Tampilkan postingan dengan label KABUPATEN BANDUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABUPATEN BANDUNG. Tampilkan semua postingan

BLT DD DESA MEKARSALUYU TA 2020 SALAH SASARAN ?




Police Watch, Kab. Bandung,-  Sekjen LGPI Roy Rizki, angkat bicara terkait merebaknya kabar BPD dan BUMDES termasuk rt dan rw di desa Mekarsaluyu Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung terdata penerima bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020

Bantuan sosial terdampak Covid-19 itu disarankan untuk tidak dicairkan oleh pemdes. Sebab, perangkat desa rentan tidak masuk dalam kelompok terdampak atau tidak mampu
Terlebih lagi, mereka sudah memiliki pendapatan tetap dari pekerjaannya,Jelasnya

"Sudah jelas dalam aturannya BPD dan BUMDES yang notabene perangkat desa, tidak termasuk warga terdampak covid-19 yang layak mendapatkan bantuan. Apabila perangkat Desa tetap masih ingin menerima bantuan BLT DD, sanksi hukumnya berat. Diatur dalam Pasal 43 Ayat 1 yang berbunyi, setiap orang yang menyalahgunakan dana penanggulangan fakir miskin sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 33, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah), " Kata LSM Pemerhati Kinerja Pemerintah ini panjang lebar.

"Penerima bansos Covid-19 di Kabupaten Bandung harus sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh pemerintah baik bansos dari Kemensos, Pemprov Jawa Barat maupun dari BLT Dana Desa,"  Kata Roy memperjelas KPM pada wartawan (08/03).


Pelanggaran itu terkuak , ketika poto Bumdes dan BPD desa Mekarsaluyu dikirim melalui whats up ke hp awak media dari salah satu warga desa Mekarsaluyu yang namanya minta dirahasiahkan.

Diklarifikasi langsung ke kepala desa Mekarsaluyu, (8/3) Ayi Miharja membantah keras bahwa itu ulahnya.
" Apih mah teu apal nanaon, eta mah pagawean perangkat desa ( Sekdes & Kaur Kesra, Red ) jadi ku Apih dicarekan !, "Elaknya.

Namun dua poto tersebut mengatakan secara nyata ; poto pertama , kades Mekarsaluyu menyerahkan blt dd anggaran 2020 kepada wakil BPD , Dadang Sobana sebesar Rp 600 000,- sedangkan Poto kedua menggambarkan Kades menyerahkan blt dd anggaran 2020 kepada Bendahara BUMDES , H Aceng Setia Permana sebesar Rp 600 000,-

Puskesos merangkap kaur kesra Desa Mekarsaluyu, Yulia mengakui hal itu. " wakil bpd mah teu nampi pas tos janten polemik dimasyarakat eta di uih keun deui ti awal ge. ketua bumdes ?? teu nampi blt.
Rt Rw dulu kan terkena dampak, teras kan cuma tahap 1 hungkul pas thn 2020.

BLT th tos 3 tahap. rt rw mah teu kengeng deui trmasuk nu tos kengeng dambel. eta pun hasil verifikasi lapangan." Jawab Yulia melalui chat whats up pada MPW (8/3)

Masih melalui wa, ditanya mengenai ketidaktahuan kades mengenai blt dd , Yulia menjelaskan sedikit berseloroh ;
" ya tauu atuuuh, semua juga ada ttd kades sebelum ttd kan mengetahui terlebih dahuluuu." Jelasnya.

Sudah terang dan jelas bahwa desa Mekarsaluyu kecamatan Cimenyan menyalahgunakan wewenang dalam pendistribusian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Tahun Anggaran 2020 kepada yang bukan haknya.

Kelakuan Kepala Desa, Ayi Miharja dan aparatnya termasuk Kaur kesra/Puskesos Desa Mekarsaluyu, Yulia, melanggar beberapa Peraturan diantaranya ; Peraturan Menteri Keuangan no 20 tahun 2020 yang berbunyi BLT Desa adalah pemberian uang tunai kepada keluarga miskin atau tidak mampu di desa yang bersumber dari dana desa untuk mengurangi dampak ekonomi akibat adanya pandemi Covid 19 dan Pasal 43 ayat 1 sedangkan sangsinya pada pasal 33 yang sudah diterangkan diatas. Gun


DR. H. Ayep Rukmana M.Si Dari Partai Gerindra Gandeng Jane Shalimar selebritis yang juga kader Partai Demokrat, Maju di Pilkada Kab. Bandung 2020-2025

Pasangan Balon Bup Kab Bandung 2020-2025
Bandung, POLICEWATCH,-  Ayep Rukmana atau DR. H. Ayep Rukmana M.Si, ini dikenal sebagai praktisi di bidang pendidikan. Ia telah lama mengabdikan dirinya di bidang pendidikan, juga pernah aktif di bidang kebudayaan. Lahir pada 25 Juni 1965, kini Ayep sudah memantapkan langkahnya untuk menjadi calon Bupati Kabupaten Bandung Timur 2020-2025. Ia maju melalui Partai Gerindra.

Ayep telah memulai karirnya di dunia pendidikan dalam waktu yang lama. Ia meniti karirnya dari bawah, yakni sebagai guru SD pada tahun 1988-1998. Sepuluh tahun mengabdi sebagai guru, Ayep kemudian menduduki posisi sebagai kepala sekolah pada tahun 1998 hingga 2008. Selain itu, ia juga aktif sebagai kepala seksi Kepurbakalaan sampai tahun 2010.

Ayep juga pernah menjabat sebagai kepala UPT Pendidikan dan serta mejadi kepala bidang kebudayaan di tahun 2015-2017. Selanjutnya sejak tahun 2017 hingga saat ini, Ayep Rukmana aktif menduduki jabatan fungsional di dinas pendidikan. Meskipun menduduki posisi di Dinas Pendidikan, namun Ayep nampaknya masih menunjukan kecintaan pada mengajar, dengan masih aktif sebagai staf pengajar (dosen luar biasa) di berbagai perguruan tinggi dari tahun 2005 hingga sekarang

Dalam profil Ayep Rukmana ini, sejumlah organisasi juga sudah pernah ia ikuti. Kurang lebih ada tujuh organisasi, baik sebagai ketua maupun anggota lainnya. Di antaranya seperti Ketua PPSI (Persatuan Pencak Silat) Kabupaten Bandung, Ketua Pelti KONI Kabupaten Bandung, ia juga bagian dari organisasi Kosgoro 1957 Kabupaten Bandung sebagai bendahara. 

Tak sampai disitu, Ayep Rukmana juga pernah menjadi ketua untuk IKA SPG PGRI Kota Bandung, Ketua IKA SMP Soreang Putra, ia juga pernah berperan sebagai Pembina Yayasan SD IT AL TAFTZANI. Ayep Rukmana sebagai ASN maju menjadi calon Bupati Kabupaten Bandung 2020 melalui proses penjaringan yang diakukan oleh Partai Gerindra
Pasangan Balon Bup Kab.Bandung Bersama Tim Suksesnya

Ayep pun optimis dapat lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan balonbup di partai besutan Prabowo Subianto itu walau harus bersaing dengan empat kandidat lain demi mendapatkan surat rekomendasi maju.

“Memang baru pertama masuk politik dan ikut kontestasi Pilkada, tapi saya tetap yakin untuk terus maju dan ikut tahapan sebagai bakal calon Bupati Bandung,” tutur figur balonbup yang berlatar belakang birokrat itu.

untuk maju di pilkada kabupaten Bandung Ayep Menggandeng artis cantik untuk jadi wakilnya , Dia adalah selebritis yang juga kader Partai Demokrat, Jane Shalimar 

kini artis cantik Jane Shalimar yang kemungkinan besar akan berdampingan dengan Ayep  untuk maju menjadi calon wakil Bupati. 

Jane Shalimar, salah seorang pengurus DPP Partai Demokrat yang juga selebritas nasional, disebut-sebut menjadi salah seorang kandidat kuat bakal calon wakil bupati Bandung dari Partai Demokrat.
Kiprah Jane dalam turut serta mewarnai perhelatan Pilkada Kab. Bandung yang diagendakan pada 9 Desember 2020 mendatang, dia terus-menerus melakukan road show atau blusukan ke daerah-daerah di Kabupaten Bandung.

Pada minggu lalu, Jane Shalimar menemui teman-temannya dan keluarganya di kawasan Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Kebetulan di kawasan tersebut ada kolega & keluarga, sang suami pun memiliki rumah di Soreang.

Ditanya alasan Jane Shalimar berencana maju pada Pilkada Bandung, menurutnya karena ingin ada perubahan signifikan di Kabupaten Bandung.

Hal itu Jane kemukakan kepada wartawan  di sebuah rumah makan kawasan Parakanmuncang, Jalan Raya Bandung-Garut, Minggu (19/7).

Jane Shalimar mengatakan, maju pada Pilkada Bandung itu dirinya berbekal semangat untuk menyuarakan tiga program kerja.

“Ketiganya yaitu perlindungan terhadap anak dan perempuan, pariwisata, dan pendidikan,” tegasnya.

Ia mengatakan, khususnya pada program kerja perlindungan anak dan perempuan, dia menilai selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. 

Terutama bagi kepala daerah yang dua-duanya bupati dan wakil bupati dari kaum laki-laki.

“Kepemimpinan kepala daerah dari kaum laki-laki itu lebih fokus pada pembangunan infrastruktur. Sementara program kerja perlindungan anak dan perempuan kurang mendapatkan perhatian. Sementara saya sebagai perwakilan dari kaum perempuan ingin menyikapi hal itu, terutama  untuk memberi perlindungan terhadap perempuan dan anak.

 Di saat bupatinya laki-laki dan wakil bupatinya dari perempuan, bisa berbagi tugas, ibarat pernikahan, sosok pemimpin adalah laki-laki, perempuan tugasnya melengkapi dan menjaga stabilnya rumah tangga” tutur Jane Shalimar.

Jane Shalimar pun mengungkapkan tentang sasaran programnya pada bidang pariwisata. Di antaranya, untuk meningkatkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Bandung dengan membuat profil destinasi wisata tersebut dengan lebih detail dan dengan sinematografi yang indah.
Jane Shalimar Bersama Irwan Sutaryo ST

Sementara  itu menurut Ketua Team Sukses Ayep -Jane yaitu Irwan Sutaryo ST , dia sangat yakin bahwa pasangan Ayep-Jane ini akan duduk di kursi Bupati dan Wakil Bupati Kab.Bandung. hal ini di sampaikan Irwan Kepada Redaksi Policewatch.news melalui pesan singkat WhatsApp.31/7

Menurutnya berbagai loby dan kampanye juga Tim Sukses yang dia bentuk sudah menembus di berbagai kalangan masyarakat kabupaten Bandung, dengan di bantu oleh para tokoh masyarakat, tokoh Agama, Budaya, Pemuda , dan lain sebagainya.paparnya.

Pewarta : Ecep Gunawan

GEMPA TEKTONIK M 3.5 GETARKAN KAB-BANDUNG-JABAR



Bandung , POLICEWATCH, - Gempa bumi berkekuatan 3,5 magnitudo menggetarkan wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/6) malam, pukul 20.34 WIB.

Berdasarkan Informasi BMKG, pusat gempa berada di 17 kilometer tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman 5 kilometer.

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=3.5. Episenter terletak pada koordinat 7.25 LS dan 107.73 BT, atau tepatnya berlokasi di Darat pada jarak 17 km Tenggara KAB-BANDUNG-JABAR pada kedalaman 5 kilometer. 

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Garsela Rakutai. 

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Kamojang Kab.Garut dengan Skala Intensitas II - III MMI, di Pacet dan Ciparay Kab.Bandung dengan Skala Intensitas II - III MMI, di Tarogong dengan Skala Intensitas III MMI, di Samarang dengan Skala Intensitas III MMI, di Majalaya dengan Skala Intensitas III MMI, di Bayongbong dengan Skala Intensitas III MMI. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. 

Hingga pukul 21:15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). 

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @bmkgwilayah2 atau @infoBMKG), website (http://balai2.bmkg.go.id/ atau http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id).), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.


Sementara itu, sejumlah warganet melaporkan gempa dirasakan juga di sejumlah wilayah Garut.

Meski demikian, belum ada laporan terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa ini

Pewarta : E Gun

Diduga Mantan Kadus Gunungleutik Tipu Warga

Dok : mpw


Kabupaten Bandung, Police Watch,-  Engkos, warga Rt 05 Rw 03 desa Gunungleutik Kecamatan Ciparay mengeluh pasalnya ; biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan balik nama (AJB) Akta Jual Beli Rumah di kp Budiasih No 26 Rt 03 Rw 07 sejak Oktober 2019 tidak kunjung usai.
"
Awalnya sih nggak begitu niat Nama AJB rumah yang baru dibeli namun pa Dian yang kala itu datang ke rumah menyanggupi dalam waktu seminggu AJB itu beres," 

Ujarnya sedikit merenung. " Padahal dana yang dikeluarkan lumayan besar pa Rp 2,5 juta," Ucapnya meneruskan ceritanya (18/04)." 

Saya sudah lapor ke desa malah langsung ke rumah pa kades namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut." 

lanjut pria tengah baya ini pada PW. Karena kepala desa Gunungleutik tidak ada dirumahnya maka PW memutuskan untuk menjumpai Ketua BPD .Ditemui dirumahnya, (19/04) Ketua BPD desa Gunungleutik ,Risnandar menjelaskan bahwa pa Dinara Hadian Kadus 1 Gunungleutik sudah diberhentikan dari jabatannya medio April 2020. "

 Surat pemberhentiannya atas rekomendasi dari Camat Ciparay sekitar awal April kemarin pa," Ucapnya menegaskan. 

Keputusan itu diambil sebagai Kadus , pa Dian dengan sengaja menyalahgunakan jabatannya demi kepentingan pribadi. Banyak korban yang tertipu olehnya selain h Engkos, bu iin dan pa widarna (51) dan lain-lain dengan motip berkas AJB, Sertifikat dan PBB. 

Korban tersebut dipungut mulai Rp 600 ribu - Rp 6 juta. 

Saat ditemui dirumahnya mantan kadus tersebut tidak ada di tempat hanya anaknya, abel yang menyebutkan bahwa bapanya keluar dari tadi subuh. Gun 

Desa Buahbatu Menuju Kampung Kuliner

Kepala Desa Buah Batu, Asep Supriatna

Kab. Bandung, Police Watch,- Ekonomi kreatif merupakan keharusan yang harus dilakukan ketika produk-produk dari luar terus membanjiri pasar kita.Tak terkecuali produk kuliner seperti fried chicken, pizza, hamburger, hot dog, sukiyaki dll dari berbagai negara. 

Kesepakatan MEA, AFTA 2010 dan CAFTA 2020 yang ditandatangani pimpinan negara merupakan tantangan masyarakat untuk menyikapi berbagai hal menyangkut serbuan kuliner yang menerobos pasar kita. Terutama produk china yang sekarang mendominasi pasar Asean, dengan harga yang murah dan kualitas bersaing sedikit demi sedikit menguasai pasar dunia.

 Imbasnya banyak pengusaha pribumi berubah haluan dari produsen menjadi importir .Kekuatan perekonomian dalam negeri semakin melemah tergantung produk asing.

Kepala Desa Buah Batu, Asep Supriatna mengerti betul situasi dan kondisi itu. 14/04/20
Menurutnya, sumberdaya alam melimpah dengan tatakelola yang baik bisa menghasilkan produk yang bermutu.

Setelah produk diproduksi kuasai pasar dari hulu ke hilir, Jangan lupa 4 driver utama : Pasar ,Pengeluaran , Pekerja dan Pengetahuan. Keempat driver itu memerlukan ; Need Best Segmentation, Innovation Engine secara berkesinambungan dan efektif.

 Untuk menangkap Customer Needs bentuk tim formasi needs yang tangguh untuk membangun value yang proporsioinal.

“Didesa Buah Batu banyak home industri kuliner tradisional, yang rasanya sudah lekat dilidah masyarakat apalagi setiap hari minggu ada pasar tumpah di BBI .Jadi anatara produsen dan
konsumen sudah terjadi integrasi transaksi, Tinggal kita follow up dan kita perluas dengan market on
line “ Kata Kades pada MPW diruang kerjanya.

“ Hal ini seiring dengan program bupati dengan rencana membangun 1000 kampung unggulan. 

Melihat demografi wilayah yang dekat kota Bandung terkenal dengan ‘Surga Kuliner’ rasa- rasanya Desa Buah Batu menjadi “Kampung Kuliner” bukan sebatas wacana ditunjang dengan potensi, sistem dan infrastruktur wilayah,” Jelas Asep Supriatna , Kepala Desa yang sudah menjabat kepemimpinan selama dua periode ini pada MPW. (Gun )

WARGA PASIRSARI DESA PATROLSARI DAMBAKAN AIR BERSIH

DOK : MPW

Kab. Bandung, Police Watch, -  Kampung Pasirsari khususnya Rw, 07 dengan jumlah njiwa sekitar 400 orang masuk dalam mlingkup wilayah desa Patrolsari Kecamatan, Arjasari mendambakan air bersih.

Daerah Pasirsari merupakan daerah tebing terjal sehingga warga Pasirsari kesulitan mendapatkan air
bersih baik untuk minum maupun untuk lebutuhan sehari-hari,

Menurut Ayi (50) tokoh masyarakat Pasirsari menjelaskan “ Warga disini kesulitan akses air bersih sehingga mencoba untuk membuat sumur sampai kedalaman 15 meter – 20 meter tapi itu termasuk penggalian dangkal hanya dapat menarik tiga ember kecil mana cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga apalagi dimusim kemarau ini, warga Pasirsari ini mengandalkan mata air Ciendog yang lokasinya lumayan jauh dibawah”, kata Ayi pada MPW, 13/04/20

Diselangi oleh BPD Patrolsari, Dadang Dewan yang mengatakan bahwa Ciendog merupakan mata air yang terus ‘mengocor’ walau di musim kemarau sekalipun.

Sehingga mata air Ciendog dipakai bukan Hanya Kp Pasirsari saja namun beberapa rw pun mengambil air kesini. 

Mata air Ciendog menjadi andalan kebutuhan air bersih warga Pasirsari dan sekitarnya. Padahal debit
airnya sangat minim hanya sejari tangan orang dewasa saja yang mengalir dari mata
air Ciendog. 

Tentu saja sangat tidak sepadan dengan kebutuhan diatas 500 jiwa. Hal ini menjadi perhatian Kades Patrolsari, Agus Supriadi yang mengatakan “ Mata Air Ciendog harus dipelihara kalau bisa diperbesar karena menjadi hajat hidup orang banyak.

Namun terkendala dengan lokasinya yang jauh dibawah. Membuat warga bersusah payah kebawah dan membawanya keatas untuk keperluan air bersih. Salah satu solusinya yaitu membuat sumur artesis ditengah lingkungan kampung Pasirsari namun terkendala dengan biaya tak mungkin dianggarkan dari dana desa karena pembuatan sumur artesis membutuhkan dana diatas 500 juta rupiah.” Jelas Kades Patrolsari pada wartawan .

Segala daya upaya telah dilakukan oleh Tokoh Masyarakat, BPD dan Kades Patrolsari melalui pengajuan proposal ke berbagai Institusi dan Partai Politik ataupun ke Investor namun sampai sekarang belum ada realisasinya . Dalam moment Pilkada ini, Ayi berikrar

“Siapapun Bupatinya atau apapun partainya, kalaupun ada partai kalajengking pun warga disini siap sepenuh hati mendukung .” Ujar Ayi sekaligus berharap, memungkas wawancaranya dengan Media Police Watch.(GUNAWAN)

TERLILIT HUTANG, GURU HONORER TAWARKAN GINJAL UNTUK BAYAR UTANG

DOK : MPW



Kabupaten Bandung,POLICE WATCH,--   Sep Kmh Dmang Manawi Aya Informasi Bilih Aya Nu Wegah Ginjal Nu Ibu Bd Di ical, Kanggo Mayaran Sametan”, Kata-kata dalam sms itu masuk ke Hp MPW (12/07) pukul 07.14 WIB. 

Penasaran MPW menelpon balik ternyata bukan dari yang punya masalah tapi sebatas ketakutan wartawan lain yang dilempar ke wartawan MPW. 

Tapi rekan wartawan itu memberikan nomer hp ibu tersebut, Alhamdulilah nyambung.Ternyata benar, Ibu yang menjual ginjal itu benar-benar membutuhkan uang sebesar Rp 250 juta untuk melunasi hutangnya yang jatuh tempo tanggal 25 Juli Kemarin. 

Ibu itu berinisial I, Tahun 2001 dia guru honor di SDN GN Ciparay tapi dikeluarkan karena menikah dengan Pria yang punya istri adiknya Guru PNS masih di SD wilayah Ciparay tapi beda sekolah.

(Red.Masih melalui sambungan telepon seluler)Karena resah di Ciparay, tahun 2007 ia pindah ke Pacet dan berlabuh di MI BA sebagai guru Honorer. 

Tahun 2015, guru malang itu bertemu dengan Dedi dihalaman Kantor Bappeda Kabupaten Bandung di Soreang. Dedi mengaku sebagai Wakil Kepala Bappeda dan menjanjikan dapat memasukan ke Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) dengan imbalan sejumlah uang.”

 Pada Tahun 2015 , Saya ditawari menjadi PNS oleh Dedi (Yang mengaku pegawai BAPPEDA Kabupaten Bandung, Red )

Melihat penampilan dan keluar dari kantor menuju mobil mewah, saya menyangka bahwa dia pejabat didinas itu, Maka ketika ditawari menjadi PNS, saya langsung menyanggupi meski dengan jumlah yang besar yang penting diterma sebagai PNS.

 Namun hari demi hari bulan ketemu bulan sampai dengan sekarang belum ada tanda-tanda diterima. Ketika disusul kerumahnya daerah Cireungit. Orangnya raib entah kemana”, Jelasnya panjang lebar .

 Lantaran Biaya kangge lebet PNS biayana nambutan kaditu kadieu, ditambihan rekan-rekan sesama guru nu artosna tos lebet,abdi tos lieur bade nutupanana nya kapaksa kanggo mayaran sametan abdi
bade ngical Ginjal,” Kata I warga desa Pakutandang ini melalui telepon selulernya pada wartawan MPW

Tidak itu saja ternyata ia juga terjebak menjadi calo PNS melalui rayuan Dedi “ Sang Pegawai BAPPEDA”.

Melihat penampilan perlente dan membawa mobil mewah, wanita muda ini percaya. Sehingga terjadi deal-deal yang mengharuskan I mencari nasabah untuk menjadi PNS dengan imbalan 12-25 juta rupiah dan setor langsung ke Dedi ataupun orang suruhannya.

 Menurut I, korban kebanyakan warga desa Maruyung Pacet. Namun yang dijanjikan tak kunjung-kunjung diangkat menjadi PNS malah ia dikejar-kejar korban sedang Dedi warga Cireungit raib entah kemana (GUN)