Pemilu 2019: Partai Diantara Pilpres dan Pileg

/ Sabtu, 16 Maret 2019 / 21.28

Reporter ;  Sapta

PolMark Research Center ( PRC ) – PolMark Indonesia Bekerja sama dengan DPP PAN telah menyelesaikan survey di 73 Dapil dari 80 Dapil seluruh Indonesia


Semarang, (Police Watch.News)- Hasil Survei PolMark Research Center – PolMark Indonesia di 73 Dapil Seluruh Indonesia Untuk Tingkat DPR RI

PolMark Research Center ( PRC ) – PolMark Indonesia Bekerja sama dengan DPP PAN
telah menyelesaikan survey di 73 Dapil dari 80 Dapil seluruh Indonesia untuk tingkat pemilihan
DPR RI. Survei ini dilakukan dari bulan oktober 2018 – februari 2019 dengan jumlah responden
440 ( dengan marginaloff error plus minus 4,8% ) di masing masing 72 dapil dan 880 responden
( dengan margin off error plus minus 3,4 % ) di 1 dapil. Survei di 73 dapil ini mencakup 92,9
persen dari pemilih pemilu 2019. Di 73 dapil ini diperebutkan 534 kursi dari 575 keseluruhan

kursi DPR RI 2019. Pengambilan sampel survey ini di lakukan dengan metode Multistage
Random Sampling dengan selang kepercayaan 95% .
Beberapa bagian dari temuan survei73 dapil ini telah di presentasikan di Surabaya pada
tanggal 5 maret 2019 dalam Forum Pikiran, Akal dan Nalar ke 1. Forum Pikiran, Akal dan Nalar
di semarang merupakan wilayah Forum ke 2 dari 6 forum yang direncanakan. Setelah di
Surabaya dan Semarang ini forum berikutnya akan diadakan di Bandung,Makassar,Medan dan
Jakarta. Forum di semarang ini memfokuskan diri pada keunikan hubungan Pilpres dan Pileg
dalam pemilu 2019.
Untuk pertama kali sepanjang sejarah reformasi,Pilpres dan Pileg diadakan secara bersamaa,
serentak di satu waktu. Maka dalam pemilu 2019, pilpres dan pileg berhubungan secara unik,
berbeda dengan preseden selama ini. Seberapa jauh Pilpres dan Pileg serentak itu berimplikasi
pada elektabilitas partai politik yang kadernya menjadi Calon Presiden/ Wakil Presiden
dibandingkan dengan ekstabilitas partai yang sekadar menjadi pengusung ? partai apa saja yang
mendaptkan dampak positif paling signifikan dari keserentaan Pilpres dan Pileg ini ? seberapa
senjang ekstabilitas Pilpres dengan Pileg ? kemanakah para pemilih partai mengarahkan
pilihannya dalam Pilpres ? Apakah mereka bersetia pada pengusungan Capres dan Cawapres
oleh partai pilihannya?
Survei di 73 dapil ini memperlihatkan bahwa Pilpres memang memiliki peranan membentuk
kecenderungan pemilihan dalam pileg.sejumlah cukup signifikan pemilih (46,1%) menyatakan
memilih partai politik dalam pileg yang kadernya menjadi capres atau cawapres. Sementara itu
pemilih yang memilih partai dalam pileg yang ikut mengusung Capres atau Cawapres pilihan
mereka ada dalam jumlah lebih kecil sekalipun tetap signifikan (33,1persen)
Data lain yang menarik adalah terlihatnya kesenjangan antara gabungan elektabilitas partai
para pengusung Capres Cawapres dengan elektabilitas Capres Cawapres yang diusungnya.
Agregat elektabilitas Jokowi Makruf Amin di 73 dapil adalah 40,4% gabungan elektabilitas
partai partai pengusung Kandidat 01 ini adalah 67,4 % artinya ada kesenjangan sebesar 27%
diantara kedua angka elektabilias itu.
Kesenjangan juga terjadi antara agregat elektabilitas Prabowo Sandi dengan gabungan
elektabilitas partai partai pengusungnya. Elektabilitas Prabowo Sandi adalah 25,8% sementara
itu gabungan elektabilitas partai partai pengusungnya adalah 32%, maknanya ada kesenjangan
sebesar 6,2 %.
Temuan lain dari survey di 73 dapil ini adalah masih menyebarnya preferensi pilihan Capres
dan Cawapres dari para pemilih partai politik, dua partai politik yang kadernya menjadi Capres
yaitu PDIP dan Gerindra, memiliki preferensi paling tegas Capres Cawapres yang di usung
partainya. Hampir 2/3 (tepatnya 74,6%) pemilih PDIP menjadi pemilih Jokowi Amin,sementara
itu 68,8% pemilih Gerindra menjadi pemilih Prabowo Sandi.

Komentar Anda

Berita Terkini