) khusunya bagian Indonesia Timur dimasa itu.

Perdebatan ini akhirnya selesai ketika Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dekrit tersebut berisi untuk membubarkan Konstituante dan menegaskan kembali kepada UUD 1945. Menariknya, dalam Dekrit tersebut juga menegaskan bahwa Piagam Jakarta menjiwai UUD 1945 dan menjadi suatu rangkaian kesatuan dengan konstitusi tersebut.

Dalam konteks adanya upaya pimpinan pesantren Al Zaitun Sekh Panji Gumilang mencoba membangun peradaban baru melalui ajaran Islam Moderat  di dalam bingkai negara beridiologi Pancasila, cenderung dinilai akan gagal karena tidak sejalan dengan norma - norma yang berlaku menurut hukum Islam dan konsep demograsi dan toleransi antar ummat beragama yang dirumuskan dalam idiologi Pancasila, sehingga berbagai hal yang bertentangan dalam ajaran dan pengamalan agama Islam dan idiologi Pancasila lebih cenderung menodai norma agama yang disebut sebagai penistaan agama dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Sehingga pada perkembangannya yang kita lihat saat ini, pihak istana negara melalui, Staf Khusus Presiden Jenderal (P) Moeldoko telah menegaskan tidak ada keterlibatan Istana Negara (Presiden dan seluruh staf Presiden) terkait dengan seluruh pelanggaran hukum yang ada di Pesantren Al Zaitun Indramayu dan melalui MENKOPOLHUKAM Mahpud MD dipercayakan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk membentuk tim investigasi yang melibatkan Aparat penegak hukum POLRI untuk mengusut tuntas peristiwa yang terjadi di Pesantren Al Zaitun - Indramayu   dengan progress proses hukum terhadap pihak terlapor (Sekh Panji Gumilang Cs) sudah ditingkat Penyidikan di MABES POLRI (AG/MPW)

Tingkatkan Sinergitas & Solidaritas, Kapolri Hadiri Gelar Wayang Kulit

 



Policewatch-Jakarta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Cakraningrat di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat, 7 Juli 2023, malam. 

Sigit mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bhayangkara. Acara wayang kulit ini dihadiri oleh TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat serta disaksikan di seluruh Polda jajaran se-Indonesia. 

"Kegiatan kali ini tentunya melanjutkan apa yang menjadi tema kita yaitu Polri Presisi Untuk Negeri, Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju," kata Sigit. 

Dalam kesempatan ini, Sigit menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan pentingnya sinergisitas dan solidaritas seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 yang aman dan damai. 

"Jadi hari ini sinergisitas semakin kita kokohkan, semakin kita kuatkan dengan penampilan dari dalang, di sini ada dari TNI, dari Polri, kemudian juga ada ada dalangnya  mewakili Mahkamah Agung dan satu dalang profesional Bayu Aji yang saya kira namanya sudah sangat terkenal," ujar Sigit. 

Menurut Sigit, dengan hadirnya elemen dari TNI, Polri dan masyarakat di acara wayang kulit ini menunjukan bahwa telah terciptanya sinergisitas dan soliditas untuk menjaga dan  mempertahankan nilai persatuan serta kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Dihadiri dan ditonton oleh seluruh komunitas dan mitra. Dan tentunya ini menunjukkan bahwa yang namanya sinergisitas dengan seluruh stakeholder dan juga bagaimana terbangun suatu kedekatan yang harus terus kita dorong. Bahwa untuk mewujudkan Pemilu damai maka Polri-TNI dan seluruh stakeholder terkait juga harus dekat dengan masyarakat," ucap Sigit. 

Acara Wayang Kulit lakon Wahyu Cakraningrat ini sendiri, kata Sigit, berdasarkan laporan yang diterimanya setidaknya disaksikan oleh sekitar 80 ribu masyarakat dan mungkin bisa bertambah. 

Dengan adanya hal itu, Sigit menegaskan bahwa, acara yang bersentuhan dengan rakyat seperti ini membuktikan bahwa, kesatuan dan persatuan seluruh elemen bangsa terus menguat. 

"Tentunya ini menjadi kegembiraan dan semangat bagi kita semua bahwa sinergitas, soliditas antara TNI, Polri dan rakyat tentunya kita harapkan semakin hari, semakin menguat," tutur Sigit. 

Lebih dalam, kata Sigit, dengan terjaganya serta semakin kokohnya sinergitas elemen bangsa maka hal ini menjadi kunci untuk menciptakan Pemilu yang damai. Apalagi, Indonesia akan menghadapi bonus demografi kedepannya. 

"Sehingga kemudian dalam konteks Pemilu dan memilih pemimpin nasional yang namanya persatuan dan kesatuan tetap harus kita jaga walaupun tentunya ada perbedaan-perbedaan dalam pilihan. Karena kalau persatuan dan kesatuan tidak bisa kita jaga, maka bonus demografi yang kita harapkan betul-betul bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan Indonesia Maju, bukan terjadi malah sebaliknya. Dan itu yang tentunya kita hindari," papar Sigit. 

Oleh karena itu, Sigit mengatakan, untuk saat ini yang paling terpenting adalah terus menjaga sinergitas dan soliditas seluruh rakyat Indonesia. "Bagaimana menjaga sinergitas dengan masyarakat, mewujudkan Pemilu damai, dan terpilih nanti pemimpin nasional yang bisa meneruskan estafet untuk meneruskan Indonesia Maju. itu yang kita harapkan," tegas Sigit. 

Disisi lain, Sigit menjelaskan maksud dari arti lakon Wayang Kulit yang diusung kali ini. Menurutnya, Wahyu Cakraningrat, adalah simbol bagaimana seorang pemimpin berlomba-lomba untuk mendapatkan Wahyu Cakraningrat.

Karena Wahyu Cokroningrat ini adalah wahyu yang diberikan kepada pemimpin. Tentunya lakon ini juga diharapkan bisa mengilhami dan menjadi harapan seluruh masyarakat Indonesia soal seorang pemimpin nantinya bisa mengerti. 

"Karena dia yang memimpin rakyat, tentunya dia harus mengerti dan mendengar apa yang menjadi suara rakyat. dia harus dekat dengan rakyat. Sehingga kemudian dia bisa memimpin dengan baik menuju Indonesia yang lebih baik. ini tentunya filosofi yang kita harapkan, bisa kemudian menjadi semangat bersama untuk mewujudkan Indonesia Maju menuju visi Indonesia Emas 2045," tutup Sigit.

"Elina"

Beredar di Washhap, Seruan Aksi Demo Di KPK Bangunan AKN Lahat, Mangkrak Dana 5 Milyar

 


SUMSEL - POLICEWATCH.NEWS -  beredar di Washhap, ada selebaran " Seruan Aksi Demo Di KPK Forum Mahasiswa Sumatera Selatan (Formasa Jakarta) akan menggelar aksi di depan gedung KPK pada Selasa (11/7/2023)

Masalah prihal proyek mantan kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten lahat Sutoko menelan biaya kurang lebih 5 milyar dalam Seruan Aksi tersebut menjadi issu.

Meminta KPK turun tangan, Audit dan investigasi.proyek Mangkrak gedung Akademi Komunitas Negeri ( AKN) Lahat.


Periksa dan adili mantan kadis Pendidikan dan kebudayaan Sutoko dan Sutoko bertanggungjawab atas proyek mangkrak AKN milyaran rupiah.

Beredar selebaran Seruan Aksi Demo Di KPK ketua LSM LP2K Sumatera Selatan, Sukri Jamari, wajar proyek pembangunan gedung AKN pada tahun 2014 dimasa itu Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten lahat dijabat Drs.STK, suntikan dana nya hingga tiga kali APBD Tahun 2014, 2016, milyaran rupiah uang negara dihamburkan untuk membangun gedung AKN di jalan Baru saat ini ditumbuhi rumput ilalang dan tidak terurus, bangunan tersebut seperti penampakan menyeramkan ucap " Sukri.

Saya sangat mendukung agar kasus ini dibongkar dan diusut hingga tuntas terang " Sukri

Sebelumnya sempat diberitakan di media policewatch.news 

(Tim)

Ini Abal Abal, Sebanyak 60 Pengusaha Penangkar Walet diduga Belum Kantongi NIB

 



LAHAT - POLICEWATCH.NEWS,- Sebanyak 60 usaha penangkaran walet di Kabupaten Lahat diduga belum kantongi No Induk Berusaha (NIB), termasuk untuk izin resmi usaha penangkaran walet masih menunggu dari dinas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

"Berdasarkan pendataan Tim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ada sekitar puluhan pengusaha penangkaran walet di Lahat belum memiliki NIB dan masih menunggu dari Dinas Provinsi Sumsel," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Yahya Eduar melalui Kabid Pengendalian dan Penanaman Modal (Dala) Cik Yan Gumay, pada Jum'at (7/7/2023).

Dijelaskan Cik Yan Gumay, kalau selama ini pemilik hanya mengantongi Situ, Siup, Ho, dan aturan terbaru ini pengusaha penangkaran walet harus memiliki No Induk Berusaha (NIB).

"Dalam No Induk Berusaha tersebut akan terlihat izin mereka soal penangkaran walet atau lainnya. Untuk mendapatkan NIB sifatnya melalui OSS Sistem Online, ada yang secara langsung ke Menterian Pusat," ujarnya.

Memang diakui Cik Yan Gumay, yang mengeluarkan izin tersebut dari Kementrian Pusat, ada yang melalui Online, dan masih ada juga pengusaha penangkaran melalui Dinas Peternakan/Perikanan.

"Saat ini Tim yang turun untuk mendata berapa jumlah penangkaran walet di Kabupaten Lahat, ada beberapa bidang diantaranya, bidang Pengendalian dan Penanaman Modal, Pengaduan, dan bidang Pelayanan Perizinan," ulas Cik Yan Gumay.

Termasuk disampaikannya, tim gabungan dari beberapa bidang di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lahat ini, masih terus mendata yang didalam kecamatan Kota Lahat, dan belum merambah kesejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Lahat.


Lemahnya dikatakan Cik Yan Gumay, mulai izin, pengawasan semuanya kembali ke Provinsi, sedangkan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lahat, hanya memiliki wilayah.

Oleh karenanya, sambung Cik Yan Gumay DPMPTSP Lahat menghimbau agar pihak pengelola dapat meminalisir, terutama suara yang dikeluarkan melalui kaset jangan sampai terlalu bising. Pengusaha kerap melakukan pembersihan terhadap kotoran walet.

"Dan, kami himbau dapat menjaga Lingkungan sekitar lokasi bangunan. Yang terakhir, kami mengharapkan bagi yang belum mengantongi NIB agar dapat segera mengurus kelengkapan administrasinya," pesan Cik Yan Gumay.

Berita sebelumnya, Rumah-rumah bertingkat dan berdiri Megah di Pusat Kota Lahat ini, dijadikan tempat 'Sarang Burung Walet', tanpa memikirkan kotoran dari burung tersebut mencemari warga sekitar lokasi.

Berdirinya bangunan bertingkat yang ada di Pusat Kota Lahat ini, banyak dijadikan sebagai tempat 'Penangkaran Walet', selain suara bising yang ditimbulkan dari kaset, juga bau dan kotoran dari burung walet yang dapat membahayakan kesehatan, terutama rumah-rumah masyarakat yang sangat dekat jaraknya, apalagi menyatu.

Dengan bentuk tertutup dan ventilasi yang jarang sarang burung walet bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Apalagi, pada saat musim hujan sangat berpotensi untuk menyebarkan penyakit 'Demam Berdarah'. Selain itu, timbunan kotoran walet yang bertahun tahun lamanya dapat menyebabkan penyakit 'Batuk Berdarah dan Leptospirosis atau sejenis Tipus'.

"Jelas terganggu dan sudah selama ini, mulai suara bising yang dikeluarkan dari kaset walet, bau yang ditimbulkan, dan kami khawatirkan akan dampak kesehatan bagi warga sekitar lokasi bangunan "Penangkaran Burung Walet'," ujar Adlan (35) warga RT 02 RW 01 kelurahan Pasar Lama, kecamatan kota lahat (red/relise)

Jumat Keramat KPK Tahan Mantan Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono.

  


GEDUNG MERAIH PUTIH - POLICEWATCH.NEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

Setelah selesai memeriksa mantan Kepala Bea-Cukai Makassar Andhi Pramono sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang. Andhi Pramono ditahan KPK.Jumat (7/7/2023), 

Andhi Pramono meninggalkan ruang pemeriksaan pada pukul 16.38 WIB. Dia berjalan tanpa memberikan komentar.

Keluar dari ruangan pemeriksaan Andhi nampak mengenakan baju rompi tahanan berwarna oranye. dengan tangan diborgol.

Andhi Pramono dijerat sebagai tersangka dalam dua kasus. Dia ditetapkan sebagai tersangka di kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Nama Andhi Pramono pertama kali mencuat setelah gaya hidup mewahnya viral di media sosial. Aset kekayaannya yang terdaftar di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pun menjadi sorotan.

Andhi awalnya dimintai klarifikasi mengenai asal-usul kekayaan oleh tim Direktorat LHKPN KPK. Klarifikasi itu lalu ditingkatkan ke tingkat penyelidikan setelah KPK menduga adanya kekayaan tidak wajar yang diperoleh oleh Andhi.

Hasil penyelidikan itu lalu menemukan adanya tindak pidana korupsi berupa gratifikasi yang dilakukan Andhi Pramono. Nilai gratifikasi Andhi Pramono ditaksir mencapai miliaran rupiah.

"Sejauh ini diperkirakan miliaran rupiah," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri saat dimintai konfirmasi, Selasa (16/5).

KPK lalu melakukan pengembangan penyidikan. Hasilnya, Andhi Pramono ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.

Andhi Pramono diduga secara sengaja menyembunyikan hingga mengalihkan aset miliknya yang berasal dari hasil korupsi.

"Ketika kami melakukan proses penyidikan dugaan penerimaan gratifikasi dari fakta-fakta yang kami peroleh, ada dugaan tersangka ini menyembunyikan dengan sengaja, menyamarkan asal-usul dari aset yang diduga diperoleh dari korupsi," ujar Ali kepada wartawan, Senin (12/6).

"Sehingga, berdasarkan kecukupan alat bukti, kami tetapkan lagi sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang," tambahnya.(red)

Kapolres Loteng Laksanakan Jum'at Curhat Serta Berikan Bantuan Bingkisan sembako


Policewatch-Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Irfan Nurmansyah, SIK, MM melaksanakan Jum'at Curhat di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah pada Jumat 07/06/2023.

Dalam kegiatan Jum'at Curhat yang dilakukan oleh Kapolres Lombok Tengah dan PJU Polres tersebut didampingi oleh Kapolsek Batukliang Utara, Kanit Samapta Polsek Batukliang Utara, Kanit Binmas Polsek Batukliang Utara dan Bhabinkamtibmas Desa Karang Sidemen.

Rombongan diterima langsung oleh Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama,, Tokoh Pemuda dan Masyarakat Dusun Selojan Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara.

Kapolres Lombok Tengah menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.

"Dalam tahun Politik ini tentunya kami berharap kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan kondusifitas politik di masing masing wilayah terutama di Desa Karang Sidemen" Katanya.

Kapolres Lombok Tengah juga  menyampaikan bahwa, kegiatan Jum'at Curhat tersebut merupakan sarana silaturrahmi dan sebagai wujud Interaksi secara langsung Polri dengan Masyarakat untuk mendengarkan saran, kritik, masukan serta aduan masyarakat tentang pelayanan Kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Lombok Tengah juga memberikan bantuan Bingkisan sembako kepada masyarakat yang hadir.

Mn

Tokoh Politikus Muda DPW PKB Sumsel Bung Hendri, Yus Maulana Layak Maju Di Pilkada Lahat 2024


SUMSEL -POLICEWATCH.NEWS.

Suhu politik makin memanas di Sumatera Selatan, mulai ramai diperbincangkan oleh sejumlah pengamat politik dalam kancah menyambut tahun politik sejumlah nama muncul calon Bupati Lahat Yulius Maulana ketua DPC PDIP Kabupaten Lahat dan saat ini masih menjabat wakil bupati Empat Lawang kata " Hendri Dunan tokoh Sumsel dari PKB ini mengaku Yulius Maulana sudah layak untuk maju di Pilkada Lahat tahun 2024,

Menurut Tokoh Politikus Muda DPW PKB Sumsel Hendri Dunan menurut dia bahwa PDIP partai pemenang pemilu tahun di 2019, dan diprediksi tahun 2024 akan mendulang suara terbanyak dipemilihan legeslatif pada bulan 14 February 2024,

Apalagi Yus Maulana saat ini didapuk sebagai ketua PDIP Kabupaten Lahat, untuk memenangkan pileg tahun 2024, apalagi PDIP Kabupaten Lahat target delapan kursi, pasti kendaraan politik nya diusung partai berlambang moncong putih pimpinan ibu Megawati Soekarnoputri jelas " Hendri Dunan kepada policwatch.news Kamis (6/7)

YM sudah layak untuk maju di Pilkada Lahat pada tahun 2024, beliau masih muda energik, motivator, inovatif dan dijaman now kaum melenial sosok Yus Maulana sudah pantas untuk memimpin Kabupaten Lahat ucap " Hendri.

Saat ini peran dari anak muda melenial di era digital popularitas dan ekstabiltas Yulius Maulana naik 74 persen, dengan melakukan sosialisasi melalui alat kontak seperti baleho di seluruh kecamatan di kabupaten lahat akan menaikan popularitas dan elektabilitas YM dan ia bakal diperhitungkan dalam pilkada tahun 2024, tinggal menunggu dari hasil pileg tahun ini 2024.

Hendri yakin anak muda pemilih pemula akan tertarik dengan sosok Yus Maulana khususnya kaum melenial, mencari pemimpin yang muda " Inovatif, Cerdas, dan motivator.(BMD)

Pria Penjual Koran Keliling Ditemukan Tidak Bernyawa di Area Makam Mbah Ratu Ayu Bangil


 

POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN- Pria yang sehari-harinya di ketahui sebagai penjual koran keliling di temukan warga tidak bernyawa dalam kamar mandi area makam mbah ratu ayu atau di Swadesi, Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis pagi(06/07/2023)

Warga setempat mengatakan, mayat laki-laki  tersebut bernama Husain, yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual koran keliling.

Saat itu juga jenazah telah dievakuasi menggunakan mobil Ambulance oleh pihak kepolisian ke RSUD Bangil untuk dilakukan pemeriksaan penyebab kematian.

Sementara itu Kapolsek Bangil Kompol Achmas Sukiyanto,” membenarkan kejadia tersebut dan ia mengatakan korban bernama Husin Efendi(68) warga Lingkungan Cemandi, Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil berprofesi sebagai penjual koran di halte bis swadesi,”tegasnya.

“korban ditemukan pertama kali oleh Asbito ketua RW setempat, saat sedang kerja bakti membersihkan komplek area makam Mbah Ratu, sekitar pukul 09:30 Wib. Kala itu pemuda masjid yang sedang bersih-bersih di area kamar mandi wanita mencium bau busuk yang menyengat. Setelah ditelusuri, bau busuk tersebut berasal dari salah satu toilet wanita yang terkunci dari dalam. Kemudian secara bersama, pintu toilet di buka secara paksa dan ditemukan sosok pria yang tergeletak tidak bernyawa. Mengetahui hal tersebut, Asbito melaporkan pada Polsek Bangil.

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah dilakukan identifikasi, akhirnya diketahui indentitas korban. Kemudian jasad korban dibawa ke kamar mayat RSUD Bangil dan diserahkan pada pihak keluarganya untuk segera dimakamkan.

"Karena tidak ada ditemukan bekas penganiyaan pada tubuh korban. Korban meninggal dunia lantaran sakit yang diderita sebelumnya. Bahkan dari keterangan salah satu kerabatnya yakni M.Vicky, pada Senin siang (4/7/23) korban mengeluh kepadanya, jika kakinya sakit,”terang Kompol Sukiyanto. (Dr)

Satreskrim Polres Bima Berhasil Meringkus Spesialis Pencuri Sepeda Motor,Di Sarangnya


Policewatch-Kota Bima.

 Spesialis pencuri sepeda motor yang sangat meresahkan selama ini, akhirnya bertekuk lutut dihadapan Tim Puma 1 Sat Reskrim Polres Bima Kota.

Tim Puma 1 Sat Reskrim Polres Bima Kota dibawah pimpinan Katim Aipda Abdul Hafid dan anggotanya, meringkus serta melumpuhkan spesialis curanmor ini dengan timah panas karena melawan dan berusaha kabur.

Begitu kabar disampaikan Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi melalui Kasi Humas AKP Jufrin, Kamis (6/7/2023) sore ini.

Spesialis curanmor yang telah di amankan di Mako Polres Bima Kota jelas Punguan Hutahean, yakni IB alias Kong warga Kecamatan Belo Kabupaten Bima.

"Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima Rabu kemarin,"jelas Kasi Humas.

Rangkaian pengungkapan dan penangkapan pelaku, urai Kasi Humas, diawali dengan diamankan 6 orang penadah alias pembeli sepeda motor hasil curian pelaku sebanyak 7 sepeda motor hasil aksinya di sejumlah lokasi di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Selain meringkus dan menangkap pelaku serta mengamankan 6 orang penadah, sambung Kasi Humas, 7 unit sepeda motor berbagai merk, ikut pula diamankan di Mako Polres Bima Kota.

"Kini pelaku dan sejumlah penadah tengah ditindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku,"tutupnya.

Mn

Yus Maulana Cabup Lahat Bakal bersaing di Pilkada 2024

 


LAHAT - POLICEWATCH.NEWS - Jelang tahun politik 2024, suhu politik mulai memanas, seperti baleho wakil bupati Empat Lawang Yus Maulana, mulai bertebaran di setiap kecamatan di Kabupaten Lahat,

Hal ini terlihat baleho Yus Maulana di Desa Muara Siban, sosok Cabup Lahat siap maju di Pilkada tahun 2024, kata " Sukri Jamari Ketua LSM LP2K, wajar kalau Yus Maulana maju di Kabupaten Lahat, beliau sosok pemimpin yang kedekatan nya dengan LSM, Wartawan, dan dia masih muda ketua DPC PDIP Lahat, ucap " Sukri kepada policewatch.news Kamis (6/7/2023)

Sukri mengungkapkan bahwa lahat butuh pemimpin muda, intelektual, motivasi dalam membangun lahat, saya kira YM salah satu sosok figur pemimpin saat ini,kaum melenial, ini dijaman era digital perlu sosok pemimpin mengikuti perkembangan zaman ujar " Sukri.

Senada juga diucapkan oleh Ahmad Surman tokoh masyarakat Merapi kami ingin perubahan, masalah klasik tidak pernah tuntas debu batubara, hingga saat ini menjadi momok masyarakat Merapi area, kami butuh bukti bukan janji, kami minta siapun calon Bupati Lahat " tolong tuntaskan masalah debu batubara yang belum tuntas ini tugas bupati yang baru terang " Ahmad Surman.

Lain lagi ucap " Kardini siapapun yang nantinya menjadi bupati lahat di Pilkada tahun 2024, agar masalah debu batubara diselesaikan, dampak debu batubara Sudah diambang bahaya, penyakit ISPA (Inspeksi saluran Pernapasan Akut) setiap hari warga di pinggir jalan makan debu, belum lagi kebisingan deru angkutan batubara ribuan melintas di jalan umum, sehingga bikin kemacetan dan lama lantas memakan korban jiwa terang " Kardini 

Kardini Merapi area ingin pemimpin baru tahun politik 2024, semoga para pemimpin mendengar suara kami ini imbuhnya (BMD)