Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri pendidikan dan budaya. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri pendidikan dan budaya. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Pejabat Publik Dituding "Tikus Bersepatu", Klarifikasi dan Kecaman Mengalir Deras


Policewatch-Lombok Tengah

Dunia pendidikan Lombok Tengah kembali dihebohkan dengan polemik ujaran kebencian di media sosial. Setelah sebuah akun anonim melontarkan tuduhan bernada fitnah, menyebutkan "hati-hati Kabid PAUD Lombok Tengah jadi tikus bersepatu," kini pemilik akun Facebook "Amaq Ketujur" angkat bicara.

Menanggapi hal ini, Dr. Lalu Jayadi, Pengawas PAUD Lombok Tengah, Asesor, sekaligus penggiat pendidikan, sebelumnya telah mengeluarkan rilis klarifikasi yang menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak berdasar, tidak benar, dan merupakan fitnah yang keji.

"Ungkapan itu sangat berpotensi menyesatkan opini publik dan mencoreng nama baik institusi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Lombok Tengah," tegas Dr. Lalu Jayadi dalam rilisnya.

Lebih lanjut, Dr. Lalu Jayadi menjelaskan bahwa Kabid PAUD Lombok Tengah beserta seluruh jajaran telah menjalankan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan prinsip transparan dan akuntabel. Tuduhan yang menyamakan pejabat publik dengan "tikus berdasi" dinilai sebagai bentuk ujaran kebencian yang tidak mencerminkan etika bermedia sosial dan melanggar nilai-nilai kesantunan yang dijunjung tinggi dalam budaya lokal.

"Saya mengutuk keras tindakan tidak bermoral ini. Ini bukan hanya merusak nama baik individu, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan yang seharusnya menjadi teladan," ungkapnya dengan nada geram.

Sementara itu, Kabid PAUD dan PNF Lombok Tengah, Dr. Muhamad Nazim, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa sebagai pejabat publik, dirinya harus siap menerima kritikan. Namun, ia menegaskan bahwa apa yang disampaikannya selama ini sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Apalagi masalah buku, itu kan 10% sudah ada di Permendikbud sesuai jumlah juknisnya, ditunjuk jenis BOP terbaru, kemudian 10% juga sudah sesuai arahan kementerian, jadi tidak masalah," jelasnya. Ia menambahkan bahwa banyak pihak yang tidak memahami dunia pendidikan dan regulasi yang ada, sehingga mungkin muncul kesalahpahaman.

Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Anggaran (Gempar), yang dikenal dengan sapaan akrab Pak Bur, turut mengecam keras pernyataan tersebut. "Kami dari Gempar sangat menyesalkan adanya ujaran kebencian yang ditujukan kepada pejabat publik, terlebih di lingkungan pendidikan. Kami mendukung penuh langkah hukum yang akan diambil jika fitnah ini terus berlanjut," ujar Pak Bur.

Ditempat terpisah, awak media berhasil mengkonfirmasi pemilik akun Facebook "Amaq Ketujur" melalui pesan WhatsApp. Ia menyampaikan, "Artinya saya memposting pengalaman mereka itu saja... Soal bantahan silahkan saja dibantah. Yang jelas di antara sekian banyak sekolah PAUD/TK, ada yang merasa kebijakan Kabid dan pengawas ini tidak adil dan sangat memberatkan."

Dr. Lalu Jayadi mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, mengedepankan klarifikasi sebelum menyebarkan informasi, dan menghentikan penyebaran berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia juga menegaskan bahwa jika ujaran kebencian dan fitnah semacam ini terus berlanjut, pihaknya tidak akan segan untuk menempuh jalur hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Mari kita bersama-sama menjaga integritas, nama baik, dan martabat dunia pendidikan di Lombok Tengah, demi menciptakan generasi yang lebih baik di masa depan," pungkasnya.

Kasus ini menjadi sorotan serius di kalangan praktisi pendidikan Lombok Tengah. Diharapkan, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan menghindari penyebaran ujaran kebencian yang dapat merusak reputasi individu maupun institusi.

 

 Jurnalis

Mamen

"Dr. Lalu Jayadi Geram: Sebutan 'Tikus Bersepatu' untuk Kabid PAUD Loteng Fitnah dan Merusak Dunia Pendidikan!"


Policewatch-LombokLombok Tengah

 Dunia pendidikan Lombok Tengah kembali terusik dengan munculnya ujaran kebencian di media sosial. Salah satu akun  melontarkan tuduhan bernada fitnah, menyebutkan "hati-hati Kabid PAUD Lombok Tengah jadi tikus bersepatu," yang sontak memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.

Menanggapi hal ini, Dr. Lalu Jayadi, Pengawas PAUD Lombok Tengah, Asesor, sekaligus penggiat pendidikan, segera mengeluarkan rilis klarifikasi yang menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak berdasar, tidak benar, dan merupakan fitnah yang keji.

"Ungkapan itu sangat berpotensi menyesatkan opini publik dan mencoreng nama baik institusi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Lombok Tengah," tegas Dr. Lalu Jayadi dalam rilisnya.

Lebih lanjut, Dr. Lalu Jayadi menjelaskan bahwa Kabid PAUD Lombok Tengah beserta seluruh jajaran telah menjalankan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan prinsip transparan dan akuntabel. Tuduhan yang menyamakan pejabat publik dengan "tikus berdasi" dinilai sebagai bentuk ujaran kebencian yang tidak mencerminkan etika bermedia sosial dan melanggar nilai-nilai kesantunan yang dijunjung tinggi dalam budaya lokal.

"Saya mengutuk keras tindakan tidak bermoral ini. Ini bukan hanya merusak nama baik individu, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan yang seharusnya menjadi teladan," ungkapnya dengan nada geram.

Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Anggaran (Gempar), yang dikenal dengan sapaan akrab Pak Bur, turut mengecam keras pernyataan tersebut. "Kami dari Gempar sangat menyesalkan adanya ujaran kebencian yang ditujukan kepada pejabat publik, terlebih di lingkungan pendidikan. Kami mendukung penuh langkah hukum yang akan diambil jika fitnah ini terus berlanjut," ujar Pak Bur.

Dr. Lalu Jayadi mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, mengedepankan klarifikasi sebelum menyebarkan informasi, dan menghentikan penyebaran berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia juga menegaskan bahwa jika ujaran kebencian dan fitnah semacam ini terus berlanjut, pihaknya tidak akan segan untuk menempuh jalur hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Mari kita bersama-sama menjaga integritas, nama baik, dan martabat dunia pendidikan di Lombok Tengah, demi menciptakan generasi yang lebih baik di masa depan," pungkasnya.

Kasus ini menjadi sorotan serius di kalangan praktisi pendidikan Lombok Tengah. Diharapkan, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan menghindari penyebaran ujaran kebencian yang dapat merusak reputasi individu maupun institusi.

 

Mamen.

 


"Kapolres dan Bhayangkari Lombok Utara Angkat Martabat Tenun Lokal di Fashion Street 2025: Sinergi Budaya dan Ekonomi Kreatif"

 


 

Policewatch-Lombok Utara

Fashion Street Lombok Utara 2025 menjadi panggung istimewa yang memancarkan keindahan dan potensi wastra lokal. Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, tampil memukau dalam balutan Tenun Lombok Utara, memeriahkan acara bertema "From Shadow to Spotlight" di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Jumat (15/8/2025).

Acara yang digelar dalam rangka HUT ke-17 Kabupaten Lombok Utara dan menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, menampilkan kolaborasi berbagai instansi dan OPD. Paduan tenun dan batik asli Lombok Utara menghasilkan busana elegan yang menegaskan identitas budaya sekaligus mendorong ekonomi kreatif daerah.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., menyatakan komitmen Polri dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis budaya. "Polri bertransformasi menjadi mitra pemerintah dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi dan budaya. Produk lokal Lombok Utara memiliki potensi besar untuk bersaing jika kualitas dan kreativitas terus ditingkatkan," ujarnya.

Kapolres menekankan pentingnya menjadikan Fashion Street sebagai agenda tahunan untuk melestarikan budaya dan memberikan ruang inovasi bagi generasi muda. "Tema 'From Shadow to Spotlight' sangat relevan. Lombok Utara harus berani tampil di kancah yang lebih luas, dan Polres siap mendukung iklim ekonomi yang pro-kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, berbagi pengalamannya yang terinspirasi oleh tenun sejak melihat proses pembuatannya di Bayan. "Saya langsung jatuh hati dan membeli beberapa motif untuk dijadikan busana modern. Tenun bisa dikreasikan oleh generasi muda agar tetap menarik," katanya.

Sebelumnya, Ny. Heny Agus Purwanta juga telah mempromosikan Tenun Bayan di Bazzar Kreasi Bhayangkari Nusantara di Jakarta. Konsistensinya menunjukkan komitmen Bhayangkari Lombok Utara sebagai duta budaya yang menghubungkan kearifan lokal dengan pasar nasional.

Ia menambahkan bahwa Bhayangkari siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan UMKM untuk mendorong ide-ide kreatif dari generasi muda. "Anak muda bisa menjadikan tenun dan batik Lombok Utara sebagai produk fashion yang stylish dan bernilai ekonomi. Penggunaan batik lokal setiap Kamis oleh OPD adalah langkah nyata menggerakkan perekonomian kita," jelasnya.

Bagi Ny. Heny, kegiatan ini adalah bentuk pemberdayaan. "Bhayangkari akan terus berfokus pada pendidikan, sains, dan teknologi untuk pemberdayaan perempuan dan anak. Budaya adalah pintu masuk untuk kesejahteraan masyarakat. Fashion Street perlu menjadi agenda rutin dengan konsep yang lebih kreatif dan segmen pasar yang lebih luas," ujarnya.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, sebelumnya menekankan pentingnya menjadikan kain tenun dan batik lokal sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, serta mengusulkan penggunaan wastra Lombok Utara sebagai identitas resmi dalam setiap kegiatan publik.

Dari halaman Kantor Bupati, Fashion Street tahun ini membuktikan bahwa tenun Lombok Utara benar-benar melangkah menuju sorotan, membawa harapan baru bagi ekonomi kreatif dan budaya daerah.

 M

Serakah Adalah Musuh Peradaban Oleh; Syahlarriyadi Institut Nida El Adabi (INDABI) Bogor

policewatch.news
Tangerang,28 Juli 2025
Di tengah kemajuan teknologi dan geliat pembangunan yang menggema di berbagai pelosok negeri, bangsa Indonesia masih terus berhadapan dengan ancaman laten yang merusak fondasi moral dan sistem kenegaraan: korupsi. Ia bukan hanya soal hukum dan angka kerugian negara, melainkan soal nilai. 

Di balik semua praktik korupsi itu, terdapat satu sifat mendasar yang menjadi akarnya: serakah.

Serakah adalah musuh peradaban. 
Ia menghancurkan kepercayaan publik, memperdalam kemiskinan, dan mempermalukan bangsa di mata dunia. Ketika kerakusan merasuk ke dalam sistem kekuasaan dan birokrasi, maka yang hancur bukan hanya anggaran negara, tapi juga martabat bangsa. Korupsi yang lahir dari sifat serakah bukanlah sekadar pelanggaran administratif atau tindak pidana, tetapi kejahatan moral yang menggerus integritas pribadi dan kolektif.

Sayangnya, serakah tidak pernah diajarkan secara formal. Sebagaimana dikemukakan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Kongres PSI, “Ilmu serakah tidak pernah diajarkan di universitas manapun.” Namun dampaknya sangat nyata menjadikan sebagian elit politik dan pejabat publik lupa bahwa jabatan adalah amanah, bukan ladang untuk memperkaya diri dan kroni.


Penanggulangannya pun tidak cukup dengan penindakan hukum atau peraturan semata. Ia harus menyentuh akar terdalam bangsa: melalui reformasi akhlak, agar generasi yang tumbuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga takut dan malu untuk berbuat curang; melalui keteladanan pemimpin, agar jabatan ditunaikan sebagai tanggung jawab moral dan bukan kesempatan untuk menumpuk kekayaan pribadi; serta melalui pembangunan sistem digital yang antikorupsi, agar transparansi tidak berhenti sebagai jargon, melainkan menjadi budaya birokrasi yang melekat.


Di sinilah Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin menawarkan panduan utama. Akhlak menjadi poros utama dalam setiap perintah agama. Rasulullah SAW sendiri bersabda, “Sungguh aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad). Artinya, urusan kejujuran, amanah, dan rasa takut pada Allah dalam menjalankan tugas adalah bagian inti dari iman.


Korupsi bukan hanya kejahatan hukum, tapi juga dosa moral. Dan bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang membangun gedung pencakar langit dan membanggakan pertumbuhan ekonomi, melainkan bangsa yang mampu menumbuhkan manusia-manusia yang takut mengambil yang bukan haknya.

 Bangsa yang menjadikan kejujuran sebagai kekuatan, bukan kelemahan.
Akhirnya, di tengah disrupsi global dan tantangan digitalisasi, Indonesia memiliki peluang besar menjadi bangsa yang bukan hanya maju secara teknologi, tapi juga unggul secara moral. Dengan akhlak yang kuat, kepemimpinan yang bersih, serta sistem digital yang adil dan transparan, negeri ini akan tumbuh menjadi bangsa yang tidak hanya besar di atas kertas, tapi juga mulia dalam sejarah.



Berikut Profil Penulis: Dr.Syahlaryadi,Mpd.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Profile Penulis:
Dr. H. Syahlarriyadi, M.M. lahir di Jakarta dari orang Bapak Alm.H. Royani bin H. Samin dan Ibu Almarhumah Hj. Siti Ahyanah, pasangan dari istri Siti Aisyah binti Arid yang telah dikaruniai 3 orang anak bernama Moch. Risyad Akbar, Rifqia Rahim dan Rihana Rahim dan mempunyai cucu 6 orang yang bernama Kanza, Kefa, Asyraf, Arsal, Reva dan Resa.

Pendidikan ditempuh muali SD, SMP, SMA di Jakarta, S1 di Uhamka, S2, UMJ dan S3 Program Doktoral ditempuh di UMJ. 

Penulis mengikuti Short Course di dalam dan luar negeri. Short Course di luar negeri seperti Fundamentals of Computer and Information Technology oleh Singapore Cooperation Programme; English For Profesionals oleh International Training Programme, Ciefle India; Leadership (Problem Solving, Decision Making, and Comprehensive Managerial Skills). Penulis juga aktif dalam membuat jurnal, baik jurnal nasional maupun jurnal internasional seperti: Jurnal Nasional: Kebenaran Dalam Perspektif Filsafat Ilmu Dan Pendidikan Agama Islam; 'Impelementasi Penjaminan Mutu Pendidikan Islam Melalui Madrasah Di Indonesia. Jurnal Internasional: Strategies for Developing the Quality of SMK Education Islamic High School Majoring in Multimedia and Technology Information (Case Study in Parung Panjang District-Bogor Regency); The Role Of Leaders Of Islamic Educational Institutions In Increasing The Quality Of Islamic Education In Madrasah.


Penulis adalah seorang pensiunan PNS (ASN) Sekretariat Negara yang ditempatkan di Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden, sejak tahun 2006 menangani bidang Keagamaan, Kebudayaan dan Pendidikan dan menjadi Anggota Tim Kajian Dewan Pertimbangan Presiden. Sejak Tahun 2018 – sekarang penulis menjadi dosen pada Prodi Pendidikan Agama Islam, dan Hukum Ekonomi Syariah, serta Manajemen Bisnis Syariah di Institut Nida El Adabi Parung Panjang, Bogor.



Team redaksi 
H.Irvanto Wakid

Polres Lombok Utara Rayakan Hari Bhayangkara dengan Sinergi Sosial: 1000 Bansos dan Layanan Kesehatan Gratis

 


 Policewatch-Lombok Utara

Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025 di Lombok Utara dirayakan bukan hanya dengan upacara seremonial, tetapi juga dengan aksi nyata yang menunjukkan sinergi kuat antara Polres Lombok Utara, Bhayangkari, TNI, dan Pemerintah Daerah (Pemda).  Bertempat di Kantor Bupati Lombok Utara pada Selasa, 1 Juli 2025, kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun keamanan, kesejahteraan, dan ketahanan sosial masyarakat.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., menekankan bahwa rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara tahun ini merupakan wujud nyata pelayanan publik yang kolaboratif dan partisipatif.  “Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang kami pusatkan di Kantor Bupati ini mencerminkan sinergi kuat kami dengan Forkopimda. Dukungan dari Dandim, Danlanud, Danpomal, dan seluruh stakeholder menjadi kekuatan besar kami dalam mewujudkan kamtibmas yang kondusif dan pelayanan publik yang optimal,” ungkap AKBP Agus Purwanta.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Polres Lombok Utara dan Bhayangkari mendistribusikan 1.000 paket bantuan sosial (bansos) kepada kelompok rentan, meliputi warakawuri, lansia, kaum dhuafa, yatim piatu, dan siswa-siswi difabel sejak pertengahan Juni 2025.  Selain bansos,  bakti kesehatan gratis juga digelar bekerja sama dengan Sie Dokkes Polres, RSUD Lombok Utara, dan anggota Bhayangkari yang berprofesi sebagai dokter dan perawat.  Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, penyuluhan gizi, dan donor darah.  Aksi donor darah ini juga didedikasikan untuk menambah stok darah RSUD Lombok Utara.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta,  menyatakan bahwa Hari Bhayangkara merupakan momentum strategis untuk pengabdian sosial.  “Budaya adalah cara paling tepat menyapa masyarakat.  Sebagai Bhayangkari, kami hadir bukan hanya mendampingi suami, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial. Kegiatan sosial dan pelestarian budaya adalah implementasi nyata dari nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.  Dalam kegiatan tersebut, Bhayangkari juga menampilkan stan UMKM kuliner dan kerajinan tangan lokal, serta Perpustakaan Mini untuk mendukung edukasi literasi keluarga.  Pemda Lombok Utara melalui Dinas PTSP bahkan siap memfasilitasi legalitas usaha anggota Bhayangkari.

Puncaknya,  penampilan dua siswa disabilitas dari SLB Negeri 1 Tanjung menjadi simbol inklusivitas yang mendapat apresiasi langsung dari Kapolres dan Ketua Bhayangkari. Ny. Heny menegaskan, “Difabel bukan kekurangan, mereka hanya butuh ruang yang setara. Kami akan terus mendukung eksplorasi potensi mereka.”

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, mengapresiasi langkah Polres dan Bhayangkari yang mengintegrasikan pendekatan keamanan dan sosial.  “Kolaborasi Polres dan Pemda bukan hanya administratif, tetapi substansial. Pendekatan humanis Polres sangat berkontribusi dalam membangun rasa aman masyarakat,  penting untuk menarik investasi dan menciptakan iklim pertumbuhan ekonomi yang sehat,” ujar Bupati Najmul.  Ia juga menegaskan akan memperkuat kerja sama dengan Polres dalam program pemberdayaan komunitas, pendidikan anak dan pemuda, serta ketahanan sosial.  Bupati Najmul juga memuji peran Bhayangkari sebagai mitra strategis pemberdayaan perempuan dan keluarga.  “Bhayangkari telah menyentuh banyak ruang sosial; mereka bukan hanya pelengkap institusi Polri, tetapi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berbudaya.”

Mamen

Bhayangkari Lombok Utara Dorong Transformasi Posyandu untuk Cegah Stunting

 



POLICEWATCH-LOMBOK UTARA

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menekankan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan stunting.  Ia mendorong transformasi Posyandu menjadi pusat pendidikan gizi dan pemberdayaan masyarakat,  bukan sekadar tempat penimbangan balita.  Pendekatan ini, menurutnya, krusial karena pencegahan stunting membutuhkan perubahan budaya dan peningkatan pengetahuan di tingkat keluarga.

Dalam monitoring dan pembinaan Posyandu Stunting 8 Project di Desa Batu Rakit, Selasa (3/6),  tercatat partisipasi tinggi dari berbagai kelompok usia.  Meskipun demikian,  data menunjukkan masih ada 18 anak dengan stunting aktif dan satu ibu hamil dengan KEK.  Hal ini menggarisbawahi perlunya upaya lebih intensif.

Ny. Heny membagikan ratusan paket gizi (susu dan telur rebus) sebagai edukasi praktis tentang gizi seimbang yang terjangkau.  Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Posyandu sebagai tempat belajar tentang gizi dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),  mengingat  Desa Batu Rakit memiliki potensi besar dengan jumlah warga usia produktif yang signifikan (212 orang).

Bhayangkari berkomitmen mendukung program nasional penurunan stunting melalui pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor.  Ny. Heny menegaskan bahwa pencegahan stunting membutuhkan intervensi terpadu,  melibatkan perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.  Ia berharap Posyandu dapat menjadi  simpul literasi gizi keluarga yang efektif.

"Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab layanan kesehatan, tetapi juga keluarga.  Membangun SDM desa adalah kunci, dan kita harus mulai dari sekarang, dari keluarga, dari ibu-ibu," tegas Ny. Heny.  Inisiatif ini  menunjukkan peran Bhayangkari yang meluas,  tidak hanya sebagai pendamping institusi kepolisian, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan perempuan.

 Jurnalis

Mamen

Anggota DPRD Lombok Tengah Berikan Semangat dan Arahan Inovatif di HUT ke-12 SMPN 5 Batukliang

  


 Policewatch-Lombok Tengah. 

SMP Negeri 5 Batukliang, Lombok Tengah, merayakan HUT ke-12 dan acara penamatan siswa kelas IX tahun pelajaran 2024/2025 dalam suasana haru dan penuh kebahagiaan, Rabu (21/5/2025). 

 Acara yang berlangsung khidmat di halaman sekolah Desa Barabali dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Bapak Ki Agus Azhar, yang memberikan semangat dan arahan berharga bagi para siswa dan civitas akademika.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ustazah Siti Jaenah, S.Pd., dilanjutkan sambutan Kepala Sekolah,  H. Zainudin.S.Pd MPd, Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas prestasi sekolah, di antaranya juara lomba sekolah sehat tingkat Kabupaten Lombok Tengah dan juara II pidato bahasa Sasak dalam Festival Bahasa dan Budaya Sasak.  Beliau juga memaparkan rencana pengembangan sekolah ke arah sekolah umum bernuansa pondok pesantren, serta menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan sarana prasarana, khususnya mushola yang masih dalam pembangunan.  Beliau menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci kemajuan dan mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 


Penampilan seni budaya siswa, termasuk Tari Gendang Beleq, memeriahkan acara, menampilkan bakat dan kreativitas siswa sekaligus melestarikan budaya daerah. 

 Camat Batukliang L. Sudirman, S.Si., M.M. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan SMPN 5 Batukliang dan dukungan dari pemerintah kecamatan.  Beberapa pejabat dan tokoh penting lainnya juga hadir, antara lain Bapak L. Ali Junaidi (Kepala Desa Barebali), Bapak H. Syar'i (Ketua Komite), tokoh agama dan masyarakat Desa Barabali, Bapak Imam Jazuli (Pengawas Pembina), dan perwakilan dari Kepala Dinas Dikbud Lombok Tengah.

 Anggota DPRD Lombok Tengah Ki Agus Azhar, dalam sambutannya, memberikan arahan yang komprehensif dan inspiratif.  Beliau menekankan beberapa poin penting:

- Terkait Edaran Larangan Perpisahan Berlebihan:  Beliau menjelaskan bahwa meskipun ada edaran dari Dinas Pendidikan, acara tasyakuran tetap dilaksanakan dengan menekankan aspek budaya lokal dan rasa syukur sebagai bentuk keikhlasan wali murid.

 Beliau menekankan pentingnya pembangunan dan pengelolaan mushola di sekolah sebagai pusat kegiatan keagamaan.

 Ia juga endorong pemanfaatan media sosial (Youtube, TikTok, dll) untuk mempublikasikan prestasi siswa,  memberikan contoh keberhasilan sekolah lain dan meningkatkan motivasi belajar.

 Beliau menekankan pentingnya kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk wakil-wakil dewan lainnya, untuk mendukung pengembangan sekolah.

Ia  menyoroti perlunya website sekolah yang aktif dan informatif sebagai media promosi, mencontohkan SMA 1 Batu Kliang yang telah menjalin kerjasama dengan alumni sukses.

 Beliau menyarankan pembuatan konten edukatif di media sosial, melibatkan para ahli di berbagai bidang, seperti bahasa Inggris dan Bahasa Sasak.

  Ki Agus Azhar juga menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati bagi orang tua: Beliau mengingatkan orang tua untuk tidak mengharapkan hasil instan dalam pendidikan anak, menekankan pentingnya kesabaran dan keikhlasan dalam mendidik.

 Ia enegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dan manfaat jangka panjangnya bagi anak.Beliau memahami kekhawatiran orang tua terhadap biaya pendidikan, namun menekankan bahwa biaya sekolah itu sendiri seharusnya tidak menjadi beban utama, lebih mengkhawatirkan biaya tambahan di luar biaya sekolah.

Ki Agus mencontohkan program "Sekolah Rakyat" di Jawa Barat sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan.

Acara ditutup dengan ramah tamah.  Suksesnya acara ini merupakan hasil kerja keras panitia, dewan guru, staf, dan seluruh pihak yang terlibat.  Semoga SMPN 5 Batukliang semakin jaya dan melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak mulia, dan berprestasi.


Jurnalis

LRahman

SMP Negeri 5 Batukliang Tasyakuran & Rayakan HUT ke-12: Ki Agus Azhar Berikan Semangat, Prestasi dan Harapan di Masa Depan

 


Policewatch-Batukliang. 

Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 SMP Negeri 5 Batukliang yang dirayakan bersamaan dengan acara penamatan 30 siswa kelas IX tahun pelajaran 2024/2025.  Acara yang berlangsung khidmat di halaman sekolah Desa Barabali, Rabu (21/5/2025),  dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah, Bapak Ki Agus Azhar. Kehadiran beliau memberikan semangat dan motivasi bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ustazah Siti Jaenah, S.Pd., yang menambah kekhusyukan suasana. 

Kepala Sekolah SMP 5 Batukliang H. Zainudin S.Pd. MPd. Dalam sambutannya yang penuh haru dan bangga,  menyampaikan apresiasi atas prestasi dan perkembangan sekolah selama 12 tahun terakhir. Beliau juga menyampaikan pesan dan motivasi bagi para lulusan agar terus berjuang menggapai cita-cita dan menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan berakhlak mulia.

 


Ia  juga memaparkan beberapa prestasi membanggakan yang telah diraih SMP Negeri 5 Batukliang, antara lain juara lomba sekolah sehat tingkat Kabupaten Lombok Tengah dan juara II pidato bahasa Sasak dalam rangka Festival Bahasa dan Budaya Sasak.  Beliau juga menyampaikan rencana pengembangan sekolah ke arah sekolah umum bernuansa pondok pesantren, dengan integrasi kegiatan keagamaan dalam proses belajar mengajar.  Dengan penuh keterbukaan, beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan sarana prasarana sekolah, khususnya mushola yang masih dalam tahap pembangunan, dan berharap dukungan dari semua pihak untuk penyelesaiannya.

Setelah sambutan kepala sekolah,  penampilan seni budaya siswa-siswi SMP Negeri 5 Batukliang memeriahkan acara.  Salah satu penampilan yang paling memukau adalah Tari Gendang Beleq,  seni tradisional khas Lombok yang menunjukkan bakat dan kreativitas siswa sekaligus melestarikan budaya daerah.  Penampilan ini disajikan di tengah-tengah acara, menambah semarak dan kegembiraan suasana.


Bapak Ki Agus Azhar, dalam sambutannya, memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang telah diraih SMP Negeri 5 Batukliang.  Beliau menekankan pentingnya pendidikan sebagai pilar utama pembangunan bangsa dan mendorong para siswa untuk terus belajar dan berprestasi.  Selain Bapak Ki Agus Azhar, beberapa pejabat dan tokoh penting lainnya juga hadir dan memberikan sambutan,  antara lain: Bapak L. Ali Junaidi (Kepala Desa Barebali), Bapak H. Syar'i (Ketua Komite SMP Negeri 5 Batukliang), tokoh agama dan masyarakat Desa Barabali, Bapak Imam Jazuli (Pengawas Pembina SMP Batukliang), Bapak L. Sudirman, S.Si., M.M. (Camat Batukliang), dan Bapak Drs. H. L. Idham Kholidi, M.Pd (Kepala Dinas Dikbud Lombok Tengah).

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah,  menandai berakhirnya rangkaian acara HUT ke-12 dan penamatan siswa kelas IX SMP Negeri 5 Batukliang tahun pelajaran 2024/2025.  Suksesnya acara ini tidak lepas dari kerja keras panitia, dewan guru, staf, dan seluruh pihak yang terlibat.  Semoga SMP Negeri 5 Batukliang semakin jaya dan senantiasa melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak mulia, dan berprestasi.

Jurnalis 

M Nurman

Bang GS: Integritas dan Profesionalisme, Kunci Sukses SEMASA Cabang Mataram



Policewatch-Mataram, Nusa Tenggara Barat.

PT Sejahtera Mandiri Bersama (SEMASA) cabang Mataram, Nusa Tenggara Barat,  menorehkan prestasi gemilang di bawah kepemimpinan "Bang GS."  Sosok yang dikenal ramah dan berpengalaman ini mengungkapkan kunci suksesnya: integritas dan profesionalisme. 

 Dalam wawancara dengan Policewatch pada Selasa, 17 Desember 2024, Bang GS menekankan pentingnya nilai-nilai etika dan kerja sama tim dalam mencapai target perusahaan.

"Di SEMASA, kami sangat menekankan pentingnya bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab," ujar "Bang GS."  

Ia menjelaskan bahwa setiap karyawan didorong untuk selalu memberikan yang terbaik dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap tugas.  Kepemimpinan inspiratif "Bang GS"terbukti berhasil memotivasi timnya untuk mencapai prestasi luar biasa. 

 Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama tim yang solid sebagai kunci keberhasilan.  "Sukses itu bukan hanya tentang individu, tetapi juga tentang kerja sama tim yang kompak," tambahnya.

Prestasi SEMASA cabang Mataram menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang positif dan produktif.  

Sukses ini juga diiringi oleh program-program inovatif yang digagas "Bang GS." Salah satu program yang menarik perhatian adalah inisiatif untuk meningkatkan kualitas keamanan.  

Bang GS menjelaskan rencana untuk meningkatkan standar keamanan dengan program pelatihan dan sertifikasi bagi petugas keamanan,  mengingatkan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk memudahkan penerimaan karyawan di perusahaan atau instansi manapun.  

Analogi penerimaan siswa baru dengan persyaratan tinggi badan dikaitkan dengan pentingnya kualifikasi dan kompetensi karyawan.  Dengan kata lain, pendidikan dan pelatihan yang memadai akan meningkatkan peluang penerimaan kerja.

Keberhasilan SEMASA cabang Mataram di bawah kepemimpinan "Bang GS" menjadi inspirasi bagi perusahaan lain.  Komitmen terhadap integritas, profesionalisme, dan kerja sama tim terbukti menjadi kunci sukses dalam mencapai tujuan perusahaan dan memberikan dampak positif bagi karyawan dan masyarakat.

Jurnalis 

M Nurman 

Pasangan H. Puaddi - Legewarman Resmi Deklarasikan Tim Kampanye, Siap Berjuang Untuk Lombok Tengah

 


 Policewatch-Lombok Tengah.

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Puaddi, S.E. dan Legewarman, S.I.P., Nomor Urut 3"resmi mendeklarasikan tim kampanye mereka pada hari Senin, 25 September 2024 di Praya. Deklarasi ini menandai dimulainya perjuangan pasangan nomor urut 3 untuk meraih simpati masyarakat Lombok Tengah dalam Pilkada 2024.

Dalam visi dan misinya, pasangan "H. Puaddi - Legewarman" berkomitmen untuk membangun Lombok Tengah yang religius, unggul, berdaya saing, dan sejahtera. Mereka menjabarkan visi ini dalam lima poin utama:

1. Lombok Tengah Religius: Mewujudkan pembangunan yang didasarkan pada prinsip-prinsip moral dan etika yang kuat, menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, serta menjaga keseimbangan antara kebutuhan material dan spiritual.

2. Lombok Tengah Unggul: Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Lombok Tengah melalui transformasi yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan karakter, guna mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.

3. Lombok Tengah Berdaya Saing: Mendorong transformasi ekonomi yang menciptakan peluang investasi dan penyerapan tenaga kerja, pengelolaan lingkungan dan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan, sosial budaya yang inklusif, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

4. Lombok Tengah Sejahtera: Menanggulangi kemiskinan, memastikan ketersediaan pangan, memenuhi hak dasar masyarakat, dan mewujudkan kesetaraan keadilan dalam pengembangan diri.

5. Lombok Tengah Ngabdi: Memberikan layanan kepedulian yang mudah, cepat, dan tanpa birokrasi yang rumit untuk menjaring aspirasi masyarakat Lombok Tengah.

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, pasangan H. Puaddi - Legewarman telah merumuskan program-program unggulan, antara lain:

1. Pendidikan: Memberikan 1000 beasiswa pendidikan bagi putra-putri Lombok Tengah untuk Santri, Hafizh Qur'an, ASN, Nakes, Guru Honorer, P3K, Karang Taruna, atlet, penyandang disabilitas, dan anak kurang mampu berprestasi.

2. SDM dan Tata Kelola Pemerintahan: Memberikan tambahan insentif/TPP bagi ASN, Guru, Nakes, Kader Posyandu, petugas kebersihan, guru ngaji, pekasih, marbot masjid/tempat ibadah lainnya, aparat desa (staf Desa/Kelurahan, BKD, BKK), dan Kaling, Ketua RT, dan Kadus.

3. Ekonomi: Membina 60.000 UMKM dan memberikan modal bagi 10.000 pelaku UMKM unggul.

4. Pertanian: Memberikan tambahan subsidi pupuk bagi petani.

5. Sosbud: Meningkatkan pelestarian budaya lokal melalui kegiatan pertunjukan seni budaya di setiap desa atau kecamatan, serta lomba budaya di setiap desa.

6. Tata Kelola Pemerintahan: Mengadaan mobil operasional 1 unit per desa dan memberikan sepeda motor untuk operasional BKD, BKK, dan Ketua RT.

7. Infrastruktur: Mengadaan sumur bor untuk mengatasi kekeringan di desa dan membangun infrastruktur yang mantab dan berkualitas untuk mendukung semua sektor.

8. Lingkungan: Mewujudkan Lombok Tengah Bebas Sampah.

Tim kampanye pasangan H. Puaddi - Legewarman dibentuk dengan komposisi yang lengkap, terdiri dari tim tingkat kabupaten/kota dan tingkat kecamatan, serta petugas penghubung. Tim ini siap bekerja keras untuk memenangkan hati masyarakat Lombok Tengah dan mewujudkan visi dan misi pasangan H. Puaddi - Legewarman.

Deklarasi tim kampanye ini disambut antusias oleh para pendukung pasangan H. Puaddi - Legewarman. Mereka yakin bahwa pasangan ini mampu membawa perubahan positif bagi Lombok Tengah. "Kami percaya bahwa pasangan "H. Puaddi - Legewarman" adalah pemimpin yang tepat untuk membawa Lombok Tengah menuju masa depan yang lebih baik," ujar salah satu pendukung.

Dengan semangat optimis dan tekad yang kuat, pasangan "H. Puaddi - Legewarman" siap berjuang untuk meraih kemenangan dalam Pilkada 2024 dan mewujudkan Lombok Tengah yang religius, unggul, berdaya saing, dan sejahtera.

Pewarta

"M Nurman MPW"

M Nurman Bergabung Dengan YAGA YINGDE GROUP Untuk Mewujudkan Misi Sosial & Ekspansi Global Perusahaan

 


Policewatch-Lombok Tengah

Seorang individu yang bernama M Nurman telah bergabung dengan YAGA YINGDE GROUP dengan motivasi yang luar biasa. M Nurman merasa memiliki rasa peduli dan tanggung jawab sosial yang tinggi, sehingga memutuskan untuk menjadi bagian dari perusahaan manajemen investasi yang memiliki misi mulia untuk mengentaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja.

YAGA YINGDE GROUP dikenal sebagai perusahaan yang memprioritaskan budaya persatuan dan saling membantu sebagai nilai inti perusahaan. Mereka mengalokasikan 10% pendapatan perusahaan untuk program bantuan pendidikan yang bersifat nirlaba, sebagai upaya nyata dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Dengan rencana ekspansi global ke Indonesia, YAGA YINGDE GROUP sedang melakukan penelitian mendalam untuk menentukan investasi yang tepat di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pelabuhan, bandara, energi, dan lainnya. M Nurman, setelah diakui oleh perusahaan, berkomitmen untuk terlibat dalam program bantuan pendidikan, memimpin tim, dan membantu anggota tim untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Selain itu, M Nurman juga berencana untuk menyumbangkan sebagian dari penghasilan pribadinya setiap tahun untuk mendukung program bantuan sosial, terutama di bidang pendidikan, guna memastikan kelangsungan proyek tersebut. Dengan tujuan akhir yang jelas, yaitu membantu lebih banyak anak miskin melalui kontribusi dalam proyek perusahaan, M Nurman berharap dapat bersatu dalam mempromosikan YAGA YINGDE GROUP dari tingkat lokal hingga global.

YAGA YINGDE GROUP memiliki beragam departemen profesional yang bekerja secara kolaboratif untuk melindungi dana yang diinvestasikan dan memastikan keberlanjutan serta keamanan investasi perusahaan. Dengan bergabungnya M Nurman dan komitmennya yang kuat, diharapkan perusahaan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

(Team)

"TGH Mala Syar'i: Calon Bupati Lombok Tengah yang Mengusung Kebajikan dan Tradisi Ulama Salaf dan Umara Kontemporer"


 Policewatch-Lombok Tengah

TGH Mala Syar'i, seorang tokoh yang dikenal sebagai sosok syar'i dan berkomitmen untuk menjalankan ajaran serta teladan dari Tradisi Ulana Salaf dan Umara Kontemporer yg ujungnya adalah keteladanan dari Nabi Muhammad SAW, telah mengumumkan niatnya untuk maju sebagai bakal calon Bupati Lombok Tengah dalam Pilkada 2024, Sebagai cita² dasar " MERAWAT JAGAD MEMBANGUN PERADABAN"

 Dalam pernyataannya, TGH Mala menekankan pentingnya rajin ziarah dan silaturrahim sebagai kunci keberhasilan dalam berdakwah dan berpolitik, dengan dukungan kuat terhadap ajaran dan tradisi Nabi sebagai landasan utama dalam pengabdiannya kepada masyarakat.

TGH Mala, yang juga merupakan seorang pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, memutuskan untuk meramaikan Pilkada 2024 melalui penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati.

 Pengalaman luas yang dimiliki TGH Mala di bidang politik, keagamaan, dan pemerintahan menjadi modal berharga dalam memimpin Lombok Tengah ke arah yang lebih baik.

Visi dan Misi TGH Mala Syar'i:

 

1. Visi:

Menjadikan Lombok Tengah sebagai daerah yang berdaya, berkeadilan, dan sejahtera melalui implementasi nilai-nilai keagamaan dan kebijakan yang pro-rakyat.

2. Misi:

- Menggalang kerjasama lintas sektor untuk memajukan pendidikan dan kesehatan masyarakat.

- Memperkuat ekonomi lokal melalui program-program inklusif dan berkelanjutan.

- Menegakkan keadilan sosial dan hukum demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmur.

- Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah serta melestarikan budaya dan tradisi lokal.

Dengan komitmen yang teguh pada nilai-nilai keagamaan, keberpihakan pada rakyat, dan visi yang jelas untuk kemajuan daerah, TGH Mala Syar'i siap memimpin Lombok Tengah menuju masa depan yang lebih baik. Semoga langkahnya dalam mengabdi kepada masyarakat mendapat kemudahan dan keberkahan dari Allah SWT

Mn

Ketua BKD Siap Maju Pilkades Barebali, Usung Visi Misi untuk Kemajuan Desa

      Bakal Calon Kades Barabali 


Policewatch- Barabali

 Selasa 11/06/2024.Suasana politik di Desa Barabali mulai menghangat menjelang Pilkades yang akan datang.  Salah satu tokoh yang siap bertarung memperebutkan kursi Kades adalah "MUHTADI alias DOYOK",   Beliau resmi menyatakan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Kades Barebali dan telah menyiapkan visi misi yang diyakini dapat membawa kemajuan bagi desa.

 DOYOK dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai BKD.  Pengalamannya selama ini dalam mengamakan wilayah Desa Barebali menjadi modal penting dalam membangun Desa Barabali.

"Saya ingin membangun Desa Barabali yang lebih maju, sejahtera, dan berakhlak mulia.  Visi saya adalah mewujudkan Desa Barabali yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar Doyok ,saat ditemui di kediamannya.

Untuk mencapai visi tersebut, Muhtadi mengungkapkan beberapa misi yang akan dijalankan jika terpilih sebagai Kades, antara lain:

 Meningkatkan kesejahteraan masyarakat:  Melalui program pemberdayaan masyarakat, Muhtadi  bertekad untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Barabali.

 Membangun infrastruktur desa untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur desa yang memadai, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya, guna meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup masyarakat.

  Meningkatkan kualitas pendidikan:    menekankan pentingnya pendidikan bagi kemajuan desa.  Beliau berjanji untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Barabali dengan menyediakan fasilitas belajar yang memadai dan meningkatkan kualitas guru.

- Meningkatkan pelayanan publik:  berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik di Desa Barabali,  menjadikan pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 Melestarikan budaya dan lingkungan:    menganggap penting untuk melestarikan budaya dan lingkungan Desa Barabali.  Beliau berencana untuk  menyelenggarakan kegiatan budaya dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

"Saya yakin dengan visi dan misi yang saya usung, Desa Barabali akan menjadi desa yang lebih maju dan sejahtera," tegas Muhtadi.

Keinginan Muhtadi yang biasa disapa DOYOK untuk mencalonkan diri sebagai Kades Barebali disambut positif oleh sebagian warga.  Mereka berharap   dapat membawa perubahan positif bagi Desa Barabali.  Namun, tentu saja,  proses pemilihan Kades akan berlangsung demokratis dan warga memiliki hak untuk memilih calon yang mereka yakini dapat membawa kemajuan bagi desa.

"Semoga dengan adanya calon seperti Pak  Muhtadi,  Pilkades di Desa Barabali akan berlangsung seru dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas," ujar Nurman, salah seorang warga Desa Barabali.

Pilkades di Desa Barabali akan menjadi momen penting bagi warga untuk menentukan arah masa depan desa.  Semoga proses pemilihan berlangsung lancar dan menghasilkan pemimpin yang amanah dan dapat membawa kemajuan bagi Desa Barabali.

Mn

Almarhum H. Acep Purnama, Bupati Kuningan Dua Periode, Tutup Usia

 


Kuningan-Policewatch.news

Kabar duka menyelimuti Kabupaten Kuningan dengan wafatnya H. Acep Purnama, SH, MH. Bupati Kuningan periode 2016-2018 dan 2018-2023, pada hari Kamis (23/5/2024) di Rumah Sakit Immanuel Bandung, sekitar pukul 12.00 WIB.

Almarhum H. Acep Purnama menghembuskan napas terakhirnya di usia 65 tahun setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD '45 Kuningan dan RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

H. Acep Purnama dikenal sebagai sosok pemimpin yang merakyat, berdedikasi tinggi dan memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan Kabupaten Kuningan. Selama masa kepemimpinannya, beliau banyak menorehkan prestasi diantaranya dalam :

Meningkatkan infrastruktur dan konektivitas di Kabupaten Kuningan.

Mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Memperkuat nilai-nilai budaya dan agama di Kabupaten Kuningan.

Kepergian beliau merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. Beliau akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang visioner, inspiratif dan peduli terhadap rakyatnya.

Ratusan pelayat dari berbagai kalangan mengiringi kepergian almarhum H. Acep Purnama dengan penuh rasa duka dan hormat.

Sholat Jenazah dilaksanakan di Masjid Syiarul Islam Kuningan pada Kamis malam, 23 Mei 2024, dipimpin oleh Ketua MUI Kuningan, KH Dodo Syarif Hidayatullah.

Pemakaman almarhum H. Acep Purnama dijadwalkan ulang untuk dilaksanakan pada Jumat pagi, 24 Mei 2024, di pemakaman umum Kuningan.

Masyarakat Kabupaten Kuningan mendoakan semoga amal ibadah almarhum H. Acep Purnama diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.(GUNTUR)

Satlantas Polres Loteng Berikan Edukasi Kepada Pelajar Tata Tertib Berlalu-lintas


Policewatch-Lombok Tengah

Police Goes To School adalah progam dari Satuan Lalu-lintas Polres Lombok Tengah untuk mencegah kenakalan remaja serta memberikan pendidikan tertib lalu lintas kepada para pelajar di SMAN 1 Jonggat, Sabtu (18/5).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Lombok Tengah IPTU I Ketut Arnawa bersama anggota. 

IPTU I Ketut Arnawa saat dikonfirmasi usai kegiatan mengatakan sosialisasi ini bertujuan guna meningkatkan kesadaran tertib berlalulintas kepada para pelajar di Kabupaten Lombok Tengah khususnya para pelajar SMAN 1 Jonggat.

Ia menyampaikan sebagaimana arahan Pak Kapolres Lombok Tengah, dalam sosialisasi tersebut kami memberikan edukasi kepada para siswa-siswi untuk tertib berlalu lintas dijalan raya dan sadar tata cara berlalu lintas yang baik.

“Gunakan helm standar SNI, patuhi rambu - rambu lalu-lintas -lintas, tidak kebut-kebutan dijalan raya dan yang paling penting tidak menggunakan knalpot brong karena dapat mengganggu pengendara/masyarakat lainnya,” terang Arnawa. 

Melalui program Police Goes To School, lanjut dia, Satlantas Polres Lombok Tengah konsisten mengedukasi para pelajar dalam upaya untuk menjadikan pelopor keselamatan berlalulintas dan membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan.

“Salah satu upayanya adalah dengan menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Dengan menanamkan tertib berlalu lintas sejak dini, maka disiplin berlalu lintas akan tercipta dengan sendirinya,” jelasnya.

Selain itu, Arnawa juga mengingatkan kepada para siswa dan siswi untuk meningkatkan disiplin serta menghindari segala pelanggaran baik di dalam maupun di luar sekolah.

 Salah satu bentuk disiplin nyata yang bisa langsung dilakukan oleh para pelajar adalah langsung kembali ke rumah masing-masing selepas sekolah dan tidak nongkrong guna menghindari terjadinya perkelahian/tawuran antar pelajar, " tutup Arnawa.

Mn

Selain Jadi Polisi Aipda Zaki Bangun Yayasan Pendidikan Agama Untuk Warga Kurang Mampu


Policewatch-Lombok Barat

Di tengah kesibukannya sebagai anggota Polri, Aipda Muzakki menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mencetak generasi muda dan memberantas angka putus sekolah. Ia mendirikan Yayasan Pendidikan Riyadlul Wardiyah di Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, yang telah menjadi oase bagi anak-anak kurang mampu untuk meraih pendidikan.

Pada bulan suci Ramadhan, Aipda Muzakki sehari-hari bertugas di kompi 4 Yon A pelopor Brimob Polda ntb, selalu mengisi paginya dengan mengajar dan tadarusan bersama siswa-siswi dari tingkat RA (TK), MI (SD), dan MTs (SMP) di lingkungan yayasan. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari berkah di bulan Ramadhan dan menanamkan pendidikan agama kepada siswa agar tidak terpengaruh oleh budaya luar, terutama mengingat lokasi yayasan yang berada di daerah wisata.

"Kegiatan yang kami lakukan ini adalah selama bulan suci Ramadhan, mengajak anak didik untuk tadarusan dan mengajak anak-anak bersedekah," ujar Aipda Muzakki.

Lebih lanjut Muzakki menyatakan, bahwa Yayasan Riyadlul Wardiyah adalah berbasis Islam yang berada di desa Senggigi yang notabennya dikenal sebagai salah satu daerah wisata, dan dimana identik dengan budaya-budaya barat yang masuk ke wilayah ini.

“Alhamdulillah dengan adanya yayasan ini, harapan kedepan sebagai filter atau menyaring generasi muda ini, agar tidak tergerus oleh budaya-budaya barat," imbuhnya.

Yayasan Riyadlul Wardiyah dirintis sejak tahun 1996 dengan tujuan untuk membantu warga kurang mampu agar tidak putus sekolah. Aipda Muzakki, yang merupakan cucu pendiri yayasan, melanjutkan dedikasi ini dengan membagi waktunya antara tugasnya sebagai anggota Polri dan mengajar di yayasan.

"Untuk kegiatan yang saya lakukan terkait membagi tugas, di sela-sela tugas rutin saya, kami juga ada kegiatan mengabdi untuk masyarakat melalui yayasan ini. Setiap waktu libur bertugas, saya selalu menyempatkan untuk mengajar di yayasan ini," tuturnya.

Lahan seluas 32 are yang menjadi lokasi yayasan merupakan wakaf dari keluarga Aipda Muzakki. Dedikasi dan semangatnya dalam membangun yayasan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk H. Abdul Mugni, salah satu pengurus yayasan.

"Kami saya bangga sekali, jarang ada anggota polisi yang mau mengabdikan diri untuk membangun sekolah atau melanjutkan warisan kakeknya. Ya semoga beliau tetap diberikan kesehatan, agar bisa terus mengontrol kami di yayasan, sehingga kelak jika beliau pensiun, bisa menetap di yayasan ini," ungkap H. Abdul Mugni.

Saat ini, Yayasan Riyadlul Wardiyah menampung 199 siswa dari tingkat RA (TK), MI (SD), dan MTs (SMP). Mayoritas siswa berasal dari keluarga kurang mampu.

"Rata-rata anak yang sekolah di sini adalah anak yang kurang mampu. Kalau warga yang memiliki ekonomi menengah ke atas, mereka menyekolahkan anaknya ke sekolah lain," jelas H. Abdul Mugni.

Di tengah arus budaya luar yang deras, Aipda Muzakki hadir sebagai benteng dan filter, memastikan generasi muda Lombok Barat tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan budaya bangsa.

Mn

Mi6 Prediksi PDIP Buka Peluang Besar bagi Para Kepala Desa yang Ingin Maju di Pilkada 2024



POLICEWATCH-MATARAM.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik NTB, Mi6 menilai sudah saatnya para Kepala Desa di Bumi Gora tampil di panggung Pilkada NTB 2024. Sebagai pemimpin di tingkat paling dasar, Kepala Desa memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan dinamika masyarakat. Kehadiran mereka di Pilkada 2024 bakal memberikan perspektif yang lebih akurat dan relevan.

"Banyak Kepala Desa punya cerita besar untuk diceritakan. Pilkada adalah panggungnya, dan Pilkada tahun 2024 adalah waktunya," kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto, Sabtu (2/12/2023).

Analis politik kawakan NTB yang karib disapa Didu ini menjelaskan, hasil kajian yang dilakukan Mi6 menunjukkan, bahwa saat ini, ada pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya kepemimpinan lokal dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Dia mengatakan, Kepala Desa memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan dinamika lokal di tengah-tengah masyarakat. Sebuah hal yang sangat dibutuhkan seorang pemimpin daerah, karena bisa mengaplikasikan kebijakan yang lebih sesuai dan responsif terhadap tuntutan dan aspirasi masyarakat.

Didu menjelaskan, khalayak di NTB tahu persis, bahwa banyak Kepala Desa telah memiliki kepemimpinan yang teruji. Memimpin sebuah desa dengan dinamika yang tinggi, adalah ujian kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya bagi mereka.

Didu tak ingin menyebut nama mereka satu persatu saat ini. Namun, yang sudah pasti, mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode ini menegaskan, para Kepala Desa tersebut memiliki nama yang harum lantaran telah membawa kebijakan yang mendukung pembangunan ekonomi lokal, kesejahteraan masyarakat, dan partisipasi aktif warga dalam pengambilan keputusan.

"Kepala Desa-Kepala Desa brilian ini mengingatkan kita bahwa pembangunan yang berkelanjutan dimulai dari akar rumput. Karena itu, sudah waktunya mereka membawa semangat kearifan lokal ke panggung yang lebih besar," ucap Didu.

Ditegaskannya, dengan pengalaman memimpin di tingkat desa, Kepala Desa yang maju sebagai calon kepala daerah bakal membawa visi yang lebih dekat dan solusi yang lebih akurat untuk masyarakat dan daerah. Dia memberi contoh, bagaimana seorang Kepala Desa begitu getol menjaga kearifan lokal dan identitas kultural yang kuat di desanya. Hal seperti ini kata Didu, akan sangat penting untuk memelihara warisan budaya dan nilai-nilai lokal dalam konteks pembangunan yang seringkali cenderung mengglobal.

Ada juga Kepala Desa yang sangat intens memperjuangkan akses dan sumber daya yang lebih besar untuk desa yang dipimpinnya. Seperti misalnya pengembangan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan sektor-sektor kunci lainnya, yang kesemuanya mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, tampilnya para Kepala Desa di panggung Pilkada 2024, kata Didu, akan turut menghadirkan evolusi kepemimpinan lokal yang alamiah. Pilkada adalah jalan demokrasi terbaik untuk menghadirkan evolusi kepemimpinan di tingkat lokal tersebut.

Para Kepala Desa inspiratif tersebut, terbukti telah mengelola desa yang dipimpinnya dengan hati, sehingga mereka akan menjelma menjadi pemimpin daerah yang memimpin dengan visi. Sebuah hal yang menandai sebuah evolusi bagaimana seseorang siap berkhidmat untuk masyarakat yang lebih besar dan lebih luas.

"Seorang kepala desa yang maju di Pilkada bukan hanya mewakili suara desa, tetapi juga menginspirasi perubahan positif di seluruh daerah. Inilah evolusi dan kepemimpinan lokal alamiah yang sesungguhnya," tandas Didu.

Karena itu, bagi Didu, majunya Kepala Desa sebagai calon kepala daerah akan dapat membawa perubahan signifikan dalam pengembangan daerah. Desa yang kuat dan mandiri dapat menjadi fondasi yang solid untuk kemajuan yang berkelanjutan di tingkat yang lebih luas.

Pada saat yang sama, kemunculan figur Kepala Desa di Pilkada, akan menjadi sebuah angin segar bagi pesta demokrasi. Sebab, selama ini kata Didu, pesta demokrasi selalu acap diwarnai dengan masih tingginya masyarakat yang tidak datang ke bilik suara untuk menyalurkan hak pilihnya.

Didu mencontohkan, di Pulau Lombok misalnya. Pada Pemilu Legislatif tahun 2019 lalu, total ada 2.700.836 pemilih di Pulau Seribu Masjid. Namun, di antara mereka, hanya 2.146.122 yang menggunakan hak pilih. Itu pun, dari mereka yang memilih tersebut, terdapat 276.313 suaranya dinyatakan tidak sah. Sementara angka golput Pileg 2019 di Pulau Lombok sebanyak 554.714 pemilih.

Pun begitu pada Pilpres 2019. Di NTB, dari total 3.040.686 pemilih, hanya 2.289.316 yang datang ke bilik suara dan menyalurkan hak pilihnya. Sehingga total ada 751.370 pemilih yang golput. Sebuah angka yang tentu saja sangat besar.

Majunya Kepala Desa dalam Pilkada 2024, menurut hasil kajian Mi6, akan dapat berkontribusi positif terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam ajang pesta demokrasi. Sebab, kata Didu, hadirnya kandidat dari Kepala Desa, akan menjadikan pesta demokrasi lebih berwarna. Masyarakat tidak lagi dihadapkan pada kandidat yang itu-itu saja. Kalau tidak politisi, pasti dari kalangan birokrat.

Apalagi dengan keberadaan pemilih muda yang bakal mendominasi pesta demokrasi tahun depan, yang jumlahnya 2,1 juta orang di NTB, atau setara dengan 54 persen jumlah pemilih. Didu menegaskan, preferensi anak-anak muda terhadap calon pemimpin dalam Pemilu dan Pilkada sangat berbeda, sehingga ini sudah pasti akan turut mewarnai secara signifikan pesta demokrasi tahun depan.

Sebagai pemimpin yang lahir dari desa, Kepala Desa kata Didu, memiliki kepekaan yang unik terhadap kebutuhan masyarakatnya. Kedekatannya dengan masyarakat akar rumput pun sudah teruji. Karena itu, keputusan Kepala Desa untuk turut serta dalam Pilkada tahun depan, sudah pasti akan dapat meningkatkan partisipasi politik masyarakat.

”Ini bakal menciptakan kesadaran politik di tingkat lokal dan mendorong keterlibatan warga dalam proses demokrasi,” tandas Didu.

Tentu saja, untuk bisa maju dalam Pilkada, salah satu pintu yang harus dimiliki oleh Kepala Desa adalah melalui partai politik selain melalui jalur perseorangan. Berdasarkan kajian Mi6, PDI Perjuangan menjadi partai politik di NTB yang membuka jalan dan peluang besar bagi Kepala Desa untuk tampil di panggung Pilkada. Hal yang akan menjadikan PDIP NTB sebagai pelopor atau meminjam istilah bahasa Prancis, menjadi Avant Garde, lantaran memilih langkah yang out of the box atau tidak lazim sebagaimana partai politik 

Rekam jejak hubungan baik antara para Kepala Desa di NTB dengan PDIP memang sudah terentang sangat lama. PDIP memiliki kesadaran yang dibangun sejak zaman Bung Karno, bahwa desa kuat akan melahirkan Indonesia yang maju dan berdaulat. Itu sebabnya, dalam Rakernas PDIP Tahun 2023, digagas langkah bagaimana agar desa kuat, Indonesia maju dan berdaulat.

PDIP juga menunjukkan konsistennya memperjuangkan nasib desa menjadi lebih baik. Dan langkah tersebut dilakukan partai yang dipimpin Prof. Hj Megawati Soekarnoputri ini, bukan demi kepentingan politik praktis atau kepentingan elektoral. Namun, karena sepenuhnya menyadari peran dan potensi penting yang dimiliki desa. PDI Perjuangan sadar desa menjadi benteng budaya, sehingga partai berkelir merah ini berkewajiban mengembangkan satuan wilayah pemerintahan paling dasar tersebut.

Baru-baru ini pula, Sekretaris Jenderal PDIP telah mendaulat H Rachmat Hidayat sebagai duta para Kepala Desa di NTB. Sebagai duta para Kades tersebut, tugas Rachmat adalah memastikan suara para kepala desa didengar dan kepentingan masyarakat desa terwakili di tingkat pusat.

Karena itu, Didu melihat, bagaimana telah terbangun hubungan yang sangat erat dan dekat antara masyarakat desa, para Kepala Desa, dengan PDI Perjuangan. Itu mengapa, Rachmat Hidayat dalan menjalankan sejumlah kegiatan kemanusiaan dan penyaluran program aspirasinya sebagai Anggota DPR RI, pasti ada rekam jejak keterlibatan para kepala desa dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Didu juga tahu, bahwa para Kepala Desa di NTB tidak pernah sungkan menghubungi langsung Rachmat Hidayat, untuk meminta bantuan jika ada permasalahan yang sedang dihadapi warganya. Mereka meminta bantuan kursi roda untuk masyarakat penyandang disabilitas. Mereka meminta bantuan untuk pembangunan ruang kelas pesantren. Ada pula permintaan bantuan untuk rumah ibadah, dan aneka rupa permintaan bantuan demi berbagai kebutuhan masyarakat yang mendesak. Dan atas berbagai permintaan tersebut, tak sekalipun Rachmat Hidayat menolak. Bahkan, menyanggupinya dengan sepenuh hati.

Menurut Didu, apa yang terjadi antara PDIP dan para Kepala Desa di NTB tersebut, menunjukkan adanya simbiosis mutualisme antara partai politik dan kepala desa. Dan di era demokrasi saat ini, hal tersebut kata Didu, adalah fondasi yang kokoh bagi kemajuan masyarakat. Dengan bekerja bersama, PDIP dan Kepala Desa telah menciptakan sinergi yang mengarah pada pembangunan dan kesejahteraan yang berkelanjutan. PDIP memberikan dukungan kebijakan dan sumber daya, sementara Kepala Desa menjadi pelaksana yang efektif di lapangan.

”Hubungan baik dan erat antara PDIP dan Kepala Desa ini rupanya bukanlah hanya tentang kekuasaan belaka. Tetapi lebih dari itu. Ini adalah hubungan tentang pelayanan kemanusiaan dan keberlanjutan," tandas Didu. 

Mn

Maulana Rizki Nov Gagas Ruang Publik Kekinian untuk Anak Muda Kota Mataram yang Tak Bikin Kantong Bolong


Policewatch-Mataram

Politisi Milenial PDI Perjuangan, Maulana Rizki Nov, kembali menjadi buah bibir. Kali ini, alumnus Universitas Trisakti, Jakarta, itu hadir dengan gagasan cemerlang tentang hadirnya ruang publik tempat tongkrongan kekinian bagi anak-anak muda Kota Mataram, namun tidak membuat kantong bolong.

"Ruang publik ini adalah investasi untuk masa depan anak muda. Ini bukan hanya menjadi tempat nongkrong modern dan kekinian anak-anak muda dan generasi milenial seperti kami, tetapi juga menjadi pusat perkembangan sosial dan kreativitas," kata Rizki, Kamis (19/10/2023).

Calon Anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan Kota Mataram ini mengemukakan, PDI Perjuangan akan berada di garis depan untuk mewujudkan ruang publik untuk anak-anak muda tersebut. Dia menekankan, sebagai kota yang sedang dan akan terus tumbuh, Kota Mataram mutlak menghadirkan ruang publik tersebut sebagai tempat yang nyaman, seimbang, dan berkelanjutan. Bukan hanya bagi anak-anak muda, tetapi juga untuk masyarakat secara keseluruhan.

Menurut Rizki, investasi dalam pembangunan dan pemeliharaan ruang publik adalah investasi dalam kualitas hidup dan masa depan kota. Sebab, hal tersebut tidak hanya berdampak positif pada kehidupan sehari-hari warga kota, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan kota yang berkelanjutan dan inklusif.

Saat ini kata Rizki, Ibu Kota Provinsi NTB ini memang sudah memiliki tempat berkumpul bagi anak-anak muda. Banyak di antaranya sudah dilengkapi fasilitas memadai dan benar-benar merupakan tempat nongkrong yang cozy. Hanya saja, tempat-tempat tersebut banyak yang lahir dari investasi swasta, yang pada akhirnya untuk dapat menikmatinya, anak-anak muda Kota Mataram harus merogoh kocek yang dalam, sehingga tidak mereka dapat menikmati dan mengaksesnya.

Itulah yang mendasari gagasan Rizki tentang pentingnya ruang publik modern dan kekinian yang dihadirkan oleh pemerintah. Dengan begitu, ruang publik tersebut menjadi tempat nongkrong yang aman dan terjangkau, yang pada akhirnya menjadi jalan menuju inklusi sosial dan memastikan bahwa semua anak muda memiliki akses ke tempat-tempat berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi.

”Tempat nongkrong yang ramah bagi anak muda ini akan menjadi cermin dari komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan, kreativitas, dan partisipasi generasi muda," tandas putra politisi senior PDIP H Ruslan Turmuzi ini.

Dengan hadirnya ruang publik yang disediakan oleh pemerintah dan terjangkau tersebut, Rizki menegaskan, anak-anak muda Kota Mataram akan memiliki alternatif tempat nongkrong yang aman dan terstruktur. Hal yang disebut Rizki, akan membantu mencegah anak-anak muda terlibat dalam aktivitas yang mungkin berbahaya atau merugikan kesehatan mereka, sebuah hal yang akan membuat orang-orang tua tak perlu memelihara dan memendam rasa khawatir.

Selain itu, kata Sarjana Hukum Bisnis ini, ruang publik yang nyaman dan ramah anak muda, dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Sebab, anak-anak muda Kota Mataram akan memiliki tempat untuk bersosialisasi, mengembangkan hobi, atau menikmati waktu luang tanpa harus menghabiskan uang secara berlebihan.

Sebagai putra NTB yang pernah dan memiliki kesempatan menjajaki dan mengakses ruang publik di banyak kota besar, Rizki menegaskan, dalam mewujudkan ruang publik berkualitas bagi anak-anak muda tersebut, Kota Mataram sesungguhnya sudah memiliki modal. Cikal bakal ruang publik tersebut saat ini sudah ada. Hanya tinggal butuh penataan, sentuhan, dan pengelolaan, sehingga siap menjadi tempat anak muda untuk berkumpul, belajar, dan tumbuh tanpa menguras kantong mereka.

Penataan yang dimaksud Rizki, misalnya melengkapi ruang publik tersebut dengan fasilitas untuk seni, budaya, atau olahraga. Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut akan dapat membantu anak-anak muda mengembangkan bakat dan minat mereka tanpa perlu mengeluarkan banyak uang. Hal yang akan dapat membantu menciptakan peluang karir dan pengembangan mereka menjadi pribadi yang positif.

Ruang publik tersebut juga kata Rizki, dapat dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung bisnis lokal dan kewirausahaan, sehingga dapat menciptakan peluang ekonomi bagi anak-anak muda. Contoh fasilitas seperti ini bisa berupa ruang kerja bersama yang dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran di kalangan generasi muda.

Di banyak tempat kata Rizki, ruang publik juga dapat disulap untuk menjadi tempat yang mendorong pembelajaran dan pertumbuhan. Untuk ruang publik seperti ini, bisa dilengkapi dengan fasilitas yang menyediakan akses ke buku, teknologi, dan sumber daya pendidikan sehingga dapat mendorong pertumbuhan intelektual anak-anak muda.

”Ruang publik seperti ini akan membantu menciptakan generasi muda yang lebih terdidik dan berwawasan,” ucap Rizki.

Pendek kata, Rizki mengemukakan, sebuah ruang publik yang dikelola dengan baik, dapat mempromosikan partisipasi sosial di kalangan anak muda Kota Mataram. Mereka dapat terlibat dalam kegiatan bersama seperti pertemuan komunitas, aktivitas seni, atau acara kota. Sebuah hal yang akan sangat membantu membangun kohesi sosial dan rasa kepemilikan terhadap lingkungan.

Di sisi lain, ruang publik yang terjangkau juga akan dapat membantu dan mencegah pengeluaran berlebihan. Anak-anak muda Kota Mataram dapat menikmati waktu berkualitas tanpa perlu mengeluarkan banyak uang, sehingga membantu mereka mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak. Pada saat yang sama, ketersediaan ruang publik yang positif, dapat membantu pemerintah mengurangi perilaku merugikan seperti konsumsi alkohol atau narkoba di tempat-tempat yang tidak aman. Sehingga dapat mengurangi biaya perawatan kesehatan dan permasalahan sosial pada saat bersamaan.

”Yang paling penting ruang publik yang inklusif dan terjangkau dapat membantu mengurangi ketidaksetaraan sosial. Semua lapisan masyarakat memiliki akses yang sama ke tempat-tempat tersebut, sehingga tidak ada yang merasa terpinggirkan,” tutup Rizki. Mn

Megawati Lestari Dorong Perempuan jadi Agen Perubahan Diversifikasi Untuk Ketahanan Pangan, Ini Pendekatannya


POLICEWATCH-MATARAM.

 Kondisi kekurangan air di sejumlah kawasan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat dampak gejala El Nino yang berkepanjangan sejak dua bulan terakhir semakin terasa bagi sektor pertanian. 

Akibatnya, harga komoditi pertanian termasuk yang paling pokok, seperti beras mengalami peningkatan cukup signifikan. Tentu saja yang akan paling merasakan dampak kenaikan harga ini adalah kaum perempuan, para ibu rumah tangga. 

Caleg DPRD NTB dari Partai Golkar, Megawati Lestari, SH.MH ikut memikirkan kondisi tersebut. Menurut dia, fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun, ini harus ada solusinya dari pemerintah. Baik jangka panjang, menengah, dan solusi taktis jangka pendek

Mega menyebut, penanganan seperti penyaluran air bersih dan bantuan sembako sebenarnya hanya efektif untuk solusi jangka pendek. Seharusnya yang perlu dipikirkan adalah solusi jangka panjangnya. 

"Saya pikir kita harus serius, sebab secara keberlanjutan ini juga berpengaruh ke Ketahanan Pangan," kata Megawati Lestari,  Selasa, 17 Oktober 2023

Menurut Megawati, kaum perempuan bisa menjadi agen perubahan untuk diversifikasi pangan menuju ketahanan pangan nasional.

Ia menguraikan, diversifikasi atau penganekaragaman adalah suatu cara untuk mengadakan lebih dari satu jenis komoditi yang dikonsumsi. 

Di bidang pangan kata Mega, diversifikasi memiliki dua makna, yaitu diversifikasi tanaman pangan dan diversifikasi konsumsi pangan. 

"Kedua bentuk diversifikasi tersebut masih berkaitan dengan upaya untuk mencapai ketahanan pangan," ujarnya. 

Mega menjelaskan bahwa, negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang.

Kewajiban itu harus terpenuhi baik pada tingkat nasional maupun daerah hingga perseorangan secara merata di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sepanjang waktu dengan memanfaatkan sumber daya, kelembagaan, dan budaya lokal.

"Sebagai Negara dengan jumlah penduduk yang besar dan di sisi lain memiliki sumber daya alam dan sumber pangan yang beragam, Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara berdaulat dan mandiri, begitu juga di daerah NTB ini," paparnya.

Kepada kelompok perempuan di Lombok Tengah, Megawati Lestari mengajak agar kaum perempuan mulai menjadi agen perubahan diversifikasi pangan. 

Hal itu menurut Mega bisa dimulai dengan sesuatu yang sederhana, seperti mulai menanam dan memanfaatkan pekarangan rumah. Diharapkan bisa menjadi stimulus dalam merubah mindset kaum perempuan di Lombok Tengah.

"Karena di saat harga beras dan sembako naik, pasti perempuan, ibu rumah tangga yang paling merasakan," terang Mega. 

Saran perempuan yang juga Ketua Dharma Wanita Provinsi NTB ini sudah saatnya konsep diversifikasi pangan dan semangat menanam ini mendapat dorongan. 

"Ibu-ibu bisa mulai dengan hortikultura, menanam cabai, tomat, atau sayuran lain yang bisa dilakukan di pekarangan rumah," ujarnya.

Megawati Lestari sendiri sudah cukup lama bergelut sebagai aktivis perempuan untuk demokrasi. Dari pengalamannya bersentuhan dengan masalah sosial kemasyarakatan.

Dari sudut itu, Mega melihat kaum perempuan masih dinilai sebagai subjek pelengkap semata. Padahal, potensi yang ada di kelompok perempuan sangat luar biasa.

Hal itu juga yang menjadi alasan Megawati memantapkan visi untuk Pemberdayaan Perempuan dan Ketersediaan Pendidikan yang Berkualitas. 

"Dua hal yang akan saya perjuangkan ketika diberi amanah duduk di kursi DPRD NTB kelak," papar 

Dalam pertemuan dengan kelompok perempuan di Lombok Tengah, Megawati juga menyampaikan pentingnya diversifikasi pangan untuk kesehatan.

Megawati memaparkan, diversifikasi pangan, penganekaragaman pangan, atau penganekaan pangan adalah suatu usaha untuk mengajak masyarakat memberikan variasi terhadap makanan pokok yang dikonsumsi, agar tidak terfokus hanya pada satu jenis saja.

Menurut Mega, konsep ini hanya berlaku untuk makanan pokok saja. Oleh karena itu, diversifikasi pangan sering disamakan dengan konsep pengurangan konsumsi beras, dengan penggantian makanan pokok yang bukan beras, padahal tidak sama sekali. 

"Manfaat dari diversifikasi pangan yaitu untuk memperoleh nutrisi dengan nilai gizi yang lebih beragam serta seimbang. Hal ini juga berkaitan dengan pola hidup sehat dan kesehatan," ujarnya.

Melalui kegiatan menanam dan memanfaatkan pekarangan, Megawati berharap kaum perempuan terutama ibu rumah tangga tak hanya terbantu mengurangi beban ekonomi, tetapi sekaligus bisa mengatur pola hidup sehat.

"Misalnya penyakit diabetes atau gula darah. Itu salah satu faktor kan komsumsi nasi yang tinggi kadar glukosanya. Sehingga dengan diversifikasi misalnya kita kadang konsumsi jagung atau singkong, ini akan menjadi pola hidup sehat yang baik," katanya.

Megawati mengakui bahwa diversifikasi dan ketahanan pangan adalah hal yang menjadi tantangan bangsa Indonesia ke depan.

Resolusi Ketahanan Pangan juga sudah dimulai pemerintah sejak tahun 2023 ini. Selain untuk menghadapi resiko ekonomi global, juga untuk memastikan kecukupan pangam nasional terpenuhi dekade ke depan.

Namun, upaya untuk goal besar itu harus juga dimulai di daerah dengan melibatkan aktor-aktor utama dari kaum perempuan.

"Inshaa Allah kalau perempuan kita berdaya dan dilibatkan dalam setiap strategi pembangunan termasuk diversifikasi dan ketahanan pangan, semua goal besar pasti akan lebih mudah dan ada akselerasi dalam pencapaiannya," tandasnya.

Mn

Berdayakan Ekonomi Umat, Sulhan Muchlis Gagas Pekan Festival UMKM Berbasis Pondok Pesantren

 


POLICEWATCH-MATARAM.

Tokoh muda Bumi Gora, Sulhan Muchlis, kembali menelurkan gagasan brilian untuk memberdayakan ekonomi Pondok Pesantren dan ekonomi umat di Pulau Seribu Masjid. Pengasuh Pondok Pesantren Al Islahuddiny, Kediri, Lombok Barat, ini tengah menyiapkan Pekan Festival UMKM yang berbasis Ponpes untuk memberdayakan ekonomi pesantren dan umat.

“Pondok Pesantren kita itu sesungguhnya adalah pusat pembelajaran yang komplet. Pondok pesantren itu tempat mengembleng keahlian dan kreativitas,” kata politisi Partai Demokrat yang mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Pulau Lombok pada Pemilu Legislatif 2024 mendatang, Kamis, 28 September 2023.

Sulhan menjelaskan, selain untuk memperkuat pondok pesantren sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya, pekan UMKM berbasis Ponpes ini digagas sebagai festival bagi para pelaku ekonomi kreatif lintas umat beragama untuk memperkuat persatuan dan nasionalisme.

Sebagai sebuah inisiatif berskala besar yang melibatkan pondok pesantren di Pulau Lombok, Sulhan mengemukakan, festival UMKM ini akan berkontribusi besar bagi pengembangan ekonomi daerah. Wakil Ketua DPRD Lombok Barat periode 2014-2019 ini menjelaskan, pondok pesantren di NTB tersebar merata. Bahkan ada Ponpes yang lokasinya sangat jauh dari pusat kota dan pusat pemerintaham.

“Kehadiran festival UMKM berbasis Ponpes ini akan menjadi stimulasi ekonomi terutama bagi Pesantren yang berada di pelosok daerah,” imbuhnya.

Dalam pelaksanannya, festival UMKM ini akan melibatkan dan memberdayakan para pelaku UMKM yang ada di sekitar Pondok Pesantren, sehingga dengan sendirinya, festival ini akan dapat menciptakan peluang ekonomi baru dan berkontribusi terhadap langkah pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Selama festival berlangsung, dihajatkan pula akan hadir para pemangku kepentingan terkait. Termasuk juga para expert dalam bidang pemasaran. Sehingga, pada akhirnya UMKM yang biasanya memiliki keterbatasan sumber daya dan akses pasar akan dapat mempromosikan produk mereka secara lebih luas. Pada saat yang sama pula, pelaku UMKM juga dapat belajar tentang praktik bisnis yang lebih baik, meningkatkan kualitas produk, dan bahkan menciptakan jaringan dengan pelaku usaha lainnya.

Khusus bagi pondok pesantren, dapat pula terlibat aktif untuk pelatihan dalam manajemen bisnis, pemasaran, ataupun produksi yang berkelanjutan. Dengan latar belakang agama dan moral yang kuat, Pondok Pesantren dapat juga memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM terkait wawasan etis dalam bisnis.

“Ini tentu akan membantu saudara-saudara kita pelaku UMKM untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih baek

Menurut Sulhan, festival ini digagas tidak hanya untuk pameran produk dari UMKM, namun juga sebagai ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sehingga, selama festival, akan ada kesempatan bagi santri dan pengasuh Pondok Pesantren untuk mempelajari keterampilan baru, seperti seni, kerajinan tangan, desain, teknologi, ataupun marketing. Keterampilan-keterampilan tersebut pada akhirnya, akan dapat menjadi penopang lulusan pesantren manakala mereka telah menamatkan pendidikannya kelak.

Selain itu kata Sulhan, festival ini juga bisa menjadi platform untuk membentuk kemitraan bisnis antara pondok pesantren dan UMKM. Kemitraan tersebut kata mantan Ketua KNPI NTB ini, bisa mencakup banyak hal. Semisal kerja sama dalam produksi, pemasaran bersama, atau inisiatif bisnis lainnya yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

“Melalui festival ini, Pondok Pesantren dan pemerintah daerah juga dapat membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM. Contoh misalnya yang terkait penyediaan akses ke pembiayaan, pelatihan, bimbingan teknis, dan sumber daya lain yang dibutuhkan oleh UMKM,” kata tokoh muda dari kalangan santri yang dilahirkan dan dibesarkan dengan tradisi Pesantren yang kuat ini.

Dengan begitu, Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mustafa Ibrahim ini sangat yakin, festival UMKM berbasis Pondok Pesantren ini, tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi yang singkat. Namun, akan dapat membentuk fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah tempat pesantren tersebut berada, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar pesantren.

“Dalam jangka yang paling pendek, tentu dengan menjadi tuan rumah festival, Pondok Pesantren bisa meraih pendapatan tambahan. Bisa dalam bentuk penyewaan tempat atau dari penjualan tiket masuk,” kata Sulhan.

Selain itu pula, Pondok Pesantren yang biasanya memiliki banyak program sosial yang terkait dengan kepentingan umat, dapat pula membersamai festival untuk penggalangan dana komunitas.

“Di banyak tempat, festival seperti ini juga digunakan sebagai sumber penggalangan dana untuk program sosial atau pendidikan. Pondok Pesantren tentu dapat menjadikan ini sebagai momentum bagi para pihak yang ingin berkontribusi nyata dalam program sosial yang dimiliki pesantren,” tutup Sulhan.

Mn