Wujud Tanggung Jawah Kemanusiaan Pada Sesama Rahmat Hidayat Bagi Kursi Roda Ke Pelosok Plosok

 


Policewatch - Lombok Timur

Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat, kembali melakukan aksi berbagi kebahagiaan untuk sesama. Kali ini, politisi kharismatik Bumi Gora ini mengirim Tim Aksinya untuk bergerilya di pelosok dan pedalaman Lombok Timur untuk membagikan kursi roda secara gratis kepada warga yang menderita lumpuh akibat cacat bawaan semenjak lahir.

Tim Aksi Kemanusiaan Rachmat Hidayat yang dipimpin Ketua DPC PDI Lombok Timur Ahmad Syukro dan didampingi Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Amrullah, mendatangi Gubuk Tibu Bagek Langgem, di Dusun Tibu Bagek, Desa Surabaya Utara, Kecamatan Sakra Timur, Rabu (17/5/2023). Mereka menemui keluarga Saparwadi, seorang penderita lumpuh akibat cacat bawaan.

Di rumah berdinding bedek, Saparwadi tinggal bersama dua anaknya, Hanafi dan Saibi, yang juga memiliki kondisi yang sama, yakni lumpuh akibat cacat bawaan. Ukuran paha dan betisnya sangat kecil dan berbentuk melengkung. Sehingga mereka tidak bisa berjalan.

”Cucu saya juga kondisinya terlahir menderita cacat seperti kami,” kata Saparwadi, menuturkan kondisi cucunya yang masih berusia di bawah tiga tahun, yang merupakan anak dari dari Saibi.

Lelaki berusia 75 tahun tersebut, dikenal warga Desa Surabaya Utara karena bisa melakukan pengobatan secara tradisional. Dari donasi yang diterimanya dari mereka yang datang ke rumahnya untuk berobat secara tradisional, Saparwadi bisa menyambung hidup dan menafkahi keluarganya. Mereka hidup begitu sederhana dan jauh dari kemewahan.

Dua anaknya, Hanafi dan Saibi, membiayai hidupnya dengan mengamen. Berkat sepeda motor matic yang telah dimodifikasi menjadi roda tiga, daya jelajah dua kakak beradik ini untuk mengamen kini menjadi lebih jauh.

”Alhamdulillah, dalam sehari kami bisa mendapat Rp 10p.000 sampai Rp 150. 000. Hasilnya kami bagi berdua untuk membiayai keluarga,” tutur Hanafi. Keduanya memilih menjadi pengamen, karena bertekad untuk tidak menjadi pengemis dan peminta-minta.

Mengingat Saparwadi tinggal di tempat yang begitu terpencil, bukan perkara mudah untuk mencapai rumahnya. Tim Aksi Kemanusiaan Rachmat Hidayat harus melalui jalan setapak dan jalan yang hanya berupa pematang sawah untuk sampai di sana. Kendaraan roda empat yang membawa Tim Aksi Kemanusiaan tersebut harus diparkir di tempat yang sangat jauh. Tim Kemanusiaan lalu berjalan kaki menuju rumah Saparwadi dengan menggotong bantuan kursi roda yang hendak diberikan kepada lelaki kelahiran tahun 1948 tersebut.

Saparwadi yang sedang duduk di berugak depan rumahnya, menyambut Tim Aksi Kemanusiaan dengan senyum. Keterbatasan fisiknya tak memungkinkan dirinya bangkit untuk menyongsong. Saparwadi menerima kedatangan tim kemanusiaan dengan begitu hangat.

Ahmad Syukro, mewakili H Rachmat Hidayat, kemudian menyerahkan bantuan kursi roda untuk Saparwadi. Penyerahan tersebut disaksikan pula oleh Kepala Dusun Tibu Bagek, Kusuma, dan Kepala Desa Surabaya Utara, Ahmad Rusdan.

Dari Kepala Desa Surabaya Utara pula, Tim Kemanusiaan mendapat informasi, kalau di Desa yang memiliki 1.375 Kepala Keluarga tersebut, banyak di antara mereka yang menderita cacat bawaan dan tak bisa berjalan. Bahkan beberapa di antaranya ada yang satu keluarga, seluruh anggotanya menderita cacat bawaan semua.

Ahmad Syukro menjelaskan, informasi dari Kepala Desa Surabaya Utara tersebut, akan menjadi atensi pihaknya. Segera hal tersebut akan dilaporkan ke Rachmat Hidayat untuk kemudian bisa ditindaklanjuti ke seluruh pemangku kepentingan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut.

”Bantuan ini tidak ada kaitannya dengan politik. Bantuan ini murni aksi kemanusiaan dari Pak Haji Rachmat Hidayat. Semua demi meningkatkan kualitas hidup saudara-saudara kita yang mengalami keterbatasan secara fisik,” kata politisi muda PDI Perjuangan ini.

Dia menuturkan, sudah menjadi komitmen H Rachmat Hidayat untuk memperhatikan mereka yang terlahir dengan kekurangan fisik. Sebab, mereka juga memiliki hak yang sama untuk hidup dengan lebih layak, sama halnya dengan saudara-saudara mereka yang terlahir dengan fisik secara langkap.

”Pak Rachmat Hidayat juga ingin, dengan bantuan kursi roda ini, saudara-saudara kita yang memiliki kekurangan secara fisik, tidak terdiskriminasi dan mempunyai kesempatan yang setara untuk berkembang, terutama untuk mereka yang masih muda,” kata Syukro.

Ahmad Amrullah menambahkan, dari berbagai aksi berbagi yang telah dilakukan Tim Kemanusiaan Rachmat Hidayat selama ini, mereka menyadari bahwa saat ini, masih banyak warga NTB yang menderita kekurangan fisik kemudian harus menghadapi tantangan besar dalam kehidupan sehari-hari. Mereka misalnya kesulitan dalam beraktivitas, memperoleh pendidikan, mendapatkan pekerjaan, ataupun keuslitan berpartisipasi dalam masyarakat.

”Pak Haji Rachmat Hidayat ingin, agar bantuan kecil ini, bisa memberi kontribusi untuk mengatasi tantangan-tantangan hidup saudara-saudara kita yang menderita kekurangan secara fisik,” kata politisi PDIP yang juga Pengusaha Muda asal desa Rumbuk ini.

Atas bantuan tersebut, Kepala Desa Surabaya Utara Ahmad Rusdan mengucapkan rasa syukur yang tinggi. Mewakili seluruh masyarakatnya, dia menyampaikan terima kasih atas perhatian besar yang diberikan Rachmat Hidayat untuk warganya.

”Baru beliau Pak Rachmat saja yang datang memberi bantuan dan perhatian bagi warga kami seperti ini,” kata Rusdan.

Dia mengaku, sebetulnya dirinya sudah membuka komunikasi ke banyak pihak, agar warganya yang banyak menderita cacat bawaan, mendapat perhatian. Namun, tidak semuanya memberikan respons yang memuaskan. Namun, ketika dirinya berkomunikasi dengan Tim Kemanusiaan Rachmat Hidayat, respons sangat cepat langsung didapat. Bahkan, bantuan kursi roda tersebut langsung diantarkan.

Dia pun berharap, bantuan dari Tim Aksi Kemanusiaan Rachmat Hidayat tak berhenti untuk keluarga Saparwadi semata. Namun, juga warga lain yang juga mengalami kondisi serupa. Rusdan pun memiliki mimpi, H Rachmat Hidayat bisa datang langsung untuk menyerahkan bantuan tersebut, dan bersilaturahmi dengan warganya.

Sementara itu, secara terpisah, H Rachmat HIdayat menegaskan, bantuan kursi roda untuk warga yang menderita cacat bawaan tersebut, adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan. Mereka yang memiliki kemampuan lebih, kata Rachmat, memiliki tanggung jawab dan tugas kolektif untuk membantu suadaranya yang membutuhkan.

”Membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu yang menderita cacat bawaan adalah tanggung jawab kemanusiaan kita sebagai sesama manusia,” tandas politisi lintas zaman ini. "MN"

LIDIKKRIMSUS RI Akan Kawal Dugaan Korupsi Rehab Rumdin Unsur Pimpinan DPRD Lahat Senilai 2,8 M

 


POLICEWATCH. NEWS - LAHAT - Ketua Harian LIDIKKRIMSUS RI Rodhi Irfanto, SH Mendukung kasus ini, yang disuarakan oleh Gabungan Masyarakat Lahat Bersatu (GMLB) Kemarin rabu, menggelar aksi demo di Depan Kantor DPRD dan dilanjutkan ke Kantor Kejaksaan Negeri Lahat, pada rabu (17/5) 

Saya mengapresiasi gerakan GMLB yang mencium bau aroma adanya indikasi dugaan korupsi proyek pembangunan rumah dinas tahun anggaran 2020, menggunakan sumber dana APBD Senilai Rp 2,8 milyar dengan rincian sebagai berikut:

Rehab rumah dinas ini terbagi dalam 3 proyek yaitu : 

1.Rehab Rumah Wakil Ketua I DPRD Rp 720.000.000, 

2.Rehab Rumah Wakil Ketua II DPRD Rp 720.000.000 dan

3.Rehab Rumah Dinas Ketua DPRD Rp 1.440.000.000

Rodhi Menambahkan kasus ini akan kita kawal melalui LIDIKKRIMSUS RI, ke KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK), JAMPIDSUS RI, BARESKRIM MABES POLRI. 

Kami minta kejaksaan Negeri Lahat untuk mengusut  kasus ini, hingga tuntas, seperti apa yang diberitakan di policewatch.news rabu (17/5) ada salah satu rumah dinas DPRD Lahat menurut sumber yang kami dapatkan, bahwa hanya dicat saja, rehab ringan tidak menghabiskan dana 200 juta,  anggaran nya Rp 720 juta, kemana 500 juta, uang tersebut apakah dialihkan ke kantong oknum DPRD tersebut lebih lanjut memang rumdin tersebut masih layak huni untuk wakil rakyat, apalagi pada tahun 2020 Indonesia dilanda COVID 19, 

Sebelumnya politisi Partai Golkar yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lahat, Sri Marhaeni Wulansih SH menolak keras wacana tersebut dan mengatakan ini adalah bentuk menghamburkan uang negara dan cukup di Cat saja.

Namun Faktanya Politisi Partai Golkar Sri Marhaeni Saat ini diam seribu Bahasa dan massa menduga ada kesepakatan Jahat yg dilakukan pimpinan DPRD Lahat ini

Kepala Kejaksaan Negeri Lahat Gunawan Sumarsono saat diwawancarai policewatch.news mengatakan kita masih menelaah dulu laporan dari GMLB, dan kami sudah menerima laporan tersebut, namun ada tahapan nya untuk menelisik perlu pendalaman kasus ini, kata "Gunawan kepada policewatch news,diruang kerja nya rabu (17/5) 

Jurnalis : Bambang MD

DIANGGAP TIDAK TRANSPARAN, WARGA DESA MOJOPARON GERUDUK KANTOR DESA.

 



Pasuruan, policewatch.news,- Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) dan puluhan warga masyarakat desa mojoparon, Kecamatan Rembang, Kab. Pasuruan  mendatangi Kantor balai desa untuk menyampaikan aspirasinya, terkai dengan dugaan penyalahgunaan honor RTRW dan pengelolaan dana CSR perusahaan Rabu, 17 Mei  2023.

Abdurrahman salah satu pengurus LMPI Desa Mojoparon mengatakan, bahwa ada honor RT RW tang saat ini belum diberikan, padahal dalam APBDesa sudah muncul penganggarannya, maka dari itu kami minta penjelasan dan transparan, kemana anggaran tersebut, selain itu kontribusi dari perusahaan PT. Meiji dan PT. Ale-Ale juga tidak transparan dan di duga anggaran tersebut dinikmati oleh oknum pejabat desa " ujarnya

Tokoh masyarakat Subari dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa permasalahan tersebut sudah sering disampaikan kepada pemerintah desa namun pemerintah desa cenderung tertutup dan tidak mau transparan, kami sepakat akan membawa masalah kejalur hukum, terkait dugaan tindak pidana korupsi " katanya


Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Desa Mojoparon Sholeh mengatakan bahwa honor RT RW yang dimaksud tersebut adalah honor RT yang audah kami non aktifkan, sedangkan dana tersebut masih tersimpan di berangkas desa, sedangkan terkait dana CSR dari dua perusahaan tersebut sudah kami serahkan ke masing-masing dusun sesuai dengan yang telah disepakati " ujarnya

Ditambahkan pula bahwa pemerintah desa akan menerima saran, dan kritik terhadap jalannya pemerintahan serta bersedia dialog dengan masyarakat atau LMPI terkait dengan transparansi anggaran dan pengelolaan dana CSR perusahaan.(sy)

Polisi Periksa Mami Penjual Miras Oplosan Yang Telan Korban 7 Orang Meninggal Dunia 3 Kritis



POLICEWATCH. NEWS, PASURUAN – Kasus kematian pesta miras yang menelan korban jiwa sebanyak 7 orang tewas dan 3 orang lainya kritis di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa timur, Unit Reskrim Polsek Bangil terus melakukan menyelidiki kasus yang merenggut korban jiwa tersebut. Terkini, polisi meriksa si penjual miras yang bernama Mami alias Eva yang tercatat sebagai warga Prigen - Pasuruan.

"Mereka membeli miras ke Eva dan diminum di lokasi tekat toko milik si penjual. Lalu, acara mabuk-mabukan minuman beralkohol oplosan ini berlanjut di tempat Mawik di kawasan Kelurahan Pogar, Bangil. Kebetulan Mawik punya hajatan. 

Lebih lanjut ia mengatakan, malam itu juga penjual miras kita panggil dan periksa. ungkap Kapolsek Bangil, AKP Sukiyanto,

"Selain memeriksa penjualnya, polisi juga menyita barang bukti (BB) miras yang ada di toko,"ungkap Kapolsek Bangil, AKP Sukiyanto, saat di mintai keterangan salah satu awak media. Rabu (17/05/2023)

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa kasus miras oplosan ini dilimpahkan ke Polres Pasuruan. 

“Lebih detailnya tanyakan ke Polres Pasuruan, karena kasus tersebut dilimpahkan ke sana (Polres Pasuruan),” imbuhnya. 

Adapun korban yang mengalami kritis dan kini masih menjalani perawatan di IGD RSUD Bangil.

1.Heri purnomo alias Boy asal Kediri dan 

2.Azis asal Pogar. 

3.Asmawi alias Mawik asal Pogar selaku pemilik hajat.

Berikut identitas 7 korban tewas yang berhasil dihimpun. Antara lain ;

1. Indra Laskmana, warga Jl. Mbah Guru Keluraha Pogar, Kecamatan Bangil,

2. M. Adi Soni alias Tuyul, warga Jl. Mbah Guru Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil,

3. Udin Mas’ud alias Ma’uk, warga Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil (meninggal di RSUD Bangil),

4. Bayu, warga Jalan Bader Rt.01 Rw.04 Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Bangil,

5. Muhammad Roji alias Cenggeh, meninggal di Rumah alamat Jl. Satak, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil,

6. Harjono alias Donat, warga Tuban,

7. M. Taufik, warga Dusun Satak RT 014 RW 001 Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil.(Dr)

Penyerahan Dokumen GMLB : Kajari Lahat Akan Telaah Dulu Proyek Rumdin Pimpinan DPRD Senilai 2,8 M

 



POLICEWATCH.NEWS - SUMSEL - LAHAT - Ratusan masa mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Lahat Bersatu (GMLB) menggelar aksi demo dijalan umum pas didepan kantor DPRD, mereka menuntut

Salah satunya tuntutan pendemo ," Stop Sri Marheni wakil Ketua 2, dan Fitrizal Homizi, Ketua DPRD Lahat, yang membuat kegaduhan dengan pernyataan pernyataan yang menyudutkan penyelenggaraan pemilu, 


Setelah itu pendemo melakukan long March kesimpang lampu merah kejaksaan negeri Lahat, pada rabu (10/5) 

Kordinator aksi Paduka dalam penyampaian orasinya kami mendesak kepada pihak kejari lahat untuk mengusut  pembangunan rumah dinas pimpinan DPRD senilai 2,8 M anggaran tahun 2020,


Usai menggelar aksi kordinator aksi Paduka menyerah berkas diterima oleh perwakilan kejari lahat Bapak Okta kasidatun 

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Lahat Gunawan Sumarsono ditemui awak media diruang kerja nya rabu (17/5) ia menjelaskan kita telaah dulu laporan dari mereka dan kita belum bisa untuk melakukan penyelidikan butuh waktu prosesnya ucap "Gunawan

Jurnalis: Bambang MD/Surya

Paska Aksi Demo Emak Emak, Polres Lahat Turunkan Tim Crime Secene investigation di Lokasi PT. BAS

 



POLICEWATC.NEWS - SUMSEL - LAHAT - Paska aksi demo emak emak pada senin (15/5/2023 ) sejumlah mobil Dump Truk rusak parah, termasuk pos Security 1, diduga dirusak oleh pendemo rombongan emak emak, Gumay Talang, 

Atas kejadian peristiwa ini yang dilakukan oleh emak emak melakukan pengerusakan pihak fasilitas milik PT. Bara Alam Selaras (BAS), ditaksir menderita kerugian hingga puluhan  milyar rupiah, hari ini kami tidak bisa holling akses jalan ditutup, hari ini rugi 4 milyar perhari terang " Andis kepada policewatch.news selasa (16/5) 


Ia menambahkan kini Pihak Penyidik Polres Lahat hari ini selasa 16 Mei 2023 dipimipin kasat reskrim melakukan olah TKP diterjunkan tim Crime Secene Investigation di lokasi kejadian di IUP PT. BAS. 

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Lahat, agar ditindaklanjuti untuk menetapkan tersangka kata " Heru selaku legal PT. BAS ditemui di Polres Lahat, 

Berita sebelumnya pada hari senin tanggal 15 Mei 2023, ratusan emak emak Gumay Talang, dengan ramai-ramai mendatangi dilokasi Ijin Usaha Pertambangan PT. BAS, di Gumay Talang, 

Unras sekitar pukul 10,00 wib ada 100 masa emak emak yang dipimpin oleh ibu Prety selaku Kordinator aksi warga desa Sugih waras, ada ibu Dili warga desa Tanjung Baru, pendemo minta agar pimpinan perusahaan PT. BAS untuk menemui emak emak, namun tidak kunjung datang sehingga membuat emak emak mulai beringas dan memanas pos security 1 dirusak, namun dihalau oleh pihak keamanan dari Polres Lahat  yang ada dilapangan dan dibantu Babinsa, 


Tidak hanya sampai disitu emak emak berjalan kaki menuju workshop PT. BAS terjadilah ada beberapa mobil dump truk dirusak, dikarenakan emak emak menunggu hingga pukul 14.00 wib pimpinan PT.Batu Alam Selaras, (BAS). 

Jurnalis : BB/SK

Beri Rapot Merah, Cik Ujang langsung Temui Pendemo Gabungan OKP

  



POLICEWATCH. NEWS -SUMSEL - LAHAT - Ratusan masa yang tergabung OKP Lahat menggelar aksi unjuk rasa di jalan umum dekat rumah dinas Bupati Lahat pada selasa (16/5/2023)

Aksi yang dikordinartor oleh Sudan dari Gemapala memberikan raport merah terhadap bupati Lahat Cik Ujang, SH, selama kepimpinannya belum dirasakan oleh masyarakat apalagi tahun ini menjelang kepemimpinan CAHAYA akan berakhir pada bulan Desember 2023 terang " Sudan

Tuntutan pendemo salah satunya carut marut nya pemanfaatan SDA yang lebih pro ke oligarki yang berdampak kesewenang-wenangan terhadap hak hak hidup sehat, masyarakat disekitar tambang batubara diperparah dengan pengelolaan dana CSR yang sarat kepentingan penguasa. 

Senada juga diucapkan oleh aktivis muda Lidia dalam orasinya bahwa Bupati Lahat Cik Ujang layak mendapatkan raport merah diakhir jabatannya belum ada yang berhasil, seperti sekolah masih membayar, program satu desa 500 juta hingga 2 Milyar belum ada yang terealisasi ungkap nya


Bupati Lahat Cik Ujang langsung menemui masa apa semua yang dituduhkan kedirinya dibantah saat memenuhi para pendemo, semua jalan di setiap kecamatan sudah dibangun mulai dari kikim area, merapi area, tanjung sakti, jarai, Gumay talang dan please hingga dalam kota jalan sudah mulus, masalah program satu desa 500 juta hingga 2 milyar sudah berjalan ada yang sudah dicairkan 500 juta lebih ke desa desa dan saya sudah serahkan kepada wakil bupati Lahat Haryanto, ini orangnya saya ajak menemui adi adik, mahasiswa  dan jangan kita diadu domba, dan ditunggangi ini tahun politik, 

Cik Ujang juga mengajak adik adik mari kita cek fakta kelapangan kita naik bus ke desa jalan di setiap kecamatan tidak dibangun, semua sudah dibangun melalui dana APBD setiap tahun nya bergiliran, untuk membangun jalan desa, dan saya bermalam untuk menyelesaikan persoalan masalah lahan sawit masyarakat dikikim berdialog dengan masyarakat, dan dikawal dari Polres Lahat untuk menyelesaikan lahan warga di kikim tutur " Cik Ujang

Aksi ini Pihak Polres Lahat menerjunkan puluhan Personil dan water cannon untuk mengamankan aksi demo dengan tertib dan aman 

Jurnalis : Surya

Pesta Minuman Keras di Plaza Lama Bangil Membawa Petala, 7 Orang Tewas, 3 Orang Kritis

 


POLICEWATCH. NEWS, PASURUAN-Sebanyak 7 orang pria warga Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tewas dan 3 diantaranya dalam keadaan kritis setelah mereka menggelar pesta miras pada Sabtu (15/05/2023) dini hari.

Ketujuh orang tersebut tewas diduga akibat meminum minuman keras oplosan bersama Tiga orang lainnya di Plaza lama Bangil jadi totalnya 10 orang.

Tiga orang saat ini kondisinya sedang kritis dan masih dalam perawatan di RSUD Bangil secara intensif.

Menurut keterangan narasumber "Muslim" pada Sabtu malam Minggu 10 orang tersebut sepakat menggelar pesta miras di Plaza lama Bangil dan pada hari Minggu pagi mereka melanjutkan pesta miras tersebut ke Kelurahan kalianyar, Kecamatan Bangil, selang beberapa hari meraka satu persatu menghembuskan nafas terakhir.


"Ada 7 orang yang meninggal dunia dan mereka meninggal dunia satu persatu di rumahnya setelah pesta miras tersebut,"ungkapnya. Selasa (16/05/2023)

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Bangil AKP. Rofik saat di konfirmasi ia membenarkan kejadian tersebut dan saat ini pihaknya masih mendalami kejadia tersebut atau masih dalam proses lidik.

"Ya benar, ini masih kita proses lidik,"terangnya. (Dr)

45 BACALEG Dari Partai PKN Prov Kepri Daftarkan diri ke KPU

Pewarta : Erlina


Batam, policewatch.news, – Pimpinan Daerah Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kepulauan Riau secara resmi mendaftarkan anggotanya untuk menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Provinsi dalam pesta demokrasi tahun 2024.

Sebanyak 45 calon terbaik yang akan diusung dari Partai PKN Kepri telah mengantarkan berkas pendaftaran ke KPU Provinsi Kepri, untuk memperebutkan kursi DPRD Provinsi Kepri di ajang pemilu 2024 mendatang. 

Ketua Pimpinan Daerah Provinsi Kepri Partai Kebangkitan Nusantara Yenny Marlina mengatakan, sebanyak 45 Calon Legislatif DPRD Provinsi Kepri Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Provinsi Kepri telah mendaftarkan diri ke KPU pada hari Minggu, 14 Mei 2023.

“Semua Dapil sudah diisi seluruhnya, dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh kepengurusan KPU Provinsi Kepri dan data yang sudah kami kirim lengkap,” kata Yenny. Senin, (15/5/2023)

Total yang diajukan 45 Calon, sambung Yenny. Kami dari PKN, memang menginginkan target sebanyak 1 Fraksi di kursi DPRD Provinsi Kepri,” bebernya.

Untuk itu, Partai PKN di Provinsi Kepri akan berjuang keras, meskipun partai pendatang baru. Namun, ia mengaku akan selalu optimis, bahwa Partai PKN siap untuk merebut kursi di DPRD Kepri.

“Sebagai pendatang baru diperpolitikan Indonesia, kami akan melakukan konsolidasi internal dan penguatan kami di partai dan di struktur, Pimcab, Pimcam hingga ke akar rumput" imbuh Yenny.

Kami juga ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh anggota KPU Provinsi Kepribadian dan Bawaslu Provinsi Kepribadian atas sambutan yang hangat kepada rombongan dari Partai Kebangkitan Nusantara Kepri, " tambah Yenny.

Tak Bosan-Bosan berbagi Kehidupan , Rachmat Hidayat Elektrik Bagikan Kursi Roda Setiap Minggu untuk Masyarakat Pulau Lombok


Policewatch - Lombok Tengah 

Anggota DPR RI fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil NTB II Pulau Lombok H Rachmat Hidayat tak bosan-bosan  berbagi kehidupan dengan  masyarakat di Pulau Lombok. Tak terhitung, sudah hampir ratusan bantuan "kursi roda elektrik" yang ditebar politisi kawakan di NTB ini. 

Pada Senin (15/5/2023) Rachmat Hidayat kembali menggelar aksi kemanusiaan di Kabupaten Lombok Tengah. Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini membagikan tiga kursi roda sekaligus kepada warga yang kini menderita lumpuh yang menyasar lansia hingga remaja. 

Ada tiga jenis kursi roda yang dibagikan Rachmat Hidayat. Pertama, kursi roda adaptif. Kursi roda adaptif ini dibanderol dengan harga Rp 40 juta-an. Kursi roda adaptif diperuntukkan bagi penderita lumpuh layu yang jumlah penderita penyakitnya cukup banyak di NTB. 

Kedua, kursi roda elektrik. Kursi roda elektrik ini diujukan bagi para lansia, hingga para disabilitas. Di pasaran, kursi roda adaptif ini dijual dengan harga Rp 27 jutaan. Kemudian terakhir kursi roda manual. Kursi roda manual ini jumlahnya tak terbatas. Sementara stok kursi roda adaptif dan elektrik masih tersisa ratusan. 

Politisi kharismatik Bumi Gora itu berkomitmen akan rutin melakukan aksi kemanusiaan berbagi kursi roda setiap minggu untuk masyarakat yang membutuhkan di Pulau Seribu Masjid. 

Saat berbagi kemanusiaan tersebut, turut hadir Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB Ruslan Turmuzi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Tengah Suhaimi, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur Ahmad Amrullah dan Nasrulah , Pembina Yayasan Tulus Angen Community dan Kustadi dari Paramita Kemensos RI 

Serah terima bantuan kursi roda elektrik untuk dua orang yakni lansia penderita lumpuh atas nama Nilmah (60) warga Dusun Teduh, Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah dan remaja disabilitas Baiq Najwa Adining Quinsya (13)  warga Desa Braim, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah bertempat di Cafe Milenial The Pra-Ye Lounge Lombok  . 

Sementara satu sisanya lagi atas nama Baiq Hartini Rahmi (70) dikunjungi langsung Rachmat bersama rombongannya ke kediamannya di Karang Bersatu, Kelurahan Tiwugalih, Praya. Raut haru sekaligus bahagia terpancar dari wajah para penerima bantuan kursi roda.

Rachmat menegaskan, apa yang dilakukannya untuk membantu kaum difabel dan para orang tua yang menderita lumpuh, sepenuhnya adalah aksi kemanusiaan belaka. Tak ada kaitannya dengan politik sama sekali. Rachmat menegaskan, hanya ingin mewakafkan dirinya untuk kebaikan masyarakat Pulau Lombok. Rachmat ingin membawa dan menghadirkan berkah untuk sesama.

“Sangat penting bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya mereka yang sulit untuk bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Rachmat.

Dia menekankan, apa yang dilakukannya ini adalah tindakan kecil. Namun, dia berharap, tindakan kecil tersebut, dapat turut membantu memperbaiki kualitas hidup mereka yang telah dibantu, dan memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka.

Menurutnya, para wakil rakyat harus punya rasa kepekaan dan kemanusiaan yang tinggi terhadap kondisi dan jerit tangis masyarakat. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB Ruslan Turmuzi menyebut gerakan aksi kemanusiaan yang tak henti-henti dilakukan PDI Perjuangan sebagai bentuk sumbangsih dan kepedulian partainya terhadap tangis masyarakat.

"Ini bentuk komitmen kami terhadap kemanusiaan. Masyarakatan kan bisa menilai apa yang telah kami lakukan. Kami tidak buat-buat," jelas Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD NTB itu.

Senada dengan Ruslan Turmuzi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Tengah Suhaimi menyebut,  Rachmat Hidayat telah memberikan perhatian yang luar biasa terhadap masyarakat Pulau Lombok, khususnya Lombok Tengah. Aksi-aksi kemanusiaan yang dilakukan

Suhaimi menegaskan, Rachmat Hidayat sebagai wakil rakyat dapil Lombok yang bertugas di Komisi VIII DPR RI, tetap berkomitmen untuk memboyong bansos maupun program sosial lain di kementrian yang menjadi tupoksinya untuk masyarakat tidak mampu di Pulau Lombok. 

"Tahun 2023 ini Insya Allah ada banyak program bantuan sosial yang bisa beliau bawa untuk masyarakat Lombok," imbuhnya. 

*Ucapan Terima Kasih dan Syukur Masyarakat ke Rachmat Hidayat*

Kepala Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah Jumadil Awal tak henti mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada politisi senior NTB Rachmat Hidayat. Jumadil Awal mengatakan bahwa baru kali ini warganya mendapatkan bantuan dari anggota DPR RI.

Warganya yakni Nilmah, dijelaskan Juamdil Awal telah menderita lumpuh hampir 10 tahun.

"Kondisinya sangat memprihatinkan, butuh alat bantu untuk berjalan, akhirnya dengan bantuan Pak Rachmat Hidayat bantuannya bisa terwujud berkat kedermawanan beliau selaku anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan," kata Jumadil Awal saat ditemui di lokasi penyerahan bantuan.

Apa yang dilakukan Rachmat Hidayat, kata Jumadil Awal merupakan bentuk perhatian yang begitu luar biasa. Dirinya berujar, pengabdian Rachmat Hidayat kepada masyarakat bisa dilihat secara langsung. Dirinya berharap ke depan Rachmat Hidayat terus menujukkan soliditas kemanusiaannya kepada masyarakat.

"Kami juga atas nama Pemerintah Desa Teduh bersama seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Rachmat Hidayat beserta Partai PDIP  yang sudah membantu mewujudkan harapan warga kami. Semoga sukses dan sehat selalu," paparnya.

Masih di tempat yang sama, Lalu Mariadin yang merupakan orang tua dari Baiq Najwa Adining Quinsya (13) yang merupakan anak penderita lumpuh layu warga Desa Braim, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah mengaku tidak bisa berkata-kata atas berkah yang keluarganya terima dari Rachmat Hidayat. Ia mengaku akan sangat terbantu dengan bantuan kursi roda tersebut. 

"Terima kasih kepada Pak Rachmat Hidayat,  saya sebagai orang tua Najwa sangat bersyukur dengan bantuan kursi roda ini. Paling tidak kami akan merasa sangat terbantu, sehingga ke depan insyaAllah kami tidak akan terlalu repot untuk terlalu sering menggendong," ucap Lalu Mardian.

Lalu Mardian mengaku belum pernah ada anggota DPR RI lain yang mengulurkan bantuan kepada keluarganya selain Rachmat Hidayat. MN

Kompak Pembinaan Usia Dini Askab PSSI Garut Gelar Turnamen Pra Piala Suratin, Ini Harapan Ketua Umum

 


Garut- policewatch.news-Ketua Umum Asossiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Garut, H. Amar Komarudin, menutup dengan resmi Turnamen Pra Piala Suratin U-13 dan U-15, Minggu (14/05/2023), di Lapangan Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.

Amar dalam sambutannya mengatakan, momentum tersebut diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit pesepakbola profesional dari Garut untuk menjadi utusan di kancah nasional. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi para peserta untuk bisa tampil lebih baik lagi nantinya pada Piala Suratin yang akan digelar pada bulan Juni-Juli 2023 mendatang.

“Event ini juga menjadi ajang silaturahmi memperkokoh persatuan kesatuan dan kebersamaan. 

Mari kita berkarya dan berjuang lebih keras, menjadi masyarakat yang maju dan berprestasi di bidang sepakbola,” ungkap Jimar, sapaan akrab Ketum Askab PSSI Garut.

Jimar meyakini, Turnamen Pra Piala Suratin akan memberi pengaruh dan dampak yang besar bagi perkembangan sepakbola di Garut. Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan harapan Turnamen Piala Pra Suratin akan tetap dilaksanakan tahun-tahun mendatang.

“Dengan adanya kejuaraan yang berkesinambungan, berkelanjutan, maka pembinaan sepakbola dapat berjalan secara baik dan melahirkan atlet yang berprestasi bagi Kabupaten Garut,” ungkapnya.


Ditandaskan, dalam setiap kompetisi pasti ada yang menang dan kalah, hal ini menjadi hasil akhir karena ada satu pemenang utama. 

Bagi yang juara, Jimar meminta event ini dijadikan modal dasar pengembangan prestasi dan pengalaman berharga untuk terus dikembangkan menjadi tim berbakat.

“Juga kepada yang menjadi juara kedua atau ketiga, kegagalan bukan untuk disesali tapi hendaklah kompetisi pra Piala Suratin ini jadi guru yang terbaik agar lebih ulet, rajin dan berlatih dengan keras sehingga kemenangan bukan impian melainkan menjadi kenyataan,” pungkas Jimar.

Menurut Ketua Panitia yang juga Ketua Komite Tetap (Komtap) Pembina Usia Dini dan Muda Askab PSSI Garut, Aten Jajat Supiarjat, kompetisi Pra musim Piala Suratin ini diikuti sebanyak sembilan kesebelasan yakni SSB Mandala, Luzio Sambada, Family United, SSB Pamong Praja, Bintang Muda, Family AJ, Farmel FC, Garuda Hitam dan Sagara.

“Adapun tujuan kegiatan ini guna mencari bibit muda dalam generasi persepakbolaan di Kabupaten Garut.

 Ini merupakan program Askab PSSI Garut dan terima kasih kepada para atlet yang telah berkompetisi dengan baik dan lancar sehingga apa yang diharapkan bisa kita wujudkan. Semoga kegiatan yang akan berlangsung setiap tahun tersebut dapat menjadikan motivasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Aten menambahkan, Turnamen Pra Piala Suratin U-13 dan U-15 ini dijadikan ajang bagi anak asuhnya untuk melatih mental dan belajar berkompetisi dengan baik. Para pemain akan dimaksimalkan untuk menambah pengalaman dan jam terbang, pungkasnya.(Dera taopik)

Komisioner KPU Mataram Tak Patuhi PKPU saat Plenokan DPSHP, PDIP Bakal Laporkan ke Bawaslu dan DKPP



Policewatch - Mataram

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPSHP) Tingkat Kota Mataram dinilai cacat. KPU Mataram dituding telah terang-terangan mengabaikan Peraturan KPU, mengingat ada proses pleno terbuka DPSHP di tingkat kelurahan dan kecamatan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ternyata tidak menghadirkan perwakilan partai politik. Padahal hal tersebut menjadi sebuah kewajiban.

”Mengabaikan PKPU, berarti KPU Kota Mataram telah terang-terangan melanggar kode etik,” kata Imam Budi Gunawan, Liasion Officer PDI perjuangan Kota Mataram yang hadir dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi DPSHP tingkat Kota Mataram, kemarin (14/5).

Budi menuturkan, rapat pleno terbuka DPSHP tingkat kota tersebut digelar KPU Mataram pada Kamis (11/5) malam di salah satu hotel di Mataram. Rapat tersebut baru selesai dini hari pukul 03.00 WITA. Agenda utamanya adalah penjabaran jumlah data pemilih dan TPS di masing-masing kecamatan di Kota Mataram oleh masing-masing PPK dan laporan Ketua KPU dan jajarannya.

Pemaparan kata Budi diawali dengan penjabaran kondisi pemilih dan TPS di sembilan kelurahan di Kecamatan Mataram. Setelah pemapatan PPK Mataram rampung, Bawaslu Kota Mataram yang hadir dalam rapat pleno tersebut kemudian kata Imam, menyampaikan temuannya. Bawaslu menemukan bahwa dari sembilan kelurahan yang ada di Kecamatan Mataram, PPS masing-masing di lima kelurahan ternyata menerbitkan dua Berita Acara tentang DPSHP dengan nomor berbeda.

”Selain itu, hasil rekapitulasi DPSHP di dua berita acara itu juga berbeda,” kata Budi.

Temuan Bawaslu itu kata Budi, mengindikasikan bahwa PPS di lima kelurahan itu melakukan rekapitulasi atau penghitungan ulang lalu mengesahkannya dalam berita acara baru. Hal yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan. Sebab, perubahan terhadap bertambah atau berkurangnya jumlah pemilih dalam DPSHP, hanya bisa dilakukan dalam Pleno Terbuka di tingkat Kecamatan yang dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan.

Atas temuan tersebut, Bawaslu kemudian menyarankan agar PPK Kecamatan Mataram melakukan pleno dan Rapat Pleno Terbuka secara terpisah di ruangan lain di hotel yang sama, untuk selanjutnya nanti, hasil pleno terbuka PPK Kecamatan Mataram tersebut kemudian dibahas kembali dalam pleno terbuka di tingkat Kota Mataram. Pada saat yang sama, secara paralel, pleno terbuka tingkat Kota Mataram terhadap DPSHP dari lima kecamatan lainnya tetap dilanjutkan.

”KPU dan Bawaslu menyebut Pleno PPK Mataram itu sebagai Pleno Lanjutan,” kata Budi.

Di sinilah persoalan timbul. Rupanya Rapat Pleno Lanjutan oleh PPS dan Rapat Pleno Terbuka Tingkat Kecamatan Mataram atas hasil Pleno Lanjutan dari masing-masing PPS di lima kelurahan tersebut tidak dihadiri oleh perwakilan Parpol. Tidak ada pemberitahuan pula dari KPU terkait hal tesebut di tengah-tengah rapat pleno terbuka tingkat Kota Mataram yang sedang berlangsung. Sehingga hasil rekapitulasi jumlah pemilih dalam rapat pleno terbuka PPK Kecamatan Mataram, hanya dihadiri oleh penyelenggara saja, yakni PPK, PPS, dan Panwascam.

”Pleno terbuka yang tidak dihadiri perwakilan Parpol, melanggar PKPU,” tandas Budi.

Dia pun menyebutkan, kalau pihaknya memprotes hal tersebut. Dan protes yang telah disampaikan PDI Perjuangan, dimasukkan dalam Berita Acara Pleno Terbuka DPSHP Tingkat Kota Mataram. Sejumlah perwakilan Parpol yang hadir dalam pleno terbuka tingkat Kota Mataram itu pun mengamini protes yang telah disampaikan PDIP.

Lima PPS kelurahan yang menerbitkan berita acara dengan dua nomor berbeda tersebut adalah Kelurahan Pagutan Timur, Kelurahan Punia, Kelurahan Pagutan, Kelurahan Pagesangan Barat, dan Kelurahan Pejanggik. Berita acara DPSHP yang telah mereka buat pada tanggal 7 Mei, kemudian diubah dengan Berita Acara baru tanggal 11 Mei di Hotel Fave, Mataram hasil Pleno Lanjutan. Dalam Berita Acara Nomor: 149/PL.02.I-BA/5271/2023 yang ditandatangani Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin dan seluruh jajaran komisioner yang salinannya didapat kalangan media, disebutkan secara jelas bahwa Rapat Pleno Lanjutan hanya diikuti PPS di lima kelurahan bersama Panwascam, dan tidak dihadiri pewakilan parpol. Begitu juga Rapat Pleno Lanjutan Terbuka Tingkat Kecamatan Mataram tanpa dihadiri unsur partai politik.

”Jika seperti ini cara KPU bekerja dengan seluruh perangkatnya di tingkat kecamatan dan kelurahan, maka jangan salahkan muncul kecurigaan publik. Karena angka-angka jumlah pemilih dalam DPSHP itu hanya dibahas sesama penyelenggara saja,” tandas Budi.

Memang dalam Berita Acara Rapat Pleno Terbuka Tingkat Kota Mataram disebutkan, bahwa Rapat Pleno Lanjutan itu tidak mengubah apapun terkait rekapitulasi DPSHP PPK Mataram. Namun, cacat prosedur tersebut, tak bisa dianggap seenteng itu.

”PKPU yang mewajibkan Rapat Pleno berjenjang dari kelurahan, kecamatan, dan tingkat kota, adalah sebuah keharusan untuk dijalankan. PKPU itu kitab sucinya penyelenggara pemilu baik KPU atau Pengawas. Tapi, ini, mereka abaikan secara terang-terangan,” tandas Budi.

Rencananya, PDIP Kota Mataram akan bersurat secara resmi ke KPU Kota Mataram terkait hal ini. Sementara Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat, kemarin telah menerima laporan atas kejadian tersebut. Rachmat pun menegaskan, pihaknya akan bersikap. Dia menegaskan, hal tersebut akan diadukan ke Bawaslu di tingkat yang lebih tinggi. Adanya potensi pelanggaran etik dari Komisioner KPU Kota Mataram juga akan ditindaklanjuti dengan pengaduan pihaknya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

”Tim Hukum PDIP sedang menyiapkan laporan tersebut,” kata politisi kharismatik Bumi Gora ini.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini pun mengingatkan seluruh penyelenggara pemilu di NTB agar bekerja profesional. Jika apa yang terjadi di Kota Mataram ini dibiarkan lantaran dianggap sepele, maka bukan tidak mungkin kata dia, praktik serupa juga akan terjadi dan dilakukan meluas di seluruh NTB oleh penyelenggara pemilu dan pihak-pihak yang memiliki kemampuan main mata dengan penyelenggara pemiu.

”Hal begini jika terjadi, akan benar-benar merusak demokrasi,” tandas Rachmat. (MN)

MELALUI PPP, KETUA LPK BARATA, MAJU SEBAGAI CALEG DPRD KOTA PASURUAN

 


Pasuruan,policewatch.news,-. Pesta demokrasi yang sebentar lagi dilaksanakan melalui pilihan Calon legislatif yang akan dilaksanakan 14 Pebruari 2024, menjadikan para peserta pemilu mengasah strategi untuk meraih kemenangan dan kursi di DPR maupun DPRD.

Partai Persatuan Pembangunan.( PPP ) Kota Pasuruan mengusung salah satu Caleg nya dari kalangan aktivis yaitu Irfan ...  Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Barata Kota Pasuruan Dapil Bugul Kidul, dengan harapan PPP dapat meraih kursi di DPRD.


Munculnya Irfan ...yang dikenal sebagai aktivis pro rakyat, sangatlah mengejutkan bagi para kalangan politisi maupun para aktivis penggiat sosial, yang notabenenya  Irfan.. seringkali  melakukan kritik dan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah tapi sekarang ingin terlibat langsung dalam kelembagaan DPRD untuk melakukan pengawasan terhadap pemerintahan

Irfan .. dalam kesempatannya menyampaikan bahwa keputusannya untuk maju sebagai Caleg partai PPP merupakan amanah dan tugas mulia dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat yang saat ini dipandang kurang maksimal, melalui DPRD saya berharap lebih bisa menjalankan amanah dan melakukan advokasi terhadap kepentingan masyarakat kota Pasuruan ' ujarnya.(sy)

Kejar 10 Kursi di DPRD Kabupaten Pasuruan, Golkar Daftarkan 50 Caleg ke KPUD




POLICEWATCH.NEWS, PASURUAN- Hari terakhir pendaftaran calon legislatif, dimanfaatkan oleh DPD Partai GOLKAR Kabupaten Pasuruan untuk mendaftar ke kantor KPUD di Diwet, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Jawa Timur, pada Minggu.(14/05/2023).

Rombongan yang berjumlah 200 orang tersebut dipimpin oleh ketua DPD partai Golkar Rias Yudikari Drastika beserta pengurus, bakal caleg serta abang becak ,mereka bergerak menuju kantor KPUD pukul 08.00 pagi dengan berjalan kaki sepanjang 1 KM. kemudian diterima oleh Ketua dan komisioner KPUD dan  Bawaslu Kabupaten Pasuruan.


Dalam kesempatan tersebut ketua DPD partai Golkar Rias Yudikari Drastika menyampaikan bahwa Pileg tahun 2024 ini, Golkar telah memenuhi jumlah Bakal Calon legislatif 50 orang yang tersebar di Dapil 1 sampai dapil 6, dengan komposisi 30% diisi oleh Caleg Perempuan dan komposisi 45% Caleg milenial.

"Partai Golkar DPD Kabupaten Pasuruan menargetkan 10 kursi di DPRD, hal ini realistis sesuai dengan capaian dan kerja keras partai yang selama ini kita bangun, berjuang dan berkarya untuk kemenangan partai Golkar pada pemilu 2024,"tegasnya. (Sy)

Dendang Lagu KIM ZONE di Foodcourt Bintan Centre Tak Pernah Ditindak, Siapa Pemiliknya?

 



Batam - policewatch.news.-Arena perjuadian berkedok dendang lagu tebak angka (KIM) di Foodcourt Bintan Centre di Kota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau masih tetap beroperasi tiap malam dengan menyediakan berbagai macam handphone sebagai hadiah yang dapat ditukarkan dengan uang tunai pada pihak penyelenggara.

Dugaan praktek perjudian ala dendang lagu ini sudah beroperasi sejak beberapa bulan lalu. Kegiatan praktek perjudian ini selalu luput dari operasi penindakan Polisi, entah apa pasalnya hingga saat ini belum diketahui. 

Salah satu pengunjung Foodcourt Bintan Centre itu mengatakan kegiatan undian berhadiah ini sudah lama beroperasi namun tak pernah ditegur oleh petugas.


"Dendang lagu (KIM) ini sudah lama buka, tetapi kadang tutup sebentar, habis itu buka lagi. Kalau ditangkap  tidak pernah," ungkap waty, salah satu pengunjung Foodcourt Bintan centre yang sedang mengadu nasib mengikuti dendang lagu berhadiah itu, Jumat (12/05/2023).

Tim policewathcnews mencoba mengkonfirmasi kapolresta Tanjung Pinang Kombes Pol Heribertus Ompusunggu S.I.K.,M.Si terkait adanya kegiatan dugaan praktek perjudian ala dendang lagu berhadiah itu, namun sangat disayangkan hingga berita ini diupload tim media ini belum mendapat jawaban. (Sabtu, 13/05/2023).

Pada hari yang sama juga tim policewathcnews mencoba mengkonfirmasi kapolsek Tanjung Pinang Timur AKP Adam Yulizar Sasono lewat media sosialnya (WA) terkait kegiatan dugaan Praktek perjudian ala dendang lagu kuis tebak nomor berhadiah itu, namun hingga berita ini di upload, beliau belum bersedia memberikan tanggapanya.(TIM)